AURORA

AURORA
MIMPI AURORA


__ADS_3

Di Perusahaan yang di pimpin oleh Arny, Arny yang baru saja sampai di Perusahaannya, langsung berjalan menuju ke meja kerjanya Linnea.


" Selamat pagi Tuan Arny ," sapan formal dari Frank dan Linnea secara bersama-sama.


" Linnea ayo ikut denganku ke dalam ," kata Arny.


" Baik Tuan ," jawab Linnea.


Walau mereka sepasang kekasih dan akan menikah dalam waktu dekat, tapi kan mereka saat ini sedang berada di tempat kerja, yang notabennya Arny adalah atasannya.


Linnea langsung mengikuti langkah kaki Arny yang masuk ke dalam ruang kerjanya.


" Ada apa Tuan Arny memanggil saya?? ," tanya Linnea.


" Kita cuma berdua saja Linnea, kenapa kamu bersikap formal begitu kepadaku ," jawab Arny merasa gemas.


Linnea yang melihat Arny menunjukkan wajah sebalnya, langsung saja tertawa lucu.


" Iya tidak apa-apa, lagi pula di sini kamu memang atasanku ," jawab Linnea sambil duduk di kursi yang ada di depan meja kerjanya si Arny.


" Katakan, apa yang ingin kamu katakan kepadaku, Arny?? ," kata Linnea lagi.


" Kak Aurora hari ini ikut ke kantor bersama Kak Enzo, apakah kamu mau berkunjung ke sana,? jika mau, ayo aku akan mengantarmu ," kata Arny.


" Waaah, asik sekali Aurora ," kata Linnea.


" Aku sebenarnya mau, hanya saja pekerjaanku hari ini sungguh benar-benar sangat banyak sekali Arny, belum lagi berkas-berkas kerjasama yang kemarin, itu semua belum aku input datanya dan pelajari ," kata Linnea lagi.


" Jadi kamu tidak bisa beneran nih?? ," tanya Arny.


" Hu'um, mau bagaimana lagi ," jawab Linnea.


" Nanti lain kali saja, kan masih banyak waktu, jika keseringan berkunjung dan melihat Aurora atau Wilson, aku takut Aurora akan curiga kepadaku dan nanti bisa membuat Kakakmu marah kepadaku ," kata Linnea lagi.


" Iya terserah kamu saja ," jawab Arny.


" Baiklah, jika tidak ada lagi yang ingin kamu katakan kepadaku, aku ingin kembali bekerja lagi, supaya nanti aku tidak lembur terlalu larut malam ," kata Linnea sambil berdiri dari duduknya.


Arny lalu berjalan mendekat ke arah Linnea, dan sebagai penyemangat untuk hari ini, Arny meminta berciuman sebentar dengan Linnea.


" Jangan capek-capek ya, jangan terlalu di forsir, lagi pula di kantor tidak sedang di kejar deadline ," kata Arny setelah berciuman dengan Linnea.


" Ok Tuan Arny yang terhormat, saya permisi dulu kalau begitu ," jawab Linnea sambil memberikan kecupan sekilas di bibir Arny.

__ADS_1


Arny hanya tersenyum saja kepada Linnea, dan Linnea lalu pergi dari dalam ruang kerja Arny, menuju ke meja kerjanya lagi.


Sedangkan kembali ke Perusahaan Enzo.


Enzo saat ini bersama Aurora sudah masuk ke dalam ruang kerjanya kembali, dan Aurora masih merasa minder dengan tadi, pengumuman yang Enzo berikan kepada para karyawannya.


" Daddy ," panggil Aurora.


" Hmm, iya Mommy ," jawab Enzo.


" Apa tadi tidak berlebihan status Mommy diumumkan di depan umum begitu?? ," tanya Aurora.


" Hey, siapa yang bilang berlebihan sayang ," jawab Enzo.


" Kamu ini istri seorang Enzo Diedrich, orang yang berkuasa di Negara ini, tentu saja hal seperti ini mereka semua harus mengetahuinya sayang ," kata Enzo lagi.


" Tapi kan, Mommy malu Daddy ," jawab Aurora.


" Tidak apa-apa, nanti jika sudah terbiasa, Mommy tidak akan malu lagi ," kata Enzo.


" Oh ya, nanti jam sepuluh siang, kita ke rumah sakit sebentar, untuk cek kondisi Mommy lagi ," kata Enzo.


" Semalam Daddy sudah menghubungi Martin, dan Martin bisanya nanti sekitar jam sepuluh ," kata Enzo lagi.


" Baiklah, terserah Daddy saja, Mommy menurut ," jawab Aurora.


