AURORA

AURORA
TAMAT


__ADS_3

Mobil yang ditumpangi Enzo, akhirnya sampai juga di rumah sakit yang paling dekat dengan rumah sang Ayah.


Enzo sekuat tenaga membawa ke luar Aurora dari dalam mobil menuju ke dalam ruang UGD.


" Dokter,!! suster!! ," teriak Enzo, dan dia tidak peduli, walau waktu sudah menunjukkan tengah malam.


Para Dokter dan suster jaga yang awalnya sedikit mengantuk, langsung jreng mata mereka, karena teriakan dari anak orang yang berpengaruh di Negaranya.


" Cepat bantu istri saya, atau saya robohkan rumah sakit ini!! ," kata Enzo.


Para Dokter langsung sigap membawa Aurora ke dalam ruang bersalin yang ada di dalam ruang UGD.


Enzo yang ingin ikut masuk, langsung ditahan oleh salah satu suster, karena para Dokter ingin mengecek terlebih dahulu kondisinya Aurora.


" Jangan larang saya, atau mau leher anda saya cekik!! ," kata Enzo kepada suster tersebut.


" Ba-baik Tuan Enzo, silahkan ," jawab sang suster ketakutan.


Daripada nyawanya melayang, lebih baik dia ijinkan saja, setidaknya dia sudah berusaha mencegah, mungkin seperti itulah pikiran sang suster.


Jika di Indonesia, pasti akan menjadi viral dan disebut sangat arogan, tapi untungnya ini cuma di cerita halu untuk menjadi hiburan bagi yang haus pecinta novel.


Namun jika sudah di Up, terkadang readers pada tidak mau baca, eh sekalinya tidak Up karena real life sangat menyibukkan, readers pada komentar suruh Up dan jangan lama-lama Upnya, hadeuh😮‍💨.


Maafkan kegabutan saya, yuk, kita kembali lagi ke jalan ceritanya.


Enzo akhirnya masuk, dan membuat para tenaga medis sedikit terkejut melihat kedatangannya Enzo, namun mereka tidak berani menegurnya.


" Sudah waktunya Nyonya Aurora melahirkan, ayo siapkan peralatannya!! ," teriakan seorang Dokter kepada para asistennya.


Para asisten Dokter langsung sigap menyiapkan apa saja yang dibutuhkan oleh sang Dokter.


" Tuan Enzo, tolong temani Nyonya Aurora untuk melahirkan ," kata sang Dokter.


Enzo hanya diam saja, dan langsung menggenggam tangan Aurora dengan erat.


" Ayo, Mommy pasti bisa!! ," kata Enzo, namun Aurora hanya diam saja.


" Semuanya sudah siap, ayo Nyonya, dengarkan aba-aba dari saya ," kata sang Dokter.


" Tarik nafas yang panjang, lalu ke luarkan secara perlahan ," kata sang Dokter menginterupsi Aurora.


Aurora langsung melakukan apa yang diucapkan oleh sang Dokter.


" Tarik terus, lalu dorong lah dengan sangat kuat, ayo Nyonya ," kata sang Dokter lagi.


Aurora terus melakukan apa yang diinstruksikan oleh sang Dokter. Sekuat tenaga dia mendorong untuk mengeluarkan baby nya yang pertama dan akhirnya, suara tangisan seorang baby yang berlumuran darah ke luar dengan selamat, hingga suara tangisannya tersebut menggema di dalam ruang bersalin.

__ADS_1


Enzo langsung mencium tangan Aurora sambil meneteskan air matanya, karena terharu melihat sendiri baby kandungnya lahir ke dunia dengan selamat.


" Masih ada satu lagi, ayo Nyonya, semangat ," kata sang Dokter.


Sedangkan baby yang tadi langsung ditangani dan dibersihkan oleh salah satu suster yang ada di situ.


Sama seperti tadi, Aurora langsung mendorong lagi sesuai intrupsi sang Dokter.


Setelah berjuang selama kurang lebih satu jam setengah, akhirnya, Aurora bisa mengeluarkan baby ke duanya juga dalam keadaan selamat.


Melihat baby ke duanya lahir, Enzo tiba-tiba melepaskan genggaman tangan Aurora. karena dia sedang menangis sambil bersandar di tembok yang ada di situ, dan sambil juga memperhatikan Aurora yang masih lemas yang sedang di tangani oleh Dokter pasca melahirkan.


Semua orang tahu, jika Enzo Diedrich adalah orang yang kejam, dingin, dan terkenal tegas.


Namun image itu seakan sirna, ketika para tim medis melihat sendiri laki-laki yang mereka segani, tanpa ada rasa malu sedang menangis melihat pengorbanan dan perjuangan sang istri yang baru saja melahirkan buah hati mereka.


Tidak berselang lama, Aurora dan si twins sudah selesai mendapatkan penanganan dari Dokter, dan box baby si twins langsung diperlihatkan kepada Enzo yang masih menangis sesenggukan didekat tembok.


" Tuan Enzo, ini anak anda, ke duanya perempuan, mereka cantik, sempurna, sehat dan normal ," kata salah satu suster.


