AURORA

AURORA
KABAR BAHAGIA


__ADS_3

Hari-hari telah berlalu dan tidak terasa sudah berjalan sekitar tiga bulan lamanya.


Max masih sibuk mengumpulkan bukti-bukti tentang kebohongan Jeanne, sedikit banyak Max sudah mengantongi berbagai bukti yang di dapatkan oleh para anak buahnya dan Max akan membongkar semua bukti tersebut, jika Jeanne sangat keterlaluan sekali, begitupula dengan Jeanne sendiri yang semakin dekat dengan Freed dan hubungan mereka sudah sangat melewati batas.


Max akan menggunakan semua bukti yang di dapat, untuk memberikan pelajaran kepada Jeanne dan juga sang Mama.


Max yang dulu sudah merasa marah dengan sikap sang Mama, semakin marah saja dengan sikap Mama Siljie yang terlalu memanjakan Jeanne, membuat dendam dan amarah yang ada di dalam diri Max semakin menumpuk saja, dan bisa meledak kapan saja.


Meninggalkan Max, kita beralih ke Arny yang semakin leluasa memandang Linnea kapan saja yang dia mau dari CCTV yang tersembunyi.


Tapi sayang, sejauh ini Linnea masih belum menunjukkan respon sama sekali dengan semua perhatian yang Arny berikan kepadanya.


Yang Linnea lakukan cuma bekerja dengan profesional tanpa mempedulikan sikap Arny yang sedikit berlebihan kepadanya.


Sudah bekerja dengan Arny selama tiga bulan lamanya, sedikit banyak Linnea sudah mengetahui bagaimana karakter dari Arny.


Begitu juga dengan Enzo dan Ayah Pippin yang terkadang datang berkunjung untuk menemui Arny.


Jika Enzo datang menemui Arny, Linnea sangat rapat sekali menutup mulutnya, sebab dia tidak mau sampai keceplosan berbicara tentang di mana tempat persembunyian dari Aurora.


Tiga bulan gaji yang di dapat oleh Linnea, membuat Linnea cepat mempunyai uang yang banyak, bahkan sekarang dia tidak mengontrak lagi, namun sudah membeli sebuah apartemen yang masih dia cicil sampai sekarang.


Mama Paulita dan Ayah Bogy sangat senang sekali dengan pekerjaan Linnea yang menjadi seorang sekretaris di Perusahaan Diedrich.


Dan Mama Paulita serta Ayah Bogy sudah pernah berkunjung ke apartemen milik Linnea.


Arny yang melihat kemajuan Linnea sekarang berkat bekerja dengannya, dia juga merasa senang, dan Arny sengaja belum mengunjungi Linnea di apartemennya, sebab Arny masih ingin memberikan privasi kepada Linnea.


Meninggalkan mereka semua, kita beralih ke Enzo.


Sungguh malang sekali nasib Enzo, karena selama berbulan-bulan lamanya, dia belum bisa menemukan Aurora.


Entah apa yang dirasakan oleh Enzo itu cinta atau obsesi, karena Enzo sampai sekarang tidak pantang menyerah sama sekali untuk mencari keberadaannya Aurora.


Kemarin Enzo yang terbayang-bayang wajah Aurora, dia mengira wanita yang ada di seberang jalan adalah Aurora.


Ketika Enzo ingin mendekati wanita tersebut, dia yang terburu-buru menyebrang jalan, tidak sengaja tertabrak taksi yang sedang lewat.


Semua anak buah yang ada di situ langsung menyelamatkan Enzo, dan lalu membawanya ke rumah sakit milik Martin.


Tidak lupa beberapa anak buah memberikan bogem mentah kepada sang sopir taksi, karena dia sudah menabrak sang majikan.


Sangat kasihan sekali sopir taksi tersebut, sebab dia tidak bersalah, tapi dia juga yang terkena masalah, begitulah sistem orang-orang yang berkuasa.


Akibat insiden itu, Enzo harus mengalami terkilir di bagian kakinya dan sedikit sesak nafas karena benturan yang cukup keras di bagian dadanya.


Saat ini saja, Enzo masih di rawat di rumah sakit, namun keadaannya sudah mulai membaik, walau berjalannya harus menggunakan tongkat untuk sementara waktu.


" Kenapa kamu sangat terobsesi dengan gadis itu Enzo, hingga membuat dirimu sendiri terluka seperti ini?? ," kata Martin yang sedang menemui Enzo.


" Aku tidak terobsesi, aku cuma memperjuangkan cintaku!! ," jawab Enzo.


" Bagaimana jika gadis itu sudah bahagia dengan laki-laki lain Enzo,?? apa kamu masih tetap ingin memperjuangkannya?? ," tanya Martin.


" Aku akan memisahkan mereka berdua, karena Aurora hanya milikku saja!! ," jawab Enzo tetap kekeh dengan pendiriannya.


Martin langsung menggelengkan kepalanya mendengar jawaban dari sang sahabat.