" Sini Mommy, tidurkan di dalam kamar pribadi Daddy ," kata Enzo mengajak Aurora masuk ke dalam ruang istirahatnya.


" Waaah, di sini juga ada kamar pribadinya, hebat sekali Daddy, sangat rapi, indah dan juga wangi ," kata Aurora merasa takjub.


" Mommy beristirahatlah juga, Daddy mau bekerja dulu ," jawab Enzo sambil mengusap lembut pipi Aurora.


Aurora hanya mengangguk saja, dan Enzo lalu pergi dari dalam kamar pribadinya itu, untuk melanjutkan lagi pekerjaannya.


Aurora tentu saja langsung menidurkan baby Wilson di atas ranjang nan empuk dan mahal itu, sambil m3nyu5u1nya serta menepuk-nepuk pelan tubuhnya.


Tempat yang nyaman, ranjang yang empuk, membuat mata Aurora tidak sengaja lama-kelamaan terpejam juga sambil m3nyu5u1 baby Wilson.


Di dalam tidurnya, Aurora seperti melihat seorang laki-laki, tapi wajahnya tidak bisa dia lihat sama sekali, sebab ada cahaya yang sangat menyilaukan mata.


" Siapa kamu!! ," kata Aurora di dalam mimpinya.


Seseorang itu terus berjalan mendekati Aurora, namun Aurora yang ketakutan malah memundurkan langkah kakinya, sambil menutupi matanya dari cahaya silau tersebut.

__ADS_1


" Siapa kamu,!! jangan mendekat,!! pergi!! ," kata Aurora, dan orang tersebut langsung menghentikan langkah kakinya, ketika hampir saja sampai di depan Aurora.


Dan tiba-tiba Aurora langsung terbangun dari tidurnya, dengan kepala yang benar-benar terasa sangat pusing sekali.


" Aaarggghhh kepalaku, sakit sekali ," kata Aurora sambil m3r3m45 rambut kepalanya.


Aurora langsung beranjak turun dari atas ranjang, untuk ke luar dari dalam kamar dan meminta bantuan kepada Enzo.


" Daddy ," panggil Aurora sambil merintih kesakitan.


Enzo yang sedang berbicara serius dengan Arvon, merasa terkejut mendengar panggilan dari Aurora, dan tambah terkejut lagi ketika Aurora terlihat sedang kesakitan.


" Mommy!!! ," teriak Enzo.


Enzo tentu saja bergegas mendekati Aurora, dan membawanya ke dalam pelukannya.


" Mommy kenapa Mommy?? ," tanya Enzo.


" Kepala Mommy sakit sekali ," kata Aurora dan lalu gelaplah sudah, karena Aurora langsung pingsan di dalam pelukannya Enzo.


" Arvooonn,!! cepat kamu hubungi Martin untuk segera datang ke sini!! ," perintah Enzo kepada Arvon.


" Baik Tuan ," jawab Arvon.


Arvon langsung segera menghubungi Martin menggunakan ponsel pribadinya, dan Enzo langsung membawa Aurora masuk kembali ke dalam kamarnya dan menidurkannya di sebelah baby Wilson yang masih terlelap tidur.


" Kamu kenapa Mommy?? ," kata Enzo merasa sangat khawatir sekali.


" Tuan, Dokter Martin sebentar lagi akan datang, dia sudah perjalanan ke sini ," lapor Arvon kepada Enzo.


Enzo hanya diam saja, dan dia terus berusaha menyadarkan Aurora sambil mencoba mengusap telapak tangannya.


" Kamu di sini saja bantu saya untuk mengurus Wilson, dan kamu katakan kepada Gere atau Arnel untuk mengurus Perusahaan dulu, dan katakan kepada mereka, jika saya sedang tidak bisa diganggu ," kata Enzo.


" Baik Tuan Enzo ," jawab Arvon.


Arvon berlalu sejenak dari dalam kamar untuk menyampaikan perintah dari Enzo tadi kepada Gere dan Arnel.


Gere dan Arnel sendiri adalah sekretaris ke dua dan ke tiganya Enzo, dan setelah menyampaikan perintah tersebut, Arvon langsung kembali lagi ke dalam kamar untuk menjaga baby Wilson yang masih tidur.


Sambil menunggu Martin datang, Enzo terus berdoa di dalam hatinya supaya Aurora tidak kenapa-kenapa, dan Enzo menyalahkan dirinya sendiri, sebab sudah mengajak Aurora ke kantor serta mengenalkannya kepada semua karyawannya.


Enzo berpikir, jika karena itulah Aurora menjadi kecapekan hingga membuatnya pingsan tiba-tiba seperti ini.

__ADS_1


...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...


...***TBC***...


__ADS_2