
Setelah bisa merasa lega, Ayah Pippin pun mencoba bertanya lagi kepada Enzo.
" Lalu apa yang menyebabkan Aurora pingsan Enzo?? ," tanya Ayah Pippin.
" Dan tadi kamu belum sempat menjelaskan kepada Ayah, kenapa kamu bisa sampai di kunci dari dalam oleh Aurora?? ," tanya Ayah Pippin lagi, dan Martin cukup serius ikut mendengarkan.
" Enzo tidak sengaja sudah membentak Aurora, Ayah ," jawab Enzo.
" Kehamilan simpatik yang Enzo rasakan ini, membuat mood Enzo, mudah sekali berubah, hingga membuat Enzo tidak bisa mengontrol emosi, ketika tadi bersama Aurora ," jelas Enzo.
" Astaga, kenapa kamu sampai membentak Aurora, memangnya apa masalahnya? ," tanya Ayah Pippin.
" Masalahnya karena dia!! ," jawab Enzo sambil menunjuk Martin.
" Aku,? kenapa karena aku?? ," tanya Martin sambil menunjuk dirinya sendiri.
" Jangan katakan jika kamu cemburu kepadaku, sebab Aurora sedang dekat denganku ," kata Martin lagi.
" Enak saja ," jawab Enzo.
" Lalu apa yang membuat kamu marah kepada Nak Martin, Enzo?? ," tanya Ayah Pippin lagi dan lagi.
" Karena dia sudah berani meng-upload foto Enzo yang sedang memakai masker semalam ," jawab Enzo, dan Martin langsung saja tertawa dengan tertahan, sebab di dalam ruang perawatan tersebut, dilarang berisik.
" Kamu semalam tidur memakai masker Enzo?? ," tanya Ayah Pippin.
" Iya, Om, ini lihatlah sendiri ," jawab Martin sambil memperlihatkan foto Enzo yang semalam.
Ayah Pippin pun langsung mengambil ponsel milik Martin untuk melihat fotonya Enzo, dan ketika Ayah Pippin sudah melihat foto tersebut, dia pun langsung tertawa tertahan seperti Martin.
" Teruslah tertawa!! ," kata Enzo dengan nada sarkas.
" Bacalah sendiri, semalam Aurora mengirimkan pesan kepadaku seperti apa?? ," kata Martin menyerahkan ponselnya kepada Enzo.
" Dia bilang seperti menikah dengan orang gila, karena tingkahmu yang aneh semalam ," kata Martin lagi masih sambil tertawa.
" Jadi yang berinisiatif mengunggahnya di instagram ya aku sendiri, bukan Aurora ," kata Martin kepada Enzo.
" Tetap saja, kamu jangan seenaknya sendiri begitu Martin, meng-upload fotoku tanpa seijin ku ," kata Enzo.
" Cepat hapus!! ," marah Enzo.
" Percuma saja dihapus, sudah banyak di copas sama netizen ," jawab Martin dengan santai.
" Astaga ," kata Enzo.
" Kamu sendiri kenapa tidur seperti itu Enzo?? ," tanya Ayah Pippin.
" Entahlah, ini semua karena mengidamku Ayah, hingga membuatku seperti orang gila ," jawab Enzo, dan Ayah Pippin langsung saja tertawa.
" Seumur-umur Ayah melihatmu memakai masker seperti itu ya baru kali ini, walau cuma lewat foto saja ," kata Ayah Pippin sambil tertawa.
" Kalau saja semalam Ayah melihatnya secara langsung, pasti Ayah akan tertawa sampai pagi ," kata Ayah Pippin lagi, dan Enzo langsung menunjukkan wajah sebalnya kepada sang Ayah.
Suara tawa mereka sedikit terhenti, ketika Aurora menunjukkan pergerakan ingin sadar dari pingsannya.
Atensi mereka semua teralihkan kepada Aurora yang sudah mulai membuka matanya.
__ADS_1
" Mommy sayang, syukurlah Mommy sudah sadar ," kata Enzo.
" Daddy, Mommy ada di mana?? ," tanya Aurora.
" Di rumah sakit sayang ," jawab Enzo.
" Di rumah sakit, memangnya Mommy kenapa?? ," tanya Aurora.
" Maafkan Daddy, karena tadi sudah marah tidak jelas kepada Mommy, hingga membuat Mommy pingsan ," jawab Enzo kepada Aurora.
" Memangnya Daddy tadi apa marah kepada Mommy?? ," tanya Aurora, membuat Enzo reflek memandang ke arah Martin.
Martin hanya mengangguk saja kepada Enzo, dan membiarkan saja apa yang sedang dipertanyakan oleh Aurora.
" Sudah tidak perlu diingat, sekarang apa yang sedang Mommy rasakan?? ," tanya Enzo.
" Mommy lapar, mau makan ," jawab Aurora.
" Baiklah, kalau begitu, ayo kita pulang dulu ," jawab Enzo.
" Martin ," panggil Enzo.
" Cepat periksa keadaannya Aurora, karena aku ingin segera pulang ke rumah ," kata Enzo lagi.
" Iya sebentar ," jawab Martin, dan Martin langsung saja memeriksa keadaannya Aurora.
Beberapa menit kemudian, Martin pun sudah selesai memeriksa keadaannya Aurora.
" Semuanya normal dan baik-baik saja ," kata Martin.
