
Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya, Mama Azura sampai lagi di depan ruang 0p3r451.
Kedatangannya Mama Azura, membuat semua orang langsung menegakkan duduknya, terutama Ayah Pippin.
" Mama ," ucap Ayah Pippin.
" Mama tadi tidak kasar kan, kepada Aurora?? ," tanya Ayah Pippin.
" Kenapa Ayah sepertinya sangat peduli dengan dia, jelas-jelas dia sudah menyebabkan anak kita 53k4r4t seperti sekarang!! ," jawab Mama Azura.
" Aurora sedang mengandung ke dua cucu kita, Ma, kalau mereka berdua kenapa-kenapa bagaimana?? ," tanya Ayah Pippin lagi.
" Ayah tenang saja, Aurora tidak akan melakukan hal itu, karena dia sangat pengecut sekali!! ," jawab Mama Azura.
Ayah Pippin terdiam, karena dia merasa bingung mau berkata apa lagi kepada sang istri, yang masih terlihat ada kemarahan di matanya.
Begitupula dengan yang lainnya, hanya berani mendengarkan saja pembicaraan Ayah Pippin bersama Mama Azura, tanpa berani ikut campur sama sekali.
" Semoga kamu baik-baik saja Aurora ," doa tulus Linnea di dalam hatinya.
" Semoga Tuhan selalu melindungi mu, Aurora ," doa tulus juga dari Mama Paulita.
Enzo masih berada di dalam ruang 0p3r451, padahal sudah terlewat satu jam lebih, bahkan sudah hampir dua jam, namun Dokter tidak kunjung ke luar juga daritadi. Dan hal itu membuat semua orang semakin cemas memikirkan keadaan Enzo.
Ketika mereka semua sedang termenung dengan pikiran mereka masing-masing, tiba-tiba pandangan mereka teralihkan ke arah Martin dan Kimberly yang baru saja sampai.
Martin langsung menyapa semua orang, sedangkan Kimberly hanya tersenyum ramah dan sopan saja kepada mereka semua.
" Nona Kimberly,? anda Nona Kimberly kan?? ," tanya Linnea.
" Iya, saya Kimberly ," jawab Kimberly.
" Emm, apakah kita sebelumnya sudah pernah bertemu Nona?? ," tanya Kimberly kepada Linnea.
" Belum ," jawab Linnea.
" Kita belum pernah bertemu sama sekali Nona ," kata Linnea lagi.
" Lalu, bagaimana anda bisa mengenal saya Nona?? ," tanya Kimberly.
" Perkenalkan, nama saya Linnea, istrinya Arny, dan saya teman dekatnya Aurora sejak kami masih kecil ," Linnea memperkenalkan diri.
Kimberly sedikit terkejut mendengarnya, dan dia memilih diam untuk mendengarkan kelanjutan ucapan Linnea.
" Saya bisa mengenal anda, karena dulu Aurora sering bercerita tentang anda, dan pernah menunjukkan foto anda kepada saya ," jawab Linnea.
" Oh ya?? ," kata Kimberly.
" Iya, dan emm, saya sekarang memilih untuk menjauh sejenak darinya, karena keegoisannya ," kata Linnea lagi.
" Iya, saya mengerti, dan saya tadi juga melakukan hal yang sama seperti anda ," kata Kimberly.
" Semoga saja dia baik-baik saja ," doa Linnea.
__ADS_1
" Aamiin ," jawab Kimberly.
" Sudah,!! kalian berdua tidak perlu membicarakan wanita itu lagi dihadapan saya!! ," tegur Mama Azura.
Kimberly dan Linnea langsung saling pandang, karena ditegur seperti itu oleh Mama Azura, dan pada akhirnya, mereka memilih diam saja, daripada membuat suasana semakin keruh.
Sedangkan Martin, mengajak berbicara Arny dan Ayah Pippin, untuk bertanya tentang kronologis kecelakaannya dan juga bagaimana keadaan Enzo sekarang.
Meninggalkan mereka semua, kita beralih kepada Aurora lagi.
Setelah kepergian dari Martin dan Kimberly tadi dari dalam ruang perawatan Aurora, tiba-tiba ada salah satu bodyguard perempuan yang sengaja Martin tugaskan untuk menemani Aurora.
" Selamat malam Nyonya Aurora, saya Jessi yang akan menemani anda malam ini ," sapa Jessi kepada Aurora.
Aurora hanya mengangguk saja, dan dia tidak merasa terkejut sama sekali melihat kedatangannya Jessi.
" Nona Jessi ," tiba-tiba Aurora memanggil Jessi.
" Iya Nyonya ," jawab Jessi sambil berjalan mendekati Aurora.
" Tolong tanyakan kepada resepsionis, berapa total biaya rumah sakit saya saat ini ," perintah Aurora.
