
Enzo dan Arvon yang sudah tertidur sekitar satu jam lamanya, dibuat sangat terkejut sekali, ketika tiba-tiba pintu ruang perawatan Aurora terbuka sangat kasar dari luar.
Setelah Enzo dan Arvon mengalihkan pandangan mereka, ternyata yang datang adalah Ayah Pippin, bersama Mama Azura, Arny dan juga Linnea.
Linnea belum sadar jika yang terbaring di atas brankar adalah sahabat baiknya, dan ketika Ayah Pippin bertanya kepada Enzo, barulah Linnea merasa ada yang aneh.
" Enzo, bagaimana keadaan kamu Nak?? ," tanya Ayah Pippin.
" Dan bagaimana dengan keadaannya Aurora?? ," tanya Ayah Pippin lagi.
" Aurora?? ," kata Linnea.
Linnea perlahan mendekat ke arah brankar pasien, dan ketika mata dia sudah melihat langsung siapa gadis yang terbujur lemah di atas brankar adalah sahabatnya, Linnea langsung menangis sangat histeris sekali.
" Auroraaaaaaaaa ," kata Linnea sambil memeluk Aurora.
" Aurora, bangun Aurora, ini aku Linnea ," kata Linnea lagi.
Linnea yang ingat jika Aurora sedang hamil, dia tiba-tiba mengalihkan pandangannya ke arah perut Aurora.
" Perut,!! kenapa perutnya sudah rata, apa Aurora sudah melahirkan?? ," kata Linnea bertanda tanya sendiri.
Dan apa yang dilakukan oleh Linnea dilihat jelas oleh semua Keluarga Diedrich.
" Linnea, apa kamu mengenal Aurora?? ," tanya Enzo.
Pertanyaan Enzo barulah membuat Linnea sadar, jika dirinya sudah keceplosan histeris seperti tadi.
" Jelaskan kepada kami semua ," kata Enzo lagi.
Saat ini mereka semua sudah duduk di sofa yang tersedia di situ dengan mata yang menatap lekat ke arah Linnea.
" Sebelumnya, maafkan saya ," kata Linnea.
" Aurora adalah sahabat baik saya sejak kami masih kecil, dan rumah kami pun bersebelahan ," cerita dari Linnea.
Enzo dan yang lainnya merasa terkejut, terutama Arny, karena dia tidak menyangka jika gadis yang dicintainya mempunyai rahasia cukup besar darinya.
" Ceritakan semuanya, atau kamu akan saya bunuh saat ini juga, tidak peduli kamu calon istri dari adik saya sekalipun!! ," kata Enzo sangat tegas sekali.
" Akan saya ceritakan, anda tenanglah dulu Tuan Enzo ," jawab tenang dari Linnea.
" Aurora mempunyai masa lalu yang pahit di dalam Keluarganya, dia anak broken home karena sang Ayah lebih memilih selingkuhannya daripada sang Mama ," cerita Linnea.
Dan cerita dari Linnea, membuat Enzo teringat dengan cerita dari Max yang sama persis sudah dia ceritakan kepadanya.
" Karena kejadian itu, Aurora menjadi sangat membenci laki-laki dan tidak mau merasakan yang namanya jatuh cinta ataupun menikah ," cerita Linnea lagi.
" Sekian lama ditinggal mati oleh sang Mama, membuat Aurora kesepian, hingga dia tiba-tiba mempunyai sebuah ide gila untuk mempunyai seorang anak tanpa mau menikah, dan akhirnya Tuhan mempertemukan Aurora dengan anda Tuan Enzo ," kata Linnea.
" Pada saat itu Aurora mengaku tidak mengetahui jika dia sedang hamil, dan ketika sudah tahu, tapi anda malah membuatnya terpuruk dengan keguguran yang dialaminya ," kata Linnea lagi.
Enzo yang teringat akan hal itu, dia merasa menyesal, namun sudah tidak bisa dia perbaiki lagi.
" Aurora berkata, jika dia sangat membenci anda Tuan Enzo, dia semakin menganggap kaum laki-laki hanya mau enaknya saja, tanpa mempedulikan perasaan dari seorang perempuan, hingga akhirnya kehadiran Dickie yang membantunya kabur dari rumah sakit merubah jalan pikirannya ," kata Linnea.
" Dickie bisa meyakinkan Aurora, jika tidak semua laki-laki mempunyai sifat seperti sang Ayah, dan karena ketulusan Dickie, akhirnya Aurora mau diajak menikah oleh Dickie ," kata Linnea.
" Apakah anda tahu Tuan Enzo, bagaimana bahagianya Aurora ketika dia dinyatakan positif hamil oleh Dickie?? ," kata Linnea lagi dan lagi, dan semua orang masih setia mendengarkan Linnea yang sedang bercerita.
