
Selesai menyuapi Enzo dan makan bersama Enzo, saat ini Aurora, baby Wilson, Linnea, Arny, Mama Azura dan juga Ayah Pippin, sedang bercanda bersama dengan duduk di sofa yang tersedia di ruang perawatan Enzo.
Mereka bercanda riang gembira, sambil memperhatikan kelucuan baby Wilson yang bisa mengubah suasana menjadi tambah berwarna.
Sedangkan Martin masih duduk di pinggir ranjang untuk berbincang dengan Enzo.
" Martin, tadi obat apa yang kamu berikan kepada Aurora?? ," tanya Enzo.
" Obat penyubur kandungan ," jawab Martin sambil tertawa.
" Kata kamu kan, kamu ingin semakin mengikat Aurora, dan segera mempunyai anak sendiri dengannya, jadi sengaja ku kasih obat itu supaya Aurora tidak lama akan segera hamil lagi ," kata Martin lagi.
Enzo langsung tertawa senang sambil mengajak Martin bertos ria, ketika sang sahabat ternyata bisa diajak kerjasama.
" Apakah tidak masalah jika Aurora hamil lagi, sedangkan Wilson masih kecil?? ," tanya Enzo.
" Sebenarnya, paling tidak harus menunggu umur Wilson kira-kira sekitar satu tahunan sih, soalnya kan Aurora lahirannya secara caesar ," jawab Martin.
" Tapi sekarang obat sudah semakin banyak, alat juga sudah semakin canggih, jadi ya bisalah jika Aurora ingin hamil lagi ," kata Martin lagi.
" Namun jika benar Aurora hamil dalam waktu dekat, dia harus selalu dipantau oleh Dokter, sebab resikonya banyak ," kata Martin selanjutnya.
" Sekarang kembali kepadamu Enzo, bagaimana baiknya ," kata Martin.
Sambil memandang ke arah Aurora yang sedang menggoda baby Wilson, Enzo pun menjawab " sebenarnya aku kasihan juga sih jika Aurora harus hamil lagi, tapi di dalam hatiku sendiri, aku takut jika Aurora akan cepat sadar dari amnesianya, sedangkan aku belum mempunyai anak darinya ," kata Enzo.
" Akan aku bantu, jika Aurora hamil lagi Enzo, kamu tenang saja ," jawab Martin.
" Terimakasih teman, kamu memang selalu tahu apa yang aku inginkan ," kata Enzo kepada Martin sambil tersenyum.
" Oh ya, katanya besok kamu akan pergi berbulan madu dengan Aurora dan Wilson, tapi jika kamu seperti ini keadaannya apakah jadi?? ," tanya Martin.
" Jadi dong ya, aku akan tetap mengajak mereka berbulan madu, selagi Aurora belum sadar dari amnesianya ," jawab Enzo.
" Terserah kamu saja ," kata Martin.
" Memangnya kamu apa sudah diperbolehkan pulang sama Dokter?? ," tanya Martin.
" Nah ini menjadi tugas kamu lagi, sana cepat aku ingin pulang sore ini ," jawab Enzo, dan Martin langsung menunjukkan wajah sebalnya kepada Enzo.
Namun Enzo bukannya takut melihat wajah Martin seperti itu, dia malah tertawa terbahak-bahak.
" Ya sudah sebentar, akan aku bicarakan dulu sama Dokter yang menangani mu ," kata Martin.
__ADS_1
" Ok, thank's Martin ," jawab Enzo, dan Martin hanya mengangguk saja.
Martin lalu beranjak pergi dari dalam ruang perawatan Enzo, untuk menemui Dokter yang menanganinya. Dan tidak lama sekitar tiga puluh menit kemudian, Martin kembali lagi bersama Dokter yang menangani Enzo, hingga membuat semua orang yang ada di dalam ruang perawatan tersebut langsung pada menyapa para tenaga medis itu.
" Saya lihat dulu keadaannya ya Tuan Enzo?? ," kata sang Dokter kepada Enzo.
Aurora yang melihat, tentu saja langsung mendekat dan menyerahkan baby Wilson kepada Mama Azura terlebih dahulu.
Aurora sangat memperhatikan sekali bagaimana Dokter itu memeriksa keadaannya Enzo, setelah selesai, Aurora pun langsung segera bertanya kepada sang Dokter.
" Dokter bagaimana keadaannya suami saya?? ," tanya Aurora.
" Tuan Enzo sudah saya perbolehkan pulang Nyonya, dan Tuan Enzo bisa rawat jalan saja, tidak perlu menginap di sini ," jawab sang Dokter.
" Syukurlah, saya senang mendengarnya ," jawab Aurora.
" Kalau begitu, kami permisi Tuan, Nyonya, ada yang harus kami periksa lagi ," pamit sang Dokter tadi.
" Iya Dokter terimakasih ," jawab Aurora, dan para tenaga medis tersebut langsung pada pamitan pergi dari dalam ruang perawatan Enzo.
