AURORA

AURORA
Lampil


__ADS_3

Happy reading guys 😘😘😘


Detik berganti menit,menit berganti jam, jam berganti hari, hari berganti minggu,minggu berganti bulan, dan bulan berganti tahun, kini tanpa terasa satu tahun lebih sudah hubungan Aldrick dan Aurora membaik.


Usia Brian sudah Dua setengah tahun,bocah aktif itu semakin aktif dan sangat manja pada Papanya.


Tuan muda yang setiap keinginannya harus ditiru jika tidak dia akan menangis mengadu pada Papanya.


"Papa,,, blayen,, mau kindeljoy." ucap Brian pada Aldrick yang sibuk dengan laptopnya.


Aldrick segera mengalihkan perhatiannya pada pada Brian, yang memandangnya dengan cemberut.


"Nanti ya,, Papa selesai kan pekerjaan Papa dulu."


"Cekalang Papa,,,."


"Tapi Papa ada meeting sebentar lagi Boy, setelah meeting kita langsung beli kinder joy"


"Benelan Papa."


"Iya Boy sekalian beli sama Pabriknya sekalian."


"Blayen ikut Papa."


"Baiklah Ayo sekarang kita berangkat."


Aldrick berjalan sambil menggandeng tangan mungil Brian, Ayah dan Anak yang wajahnya bagaikan pinang dibelah dua, bukan pemandangan aneh lagi melihat Brian di kantor karena memang hampir setiap hari ikut Aldrick,kadang juga bersama sang istri.


Sampai di sebuah restoran tempat Aldrick Meeting dia langsung di sambut ramah klien nya,seorang pria yang terlihat berusia setengah abad dan wanita muda.


"Selamat Siang Tuan Aldrick." sapa Klien Aldrick.


"Siang ." bukan Aldrick yang menjawab melainkan Roy yang tadi datang terlebih dahulu.


Mereka mulai Meeting mereka, sementara wanita muda tadi terus menatap Aldrick,dan hal itu disadari oleh Brian.


Brian tersenyum kecil kemudian mengambil garpu di depannya.

__ADS_1


"Mata ante minta di colok?" ucap Brian sambil mengacungkan garpu tadi pada Wanita yang menatap Papanya.


Tindakan Brian menyita perhatian semuanya.


"Jangan lilik lilik Papa Blayen, Papa Blalyen milik Mama."


Roy dan Aldrick menahan tawa mereka, Brian itu sangat posesif pada Papanya jadi ketika melihat ada yang menatap Papanya akan langsung berhadapan dengannya.


Sementara Klien Aldrick merasa sangat malu, wajahnya sudah semerah tomat.


Di Mansion Aurora tengah menyiapkan makan siang untuk dirinya Aldrick dan Brian, dia menyusun makanannya pada rantang untuk dibawa ke kantor Aldrick.


"Pak antarkan saya ke kantor Tuan ya "


"Baik Nya."


Aurora menggunakan Dress warna putih dia menggerai rambut hitam panjangnya.


Sampai disana Aurora bertepatan dengan Aldrick dan Brian yang baru datang dari restoran.


"Mama,,," Brian berlari mendekati Aurora.


"Beli Kindeljoy sama pabliknya." jawab Brian.


"Beli Kinder Joy sama pabriknya?" tanya Aurora.


"Iya Ma."


"Mas,,, benar yang dikatakan Brian?"


"Hm,," dehem Aldrick.


"Gila kamu Mas, kamu tahu tindakan kamu itu semakin membuat Brian Manja."


"Lagian kamu ini hambur hamburin uang terus, harusnya kamu tabung saja untuk masa depan Brian." omel Aurora.


"Uangku tidak akan habis kalau hanya membeli Pabrik kinder joy Dear."

__ADS_1


"Itulah kamu mas,makanya Brian Manja."


"Mama malah malah telus, cepelti lampil."


"Brian kamu ngatain Mama lampir?"


"Heem,,, lampil tukang malah malah."


Ingin sekali Aurora mencubit Putranya itu." Pasti kamu kan Mas yang ngajarin Brian."


"Bukan Papa yang bilang Mama lampil tapi Uncle Loy."


Roy gelagapan kenapa dirinya dibawa bawa padahal tadi dia sama sekali tidak mengeluarkan sepatah katapun.


"Tadi di Lestolan Papa lihat pelempuan genit genit." Adu Brian membuat Aurora mendelik ke arah Aldrick.


Aldrick tidak tahu menurun dari mana sifat putranya yang cerewet nya mengalahkan anak perempuan, dia juga suka sekali membuat Mama dan Papanya bertengkar.


"Kamu berani melirik wanita lain di belakang aku Mas."


"Dear,,, kamu percayai sama Brian?" tanya Aldrick.


Aurora menoleh mencari keberadaan Brian yang ternyata sudah lari kedalam perusahaan Aldrick.


"Anak kamu tuh Mas,,."


"Iya Anak kita."


Aurora yang sudah terlanjur kesal masuk terlebih dahulu kedalam Perusahaan Aldrick.


"Tuan muda benar benar berbeda." guman Roy, dia sering dikambing hitamkan oleh bocah Dua setengah tahun itu.


_


_


_

__ADS_1


TBC


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘


__ADS_2