
Ketika Enzo sudah sampai di dalam ruang kerjanya, dia langsung saja menenangkan Aurora yang terlihat sedikit syok, karena baru saja dikerubungi orang banyak seperti tadi.
" Mommy tenang ya, ambil nafas panjang, lalu ke luarkan secara perlahan ," kata Enzo dan Aurora pun mengikuti instruksinya seperti itu.
" Itu tadi para wartawan kan Daddy?? ," tanya Aurora yang terlihat sudah sedikit tenang.
" Iya, mereka tadi para wartawan ," jawab Enzo.
" Mereka kenapa datang ke sini Daddy?? ," tanya Aurora.
" Tidak apa-apa, mereka sudah sering datang ke sini ," jawab Enzo.
" Mommy lupa ya, dulu Mommy adalah wanita yang tangguh, wanita yang percaya diri yang tidak takut apapun ," kata Enzo.
" Jadi jangan buat amnesia Mommy ini sebagai halangan Mommy untuk menjadi diri sendiri ," semangat dari Enzo.
" Mommy sudah tahu kan, apa jadinya jika menjadi anggota Keluarga Diedrich, jadi Mommy sekarang harus tunjukkan kepada mereka, jika Mommy ini pantas menjadi istri Daddy ," kata Enzo lagi.
Aurora sedikit semangat mendengar nasihat dari Enzo, dan Aurora sedang menghayati sekali apa yang dikatakan oleh Enzo kepadanya.
" Sekarang belikan Mommy makanan Daddy, Mommy sudah sangat lapar sekali ," kata Aurora.
" Oh iya, sampai lupa, sebentar Daddy telepon Arvon dulu ," jawab Enzo.
Enzo langsung saja berjalan ke arah meja kerjanya untuk menghubungi Arvon menggunakan telepon kantor.
Arvon yang baru saja duduk, langsung mendengar telepon yang ada di atas meja kerjanya berbunyi, dan ketika sudah diangkat ternyata itu dari Enzo.
" Arvon, segera belikan makanan yang lezat, bergizi dan bagus dikonsumsi sama istri saya ," perintah Enzo.
" Baik Tuan ," jawab Arvon.
" Jangan lama-lama ," kata Enzo lagi.
" Siap Tuan ," jawab Arvon lagi, dan Enzo langsung saja mematikan sambungan teleponnya.
Selesai menelpon Arvon, Enzo pun mendekati Aurora lagi.
" Mommy tunggu sebentar ya, makanannya sedang dibelikan sama Arvon ," kata Enzo kepada Aurora.
" Iya baiklah ," jawab Aurora.
" Kalau begitu Daddy mau kerja dulu ya sayang ," kata Enzo.
Aurora hanya mengangguk saja, dan dia memilih langsung merebahkan badannya di atas sofa yang didudukinya sambil memainkan ponselnya.
Karena teringat dengan Wilson, Aurora pun mencoba menghubungi telepon rumah dan Enzo yang melihat, hanya membiarkan saja sambil mendengarkan apa yang sedang Aurora bicarakan.
__ADS_1
" Halo, kediaman Tuan Pippin, dengan siapa saya berbicara?? ," kata sang asisten rumah tangga.
" Saya Aurora, di mana Nyonya?? ," jawab Aurora.
" Oh Nyonya Aurora, Nyonya Azura sedang menenangkan Tuan muda Wilson yang sedang menangis, Nyonya ," jawab asisten rumah tangga.
" Menangis, kenapa anak saya menangis?? ," tanya Aurora.
" Maaf Nyonya, saya kurang tahu ," jawab sang asisten lagi.
" Coba tolong kamu panggilkan Nyonya ," kata Aurora.
" Baik Nyonya, sebentar ," jawab sang asisten rumah tangga.
Aurora pun sabar menunggu, karena sang asisten rumah tangga tadi sedang menemui Mama Azura yang sedang menenangkan baby Wilson.
Mama Azura yang mendapatkan laporan dari pekerjanya, langsung saja menuju ke arah telepon.
" Halo Aurora?? ," kata Mama Azura.
" Bagaimana keadaan kamu Nak?? ," tanya Mama Azura.
" Aurora baik-baik saja Ma, dan sekarang sedang ikut sama Daddy ke kantor sebentar ," jawab Aurora.
" Itu si Wilson kenapa menangis terus Ma?? ," tanya Aurora yang mendengar suara tangisan baby Wilson.
" Mungkin dia mau tidur ," jawab Mama Azura.
" Kalau begitu, Aurora mau pulang saja Ma, kasihan Wilson, Aurora jadi tidak tega mendengarnya ," kata Aurora.