" Iya aku akan selalu mengingatnya ," jawab Enzo.
" Baguslah ," jawab Martin.
" Kalau begitu, aku pamit pulang dulu, terimakasih atas bantuannya ," pamit Enzo.
" Sama-sama, dan hati-hati di jalan ," jawab Martin.
" Om, pulang dulu ya Nak ," pamit Ayah Pippin.
" Iya Om ," jawab Martin.
Enzo lalu membantu Aurora untuk turun dari atas ranjang, dan dia juga menuntunnya untuk sampai ke dalam mobil.
Enzo dan Aurora yang sudah masuk ke dalam mobil, anak buah yang bertugas pun langsung saja tancap gas meninggalkan rumah sakit tersebut.
Sedangkan Ayah Pippin, sekarang dia langsung bergegas berangkat ke kantor.
Enzo yang sedang duduk berdua di kursi belakang, tiba-tiba mendapatkan telepon penting dari Arvon.
" Halo Arvon, ada apa?? ," tanya Enzo.
" Tuan, apakah Tuan hari ini tidak datang ke kantor?? ," tanya Arvon.
" Memangnya ada apa?? ,'' tanya lagi dari Enzo.
" Di depan banyak sekali wartawan Tuan, karena mereka ingin mendapatkan klarifikasi tentang anda yang kemarin tidak menghadiri pesta pernikahannya Tuan Arny ," jawab Arvon.
__ADS_1
" Baiklah, saya akan ke kantor saat ini juga, dan saat ini saya sedang berada di perjalanan ," jawab Enzo.
" Baik Tuan, akan saya tunggu di loby ," jawab Arvon, dan Enzo langsung saja mematikan sambungan teleponnya.
Selesai memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku jasnya, Enzo pun mencoba meminta pengertian dari Aurora.
" Sayang, kita ke kantor sebentar ya ," kata Enzo.
" Nanti sampai di kantor, Daddy akan belikan makanan yang lezat untuk Mommy ," kata Enzo lagi.
" Baiklah, terserah Daddy saja ," jawab Aurora.
Dan Enzo pun lalu menyuruh anak buahnya untuk putar arah menuju ke Perusahaannya.
Sesampainya di Perusahaannya, tiba-tiba mobil milik Enzo yang baru saja berhenti, langsung saja dikerubungi oleh banyak wartawan.
Aurora yang berada di dalam mobil, sampai terkejut, hingga membuat kepalanya langsung pusing lagi dan dadanya juga terasa sesak.
" Mommy, Mommy kenapa, bertahan sebentar ya ," kata Enzo merasa khawatir.
" Pegang tangan Daddy, karena kita harus menghadapi mereka ," kata Enzo.
Aurora pun langsung menggenggam erat tangan Enzo, dengan perasaan yang sangat tidak nyaman sekali.
Para bodyguard yang berjaga, langsung saja mengamankan jalan untuk Enzo ke luar dari dalam mobil bersama Aurora.
Kamera dari para wartawan langsung mencoba mengambil foto wajahnya Aurora, yang sedang merasa sedikit tidak nyaman dengan banyaknya wartawan yang mengerubunginya.
Arvon yang sudah menunggu sang majikan sejak tadi, langsung saja membantu mengamankan kondisi.
" Tuan Enzo, Tuan Enzo, bisakah anda memberikan klarifikasi tentang pemberitaan yang sedang beredar sekarang ," kata para wartawan.
" Dan bisakah anda perkenalkan siapa gadis yang anda bawa itu Tuan?? ," tanya wartawan lagi.
" Akan saya jawab seperlunya saja ," jawab Enzo.
" Wanita ini adalah istri sah saya, yang sudah cukup lama saya nikahi ," jelas Enzo, dan semua para wartawan langsung merasa terkejut.
" Saya dan istri saya tidak bisa menghadiri pernikahan Arny dan Linnea, karena istri saya sedang hamil anak ke dua kami, dan dia pada waktu itu dianjurkan oleh Dokter harus beristirahat total di dalam rumah ," kata Enzo sedikit berbohong.
Setelah memberikan penjelasan singkat, Enzo pun lalu mengajak Aurora untuk masuk ke dalam kantornya, tanpa mau mempedulikan para wartawan lagi yang tidak akan ada selesainya.
Suara para wartawan terus terdengar memanggil-manggil nama Enzo, namun Enzo tidak peduli.
Arvon yang ikut mencegah para wartawan menerobos masuk pun, mencoba menambahkan klarifikasi sedikit kepada para wartawan tersebut.
" Jangan mengganggu Tuan Enzo lagi, karena dia dan istrinya tidak suka keramaian, apalagi istrinya sedang hamil anak ke dua, yang sangat membutuhkan kenyamanan ," kata Arvon.
" Saya harap kalian semua mengerti, jika tidak mau Tuan Enzo marah kepada kalian semua ," kata Arvon lagi.
" Dan buatlah berita yang baik tentang Tuan Enzo bersama istrinya, jika tidak mau riwayat kalian semua akan tamat di tangannya!! ," kata Arvon sedikit mengancam.
Setelah itu, Arvon pun berbalik badan dan berlalu meninggalkan para wartawan, yang belum sepenuhnya puas mendapatkan jawaban dari apa yang mereka inginkan.
...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...
...***TBC***...
__ADS_1