
" 63r3n953k,!! 514l4n!! ," teriak Kimberly kepada Martin yang sedang memakai kembali pakaiannya.
Martin hanya diam saja, sambil menatap Kimberly dengan tersenyum miring.
" Walau anda sudah memp3rk054 saya, saya tidak akan berhenti, sampai Aurora tahu kenyataan yang sebenarnya!! ," kata Kimberly.
Martin yang mendengar ucapan Kimberly, dia lalu berjalan ke arah ranjang, dan langsung mencengkeram mulut Kimberly dengan sangat kuat sekali.
" Jika kamu sampai berani melakukan itu, bukan saya saja yang akan menikmati tubuh indah mu itu, tapi semua anak buah saya!! ," kata Martin.
" Dengarkan itu baik-baik Nona Kimberly!! ," kata Martin lagi, sambil melepaskan paksa cengkeraman mulut Kimberly tadi.
" Terimakasih untuk saat ini, tidak saya sangka, wanita sepertimu ternyata masih p3r4w4n ," kata Martin sambil menaikkan sebelah alisnya ke atas.
Setelahnya, Martin pun berlalu pergi dari dalam kamar Kimberly, meninggalkan Kimberly sendirian yang sedang marah-marah tidak jelas.
" Aaaaaaaarrrgghh, 63r3n953k!! ," teriak Kimberly.
Kimberly lalu turun dari atas ranjangnya dengan tertatih, karena bagian inti tersensitif tubuhnya, sedang sangat perih sekali.
Dengan berjalan perlahan, akhirnya Kimberly sampai juga di dalam kamar mandi.
" 63r3n953k!! ," kata Kimberly sambil berusaha membersihkan cap made in Martin yang ada di tubuhnya.
Mau bagaimanapun Kimberly berusaha membersihkannya, tetap saja tidak akan hilang, jika belum waktunya hilang.
Sedangkan Martin sendiri, ketika sudah ke luar dari dalam kamar Kimberly, dia berjalan ke arah mobilnya dengan penuh senyuman.
Martin tidak percaya, jika dirinya bisa sampai lepas kontrol karena Kimberly.
Berdekatan dengan Kimberly, membuat akal sehatnya seperti menghilang, terlebih lagi ketika Martin mengetahui, jika Kimberly masih p3r4w4n, ada rasa kebanggaan tersendiri di saat dirinya menjadi orang pertama yang menikmatinya.
" Sudah terlanjur aku mengeluarkannya di dalam, dan jika dia sampai hamil anakku, tidak akan aku lepaskan dia, walau dia bersembunyi di dalam lubang kelinci sekalipun ," kata Martin, sambil terus mengendarai mobilnya.
Tanpa sadar, Martin sudah ketularan Enzo, yang tergila-gila dengan seorang wanita. Dan Martin saat ini, berhadapan dengan seorang wanita yang tidak mudah takut dengan apapun, karena sifat Kimberly, semakin sulit rintangan yang sedang dia hadapi, dia semakin tertantang untuk menyelesaikan masalah yang sedang terjadi.
Sepertinya, Kimberly adalah lawan yang seimbang untuk Martin yang selalu suka tantangan.
Hari-hari telah berlalu, sudah satu minggu saja kejadian kedatangan Kimberly menunjukkan foto pernikahannya Aurora dan Enzo kemarin.
Saat ini, waktu sedang menunjukkan pukul enam pagi, dan ketika Aurora baru saja bangun tidur, tiba-tiba kepalanya terasa sangat pusing sekali, hingga saking pusingnya, dia berjalan sempoyongan sampai menabrak vas bunga yang berada di sudut kamar.
__ADS_1
Pyaaarrr!!!
Pecah sudah vas bunga yang harganya sangat mahal itu, dan suara pecahan vas bunga, langsung membangunkan Enzo serta baby Wilson.
Enzo sangat terkejut sekali, dan ketika dia melihat Aurora kesakitan seperti itu, Enzo langsung bergegas bangun dari atas ranjang untuk mendekati Aurora.
" Mommy, sayang, hei apakah kamu tidak apa-apa?? ," tanya Enzo, akan tetapi Aurora tetap berteriak-teriak kesakitan.
Pikiran Enzo bercabang, karena bersamaan itu pula, baby Wilson menangis dan minta ke luar dari dalam box babynya.
Enzo lalu berjalan mendekati box baby si Wilson, untuk menggendongnya di dalam gendongannya, sambil menenangkan Aurora yang terus merintih kesakitan. Dan pada akhirnya, Aurora pun pingsan lagi untuk kesekian kalinya.
" Mommy, Mommy bangunlah ," Enzo kebingungan sendiri, sebab posisinya dia juga sedang menenangkan baby Wilson juga.
Enzo lalu berjalan ke luar kamar, untuk meminta tolong sejenak kepada salah satu asisten rumah tangga, supaya menemani baby Wilson sebentar.
