
Setelah menempuh perjalanan beberapa menit lamanya, akhirnya, mobil yang Arny tumpangi sampai juga di rumah sakit tempat sang istri sedang dirawat.
Ketika Arny masih berada di perjalanan, salah satu anak buahnya ada yang menelponnya, jika mereka sedang membawa Linnea menuju ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit, Linnea langsung segera mendapatkan penanganan oleh para tim medis.
Sekitar lima belas menit Linnea diperiksa oleh para tim medis, Arny pun sampai juga di rumah sakit, dan dia langsung ditunjukkan jalannya menuju ke ruang perawatan Linnea, oleh salah satu anak buahnya yang memang sudah menunggunya sejak tadi.
" Di mana istri saya?? ," tanya Arny kepada beberapa anak buah yang berjaga di depan ruang perawatan.
" Nyonya Linnea ada di dalam Tuan, dan Dokter daritadi belum ke luar ," jawab salah satu anak buah.
Arny benar-benar sangat khawatir sekali, dan saat ini pikirannya sedang kacau tidak bisa berpikir dengan jernih.
Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya pintu ruang perawatan Linnea pun terbuka dari dalam, dan ke luar lah salah satu Dokter yang menangani Linnea.
Arny yang melihat, langsung segera mendekati Dokter tersebut.
" Dokter, bagaimana keadaan istri saya?? ," tanya Arny.
Dokter itu tersenyum kepada Arny, sebelum menjawab pertanyaan darinya.
" Istri anda tidak kenapa-kenapa ko, Tuan Arny ," jawab sang Dokter.
" Jika tidak kenapa-kenapa,? tapi kenapa dia bisa sampai pingsan Dokter?? ," tanya Arny lagi.
" Itu semua karena istri anda sedang hamil Tuan, dan darahnya sangat rendah sekali, makanya dia bisa sampai pingsan seperti tadi ," jawab sang Dokter lagi.
" Hamil Dokter,? istri saya hamil?? ," tanya Arny untuk lebih memastikan lagi.
" Iya, istri anda sedang hamil Tuan, lebih tepatnya sudah hamil sekitar delapan minggu atau sekitar dua bulan ," jawab sang Dokter.
Wajah Arny langsung berbinar senang sekali, mendengar kenyataan jika dirinya sebentar lagi akan mempunyai anak sendiri.
" Bolehkah saya masuk untuk melihat istri saya Dokter?? ," tanya Arny lagi.
" Tunggu sebentar Tuan, biar dipindahkan dulu ke ruang perawatan biasa oleh asisten saya ," jawab sang Dokter dan Arny hanya mengangguk saja.
Singkat cerita, akhirnya, Linnea sudah dipindahkan ke ruang perawatan biasa oleh para suster, dan saat ini Linnea dan Arny sedang saling melempar senyum, sambil mengusap bersama perut Linnea.
Linnea sendiri sudah sadar dari pingsannya sejak sepuluh menit yang lalu, dan dengan segera, Arny langsung memberitahukan kepada Linnea apa yang membuatnya sakit hari ini.
" Aku bahagia sayang ," ucap Linnea.
" Aku pun juga sama bahagianya sepertimu, Linnea ," jawab Arny sambil mengusap wajah Linnea.
Tiba-tiba, pintu ruang perawatan Linnea terbuka cukup kasar dari luar, dan orang yang berani membukanya ternyata Ayah Bogy serta Mama Paulita.
__ADS_1
" Linnea, Nak, kamu kenapa?? ," tanya Mama Paulita dengan ekspresi khawatirnya.
" Nak Arny, Linnea sakit apa,? kenapa bisa sampai masuk rumah sakit?? ," tanya Ayah Bogy juga.
Ayah Bogy dan Mama Paulita sangat khawatir sekali, ketika tadi ditelepon oleh salah satu asisten rumah tangga Arny, jika Linnea sedang pingsan dan dibawa ke rumah sakit.
Mama Paulita yang mendapatkan kabar tersebut, langsung menyusul Ayah Bogy yang sedang ada di peternakan belakang rumah. Dan di sinilah mereka sekarang, sudah sampai di rumah sakit tempat Linnea sedang dirawat.
" Linnea tidak sakit apa-apa ko Yah, Ma ," jawab Arny.
" Jika tidak sakit, kenapa sampai pingsan segala?? ," tanya Mama Paulita.
" Karena sebentar lagi, kalian berdua akan mempunyai seorang cucu ," jawab Arny sambil tersenyum.
" Linnea hamil?? ," tanya Ayah Bogy sedikit tidak percaya.
" Iya Ayah, Linnea hamil, dan Ayah sebentar lagi akan menjadi seorang Kakek ," jawab Linnea.
" Ya Tuhan, terimakasih ," ucap Ayah Bogy lalu mencium kening Linnea.