" Jika belum selesai urusannya, selesaikanlah dulu, lagi pula di sini banyak orang ko yang bisa bergantian menenangkan baby Wilson yang sedang rewel ," kata Mama Azura.
" Iya Ma, Aurora mau bicara dulu sama Daddy ," jawab Aurora.
" Iya ," jawab singkat Mama Azura, dan setelahnya, mereka sepakat mengakhiri sambungan teleponnya.
Enzo yang daritadi mendengar Aurora berbicara pun, langsung saja bertanya kepada Aurora yang sudah selesai menerima telepon.
" Ada apa Mommy,? kenapa dengan Wilson?? ," tanya Enzo.
" Wilson sedang rewel Daddy, dia menangis terus, katanya tidak bisa tidur ," jawab Aurora dengan ekspresi khawatir khas seorang ibu.
" Di sana kan ada Mama, sayang, banyak orang juga, pasti salah satu diantara mereka ada yang bisa menenangkan Wilson ," jawab Enzo.
" Mommy tetap mau pulang Daddy, karena perasaan Mommy tidak tenang teringat sama Wilson terus ," kata Aurora.
" Jika Daddy tidak mau mengantar Mommy pulang, biar Mommy naik taksi saja ," kata Aurora lagi.
__ADS_1
" Eh jangan!! ," cegah Enzo.
Tentu saja Enzo tidak akan membiarkan Aurora naik taksi sendirian untuk pulang ke rumah, karena pasti akan sangat berisiko sekali jika Aurora sendirian begitu.
" Akan Daddy antar sekarang juga ," kata Enzo lagi.
Aurora hanya mengangguk saja, dan dia langsung berdiri dari duduknya.
Baru saja Enzo membuka pintu ruang kerjanya, dia dikejutkan oleh kedatangan Arvon yang membawa beberapa bungkus makanan yang dipesannya tadi.
" Tuan, ini makanan yang anda minta ," kata Arvon.
" Apakah mau dibawa pulang sayang?? ," tanya Enzo kepada Aurora.
" Boleh, biar Mommy makan di dalam mobil saja ," jawab Aurora.
" Karena perut Mommy sudah sangat lapar sekali ," kata Aurora lagi.
Mendengar jawabannya Aurora, Enzo pun lalu mengambil makanan tadi yang sudah dibelikan oleh Arvon untuknya.
Setelahnya, Enzo berpesan kepada Arvon untuk menghandle kantor dulu, karena dia ingin mengantarkan Aurora pulang ke rumah.
Seperti perkataan dari Aurora tadi, ketika di dalam mobil, Aurora menikmati makanan tadi berdua sama Enzo.
Enzo yang mengalami kehamilan simpatik pun, tanpa ia sadari jika naf5u makannya dua kali lipat dari biasanya.
Menikmati makanan di dalam mobil, tanpa sadar jika mobil yang mereka naiki sudah memasuki pelataran rumah Ayah Pippin.
Aurora langsung saja segera turun dari dalam mobil untuk cuci tangan di kran depan, sebelum masuk ke dalam rumah.
Sapaan demi sapaan yang diberikan oleh para pekerja pun selalu Aurora dapatkan dengan ramah dan sopan.
Hingga akhirnya telinga Enzo dan Aurora mendengar baby Wilson yang masih menangis di gendongan salah satu asisten rumah tangga, sebab Mama Azura sudah capek menggendong.
Baby Wilson yang melihat kedatangan dari sang Mommy dan sang Daddy, langsung meminta turun dari gendongan asisten rumah tangga tadi, sambil mengayunkan ke dua tangannya minta digendong.
" Sini gendong Daddy saja ya sayang, di dalam perut Mommy ada dedek bayi ," kata Enzo langsung menggendong baby Wilson, tapi baby Wilson tetap ingin sama Aurora.
" Biar Mommy saja, ini Daddy tolong bawa tas Mommy ," kata Aurora mengambil alih baby Wilson.
Ketika baby Wilson berada di gendongannya Aurora, dia langsung mengusap-usapkan wajahnya ke dada Aurora, karena dia sedang minta n3n3n.
Aurora yang mengerti pun langsung mengajak baby Wilson ke dalam kamar untuk dia tidurkan, sekalian dia beristirahat juga.
Sedangkan Enzo, yang sudah mengantarkan Aurora masuk ke dalam kamar, dia lalu berpamitan, jika dia ingin ingin kembali ke kantor lagi.
Aurora hanya mengangguk saja dan berpesan untuk selalu berhati-hati di manapun Enzo berada.
__ADS_1
...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...
...***TBC***...