
Martin yang sudah selesai menerima telepon dari Aurora, dia pun memutuskan untuk turun dari atas panggung pelaminan, dan ketika dia sedang berjalan sambil memasukkan ponselnya ke dalam saku jasnya, Martin tidak sengaja menabrak seseorang yang sedang membawa minuman, hingga minumannya itu tumpah dan membasahi gaunnya yang mahal.
" Astaga!! ," kata wanita tersebut.
" Punya mata tidak sih, jika berjalan!! ," marah dari wanita itu.
" Maaf Nona, saya benar-benar tidak sengaja ," kata Martin.
" Jadi kotor kan gaun saya!! ," kata sang wanita sambil mengusap gaunnya.
Sebagai laki-laki yang gentle, Martin pun tiba-tiba melepas jasnya yang mahal itu, lalu dia sampirkan ke pundak sang wanita.
Sang wanita tentu saja merasa terkejut dengan apa yang sedang dilakukan oleh Martin kepadanya.
" Eh tunggu dulu, sepertinya saya mengenal anda?? ," kata sang wanita.
Ketika mendengar perkataan dari wanita itu, Martin pun jadi ikut-ikutan memperhatikan dengan seksama wajah dari wanita tersebut.
" Anda!! ," kata Martin dan sang wanita secara bersama-sama sambil saling menunjuk.
Ternyata wanita yang baru saja di tabrak oleh Martin adalah wanita yang sama yang beberapa bulan yang lalu dia tabrak juga.
" Kenapa anda ada di sini?? ," tanya sang wanita.
" Dan kenapa setiap kali bertemu dengan anda, saya selalu 514l!! ," kata sang wanita lagi.
" Seharusnya, saya yang bertanya kepada anda?? ," jawab Martin.
" Siapa anda,? kenapa anda bisa mengenal Keluarga Diedrich?? ," tanya Martin.
" Kalau saya tidak perlu dipertanyakan lagi, karena saya termasuk Keluarga mereka ," kata Martin.
" Saya bukan siapa-siapanya Keluarga mereka ," jawab sang wanita.
" Dan saya ke sini karena di suruh Papa saya, untuk menggantikannya, sebab dia sedang berada di Luar Negeri ," kata sang wanita itu lagi.
" Sekarang gaun saya sudah kotor, jadi saya mau pulang saja!! ," kata wanita tersebut sambil melepaskan jas milik Martin.
Wanita itu langsung berlalu dari hadapan Martin, namun Martin tidak mau membiarkannya begitu saja, jadi dia langsung mencengkeram pergelangan tangan wanita tersebut.
" Tunggu!! ," kata Martin.
" Ada apa lagi?? ," tanya sang wanita.
__ADS_1
" Ayo saya antar ," jawab Martin.
" Tidak perlu, saya bawa mobil sendiri!! ," jawab sang wanita dengan ketus, sambil melepaskan kasar cekalan tangan Martin tadi.
Wanita itu benar-benar pergi dari hadapan Martin, dan kali ini Martin tidak mencoba mencegahnya.
Pesta pernikahan Arny dan Linnea akhirnya selesai, ketika waktu sudah menunjukkan pukul lima sore, benar-benar pesta yang sangat melelahkan sekali bagi ke dua mempelai.
Dan pernikahan akbar antara Linnea dan Arny menjadi pernikahan termewah tahun ini di Negaranya.
Banyak wartawan yang mencari tahu, kenapa di saat sang adik sedang menikah, sang Kakak yaitu Enzo tidak terlihat sendiri.
Banyak yang berspekulasi jika Enzo tidak menyetujui pernikahan tersebut, banyak juga yang mengatakan jika Enzo sedang melakukan perjalanan bisnis, serta masih banyak yang lainnya.
Pemberitaan tersebut tentunya sangat mengganggu sekali bagi Keluarga Diedrich, namun, mereka semua untuk saat ini belum bisa melakukan klarifikasi.
Karena yang bersangkutan sedang sibuk dengan urusan mereka masing-masing, terutama Enzo dengan segala mengidamnya.
Pada hari itu juga, malamnya, Arny langsung mengajak Linnea untuk pergi berbulan madu ke pulau yang kemarin Enzo dan Aurora datangi, sebab Linnea ingin sekali datang berkunjung ke sana.
Tentu saja, Arny mengabulkan permintaan sang istri yang sangat dicintainya.
Max sendiri pun, seharian ini sengaja tidak berangkat ke pabrik, karena dia cuma ingin menyaksikan acara pernikahan Linnea dan Arny dari televisi, sejak awal acara tersebut belum di mulai, hingga sudah selesai.
