AURORA

AURORA
KEMARAHAN MAMA AZURA


__ADS_3

Tadi, sebelum masuk ke dalam ruang perawatan Aurora, setelah menempuh perjalanan beberapa menit lamanya, akhirnya Mama Azura sampai juga di rumah sakit tempat Enzo dan Aurora mendapatkan perawatan.


Mama Azura langsung ditunjukkan di mana Enzo saat ini, oleh salah satu anak buah yang berjaga di situ.


Sesampainya di depan ruang 0p3r451 air mata Mama Azura langsung mengalir sangat deras sekali, sambil bertanya kepada Ayah Pippin.


" Ayah, bagaimana keadaanya Enzo?? ," tanya Mama Azura.


" Tidak tahu Ma, Dokter belum memberikan penjelasan, dan Enzo saat ini sedang di 0p3r451 di dalam ," jawab Ayah Pippin.


Arny yang melihat sang Mama menangis pilu karena menangisi sang Kakak, dia reflek memeluk pundak Mama Azura.


" Mama yang tenang ya, jangan seperti ini ," kata Arny.


" Kita doakan saja yang terbaik untuk Kakak ya Ma ," kata Arny lagi.


" Lalu di mana keberadaannya Aurora dan Wilson, Yah?? ," tanya Mama Azura, dan Mama Azura malah tidak menanggapi Arny.


" Telepon saja Linnea, dia tahu Ma, karena saat ini dia sedang berada di sana ," jawab Ayah Pippin.


Linnea yang sedang berjalan ke arah lift, tiba-tiba mendengar ponselnya berdering, dan ketika sudah dilihat, ternyata dari sang Mama mertua.


" Halo Ma ," kata Linnea.


" Linnea, di mana ruang perawatannya Aurora?? ," tanya Mama Azura.


Linnea langsung menjelaskan di mana ruang perawatan Aurora berada.


" Baiklah, Mama akan ke sana sekarang juga ," kata Mama Azura.


" Iya Ma ," jawab Linnea.


Setelahnya, Mama Azura langsung mematikan sambungan teleponnya.


Linnea tidak memberitahukan kepada Mama Azura, jika sebenarnya dia dan ke dua orang tuanya, sudah tidak berada di dalam ruang perawatannya Aurora.


Mama Paulita yang mengetahui jika Linnea menjawab telepon dari Mama Azura pun langsung bertanya.


" Apakah tadi Mama mertuamu, Linnea?? ," tanya Mama Azura.


" Iya Ma, katanya Mama Azura mau menemui Aurora ," jawab Linnea.


" Ya sudah kita tunggu di sini saja kalau begitu ," kata Ayah Bogy.


" Tidak perlu Yah, biar saja Mama Azura menemui Aurora sendirian, karena memang seharusnya Aurora menghadapi ini sendirian ," jawab Linnea.


" Terserah kamu sajalah kalau begitu ," jawab pasrah dari Ayah Bogy.

__ADS_1


Akhirnya, Linnea, Ayah Bogy dan Mama Paulita tetap melanjutkan langkah kakinya menuju ke ruang 0p3r451 untuk melihat keadaannya Enzo.


Sedangkan beralih ke ruang 0p3r451 lagi, selesai menelpon Linnea, Mama Azura mengatakan sesuatu kepada Ayah Pippin, yang membuat Ayah Pippin dan Arny langsung melarangnya.


" Mama akan membuat perhitungan dengan Aurora!! ," kata Mama Azura.


" Karena dialah anak kita sekarang 53k4r4t seperti saat ini!! ," kata Mama Azura lagi.


Ayah Pippin dan Arny sangat terkejut sekali melihat kemarahan dari sang Mama.


" Jangan Ma, jangan lakukan itu ," cegah Arny.


" Ingat Ma, Aurora juga menantu kita, dia sedang mengandung cucu kembar kita ," cegah Ayah Pippin juga.


" Jika Aurora stres, akan sangat berbahaya untuk kandungannya ," kata Ayah Pippin lagi.


" Tapi Aurora sudah membuat anak kita buta Ayah, buta karena cinta, hingga dia sampai kecelakaan parah seperti ini!! ," bantah Mama Azura.


" Kita masih bisa membicarakannya dengan baik-baik Mama ," kata Ayah Pippin


" Tidak Ayah, Aurora harus diberikan ketegasan, karena sikapnya sudah seenaknya sendiri!! ," jawab Mama Azura.


" Jika dia benar-benar Mama yang baik, tentu saja dia tidak perlu lari begini, harus memikirkan perasaan anak dan juga bayi yang sedang di kandungnya!! ," kata Mama Azura lagi.


" Stop, Ayah jangan berbicara lagi, karena Mama tidak akan mendengarkan nasihat Ayah lagi tentang Aurora!! ," kata Mama Azura yang melihat Ayah Pippin ingin menjawab.


Tanpa banyak berbicara, Mama Azura langsung saja berlalu pergi dari hadapan Ayah Pippin dan Arny, untuk menuju ke ruang perawatannya Aurora.


" Mama ," sapa Linnea.


" Kenapa kalian malah di sini?? ," tanya Mama Azura.


" Iya, karena kami ingin melihat keadaannya Kak Enzo, Ma ," jawab Linnea.


" Bagus, berarti Aurora sendirian di sana ," kata Mama Azura.


Mama Azura langsung masuk ke dalam lift dan meninggalkan mereka semua, yang sedang penuh tanda tanya dengan perkataan dari Mama Azura tadi.


