
Di satu sisi aku terluka, namun di sisi lain aku bahagia. -kesya Athaleta Almeera
🍁🍁🍁
Kelas baru. Kesya kurang yakin, dirinya akan cepat mendapatkan teman lagi. Waktu kelas MOS saja, Ara yang mengajaknya kenalan terlebih dahulu, Kesya kurang jago untuk soal bersosialisasi.
Kesya menghampiri kursi yang masih kosong, namun sebelah kursi tersebut sudah ada yang mendudukinya, dan seseorang itu seperti sedang tertidur menghadap ke arah dinding jadi Kesya tidak bisa melihat wajahnya.
Dengan sedikit keberanian, Kesya membuka suara dengan nada yang sangat lembut.
"Sorry, apa gue boleh duduk disini?"
Seseorang yang diketahui berjenis kelamin perempuan itu mengangguk.
Dengan sedikit perasaan tenang, Kesya duduk di sebelah anak itu. Namun, tiba-tiba anak itu bangun dari tidurnya dan membuat Kesya sedikit terkejut. Tapi Kesya tidak menoleh ke arahnya sama sekali.
"Lo gitu ya sya, sampe sahabat sendiri gak dikenalin."
Kesya langsung menoleh ke sampingnya, karena dia sangat mengenal suara itu. Dia adalah sahabatnya, Ananda Zahrah.
"Ara!!!. Kok Lo disini sih?"
Kesya tidak percaya sama sekali, kenapa Ara bisa masuk kelasnya, padahal sebentar lagi bel masuk sekolah akan berbunyi.
"Apa gue salah masuk kelas ya?" Ucap Kesya, sembari celingak-celinguk melihat ke sekeliling ruang kelas ini.
"Tapi gue gak salah kelas kok, tuh ada Okta. Okta kan masuk IPA 1, berarti gue gak salah kan."
Ara menggeleng cepat, membenarkan posisi duduknya menjadi berhadapan dengan Kesya.
"Lo emang gak salah kelas, gue pindah kelas hehe." Ucap Ara, seraya menaikkan kedua alisnya.
"Lo pindah kelas? Gimana caranya?" Kesya mengkerut kan dahinya, menatap bingung ke arah Ara.
"Itu mah soal gampang, apa sih yang gak bisa dilakuin sama Ara. Pasti semuanya bisa."
"Tau deh, terserah Lo aja. Yang penting gue seneng, Lo bisa satu kelas sama gue!!"
Kesya menarik Ara ke pelukan nya, tepatnya Meraka saling memeluk satu sama lain.
Tidak berapa lama, guru pun datang memasuki kelas baru Kesya. Dan memulai dengan pelajaran biologi, salah satu alasan, Kesya sangat ingin masuk jurusan IPA yaitu memperdalam ilmu biologi.
🍁🍁🍁
Waktu istirahat. Waktu yang sangat ditunggu-tunggu pun datang, semua anak berlari menuju kantin. Semua jajanan tidak ada yang terlihat kosong, semua dipenuhi oleh siswa.
"Yah sya, penuh semua gimana dong?" Ara sedikit menyerah dengan keadaan kantin, yang benar-benar penuh dengan manusia.
"Nanti deh, kita tunggu ya." Ucap santai Kesya.
Kesya memalingkan pandangannya ke pojok-pojok kantin, biasanya meja kosong tersedia di pojokan kantin.
Pandangan Kesya jatuh ke meja yang berada di tengah bukan di pojok. Justru meja kosong berada di tengah, menurut Kesya ini jarang sekali ditemukan.
__ADS_1
"Ra, tuh ada meja kosong."
Tanpa berpikir panjang, Ara langsung berjalan menuju meja itu membiarkan Kesya mengikutinya dari belakang.
Kesya langsung menyantap makanan yang ia beli tadi, menurut Kesya makanan disini sangat enak. Tidak kalah enak, dengan makanan mahal di kantin sekolahan elite hehe.
"Ehem, sorry ini meja kita."
Seseorang menghampiri Kesya dan Ara, seketika kepala Kesya mendongak ke arah suara tersebut berasal.
"Kak fagan"
Itu memang fagan, tapi suara tadi bukan berasal dari suara fagan. Tapi suara tadi berasal dari seseorang disebelah fagan, yang tak lain adalah sahabat fagan.
"Tapi itu suara gue, bukan fagan."
"Ohh, iya kak. Maaf, saya mau pindah kok kak." Ucap Kesya sesekali menunduk, menunduk karena malu dan takut berhadapan dengan kakak kelas.
Kesya mencolek lengan Ara yang sedang menikmati makanannya, seperti tidak terganggu dengan kedatangan para most wanted itu.
"Ra, ayo pindah."
"Apaan sih? Orang kita duluan yang dapetin ini tempat, kenapa mereka seenaknya ngusir kita?" Ucap Ara tanpa menoleh ke arah Kesya.