" Itu obsesi namanya Enzo, jika kamu mencintai dia, kamu akan tetap membiarkan dia bahagia, walau tidak hidup dengan kamu sekalipun ," nasihat Martin.


Enzo hanya diam saja, tidak mempedulikan perkataan dari sang sahabat.


" Terserah kamu saja Enzo, aku harap kamu bisa segera menemukan gadis itu ," kata Martin lagi.


" Aku ke sini cuma ingin menyampaikan kepadamu, jika besok kamu sudah boleh pulang ," kata Martin kepada Enzo.


Martin ingin melanjutkan lagi perkataannya kepada Enzo, namun tiba-tiba pandangannya teralihkan ke arah orang yang baru saja masuk ke dalam ruang perawatan Enzo, dan orang itu adalah Ayah Pippin dan Mama Azura.


" Om, Tante ," sapa Martin.


" Eh ada Nak Martin, mau memeriksa keadaannya Enzo ya?? ," tanya Mama Azura kepada Martin.


" Tidak Tante, Martin cuma ingin menyampaikan jika Enzo sudah saya perbolehkan pulang ," jawab Martin sambil tersenyum.


" Wah bagus, kabar yang sangat bagus sekali itu, terimakasih Nak Martin ," kata Mama Azura terlihat sangat senang sekali.


" Kalau begitu Martin pamit undur diri dulu Om, Tante, karena Martin masih ada pekerjaan yang lainnya lagi ," pamit Martin kepada Ayah Pippin dan Mama Azura.


Mama Azura dan Ayah Pippin hanya mengangguk saja sambil tersenyum kepada Martin.


Meninggalkan Enzo yang sedang terpuruk, kita beralih ke Aurora yuk readers.

__ADS_1


Aurora yang merasa aneh dengan tubuhnya sejak kemarin, dia memutuskan untuk membeli sesuatu di apotek dekat rumahnya.


Ketika ke luar rumah, Aurora selalu memakai pakaian yang tertutup termasuk memakai masker sekalipun, jadi membuatnya sedikit susah dikenali oleh semua orang.


Barang yang dibutuhkan sudah Aurora dapatkan, sekarang Aurora ingin mencoba menggunakan barang tersebut, dan barang yang dibeli oleh Aurora adalah sebuah testpack.


Mempunyai suami seorang Dokter Kandungan, membuat Aurora mengetahui banyak hal yang selama ini tidak dia ketahui.


Dickie terkadang mengajari Aurora tentang banyak hal yang berhubungan dengan baby dan wanita hamil.


Jadi ketika Aurora merasa aneh dengan tubuhnya sejak kemarin, dia langsung ingin mengeceknya menggunakan testpack yang sudah dibelinya.


Aurora merasa sangat senang sekali ketika sudah melihat hasil dari tesnya, dan Aurora yang sudah tidak sabar ingin memberitahukan hal tersebut kepada Dickie, dia langsung ke luar dari dalam kamar mandi, namun sebelum itu, Aurora mencari sebuah kertas dan juga bolpoin terlebih dahulu.


Di atas kertas tersebut, Aurora menuliskan dua buah kalimat yang ditujukan untuk sang suami.


Tulisan yang dibuat sudah siap, membuat Aurora langsung mencoba membangunkan Dickie yang masih tertidur lelap di atas ranjang.


" Dickie, bangun ," kata Aurora.


" Dickie, ayolah bangun ," kata Aurora lagi sambil menarik hidung mancung sang suami.


" Enggh, ada apa Aurora ," jawab Dickie dengan berusaha membuka matanya.


" Ini aku punya sesuatu untuk kamu ," kata Aurora memberikan kertas tadi.


" Apa itu?? ," tanya Dickie sambil berusaha duduk.


" Bacalah sendiri ," jawab Aurora sambil tersenyum.


" Helo Papa ," kalimat yang ada di atas kertas tersebut.


" Papa?? ," kata Dickie sedikit kebingungan.


Aurora langsung mengangguk serta tersenyum dan lalu memberikan testpack nya tadi kepada Dickie.


Dickie yang melihat Aurora memberikan sebuah testpack kepadanya, dia sudah tidak sabar ingin segera melihat hasilnya, dan hasil dari testpack tersebut membuat tangan Dickie sedikit gemetaran.


" Kamu hamil sayang, kamu hamil?? ," kata Dickie dengan mata yang berbinar senang.


" Iya, aku hamil, ini anak kita sayang ," jawab Aurora.


" Aaah Dickie geli, air liurmu menempel semua di wajahku ," kata Aurora sambil menahan suara tawanya.


" Aku bahagia sekali Aurora, sangat bahagia ," jawab Dickie sambil tersenyum.


" Kita harus segera periksa ke klinik, nanti jika aku berangkat bekerja, kamu harus ikut denganku ya, karena aku ingin memeriksa calon baby ku sendiri ," kata Dickie kepada Aurora.


" Baiklah Pak Dokter ," jawab Aurora.