" Baik Nyonya ," jawab Jessi.
Aurora hanya mengangguk saja, dan Jessi pun langsung berlalu ke luar untuk menanyakan kepada resepsionis.
Ketika sudah bertanya kepada resepsionis, Jessi pun kembali lagi ke dalam ruang perawatan Aurora.
" Semuanya sudah dibayar lunas Nyonya ," jawab Jessi.
" Lunas?? ," tanya Aurora merasa bingung.
" Iya Nyonya ," jawab Jessi.
" Siapa yang sudah membayar lunas perawatan rumah sakit saya?? ," tanya Aurora lagi.
" Tidak tahu Nyonya, karena pihak rumah sakit tidak mau memberitahukannya kepada saya ," jawab Jessi.
" Baiklah ," jawab Aurora.
" Nona Jessi ," panggil Aurora lagi.
" Iya Nyonya ," jawab Jessi lagi.
" Saya mau minta tolong satu hal lagi kepadamu ," kata Aurora.
" Katakanlah Nyonya, saya siap membantu anda ," jawab Jessi.
" Saya ingin pergi malam ini juga dari sini, dan tolong jangan beritahukan kepergian saya kepada siapapun, karena saya ingin menenangkan pikiran saya untuk sementara waktu ," kata Aurora.
" Tapi Nyonya ," jawab Jessi.
" Bantulah saya Nona Jessi ," kata Aurora memelas.
__ADS_1
" Saya cuma ingin menenangkan waktu sebentar saja, sampai otak saya benar-benar bisa saya ajak berpikir kembali ," kata Aurora lagi.
" Jika Tuan Martin bertanya kepadamu, katakan saja jika saya sudah pergi untuk sementara waktu, dan akan kembali lagi secepatnya ," kata Aurora.
" Baiklah Nyonya ," jawab Jessi merasa kasihan.
" Tolong bantu saya untuk melepaskan infus ini ," perintah Aurora lagi.
Jessi pun langsung membantu Aurora melepaskan infus yang melekat di tangannya.
Setelahnya, Aurora lalu turun dari atas brankar pasiennya, sambil menggendong baby Wilson.
" Tolong jangan ikuti saya, saya mohon ," Aurora memohon kepada Jessi.
" Katakan kepada teman-teman kamu, untuk membiarkan saya pergi dengan tenang ," kata Aurora lagi.
" Baiklah Nyonya ," jawab Jessi menurut.
" Kalau begitu, mari saya bantu Nyonya, sampai anda bisa ke luar dari dalam rumah sakit ini ," kata Jessi lagi.
Aurora hanya mengangguk saja, dan seperti perkataannya tadi, jika dirinya akan membantu Aurora, pergi dari dalam rumah sakit, sambil menghindari para anak buah Keluarga Diedrich yang ada di sekitar rumah sakit.
Setelah perjuangan yang cukup menguras tenaga, berkat bantuan Jessi, akhirnya, Aurora dan juga baby Wilson, bisa sampai di pinggir jalan raya untuk menghentikan taksi yang lewat.
" Terimakasih Nona Jessi atas bantuannya, saya tidak akan pernah melupakan bantuan anda saat ini ," kata Aurora.
" Sama-sama Nyonya ," jawab Jessi.
Akhirnya, taksi yang Aurora tumpangi melaju pergi meninggalkan rumah sakit malam itu juga, menuju ke tempat yang sebenarnya tidak pernah Aurora datangi.
Aurora ingin merenung untuk beberapa hari saja, sebelum dia kembali membawa keputusan yang tepat untuk kehidupannya.
Karena perkataan semua orang kepadanya, akhirnya membuatnya sadar, jika dirinya memang tidak pantas untuk Enzo.
Sebab, dirinya sudah terlalu banyak menyusahkan, bahkan membuat Enzo bersedih atas sikapnya.
" Aku akan kembali lagi ," kata batin Aurora sambil menatap kokohnya gedung rumah sakit yang dilewatinya.
Melihat taksi yang Aurora naiki sudah pergi dari hadapannya, Jessi pun langsung melapor kepada Martin.
" Kenapa kamu ada di sini Jessi?? ," tanya Martin.
" Lalu siapa yang menemani Aurora saat ini?? ," tanya Martin lagi.
" Nyonya Aurora pergi Tuan, dan dia menitipkan sebuah surat untuk anda ," jawab Jessi sambil menyerahkan sebuah kertas.
Di dalam kertas itu, ada sebuah tulisan tangan yang ditulis langsung oleh Jessi.
Sebab Jessi tidak mau membuat suasana semakin tidak kondusif. Alhasil, Jessi memberikan pengertian kepada Martin tentang keadaannya Aurora melalui sebuah surat.
...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...
...***TBC***...
__ADS_1