" Ayo Mommy, kita pulang, besok kan kita mau berbulan madu ," kata Enzo sambil beranjak turun dari atas ranjang.
" Apakah tidak ditunda saja dulu Daddy ," jawab Aurora.
" Yang sakit cuma lengan Daddy saja Mommy, bukan tubuh Daddy, percayalah Daddy tidak kenapa-kenapa ko Mommy ," jawab Enzo.
" Sudah turuti saja Nak apa kata suami kamu, dia jika mempunyai keinginan harus tetap terlaksana, walau akan mati sekalipun ," kata Ayah Pippin kepada Aurora.
" Iya baiklah ," jawab Aurora.
Akhirnya, Enzo pulang juga ke rumah sang Ayah bersama para Keluarga, dan jangan lupakan masih ada Martin bersama mereka.
Singkat cerita tibalah saatnya Enzo, Aurora, dan juga Wilson berangkat berbulan madu ke tempat yang sudah Enzo persiapkan sebelumnya.
Enzo ternyata mengajak Aurora ke sebuah destinasi wisata yang memang diperuntukkan untuk pengantin baru seperti Aurora dan Enzo yang sedang berbahagia.
Tempatnya benar-benar sangat indah sekali, pulaunya ada di tengah-tengah laut.
Jika ingin menuju ke pulau tersebut, harus menaiki sebuah kapal khusus yang sudah disediakan untuk mereka semua yang berkunjung ke tempat tersebut.
Pesawat jet yang Aurora dan Enzo naiki, akhirnya sampai juga di salah satu Bandara yang ada di Negara tersebut, setelah mengudara sekitar lima jam lamanya, dan harus dilanjutkan lagi perjalanan menggunakan mobil menuju ke tempat tersebut sekitar satu jam.
Sampai di tujuan, Aurora dan Enzo harus naik kapal terlebih dahulu yang tadi sudah disebutkan, sekitar setengah jam lagi.
__ADS_1
Walau capek, namun view yang disuguhkan sangat mampu sekali membayar kelelahan yang sedang dirasakan.
" Waaaah Daddy tempatnya sangat indah sekali ," kata Aurora merasa takjub dengan tempat yang sedang didatanginya.
" Apakah Mommy suka?? ," tanya Enzo.
" Iya, suka sekali, ini sangat cantik, air lautnya juga sangat jernih ," jawab Aurora.
" Lihatlah Mommy, sepertinya Wilson juga menyukai tempat ini ," kata Enzo.
" Iya, kamu suka ya sayang ," kata Aurora kepada Wilson.
Wilson yang sudah semakin aktif, dia seperti mengerti ketika diajak pergi berlibur oleh Mommy dan juga Daddynya ke tempat yang bagus.
Sesampainya di penginapan yang ada di situ, Aurora langsung melihat pemandangan di sekitar vila, yang benar-benar sangat privasi, dan menyatu dengan alam serta menyegarkan mata sekali.
" Mommy seperti ingin tinggal di sini saja Daddy, tempatnya membuat hati Mommy terasa tenang ," kata Aurora sambil merentangkan ke dua tangannya di halaman belakang kamar, sambil juga menghirup udara sebanyak-banyaknya.
Enzo yang melihat Aurora seperti itu, dia hanya membiarkan saja, lalu menurunkan baby Wilson dari gendongannya ke bawah supaya bermain sendirian, namun masih tetap dia awasi.
" Jika Mommy bahagia, Daddy juga sangat bahagia sekali ," kata Enzo.
" Benar begitu kan Wilson ," kata Enzo kepada Wilson.
Wilson hanya tertawa saja dengan suara lucunya, sambil memukul-mukul pelan benda yang ada di depannya.
" Oh ya Mommy, apakah Mommy capek, kita jalan-jalannya besok saja bagaimana, kasihan Wilson kalau sampai kecapekan nanti ," kata Enzo.
" Ok siap Daddy ," jawab Aurora.
" Apakah kamu lapar Wilson, Mommy ko perutnya bunyi terus ya daritadi ," kata Aurora sambil mengusap perutnya.
" Sebentar, akan Daddy pesankan makanan kepada petugas sini ," kata Enzo, dan Aurora langsung tersenyum senang, sebab Enzo tahu kode darinya.
Sambil menunggu makanan mereka diantarkan oleh para petugas, Aurora mengajak Wilson berenang sebentar di kolam renang pribadi yang ada dibelakang kamar mereka.
Begitu pula dengan Enzo, dia pun juga tidak mau kalah dengan Wilson yang bisa begitu dekat dengan Aurora.
Sudah terlihat benar-benar Keluarga besar yang harmonis. Dan dulu ketika masih bersama Dickie, Aurora belum pernah merasakan yang namanya berbulan madu atau pergi ke tempat yang sangat bagus, tapi sekarang dia sudah menjadi istrinya Enzo Diedrich, Enzo siap memanjakan Aurora ke mana pun yang Aurora minta.
...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...
...***TBC***...
__ADS_1