AURORA

AURORA
KISAH PILU MAX - AURORA


__ADS_3

Arny yang sudah sampai di depan Linnea, dia langsung saja menjentikkan jarinya tepat di wajah Linnea, dan barulah Linnea tersadar, jika dia malah asik melamun sendiri, karena terkejut melihat Arny tadi.


Melihat Linnea tersadar, dan langsung menatap ke arahnya, Arny langsung saja tersenyum super manis sekali kepada Linnea.


" Halo Linnea ," kata Arny kepada Linnea.


" Emm, apakah anda bos saya Tuan Arny?? ," tanya Linnea.


" Seperti yang kamu lihat Linnea ," jawab Arny.


" Jadi ...... ?? ," kata Linnea menjeda perkataannya.


" Apakah semua ini rencana dari anda supaya saya bisa bekerja di Perusahaan ini?? ," tanya Linnea lagi kepada Arny.


" Yaps, tepat sekali ," jawab Arny sambil duduk di pinggir meja kerjanya dan menatap Linnea dengan penuh cinta.


" Kenapa anda melakukan ini Tuan Arny, saya tidak suka, dan saya ingin mengundurkan diri saat ini juga ," kata Linnea kepada Arny.


Wajah Linnea terlihat sedikit ada guratan kekecewaan untuk Arny.


Mendengar Linnea ingin mengundurkan diri dari Perusahaannya, Arny tidak merasa risau sama sekali.


Arny lalu berbalik badan sejenak, untuk mengambil berkas kontrak kerja milik Linnea.


" Ini bacalah dulu Linnea ," kata Arny menyerahkan berkas tersebut.


" Apa itu?? ," tanya Linnea.


" Bacalah dulu, nanti kamu baru bisa menentukan apakah mau mengundurkan diri dari sini atau tidak ," jawab Arny dengan tenang sekali.


Linnea tidak banyak berbicara, dia langsung mengambil berkas tersebut, dan membacanya dengan seksama.


Tidak ada huruf yang terlewatkan satu pun ketika Linnea membacanya, dan di saat Linnea sudah selesai membacanya, mata dia dibuat melotot sangat lebar sekali.


" Apa-apaan dengan nominal uang ini Tuan Arny?? ," tanya Linnea kepada Arny.


" Memang seperti itu kontrak kerjasama yang ada di Perusahaan ini Linnea ," jawab Arny sangat santai sekali.


" Terlebih lagi kamu bekerja menjadi sekretarisku, dan itu tidak berlaku untuk kamu saja Linnea, tapi Frank juga ," kata Arny lagi.


" Setidaknya, uang pinalti itu sesuai dengan gaji yang kamu terima setiap bulan dan pertahunnya Linnea ," sambung lagi perkataan Arny kepada Linnea.


" Sekarang keputusan ada di tangan kamu,?? kamu ingin pergi dari Perusahaan ini dan membayar semua denda pinalti yang tertulis di surat kontrak kerja itu, atau tetap menjadi sekretaris ke dua ku dan menikmati semua fasilitas yang akan aku berikan kepadamu, Linnea ," kata Arny lagi.


" Akan aku berikan kamu waktu satu jam dari sekarang, dan sekarang kamu boleh ke luar dari sini, karena aku sedang banyak pekerjaan ," kata Arny dan dia langsung saja duduk di kursi kerjanya lagi.


Arny berpura-pura tidak mempedulikan Linnea, sebab dia sangat tahu sekali, kalau Linnea tidak akan bisa mundur lagi semenjak dia sudah menandatangi surat kontra kerja itu.


Sedangkan Linnea, dia merasa sangat bingung dan bimbang, karena jika dirinya mengundurkan diri dari Perusahaan itu, Linnea tentu saja tidak mempunyai uang sebanyak yang tertulis di kontrak kerja tersebut.


Denda pinalti yang harus Linnea bayarkan kepada Perusahaan, jika dia mengundurkan diri sebelum jatuh tempo kontrak kerja, sebesar tujuh ratus juta rupiah.


Namun, jika Linnea mau menerima tawaran kerja menjadi sekretaris pribadinya Arny, dia bisa mendapatkan gaji sebesar tiga puluh lima juta rupiah perbulannya, tentu saja gaji yang sangat menggiurkan sekali bukan.


Dan gaji itu sangat-sangat jauh sekali dari gaji yang Linnea terima ketika masih bekerja menjadi karyawan toko roti.


Linnea terus berpikir dan berpikir dan dia pun masih diam di tempatnya berdiri, sedang Arny seperti menghitung mundur apa yang ingin Linnea katakan kepadanya.


" Kenapa Linnea lama sekali sih menjawabnya ," kata batin Arny sambil terus mengerjakan semua pekerjaannya.


