
Enzo yang melihat kedatangan sang Mama, dia sudah mengantisipasi dengan berkata sesuatu kepada sang Mama terlebih dahulu, sebelum Mama Azura sampai di depan Aurora.
" Jika kedatangan Mama ingin marah-marah kepada Aurora, lebih baik, Mama pulang saja ," kata Enzo.
Mama Azura tidak peduli, dia terus melangkah dan melangkah, hingga akhirnya sampai di depannya Aurora.
Mama Azura menatap lekat ke arah Aurora, hingga membuat Aurora merasa risih dan menunduk ketakutan.
" Mama!! ," tegur Enzo lagi.
Tapi Mama Azura masih tidak mempedulikan Enzo seperti tadi, dia terus menatap Aurora dengan tatapan yang tidak bisa diartikan oleh Enzo.
Enzo berusaha untuk bangun dari rebahannya, tapi sulit, sebab di sekujur tubuhnya masih terasa sakit dan nyeri.
" Ayah!! ," ucap Enzo.
" Cepat ajak Mama pulang!! ," kata Enzo lagi, dan tiba-tiba.....
Mama Azura memeluk Aurora hingga membuat Aurora terkejut, begitupula dengan Enzo.
Tadi sebelum masuk ke dalam, Ayah Pippin sudah menasihati sang istri untuk mau memaafkan semua kesalahan Aurora dan menyuruhnya untuk meminta maaf juga kepadanya.
Kimberly masih mendengarkan, dia tidak berani ikut campur dengan urusan Ayah Pippin bersama Mama Azura, jadi yang dia lakukan cuma diam saja.
Akhirnya Ayah Pippin mengijinkan masuk Mama Azura, setelah puas menceramahi sang istri.
Mama Azura berjanji akan merubah sikapnya terhadap Aurora. Dan di sinilah mereka semua, Mama Azura sedang memeluk Aurora dengan erat.
" Maafkan Mama, yang kemarin bersikap kasar begitu kepadamu ," kata Mama Azura.
" I-iya Ma, Aurora mengerti ," jawab Aurora.
" Mama tidak bermaksud .... ," ucapan Mama Azura terhenti, karena Aurora.
" Aurora mengerti ko Ma ," sela Aurora.
" Jika Aurora ada di posisi Mama, pasti Aurora akan bersikap seperti itu juga, atau mungkin lebih parah lagi ," kata Aurora lagi.
" Maafkan Aurora juga ya Ma, maafkan sikap Aurora yang tidak bisa dewasa sama sekali dalam menyikapi setiap masalah yang terjadi selama ini ," ucap Aurora untuk kesekian.
" Iya ," jawab Mama Azura sambil tersenyum manis.
Setelah itu, Mama Azura mengalihkan pandangannya ke arah Enzo.
" Demi kamu, Mama rela melakukan apapun untuk kebahagiaanmu Nak, walau nyawa Mama sebagai taruhannya ," kata Mama Azura.
" Maafkan Mama yang sudah bersikap buruk kemarin, maafkan Mama, Enzo ," kata Mama Azura lagi.
" Mama ," ucap Enzo dengan mata berkaca-kaca.
__ADS_1
Mama Azura lalu mencium kening Enzo sambil tersenyum manis.
" Mama merestui pernikahan kalian, semoga langgeng sampai maut yang memisahkan ," kata Mama Azura.
" Terimakasih Ma, terimakasih ," kata Enzo.
" Iya sama-sama ," jawab Mama Azura.
Setelahnya, mereka semua berbincang bersama-sama. Dan Enzo juga banyak bertanya kepada Kimberly, tentang ini serta itu, karena dia bisa membawa Aurora kembali pulang bersamanya.
Setelah berhari-hari berada di rumah sakit, akhirnya, Enzo diijinkan pulang ke rumah oleh Dokter, walau untuk sementara waktu dia harus memakai kursi roda.
Aurora masih senantiasa menemani Enzo, dan merawat Enzo dengan sekuat tenaga yang dimilikinya.
Sesampainya di rumah, dengan perlahan, Aurora membantu Enzo untuk berpindah tempat menuju ke ranjang.
Di dalam kamar juga sudah disediakan sebuah tongkat, untuk Enzo berlatih berjalan seperti semula.
Perhatian Aurora yang besar, serta semangat tinggi dari Enzo untuk bisa segera sembuh, dan dirinya juga sudah tidak sabar ingin bisa kembali pulih seperti sedia kala. Akhirnya, cuma dalam waktu satu bulan setengah saja, Enzo sudah lancar berjalan, dan beraktifitas seperti semula.
Semua orang senang melihat Enzo sudah kembali sehat, dan Aurora pun semakin bahagia, sebab Enzo semakin memanjakannya, seperti sekarang saja contohnya.
Semenjak Enzo sudah bisa berjalan lagi, Aurora selalu dilarang untuk melakukan ini dan itu oleh Enzo, seperti merawat baby Wilson, sebab kehamilan Aurora tinggal menghitung hari saja untuk segera melahirkan.
Aurora tersenyum bahagia, karena apa yang dikatakan oleh semua orang benar adanya, jika Enzo begitu menyayangi Wilson, walau dia bukan darah dagingnya.