Air mata haru, bercampur kebahagiaan, langsung membanjiri wajah Enzo yang sedang memperhatikan ke dua baby kembarnya.


Setelah puas memperhatikan ke dua baby kembarnya, Enzo langsung mendekat ke arah Aurora lagi sambil mencium seluruh wajahnya.


" Mommy, anak kita Mommy, anak kita sehat ," kata Enzo.


" Terimakasih Mommy ," kata Enzo lagi, namun kali ini disertai kecupan di bibir dengan mesra.


Aurora dan si twins selanjutnya akan di pindahkan oleh para tim medis ke ruang perawatan biasa, karena Aurora sudah bisa melewati persalinan dengan lancar dan baik.


Baru membuka pintu, Enzo langsung melihat sang Ayah sudah berdiri sendirian, cuma di temani oleh beberapa anak buah saja untuk menunggunya.


Ayah Pippin yang melihat Enzo ke luar, langsung segera bertanya mengenai keadaan Aurora dan ke dua cucunya.


" Enzo, bagaimana keadaan Aurora dan cucu-cucu Ayah?? ," tanya Ayah Pippin.


Bukannya menjawab, Enzo langsung memeluk sang Ayah dengan erat sekali.


" Enzo sudah menjadi seorang Ayah sesungguhnya, Ayah ," kata Enzo.


" Cucu-cucu Ayah sudah lahir dengan selamat, begitupula dengan Aurora ," kata Enzo lagi dengan mata yang berkaca-kaca.


" Syukurlah, Ayah senang mendengarnya ," jawab Ayah Pippin sambil tersenyum senang.


" Lalu, apa jenis k3l4min mereka berdua Enzo?? ," tanya Ayah Pippin.


" Ke duanya perempuan Ayah ," jawab Enzo.

__ADS_1


" Walau perempuan, Ayah sudah sangat bahagia sekali Enzo, karena Ayah sudah mendapatkan keturunan sendiri dari darah daging kamu ," kata Ayah Pippin.


" Iya Ayah ," jawab Enzo.


Pandangan mereka lalu teralihkan, ke arah ranjang pasien Aurora beserta dua box baby yang sedang didorong ke luar oleh para tim medis.


Enzo dan Ayah Pippin langsung mengikuti ke mana mereka akan membawa Aurora dan si twins.


Langkah mereka terhenti, ketika Aurora dan si twins sudah sampai di ruang VVIP yang di minta oleh Enzo, dan para tim medis langsung berpamitan pergi, ketika sudah melaksanakan tugasnya dengan baik.


" Cucu-cucu Kakek, ya Tuhan lucunya ," kata Ayah Pippin sambil memperhatikan si twins yang sedang tidur.


Enzo dan Aurora tersenyum manis melihat Ayah Pippin sedang berbahagia saat ini.


" Terimakasih Mommy, terimakasih banyak atas perjuangan Mommy yang sudah mau bersusah payah melahirkan si kembar ," kata Enzo.


" Sudah menjadi kewajiban seorang Ibu, Daddy, walau nyawa taruhannya ," jawab Aurora.


Enzo langsung menangkup wajah Aurora menggunakan ke dua tangannya, lalu mencium bibirnya dengan sangat lama sekali, sebagai tanda rasa bahagia yang dirasakannya saat ini.


Sedangkan Ayah Pippin, saat ini malah sibuk sendiri memfoto dan membuat video tentang kelahiran cucu-cucu pertamanya.


" Oh ya Enzo, Aurora, apakah kalian sudah memberikan nama untuk mereka?? ," tanya Ayah Pippin.


" Sudah Ayah, kami sudah menyiapkan nama untuk mereka ," jawab Enzo.


" Siapa namanya Enzo, biar Ayah enak memanggilnya? ," tanya Ayah Pippin.


" Yang pertama, Arabella Zwetta Diedrich, yang berarti seorang putri raja yang indah, cantik, elegan dan penuh pesona ," jawab Enzo.


" Lalu yang ke dua, Qianzy Hawysia Lynelle Diedrich yang berarti seorang putri raja yang indah, cantik, penuh dengan keberuntungan ," kata Enzo lagi.


" Siapakah nama panggilan mereka Enzo?? ," tanya Ayah Pippin lagi.


" Zwetta dan Qianzy, Ayah ," bukan Enzo yang menjawab, melainkan Aurora.


" Waaah, nama yang bagus, semoga Kakek tidak keliru ya sayang dalam membedakan kalian berdua ," kata Ayah Pippin sambil mencium lembut wajah ke dua cucunya.


Walau saat ini cuma ada Ayah Pippin saja yang menemani mereka, namun mereka berdua sudah sangat senang sekali, dan memaklumi, sebab saat ini masih waktunya semua orang untuk tidur.


Hari ini, tepat di pukul tiga dini hari, Enzo dan Aurora mendapatkan anugerah terindah di dalam pernikahan mereka selain Wilson, yaitu si kembar Zwetta dan Qianzy.


...TAMAT....


...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...


* Tenang masih ada exchapnya ko, walau beberapa bab saja *🙂

__ADS_1


__ADS_2