Dan di sinilah sekarang Mama Azura, sudah berada di hadapannya Aurora dengan wajah yang penuh dengan api amarah.


" Mama, Mama kenapa Ma?? ," tanya Aurora dengan perlahan.


" Sudah saya katakan, saya bukan Mama kamu!! ," teriak Mama Azura, hingga membangunkan baby Wilson.


Melihat baby Wilson menangis, Aurora langsung memeluk dan juga mendekapnya, sedangkan Mama Azura membiarkannya saja.


" Lihatlah, sungguh kasihan sekali dirimu Aurora!! ," ejek Mama Azura.

__ADS_1


" Sudah tidak ada siapa-siapa yang menemani, sendirian di sini, dengan perut besar dan satu anak yang masih kecil, huh,!! mau membiayai mereka dengan apa kamu, hah!! ," marah Mama Azura.


" Apa maksud Mama,? kenapa Mama berkata seperti itu kepada Aurora?? ," tanya Aurora dengan mata berkaca-kaca dan hati terluka.


" Apakah kamu akan jadi seorang wanita penghibur, untuk menghidupi ke tiga anakmu itu Aurora?? ," kata Mama Azura.


Semakin sakit hati Aurora mendengar perkataan tersebut.


" Kamu itu wanita miskin yang bodoh!! ," kata Mama Azura lagi.


" Anakku begitu terlalu mencintaimu, tapi apa balasan yang kamu berikan kepadanya, hah!! ," kata Mama Azura lagi.


" Hanya penderitaan dan penderitaan saja, tanpa mau melihat betapa tulusnya cintanya untukmu, hingga sekarang dia 53k4r4t karenamu!! ," kata Mama Azura lagi sambil menangis.


" Karena khawatir dengan anak yang bukan darah dagingnya yang dia sayangi setulus hati ," lanjut lagi perkataan Mama Azura.


" Jika sama-sama menderita, lebih baik kamu pergi saja dari kehidupan anak saya selamanya, jangan kembali lagi, dan bawa Wilson bersamamu, tapi jangan dengan si twins, karena mereka cucu kandung saya dan anak kandungnya Enzo!! ," kata Mama Azura lagi.


Air mata Aurora menetes sangat deras sekali, mendengar semua perkataan Mama Azura, yang sangat menampar sekali di dihatinya.


Mama Azura lalu mengeluarkan beberapa lembar uang yang cukup banyak, namun jika di rupiahkan jumlahnya sangat banyak sekali, dan lalu Mama Azura melemparkannya ke wajah Aurora.


" Ambil uang itu, dan pergi sejauh mungkin dari Enzo, tapi sebelum itu, lahirkan dulu si twins, karena saya sendiri yang akan membesarkan mereka!! ," kata Mama Azura.


" Saya tidak mau cucu-cucu saya hidup bersama wanita miskin sepertimu yang tidak tahu diri, tidak tahu terimakasih, dan yang tidak bisa melihat cinta tulus dari seorang laki-laki!! ," kata Mama Azura lagi, sedangkan Aurora masih diam saja.


" Cukup Aurora, sudah cukup kamu memberikan luka di dalam hati anak saya, karena saya sebagai Mama, tidak akan tinggal diam saja ," kata Mama Azura.


" Kamu juga seorang Mama, pasti sangat tahu sekali apa yang sedang saya rasakan saat ini!! ," kata Mama Azura sambil menangis.


" Di sini bukan kamu yang terluka, tapi Enzo!! ," kata Mama Azura sambil sedikit berteriak.


" Kamu tidak akan pernah tahu, jika kamu masih mengedepankan egomu itu, bagaimana menderitanya Enzo dan tersiksanya Enzo, karena tidak sengaja sudah membunuh Dickie dalam kecelakaan itu!! ," jelas Mama Azura.


" Anak saya sudah membayar semuanya, dia memberikan segalanya kepadamu, bahkan dia sangat memanjakanmu seperti ratu, tapi apa yang sudah kamu berikan kepada anak saya,? jawab!! ," kata Mama Azura lagi sambil berteriak.


" Saya harap kamu pergi saja dari hidup Enzo!! ," kata pelan dari Mama Azura, namun terdengar menusuk di dalam relung hatinya Aurora.


Setelahnya, Mama Azura langsung berlalu pergi dari dalam ruang perawatan tersebut untuk kembali ke ruang 0p3r451 lagi.


Katanya dia tidak mencintai Enzo, akan tetapi ketika semua sumpah serapah dan perkataan menyakitkan yang diucapkan oleh Mama Azura tadi, kenapa terasa sangat menyakitkan sekali bagi Aurora.


Dan ketika dirinya di pinta pergi dari hidup Enzo, kenapa Aurora malah ingin menjawab, jika dia tidak ingin pergi meninggalkan Enzo.


Bahkan suara tangisan baby Wilson yang rewel karena tidurnya terganggu, seperti tidak terdengar di telinganya, karena Aurora sedang menenangkan hatinya yang sedang teriris dengan kenyataan, jika dirinya memang benar-benar sudah buruk dan jahat kepada Enzo.


Ketika sedang melamun lagi, tiba-tiba ruang perawatannya terbuka lagi dari luar, dan ada dua orang yang masuk ke dalam, yang satu Aurora mengenalnya, dan yang satunya lagi, Aurora merasa tidak asing dengan orang tersebut.

__ADS_1


...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...


...***TBC***...


__ADS_2