Mama Paulita pun juga gantian memeluk Linnea dengan penuh kasih sayang.
" Selamat ya Nak, Mama senang sekali mendengarnya ," kata Mama Paulita.
" Terimakasih Ma ," jawab Linnea.
" Linnea sementara waktu harus rawat inap terlebih dahulu di sini Yah, karena dia terlalu kecapean, hingga tubuhnya menjadi drop dan sampai darah rendah ," jawab Arny.
" Iya, pasti karena sejak kemarin kamu sibuk kan ," tegur Mama Paulita.
" Kan Linnea tidak tahu, jika Linnea sedang hamil, Ma ," jawab Linnea.
" Iya sudah tidak apa-apa, sekarang kamu dengarkan apa kata Dokter, mulai saat ini kamu jangan kecapekan lagi, karena kita semua tidak mau, sampai terjadi apa-apa kepada calon anakmu ," kata Mama Paulita.
" Iya Ma ," jawab Arny dan Linnea secara bersamaan.
" Oh ya, apakah Ayah sama Mama kalian sudah kalian kasih tahu, tentang kamu masuk rumah sakit, Linnea?? ," tanya Ayah Bogy kepada Linnea, dan Linnea refleks langsung mengalihkan pandangannya ke arah Arny.
" Sudah Yah, mungkin mereka akan ke sininya nanti ," jawab Arny dan Ayah Bogy hanya mengangguk saja.
Beralih ke rumah Ayah Pippin sejenak.
Pagi tadi setelah selesai sarapan, Mama Azura yang mendapatkan telepon dari salah satu asisten rumah tangga Arny pun, langsung bergegas memberitahukan perihal tersebut kepada Ayah Pippin.
" Iya sudah kalau begitu ayo kita segera ke rumah Arny, Ma ," jawab Ayah Pippin dan Mama Azura hanya mengangguk saja.
" Tapi sebelum itu, kita ke rumah Enzo dulu ya Yah ," kata Mama Azura.
__ADS_1
" Iya baiklah ," jawab Ayah Pippin.
Mobil yang Ayah Pippin kendarai, akhirnya sampai juga di rumah super mewah milik Enzo. Ketika mobil sudah terparkir dengan rapi, Mama Azura dan Ayah Pippin langsung ke luar dari dalam mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah Enzo.
Enzo dan Aurora yang sedang berada di ruang Keluarga bersama si kembar dan baby Wilson, sangat senang melihat kedatangan Ayah Pippin dan Mama Azura.
" Waaah, cucu-cucu Nenek, sudah pada mandi belum ya ," kata Mama Azura.
" Cudah dong Nenek ," jawab Aurora sambil menirukan suara anak-anak.
Mama Azura lalu mencium baby Wilson dan si kembar secara bergantian.
" Oh ya, sudah mandi, hmm harumnya ," ucap Mama Azura.
Sedangkan Ayah Pippin, langsung duduk di samping Enzo yang sedang memangku baby Zwetta.
" Tatek ," panggil baby Wilson kepada Ayah Pippin.
" Oh, ada apa sayang, sini Kakek pangku ," kata Ayah Pippin dan Ayah Pippin lalu membawa baby Wilson ke atas pangkuannya.
" Aurora, Enzo, apakah kalian sudah mendengar kabar dari Arny?? ," tanya Mama Azura.
" Kabar apa Ma?? ," tanya Enzo.
" Linnea pagi ini masuk rumah sakit, katanya tadi dia pingsan di rumah ," jawab Mama Azura.
Enzo dan Aurora sangat terkejut mendengar kabar tersebut dari sang Mama.
" Enzo belum tahu itu Ma, karena daritadi kami di sini tidak mendapatkan kabar apapun dari Arny ," kata Enzo.
" Ayah sama Mama apa mau ke rumah sakit sekarang?? ," tanya Aurora.
" Iya, dan rencananya kita mau menjemput kalian berdua ," jawab Mama Azura.
" Aurora di rumah saja boleh kan Ma, karena Aurora mau menjaga si kembar dan baby Wilson ," kata Aurora.
" Aurora menjenguk Linnea nya nanti saja, jika dia sudah kembali pulang ke rumah ," ucap Aurora lagi.
" Iya baiklah Nak, tidak apa-apa ," jawab Ayah Pippin.
" Lagi pula juga tidak baik, jika si kembar yang masih kecil diajak pergi ke rumah sakit ," kata Mama Azura dan Aurora hanya mengangguk saja.
" Kalau begitu Enzo mau bersiap-siap dulu ," kata Enzo dan semua orang cuma mengangguk menanggapinya.
Selesai bersiap-siap, Enzo bersama Mama Azura dan Ayah Pippin, langsung berangkat menuju ke rumah sakit tempat Linnea sedang dirawat.
...***TBC BONCHAP***...
__ADS_1