" Ayo, akan aku hitung sekali lagi, sepuluh, sembilan, delapan, tujuh, enam, lima, empat, tiga, dua .... ," hitungan Arny terhenti ketika mendengar perkataan dari Linnea.


" Baiklah Tuan Arny, saya bersedia menjadi sekretaris anda ," kata Linnea yang sudah ditunggu-tunggu oleh Arny sejak tadi.


Arny langsung menghentikan kegiatannya yang sedang menandatangi berkas-berkas, dan dia langsung menatap Linnea dengan bibir yang tersenyum senang.


" Pilihan yang bagus Linnea ," kata Arny kepada Linnea.


" Lalu apa yang harus saya kerjakan Tuan?? ," tanya Linnea kepada Arny.


" Tidak sulit, nanti Frank akan mengajari kamu bagaimana menjadi sekretaris yang baik di Perusahaan ini ," jawab Arny.


" Namun, sebelum itu, ke sinilah, aku ingin kamu memijat dulu pundakku yang terasa pegal sekali ," kata Arny kepada Linnea.


Linnea mencoba bersikap profesional dan tidak mau menganggap sikap Arny yang semena-semena kepadanya.


Dengan tanpa banyak berbicara, Linnea lalu berjalan ke arah Arny dan memijat pundaknya dengan lembut.


Tidak tahukah Linnea, jika Arny tersenyum senang ketika tangan lembut mu sedang memijatnya.


Sambil terus di pijat oleh Linnea, Arny mencoba menghubungi Frank untuk masuk ke dalam ruang kerjanya.


" Tuan Arny ," sapa Frank.


" Frank, tunjukan di mana meja kerjanya Linnea, dan tolong kamu ajari Linnea bagaimana bekerja dengan baik di Perusahaan ini ," kata Arny kepada Frank.


" Baik Tuan Arny ," jawab Frank.


" Ikutlah dengan Frank, Linnea ," kata Arny.

__ADS_1


" Baik Tuan Arny ," jawab Linnea dengan sopan.


Sebelum meninggalkan ruang kerja Arny, baik Frank dan Linnea menundukkan sedikit badannya kepada Arny, dan Arny hanya mengangguk saja kepada mereka berdua.


Frank lalu menunjukkan di mana meja kerjanya Linnea, yang ternyata ada di sebelah meja kerjanya.


Sebagai pekerjaan awal, Frank memberikan Linnea pekerjaan mudah untuk menginput data ke komputer dan memisahkan berkas-berkas penting milik Perusahaan sesuai abjad.


Linnea yang mengerti, langsung saja mengerjakan pekerjaan itu dengan bersungguh-sungguh, dan tanpa Linnea sadari lagi, jika ada CCTV tersembunyi di dekat vas bunga yang ada di meja kerjanya Frank, yang langsung mengarah ke arahnya.


CCTV itu sengaja Frank pasang atas suruhan Arny, karena supaya Arny bisa setiap saat melihat wajah Linnea.


Sungguh kekuatan cinta maha dahsyat, sepertinya lebih dahsyat dari bom atom, sebab seseorang yang sedang jatuh cinta, rela melakukan apa saja, walau itu akan menyakiti orang lain sekalipun.


Di sisi lain, ada seseorang yang masih tidur, dan ketika dia mendengar suara dering ponselnya berbunyi, tanpa membuka matanya, langsung saja mengangkatnya.


" Halo ," kata orang tersebut.


" Halo baby, apa kamu masih tidur?? ," tanya orang yang menelpon.


" Freed?? ," kata orang tersebut yang ternyata adalah Jeanne.


" Yes darling, apa kita nanti siang bisa bertemu, aku rindu denganmu sayang ," jawab Freed kepada Jeanne.


" Kita baru saja bertemu kemarin Freed, nanti jika ketemuan lagi, aku bisa di marahi sama Mama ," kata Jeanne.


" Aaah, dasar payah, kamu anak Mama ," ejek Freed kepada Jeanne.


Jeanne sangat tidak suka sekali jika di ejek dengan sebutan anak Mama.


" Ok-ok kita bertemu, di mana?? ," tanya Jeanne kepada Freed.


Freed langsung saja menyebutkan sebuah alamat kepada Jeanne.


" Baiklah, kita ketemuan jam sepuluh siang nanti ," kata Jeanne kepada Freed.


" Ok sayang, muaaachh ," jawab Freed.


" Iya ," jawab Jeanne, dan akhirnya sambungan telepon mereka lalu terputus.


Jeanne yang sudah menerima telepon dari Freed, langsung melihat ke arah jam yang melekat di dinding kamarnya, yang ternyata sudah menunjukkan pukul delapan pagi.


Jeanne lalu beranjak turun dari atas ranjang untuk mandi dan bersih-bersih badannya, setelah selesai, dia berlalu menuju ke ruang makan untuk makan.