" Dia begitu sangat bahagia sekali, Aurora selalu menceritakan kepada saya bagaimana rasanya dia hamil, dia selalu berkata jika dia sudah tidak sabar ingin segera melihat anaknya lahir ke dunia ini ," kata Linnea.
Linnea yang tadinya ingin menelpon Aurora untuk bercerita jika Enzo masih mencarinya, nyatanya dia belum sempat, karena insiden wajahnya yang disiram oleh karyawan Dickie.
Linnea tiba-tiba teringat tentang Dickie, dan dia langsung menanyakan bagaimana keadaan Dickie kepada Enzo.
" Tuan Enzo, lalu bagaimana dengan keadaannya Dickie,? apakah dia baik-baik saja?? ," tanya Linnea.
Pandangan semua orang langsung teralihkan ke arah Enzo, dan Enzo bingung bagaimana cara menyampaikan kenyataan yang sebenarnya kepada mereka semua.
" Dia sudah meninggal Linnea ," jawab Enzo dengan suara sangat pelan sekali, namun semua orang masih cukup jelas mendengarnya.
" Apaaaaaaa!! ," kata Linnea.
" Dickie mengalami cedera kepala yang sangat parah ketika kecelakaan itu, itulah yang membuat dia tidak bisa tertolong, maafkan saya Linnea ," jawab Enzo.
" Aurora pasti akan semakin membenci anda Tuan, jika dia mengetahui kabar tentang kematian Dickie ," kata Linnea.
" Dan itu kenapa perut Aurora sudah rata Tuan, apakah dia mengalami keguguran lagi, karena insiden kecelakaan tersebut?? ," tanya Linnea lagi.
__ADS_1
" Tidak,!! Aurora tidak keguguran, tapi dia harus melahirkan secara prematur, anaknya selamat dan masih di dalam inkubator ," jawab Enzo.
Semua orang merasa lega mendengar jawaban dari Enzo, yang mengatakan jika anaknya Aurora selamat.
" Aurora saat ini sedang mengalami koma, dan jika dia sadar kemungkinan besar akan mengalami amnesia, setidaknya itu jauh lebih baik daripada dia sadar dan mengetahui jika suaminya sudah meninggal ," cerita Enzo.
Air mata Linnea langsung mengalir dengan sangat deras sekali, karena kehidupan dari sang sahabat begitu sangat menyedihkan sekali.
Begitupun dengan yang lainnya, mereka semua langsung terlihat bersedih, karena Aurora harus mengalami koma dan juga amnesia.
" Ya Tuhan, kasihan sekali Aurora ," kata Linnea.
Arny yang melihat Linnea terpuruk, dia langsung merangkul pundak Linnea untuk coba dia tenangkan.
" Jika kamu sudah tahu di mana Aurora berada, kenapa kamu tidak bercerita kepadaku atau Kakakku, Linnea?? ," tanya Arny.
" Padahal selama ini kamu mengetahuinya, jika Kakakku atau aku sendiri sedang mencari keberadaannya Aurora ," kata Arny lagi.
" Semua ini permintaan dari Linnea, Arny, karena Aurora sudah berpesan kepadaku untuk jangan memberitahukan tempat persembunyiannya dari siapapun, terutama dari kalian semua ," jawab Linnea.
" Kamu tenanglah Linnea, saya akan mempertanggung jawabkan semua perbuatanku kepada Aurora, saya berjanji akan memberikan namaku untuk anaknya, dan menganggap dia sebagai anak kandungku sendiri ," kata Enzo.
" Dan juga secepatnya jika Aurora sudah sadar, saya akan segera menikahinya ," kata Enzo lagi.
Semua orang cukup terkejut, ketika mendengar jika Enzo akan menikahi Aurora, di saat dia sudah sadar.
" Ayah dan Mama setuju atau tidak setuju, Enzo akan tetap menikahi Aurora, karena Enzo tidak mau kehilangan dia untuk kesekian kalinya ," kata Enzo kepada ke dua orang tuanya.
" Lakukanlah Nak, Mama mendukungmu, dan Mama juga akan menganggap anak Aurora sebagai cucu kandung Mama sendiri ," jawab Mama Azura.
" Iya, dan Ayah juga berjanji akan memberikan sebagian harta Ayah untuk cucu Ayah itu ," kata Ayah Pippin juga.
" Terimakasih Ayah, Mama ," jawab Enzo.
" Maukah kalian berjanji kepadaku ," kata Enzo kepada semua orang, dan Arvon pun juga masih ada di situ.
" Berjanji soal apa Enzo?? ," tanya Ayah Pippin.
" Jika Aurora mengalami amnesia, janganlah kalian mengingatkannya tentang masa lalunya, biarlah dia hidup di dalam ingatannya yang kosong, karena saya yang akan mengisi kekosongan itu dengan kebahagiaan yang sudah lama dia harapkan ," jawab Enzo.