Serta sekarang Aurora tahu, kenapa baby Wilson terus mengatakan kata Daddy, dibandingkan Mommy, karena baby Wilson begitu dekat dengan Enzo, dibandingkan dengan dirinya, sebab dirinya terhalang oleh kehamilan yang membuatnya susah beraktifitas.
Kelahiran si twins sudah ditunggu-tunggu oleh Enzo, karena dia sudah tidak sabar ingin melihat buah hatinya lahir ke dunia ini.
Harapan Enzo ternyata didengar oleh Tuhan. Ketika tengah malam, di saat jam sudah menunjukkan pukul dua belas malam, Aurora yang sudah tertidur dengan nyenyak, tiba-tiba merasakan rasa sakit di perutnya, dan hal itu membuat Enzo yang tidur di sebelahnya, menjadi terganggu mendengar suara rintihannya Aurora.
" Mommy,!! Mommy kenapa?? ," tanya Enzo sambil menyalakan lampu kamar.
" Perut Mommy sakit Daddy ," jawab Aurora sambil merintih menahan rasa sakit.
" Jangan-jangan,!! Mommy mau melahirkan!! ," kata Enzo sambil bergegas bangun.
" Aaarrghh,!! sakit Daddy!! ," kata Aurora lagi sambil memegangi perutnya.
" Aduh,!! bagaimana ini?? ," Enzo kebingungan sendiri.
Enzo langsung melompat turun dari atas ranjang untuk memberitahukan kepada ke dua orang tuanya.
" Mama,!! Ayah!! ," teriak Enzo dari lantai atas.
Mama Azura dan Ayah Pippin tentu saja tidak mendengar panggilan dari Enzo, sebab mereka sudah tertidur dengan nyenyak.
Beberapa asisten rumah tangga, dan anak buah yang berjaga malam, tidak sengaja mendengar teriakannya Enzo, dan mereka langsung bergegas menuju ke dalam kamar Enzo.
__ADS_1
" Ada apa Tuan, kenapa anda berteriak malam-malam begini,? apa sedang terjadi sesuatu?? ," tanya salah satu anak buah.
" Kalian jaga anak saya, istri saya mau melahirkan, dan segera beritahu Mama sama Ayah ," jawab Enzo dengan segera.
" Baik Tuan ," jawab serempak dari para pekerja.
Enzo langsung masuk kembali ke dalam kamar dan diikuti oleh beberapa anak buah, untuk melihat baby Wilson yang masih tertidur dengan nyenyak.
Enzo langsung membawa Aurora untuk masuk ke dalam mobil bersama salah satu anak buahnya. Dan Enzo menyuruh anak buahnya bergegas membawa Aurora ke rumah sakit, tanpa menunggu ke dua orang tuanya bangun terlebih dahulu.
Sedangkan beberapa asisten rumah tangga, langsung membangunkan dan melapor kepada Ayah Pippin dan juga Mama Azura.
" Ada apa malam-malam begini kalian mengetuk pintu kamar saya?? ," tanya Mama Azura.
" Nyonya Azura, Nyonya Aurora mau melahirkan sekarang ," jawab salah satu asisten.
" Apa!! ," Mama Azura sangat terkejut sekali, dan dia langsung membangunkan sang suami yang sedang tertidur nyenyak di bawah selimut yang nyaman.
" Ada apa sih Ma,? Ayah masih mengantuk, ini juga masih malam ," kata Ayah Pippin.
" Ayah, Aurora mau melahirkan saat ini,!! cepat bangun ," ucap Mama Azura.
" Apa!! ," teriak Ayah Pippin.
" Aurora mau melahirkan?? ," kata Ayah Pippin.
" Iya, cepat Ayo bantu Enzo membawa Aurora ke rumah sakit Yah ," ucap Mama Azura.
" Baik-baik Ma ," jawab Ayah Pippin.
Ayah Pippin langsung beranjak turun dari atas ranjang, dan setelah memakai jaket lalu mengambil dompet serta ponselnya, Ayah Pippin langsung segera ke luar dari dalam kamar untuk melihat keadaannya Aurora.
" Lho,!! kenapa kalian ada di sini?? ," tanya Ayah Pippin kepada beberapa anak buah yang berjaga di depan kamar Enzo.
" Kami ditugaskan untuk menunggu Tuan Muda Wilson, Tuan ," jawab salah satu anak buah.
" Lalu di mana Enzo dan Aurora?? ," tanya Ayah Pippin lagi.
" Tuan Enzo sudah membawa Nyonya Aurora ke rumah sakit Tuan ," jawab sang anak buah lagi.
" Rumah sakit mana?? ," tanya Ayah Pippin.
Sang anak buah langsung menyebutkan nama rumah sakit tempat Enzo membawa Aurora malam-malam begini.
" Baiklah, saya akan segera ke sana, dan kalian beritahu istri saya untuk menemani Wilson tidur malam ini ," kata Ayah Pippin.
" Baik Tuan Pippin ," jawab serempak dari para anak buah.
Ayah Pippin langsung bergegas menyusul Enzo ke rumah sakit, sedangkan Mama Azura langsung menemani baby Wilson untuk tidur malam ini seperti perintah dari Ayah Pippin.
__ADS_1
...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...
...***TBC***...