Kesya tersenyum sekilas ke arah 4 kakak kelasnya itu.
"Ra ayo deh, jangan bikin masalah. Kita anak baru Ra."
"Terus kenapa kalo kita anak baru?. Kita bakalan dibully habis-habisan gitu, dia mau mencamkan yang namanya senioritas gitu."
"Ara gak gitu? Lo kenapa sih?" Ucap Kesya, sambil memegangi lengan Ara.
"Sorry sebelumnya, kalo emang kita ganggu waktu Lo makan. Tapi kita cuma minta Lo buat pindah dari tempat duduk ini!!" Ucap Dimas yang di akhir katanya penuh dengan penekanan.
"Kan masih ada tempat lain, kenapa juga Lo Negor gue sama temen gue?"
Emosi Ara, semakin tidak bisa terkontrol.
"Kok Lo lama-lama nyolot ya!!"
Salah satu teman fagan sudah sangat emosi, tidak kalah emosi dengan Ara. Entah ada angin apa Ara bisa seberani ini melawan Kakak kelasnya, apalagi kakak kelasnya seorang laki-laki.
"Gue gak bakal nyolot kalo Lo gak mancing emosi gue!!"
Kesya menatap Fagan, seharusnya fagan mengeluarkan jiwa kepemimpinan nya sebagai seorang ketua OSIS.
Bahkan fagan tidak menghampiri atau melerai teman-teman nya untuk menyudahi debatnya dengan Ara.
Dengan berat hati Kesya menghampiri fagan. Wajahnya datar, tidak mengeluarkan reaksi panik ataupun sejenisnya.
"Kak saya mohon, Kaka lerai mereka berdua kak. Kakak ketua OSIS kan kak."
"Lepasin tangan Lo dari tangan gue."
__ADS_1
Bukannya menghampiri temannya, fagan malah menyuruh Kesya untuk menyingkirkan tangannya dari lengan fagan.
"Kak tapi saya mohon, lerai mereka kak. Kalo mereka gak di lerai, mereka bakalan bertengkar kak."
Fagan tidak menggubris ucapan Kesya.
"Kak, saya mohon. Cuma kakak yang bisa, karena kakak ketua OSIS disini."
Fagan menoleh ke arah Kesya. "Gue lagi gak tugas sebagai osis."
"Hah?!!"
"Ya udah, saya gak peduli mau kakak lagi tugas sebagai OSIS atau gak. Saya cuma mau kakak melerai mereka."
Lagi-lagi fagan hanya mendiamkan Kesya, Kesya semakin kesal di buatnya. Tapi apa yang dia harus lakukan, kedua nya sudah mulai terbakar emosi.
"Lo mau apa hah?!" Tanya Ara menantang.
"Kok Lo bener-bener nyolot sih lama-lama, kalo bukan cewe udah gue gebukin Lo!!" Kali ini Galang, sudah tidak bisa menahan emosinya.
"Lo gak usah liat dari gender gue, kalo emang Lo mau tonjok gue, tonjok aja. Gue gak takut."
"Wah bocah nyolotin banget."
Beberapa teman fagan mencegah Galang, agar Galang tidak melakukan untuk menyakiti ara. Bagaimanapun Ara tetap wanita. Sekuat-kuatnya wanita, dia tetap harus dilindungi, bukan disakiti.
"Lepasin gue!!. Jangan kalian halangin gue, nih cewe harus diberi pelajaran nih!!."
"Pelajaran apa tuh? MTK, biologi, fisika." Ara malah semakin meledek Galang.
"Anji**g."
Bughhhhhh
Galang benar-benar melayangkan sebuah pukulan ke arah Ara, tapi Ara tetap sadar dan tidak merasa sakit.
"Lo gila ya!!"
Kevin yang sedari tadi diam tidak mengeluarkan suara, akhirnya dia mengeluarkan suara dengan sedikit membentak Galang.
Ara merasa terkejut, pantas saja dia merasa tidak ada yang sakit di sekitar wajahnya. Ternyata pukulan itu mengenai Kesya, Kesya melindunginya. Dan membiarkan wajahnya yang menerima Bogeman dari Galang.
"Sya, Kesya, bangun sya."
Semua mata tertuju pada peristiwa itu, seketika Kesya sudah tergeletak di lantai tak sadarkan diri.
Darah segar muncul di sudut bibir kesya, fagan yang melihat kejadian itu, tanpa berbasa-basi langsung menggendong Kesya ke UKS.
Dengan wajah datar dan dingin, fagan melewati beberapa siswa yang melihat dan menatapnya, ada yang menatap dengan tatapan bingung, dan ada yang menatap dengan tatapan memuji.
Kejadian seperti ini harus di syukuri atau tidak oleh Kesya.
To Be Continued...
__ADS_1