" Baiklah, Ayah berjanji Nak, dan mungkin memang itu jalan yang terbaik untuknya, karena jika Aurora mengetahui kenyataan yang sebenarnya, dia pasti akan lebih jauh lagi pergi darimu ," jawab Ayah Pippin.
Enzo lalu mengalihkan pandangannya ke arah yang lainnya, dan yang lainnya berjanji sama seperti Ayah Pippin.
" Baiklah, saya juga berjanji Tuan, tapi dengan satu syarat ," jawab Linnea.
" Apa syaratnya?? ," tanya Enzo.
" Berjanjilah juga jangan membuat dia menangis lagi, berikanlah kebahagiaan yang belum pernah Aurora rasakan ," jawab Linnea.
" Saya berjanji Linnea ," jawab mantap dari Enzo.
Setelah berbincang serius seperti itu, Linnea ijin untuk mendekat ke arah Aurora ditemani oleh Arny, sedangkan Ayah Pippin dan Mama Azura meminta tolong kepada Enzo untuk diantarkan melihat baby boy nya Aurora.
" Ma, Yah, titip Aurora, Enzo mau pergi sebentar ," kata Enzo.
" Memangnya kamu mau pergi ke mana Enzo?? ," tanya Ayah Pippin.
" Ke suatu tempat ," jawab Enzo.
" Baiklah, hati-hati di jalan ," jawab Ayah Pippin dan Mama Azura.
Setelah berpamitan kepada sang Mama dan sang Ayah, Enzo pun menyuruh Arvon untuk mengantarkannya pergi ke rumah Dickie dan Aurora.
Saat ini waktu sudah menunjukkan pukul setengah tujuh pagi ketika Enzo baru saja sampai di rumah Dickie dan Aurora.
Walau pintu gerbangnya terkunci dari luar, Arvon bisa dengan mudah membukanya menggunakan sebuah kawat saja.
Arvon lalu memarkirkan mobilnya masuk ke dalam pekarangan rumah, dan sama seperti tadi, Arvon bisa dengan mudah membuka pintu rumah yang sedang terkunci dari luar itu.
Kecelakaan yang dialami oleh Dickie bersama Aurora semalam, sudah dibereskan semua oleh anak buah Enzo, jadi mereka tidak perlu melibatkan anggota kepolisian, sebab akan membuat urusannya semakin panjang dan juga lama.
Pintu yang sudah terbuka, membuat Enzo melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah.
Enzo melihat seluruh ruangan, dinding rumah yang penuh dengan foto-foto Dickie dan Aurora yang terlihat sangat romantis dan juga bahagia.
Terlihat kental sekali kebahagiaan di dalam rumah itu antara Dickie dan Aurora, dari foto yang terpasang di dinding.
Arvon masih setia mengikuti ke mana langkah kaki Enzo melangkah, hingga akhirnya hal yang paling ditunggu oleh Enzo pun kesampaian juga, yaitu masuk ke dalam kamar pribadinya Aurora dan Dickie.
__ADS_1
Pertama kali masuk ke dalam kamar itu, Enzo langsung melihat foto pernikahan Dickie dan Aurora yang tercetak besar sekali di dinding atas ranjang mereka.
Enzo menatap foto pernikahan itu dengan sangat lekat sekali. Ada rasa sakit di dalam hati ketika melihat foto pernikahan itu, tapi juga ada rasa bahagia, sebab Enzo tanpa sengaja sudah menyingkirkan suami dari wanita yang sangat dia cintai.
Enzo berkeliling di dalam kamar tersebut, dan tidak sengaja matanya melihat sebuah buku yang sangat menarik sekali untuk dia baca.
Di dalam buku itu ada sebuah tulisan yang ditulis langsung oleh tangan Dickie.
Enzo yang membaca tulisan itu bisa menyimpulkan, jika Dickie begitu sangat mencintai Aurora, sama seperti dirinya.
Cemburu, tentu saja Enzo merasa cemburu, tapi dia sudah tidak perlu memusingkannya lagi, sebab saingan terberatnya sudah dia singkirkan secara tidak sengaja
Setelah puas melihat seisi rumah Aurora dan Dickie, Enzo menyuruh Arvon untuk mengemasi semua barang-barang Aurora untuk dia simpan di suatu tempat.
Ketika Enzo dan Arvon sedang berjalan ke arah ruang tamu, mereka tidak sengaja bertemu oleh beberapa orang yang memang dipekerjakan oleh Dickie di rumahnya.
" Siapa kalian?? ," tanya Enzo kepada beberapa pekerja itu.
" Seharusnya kami yang bertanya kepada anda, siapa anda Tuan?? ," jawab salah satu pekerja.
" Saya Keluarganya Aurora ," jawab Enzo.