Bukannya Mama Siljie tadi tidak membangunkan Jeanne untuk sarapan bersama, hanya saja Jeannenya saja yang tidak mau di suruh bangun.


Mama Siljie yang melihat Jeanne baru saja ke luar dari dalam kamarnya, dia langsung bertanya kepada Jeanne.


" Iya Ma ," jawab Jeanne.


Jeanne seperti mencoba peruntungan kepada sang Mama untuk meminta ijin kepada Mama Siljie.


" Ma ," kata Jeanne kepada Mama Siljie.


" Hmm, apa?? ," jawab Mama Siljie.


" Nanti Jeanne ijin pergi ya Ma ," kata Jeanne.


" Mau pergi ke mana,? kamu setiap hari pergi foya-foya terus, sana bantuin Ayah sama Kakak kamu di pabrik ," jawab Mama Siljie.


" Aaaah, Mama, Jeanne yang cantik begini di suruh kerja di pabrik, ogah sekali, malu Ma ," kata Jeanne.


" Jeanne ini kekasih Tuan Enzo, masa harus bekerja di pabrik, apa kata semua koleganya nanti, jika tahu kekasihnya bekerja di Pabrik ," kata Jeanne lagi berpura-pura merajuk.


" Iya juga iya ," kata Mama Siljie.


" Lalu kamu mau pergi ke mana Jeanne?? ," tanya Mama Siljie.


" Mau bertemu dengan Tuan Enzo lah Mama, dia nanti mau mengajak Jeanne ketemuan di restoran mewah Ma, mungkin mau dikenalkan sama teman-temannya ," jawab Jeanne berbohong.


Wajah Mama Siljie langsung terlihat bahagia sekali, ketika mendengar jawaban dari sang putri.


" Kalau itu pasti Mama ijinkan, kenapa kamu tidak bilang daritadi Jeanne ," jawab Mama Siljie.


Gantian wajah Jeanne yang terlihat senang, karena sang Mama bisa dia bohongi lagi.


" Ini artinya Mama mengijinkan Jeanne pergi?? ," tanya Jeanne.


" Tentu saja dong sayang, sudah sana bersiap-siap dan dandan yang cantik ya, supaya Tuan Enzo semakin jatuh cinta sama kamu ," jawab Mama Siljie.


" Siaaap Mama ," jawab Jeanne dengan semangat sekali.


Sebelum kembali ke dalam kamarnya, Jeanna ingin mengisi perutnya terlebih dahulu, dan setelahnya dia barulah bersiap-siap untuk pergi menemui Freed.


Jeanne yang sudah selesai bersiap-siap, dia langsung ke luar dari dalam kamarnya dan lalu masuk ke dalam taksi yang sudah dipesannya tadi.


Ketika Jeanne sudah masuk ke dalam taksi, anak buah Max yang ditugaskan untuk mengawasi Jeanne, langsung melaporkan hal itu kepada Max.


" Halo ," kata Max.

__ADS_1


Max saat ini sedang berada di luar Pabrik, karena baru saja bertemu dengan kolega bisnisnya.


" Halo Tuan Max, adik anda Jeanne saat ini sedang pergi Tuan ," jawab anak buah itu kepada Max.


" Kalau begitu kalian semua ikuti terus ke mana Jeanne pergi ," perintah Max kepada anak buahnya.


" Baik Tuan ," jawab sang anak buah, dan lalu sambungan telepon mereka terputus.


" Walau kamu adik perempuanku, tapi aku sangat membencimu Jeanne, karena Ayah kamu, Ayah aku jadi meninggal, sebab tidak kuat melihat perselingkuhan Mama ," kata batin Max dengan penuh dendam.


Dulu Mama Siljie ketika berselingkuh dengan Ayah Ebert, dia masih mempunyai suami, dan ketika Ayah kandungnya Max memergoki sendiri jika sang istri sedang bercum6u dengan Ayah Ebert, Ayah kandungnya Max langsung terkena serangan jantung dan meninggal saat itu juga.


Teganya Mama Siljie dan Ayah Ebert, bukannya membantu Ayah kandungnya Max untuk dibawa ke rumah sakit, mereka malah melanjutkan kegiatan indah mereka itu.


Max pada saat itu masih kecil, dan dia juga sedang berkunjung ke rumah sang Nenek dan Kakeknya, jadi dia tidak tahu tentang perselingkuhan sang Mama.


Max mengetahui perselingkuhan sang Mama, ketika baru tiga hari sang Ayah di kuburkan, Mama Siljie sudah menikah dengan Ayah Ebert.


Max yang tipe penasarannya sangat tinggi, dia akhirnya memutuskan untuk mencari tahu sendiri apa penyebab sang Ayah meninggal.