Walau merasa sedikit cemburu, Max juga berdoa, semoga Linnea merasa bahagia. Dan walau dia tidak diundang oleh Linnea, Max tetap mengirimkan sebuah hadiah yang dia tujukan untuk Linnea, yang Max kirimkan langsung ke apartemennya.
Ayah Pippin dan Mama Azura yang sudah kembali ke rumah, mereka berdua dibuat pusing dengan tingkah Enzo, yang menyuruh asiten rumah tangga mereka untuk mengumpulkan biji anggur, karena katanya dia ingin menanamnya di samping rumah.
" Enzo, kamu semakin aneh saja deh ," kata Ayah Pippin.
Saat ini mereka berempat, yaitu Ayah Pippin, Aurora, Mama Azura dan juga Enzo sedang makan malam bersama seperti biasanya.
" Aneh bagaimana Yah, kan memang jika ingin menanam buah anggur harus dengan bijinya?? ," jawab Enzo.
" Tapi tidak begitu juga, kan kita bisa membeli bibitnya yang bagus Enzo ," jawab Ayah Pippin.
" Tidak mau, Enzo maunya begitu ," kata Enzo.
" Sepertinya, dulu ketika Mama sedang hamil kamu, tidak parah begini deh, kenapa jadinya kamu seperti ini ketika sedang mengidam?? ," gerutu Ayah Pippin, dan Mama Azura langsung saja tertawa.
" Tapi Mama suka Ayah, rumah ini semakin berwarna dengan sikap Enzo yang sekarang ," kata Mama Azura.
" Kasihan Aurora, Ma, tuh lihat wajahnya seperti tertekan mempunyai suami seperti Enzo ," kata Ayah Pippin.
__ADS_1
" Ayah tahu saja ," kata Aurora sambil tertawa terbahak-bahak.
Malam harinya ketika tidur, Aurora dibuat semakin heran dengan tingkah Enzo, sebab katanya, dia ingin tidur sambil memakai masker wajah miliknya.
Tentu saja Aurora menolaknya, namun Enzo tidak kehabisan akal, dia mengolesi sendiri wajahnya dengan masker tersebut di depan cermin.
Karena belepotan, akhirnya Aurora pun membantunya dan membenarkan masker wajah tersebut.
" Aaah, ternyata segar juga tidur memakai masker begini, terasa dingin wajahku ," kata Enzo dengan suara pelan.
" Lama-kelamaan Mommy seperti menikah dengan orang gila ," gerutu Aurora.
Enzo tidak peduli, yang dia pedulikan, jika dia ingin sekali memakai masker begitu, dan tidak lama, Enzo pun akhirnya tertidur juga.
Aurora yang tidak bisa tidur, langsung memfoto sang suami, lalu fotonya dia kirimkan kepada Martin.
Martin langsung membalas dengan stiker tertawa terbahak-bahak, melihat sikap sang sahabat yang semakin gila saja.
" Ya Tuhan, Enzo ," kata Martin melalui pesan.
" Sangat luar biasa pengaruh kehamilan simpatik itu, dia sampai bisa mengidam yang di luar nalar kita semua ," kata Martin lagi.
" Iya, dan teman anda itu semakin ke sini semakin gila!! ," balas Aurora.
" Bahkan, tadi Daddy menyuruh asisten rumah tangga di sini untuk mengumpulkan biji buah anggur Tuan Martin ," balas Aurora lagi.
" Hah, biji buah anggur,? untuk apa?? ," balas Martin.
" Katanya dia ingin jadi tukang kebun buah anggur ," balas asal dari Aurora.
Lagi dan lagi, Martin langsung mengirimkan stiker tertawa terbahak-bahak kepada Aurora. Dan Aurora pun tidak mau membalasnya lagi, dia memilih menaruh ponselnya di atas meja samping ranjang.
Sedangkan Martin, yang belum bisa menghilangkan perasaan gelinya itu, karena tingkah Enzo yang menurutnya sangat jauh sekali dari sikap seorang Enzo Diedrich.
Martin pun mencoba menguploadnya, ke dalam insta story instagramnya dengan caption.
" Yang namanya mengidam, pasti akan merubah diri seseorang dari biasanya ," tulis Martin sambil mention nama Aurora dan juga Enzo.
Postingan tersebut tentu saja langsung dibanjiri komentar dari para netizen yang budiman dan budigril, wkwkwk.
Apalagi Martin mention nama Enzo, yang pastinya akan mengundang rasa penasaran di masyarakat, terutama kaum yang haus akan berita.
Enzo dan Aurora belum mengetahui tentang postingan Martin malam ini, walau malam ini mereka mendapatkan notifikasi, tapi mereka sudah asik lelap di dalam tidurnya, dengan Enzo yang tidur masih memakai masker wajah.
__ADS_1
...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...
...***TBC***...