" Kami pekerja di rumah ini Tuan, Tuan Dickie memperkerjakan kami untuk membantu Nyonya Aurora yang sedang hamil ," jawab dari pekerja tersebut.
" Mulai sekarang, kalian tidak perlu bekerja lagi di rumah ini, karena Dickie dan Aurora akan pindah di kota tempat tinggal saya ," kata Enzo.
" Semua gaji kalian, akan diurus oleh anak buah saya ," kata Enzo lagi.
" Baik Tuan ," jawab dari pekerja itu lagi.
Enzo lalu bergegas ke luar dari dalam rumah dan memilih menunggu Arvon di dalam mobil, sebab Arvon sedang menyelesaikan pembayaran gaji dari para pekerja di rumah Dickie.
Setelah selesai, Arvon dan Enzo kembali ke rumah sakit lagi untuk mengurus jenazah Dickie yang masih tersimpan rapi di dalam kamar jenazah.
Ayah Pippin, Enzo, Mama Azura, Linnea, Arny dan beberapa anak buah Enzo pada hadir di acara pemakamannya Dickie.
Enzo sengaja menguburkan Dickie di kota tersebut, karena jika kembali ke tanah kelahirannya Dickie, akan memakan waktu yang sangat lama sekali.
Air mata Linnea tidak berhentinya mengalir, sebab dia sangat tahu sekali bagaimana baiknya seorang Dickie, terlebih lagi dia sangat mencintai sang sahabat.
Linnea sendiri juga sudah memberitahukan semua masalah yang terjadi dengan Aurora dan Dickie kepada ke dua orang tuanya.
Mama Paulita yang mendengar kabar tersebut dari Linnea, dia bahkan sampai pingsan hingga membuat Ayah Bogy merasa khawatir sekali.
Ingin sekali rasanya Ayah Bogy dan Mama Paulita melihat keadaan Aurora atau mengikuti acara pemakamannya Dickie, tapi sayang sekali, mereka terkendala jarak dan juga waktu.
Selesai dari acara pemakaman itu, Enzo kembali bergegas lagi ke rumah sakit untuk melihat Aurora yang sedang dijaga sangat ketat sekali oleh para anak buahnya.
" Ayah ada yang ingin Enzo bicarakan ," kata Enzo dengan tiba-tiba kepada Ayah Pippin.
Semua orang yang ada di dalam ruang perawatan Aurora langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah Enzo.
" Katakanlah Nak, katakan saja ," jawab Ayah Pippin.
" Ijinkan Enzo untuk merawat Aurora dan babynya di rumah kita, supaya Enzo bisa setiap saat melihat dan menunggu mereka kapanpun yang Enzo mau ," kata Enzo.
" Tapi Nak, di rumah kita tidak ada peralatan yang memadai untuk menunjang kesehatan Aurora dan babynya ," jawab Ayah Pippin.
" Enzo akan membayar berapapun jika Aurora dan babynya bisa dibawa pulang dan dirawat di rumah ," kata Enzo sangat mantap sekali.
" Arny akan membantu Kakak ," jawab Arny dengan tiba-tiba.
Arny yang melihat cinta di mata sang Kakak yang begitu besar sekali untuk Aurora, membuat Arny begitu terenyuh dan mendukung usaha dari sang Kakak.
Enzo merasa sangat senang sekali, ketika ada yang mendukungnya, dan mereka berdua sepakat untuk mencoba membicarakan hal tersebut kepada pihak rumah sakit.
Setelah perundingan yang cukup sengit antara kubu Arvon dan Arny dengan pihak rumah sakit, akhirnya pihak rumah sakit pun mengijinkan Aurora bersama babynya untuk mereka bawa pulang.
Enzo juga membeli peralatan canggih dari rumah sakit untuk menunjang kesehatan serta kesembuhan dari Aurora dan babynya.
Hingga pada akhirnya, setelah melewati proses yang sangat panjang sekali, Aurora dan sang baby sudah berada di rumah mewah milik Ayah Pippin.
Enzo menempatkan Aurora bersama sang baby di dalam satu ruangan yang sudah disediakan khusus untuk mereka.
Setiap saat dan setiap waktu seperti perkataan dari Enzo sebelumnya, dia terus menunggu Aurora dan sang baby sepanjang hari.
Martin sebagai sang sahabat sudah mengetahui cerita yang sebenarnya dari Enzo, dan Martin menerjunkan langsung beberapa tim untuk merawat Aurora dan babynya tersebut sampai mereka sembuh.
Mereka semua ditugaskan setiap hari mengecek keadaan Aurora dan babynya itu, dan Enzo menyerahkan Aurora bersama sang baby kepada Martin, sebab Enzo percaya jika Martin bisa membantunya menyembuhkan Aurora yang masih dalam keadaan koma, serta sang baby untuk sehat seperti baby pada umumnya.
__ADS_1
...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...
...***TBC***...