Untung saja, tidak jauh dari depan kamarnya, ada beberapa asisten rumah tangga yang sedang bersih-bersih seperti biasanya.
Setelah menitipkan baby Wilson kepada mereka, Enzo lalu memindahkan Aurora ke atas ranjang.
" Mommy ," kata Enzo sambil berusaha menelpon Martin.
Selama satu minggu ini, Martin terus datang kepada Kimberly, jika dia sedang membutuhkannya.
Tapi Martin tidak kehabisan akal, dia selalu mempunyai cara, bagaimana malam itu bisa menghabiskan waktu dengan Kimberly.
Sudah setidaknya empat kali Martin selalu melakukan itu kepada Kimberly, yang selalu dia buat mabuk dan tidak sadarkan diri dengan caranya.
Martin seperti ketagihan dengan tubuh Kimberly, karena tubuh Kimberly, seperti ada magnet tersendiri yang selalu menariknya supaya terus mendekat.
Kimberly akan selalu merasa kecolongan, ketika dia sudah sadar dan bertanya kepada asisten rumah tangganya. Dan para asisten rumah tangga selalu mengatakan, jika dirinya pulang bersama kekasihnya.
Para asisten itu mengira, jika Martin adalah kekasih Kimberly, tapi yang benar, jika dirinya selalu dijebak dengan berbagai cara dan selalu berakhir di atas ranjang bersama Martin.
Bahkan saat ini saja, Martin sedang bersama Kimberly, dan ketika dia mendapatkan telepon dari Enzo, dia langsung saja pergi meninggalkan Kimberly yang masih tertidur, karena efek obat yang sengaja Martin berikan tadi malam.
Martin sangat buru-buru sekali dalam mengendarai mobilnya menuju ke rumah Ayah Pippin, dan sesampainya di rumah Ayah Pippin, tanpa permisi sama sekali, dia langsung segera menuju ke dalam kamar Enzo.
Baru saja membuka kamar, Martin disuguhkan dengan pemandangan Aurora yang sedang mengamuk kepada Enzo.
Karena rupanya ternyata Aurora sudah ingat dan sembuh dari amnesianya.
__ADS_1
" Aurora, akan aku jelaskan semua ini ," kata memohon dari Enzo yang didengar jelas oleh Martin.
" Jelaskan apa hah!! ," jawab Aurora.
" Jelaskan kenapa aku bisa berada di sini!! ," kata Aurora lagi.
" Dan anda!! ," kata Aurora sambil menunjuk Martin.
" Pasti anda sudah membantu dia kan, untuk membawa saya ke sini dan meninggalkan Dickie sendirian di sana!! ," kata Aurora lagi kepada Martin.
" Aurora, tenanglah, jangan seperti ini, kasihan si twins yang ada di dalam perut kamu ," kata Martin dengan lembut.
" Twins?? ," kata Aurora.
" Anak saya laki-laki, bukannya kembar!! ," kata Aurora.
" Di mana anak laki-laki saya, hah!! ," kata Aurora.
" Di mana anda menyembunyikannya Tuan Enzo!! ," kata Aurora lagi.
" Cepat katakan, atau saya akan bunuh diri sekarang juga!! ," kata Aurora sambil membawa pecahan vas bunga tadi.
Kebetulan pintu kamar Enzo ada yang mengetuk dari luar, dan yang mengetuk adalah salah satu asisten rumah tangga, sambil menggendong baby Wilson yang masih menangis.
Enzo tentu saja langsung mengambil baby Wilson dari asisten rumah tangga tersebut, dan Aurora yang melihat, langsung saja menunjukkan wajah keibuan yang sedang rindu dengan anaknya.
" Dia Wilson, Aurora ," kata Enzo.
" Anak kamu dengan Dickie ," kata Enzo lagi.
Meleleh air mata Aurora mendengar ucapannya Enzo, dan Enzo memberanikan diri berjalan perlahan mendekat ke arah Aurora sambil menggendong baby Wilson.
Sekarang, yang bisa Enzo lakukan cuma menjalani keadaan yang sudah berjalan sesuai semestinya.
Aurora sudah sembuh dari amnesianya, dan dirinya sudah tidak bisa mengendalikan keadaan lagi, seperti beberapa bulan yang lalu.
Aurora langsung memeluk baby Wilson dengan sangat erat sekali, dan dia menangis dengan terharu, karena baby Wilson adalah buah cintanya dengan Dickie yang sangat dia nanti-nantikan.
Enzo tidak tahu, jika malam tadi, adalah malam terakhirnya bersama Aurora yang penuh dengan kasih sayang kepadanya.
Saat ini Enzo menatap Aurora yang sedang memeluk baby Wilson dengan tatapan penuh cinta, penuh luka dan juga penuh penyesalan.
__ADS_1
...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...
...***TBC***...