Sebab sang Mama mengatakan kepadanya, jika sang Ayah meninggal, karena jatuh dari tangga dan langsung terkena serangan jantung.


Setelah satu bulan lamanya Max mencari tahu, akhirnya Max mengetahui kenyataan jika penyebab sang Ayah meninggal ya Mamanya sendiri dan Ayah Ebert.


Max tentu saja langsung merasa marah kepada Mamanya dan Ayah tirinya itu yaitu Ayah Ebert.


Akan tetapi, Max tidak bisa berbuat apa-apa pada saat itu, dan yang bisa Max lakukan cuma memendam perasaan dendam serta marahnya kepada Mama Siljie dan Ayah Ebert hingga sekarang.


Max juga tahu jika Ayah Ebert lebih memilih Mamanya, dan meninggalkan Keluarganya.


Tanpa Aurora ketahui, Max sebenarnya merasa kasihan dengannya, sebab Aurora masih berumur delapan tahun, tapi sudah melihat sendiri bagaimana sang Ayah mencampakkan Mamanya dan lebih memilih Mama Siljie.


Max justru tidak marah kepada Aurora, dia bahkan sudah menganggap Aurora sebagai adik kandungnya sendiri, tanpa sepengetahuan Mama Siljie dan Ayah Ebert.


Dan Max merasa senang, ketika Aurora selalu menolak jika diajak tinggal di rumah sang Mama, sebab Max sangat tahu sekali bagaimana nanti sang Mama akan memperlakukan Aurora jika tinggal di rumahnya.


Begitulah kisah keegoisan dari Mama Siljie dan Ayah Ebert, yang banyak menghancurkan hati dan perasaan, terutama psikologis anak-anak mereka.


Anak buah Max terus mengikuti ke mana taksi yang ditumpangi Jeanne berlalu pergi, dan ternyata menuju ke sebuah Cafe.


Apapun yang dilakukan oleh Jeanne terlihat jelas di mata anak buah Max yang terus mengawasinya, termasuk ketika dia sedang bertemu dengan Freed sekarang.


Jeanne dan Freed langsung saling mengecup bibir mereka ketika baru saja bertemu.


" Apa kamu sudah menungguku lama Freed?? ," tanya Jeanne.


" Tidak juga, baru sepuluh menitan ," jawab Freed.


" Kamu mau pesan apa sayang, pesan sajalah ," kata Freed lagi kepada Jeanne.


Jeanne langsung memanggil salah satu waiters untuk mencatat pesanannya.


Sambil menunggu makanannya selesai dihidangkan oleh waiters, Jeanne dan Freed berbincang santai.


" Setelah ini kita nanti mau ke mana Freed, tidak mungkin kan kamu mengajak ketemuan aku cuma di Cafe ini saja?? ," tanya Jeanne.


" Tentu saja tidak sayang, kamu mau ke mana, akan aku turuti semua keinginan kamu ," jawab Freed.


Jeanne tentu saja merasa sangat senang sekali jika Freed akan memanjakannya hari ini.


" Ok, aku mau kita belanja, karena semua pakaianku sudah jelek ," jawab Jeanne.


" Siap, semua milikku untuk kamu sayang ," jawab Freed.


Singkat cerita setelah dari Cafe tadi, mereka berdua melanjutkan pergi ke mall untuk membeli semua barang-barang yang diinginkan oleh Jeanne.


Selesai berbelanja, Freed pun bukannya mengantarkan Jeanne pulang ke rumah Mama Siljie, tapi pulang ke apartemen miliknya.


" Kita ada di mana Freed,?? kenapa kita ada di sini?? ," tanya Jeanne.


" Ini apartemenku sayang, ayo silahkan masuk ," jawab Freed.


Jeanne cukup terpukau melihat apartemen milik Freed, sebab cukup mewah menurutnya.


" Apa kamu senang sayang?? ," tanya Freed kepada Jeanne.


" Iya aku senang, ini bagus sekali Freed ," jawab Jeanne.


" Baiklah jika kamu senang, sekarang ayo kita ke kamar, karena kamu harus memuaskanku sekarang ," kata Freed.


" Sekarang?? ," tanya Jeanne.


" Iya baby, sebab aku sudah tidak tahan sejak tadi ," jawab Freed.


" Baiklah, ayo ," jawab Jeanne.


" Karena aku saat ini sedang merasa senang, sebab kamu sudah memenuhi semua yang aku inginkan, sekarang aku akan memuaskanmu Freed ," kata Jeanne lagi.


Freed langsung mengedipkan matanya menggoda kepada Jeanne, dan tidak mau menunggu waktu lama, Freed lalu menggendong Jeanne untuk dia bawa masuk ke dalam kamarnya.

__ADS_1


...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...


...***TBC***...


__ADS_2