" Mulai sekarang kamu tidak boleh membersihkan rumah ini sendirian, aku akan menyewa pembantu untuk membersihkan rumah ini, dan akan pulang di waktu sore hari, ok sayang ," kata Dickie kepada Aurora.


" Terserah kamu saja ," jawab Aurora.


Dickie lalu memeluk Aurora lagi dengan sangat erat sekali, dan rasanya pagi itu adalah pagi yang sangat indah sekali bagi Dickie, karena akan menyambut buah hati mereka yang pertama.


Seperti perkataan dari Dickie tadi, ketika dia berangkat ke klinik, dia juga akan mengajak Aurora.


Sesampainya di klinik tempatnya bekerja, Aurora langsung periksa oleh Dickie untuk pertama kalinya.


Senyum Dickie terus mengembang dengan sempurna, ketika melihat ada benih kecil di dalam rahim sang istri.


Begitupula dengan Aurora, dia juga begitu sangat bahagia sekali dengan kehamilan ke duanya saat ini.


Walau masih ada rasa takut di dalam hatinya, karena dulu pernah keguguran, akan tetapi semua pikiran buruk itu Aurora lawan sekuat tenaga, supaya tidak meracuni otaknya.


" Anak kita sayang, dia calon baby kita ," kata Dickie sambil melihat ke layar USG.


" Iya ," jawab Aurora sambil tersenyum.


" Nanti aku akan memberikanmu vitamin yang bagus untuk menunjang kehamilanmu ini sayang ," kata Dickie sambil membersihkan gel yang ada di perut Aurora.


" Lalu apakah aku akan menunggu kamu di sini sampai kamu pulang bekerja Dickie?? ," tanya Aurora.


" Tidak,!! tidak mungkin aku membiarkanmu kecapekan menungguku di sini, aku akan mengantarkanmu pulang sebentar sayang, lalu aku akan kembali ke sini lagi ," jawab Dickie.


" Baiklah, ayo antarkan aku pulang sekarang, mumpung pasien kamu belum pada berdatangan ," kata Aurora.


" Siap Bu Dokter ," jawab Dickie menggoda Aurora.


Aurora yang gemas dengan Dickie, dia langsung memukul pelan pundak sang suami, dan Dickie sendiri tidak marah, tapi langsung tertawa dengan bahagia sekali.

__ADS_1


Akhirnya, Dickie pun mengantarkan Aurora pulang terlebih dahulu ke rumah, setelah itu Dickie akan kembali lagi ke klinik.


Sesampainya di klinik, Dickie langsung mendapatkan ucapan selamat dari para perawat, staf klinik dan Dokter yang lainnya.


Mereka semua sudah pada mengetahui, jika Dokter kandungan nan tampan dan manis sudah mempunyai seorang istri yang bernama Aurora.


Selama mengerjakan pekerjaannya, mood Dickie benar-benar sangat baik sekali, dia yang sudah ramah semakin tambah ramah serta semakin humble dengan para pasiennya.


" Dokter sangat ramah sekali, besok lain kali saya akan terus datang ke sini untuk kontrol sama Dokter ," kata salah satu wanita hamil kepada Dickie.


" Nyonya bisa saja, ini semua karena istri saya juga sedang hamil ," jawab Dickie sambil tersenyum.


" Waaah selamat Dokter, saya kira anda belum mempunyai istri, wajah anda terlihat masih sangat muda sekali, iya kan Pa ," kata wanita hamil itu kepada Dickie dan suaminya.


Sang suami langsung mengiyakan perkataan dari sang istri, sedang Dickie langsung tersenyum malu dan juga senang dipuji begitu.


" Kalau begitu saya permisi dulu ya Dokter ," pamit wanita hamil itu kepada Dickie.


" Iya Nyonya, hati-hati, semoga sampai di rumah dengan selamat ," jawab Dickie sangat super ramah sekali.


Dickie benar-benar berbeda hari itu, karena kabar kehamilannya Aurora, begitupun dengan Aurora yang setelah sampai rumah, dia langsung mencoba mengaca di depan cermin untuk melihat bentuk perutnya.


" Kira-kira kalau perutku sudah besar bagaimana ya bentuknya, aaah aku jadi sudah tidak sabar ingin melihatnya ," kata Aurora berbicara sendiri.


" Tumbuh yang sehat ya sayang di dalam sana, Mama sudah sangat menantikanmu hadir di dunia ini ," kata Aurora sambil mengusap lembut perutnya.


Menurut prediksi dari Dickie, jika Aurora sudah hamil sekitar dua bulan lamanya, jadi tinggal kurang lebih tujuh bulan lagi untuk Aurora melahirkan baby mereka.


" Sekarang Mama merasa lapar, kita makan apa ya enaknya ," kata Aurora sambil berpikir.


" Emm, tidak tahu, kita ke dapur dulu yuk sayang ," kata Aurora lagi seolah-olah dia berbicara dengan babynya.


Aurora lalu berjalan ke arah dapur, dan sesampainya di dapur, dia langsung membuka kulkasnya untuk melihat ada makanan apa saja yang bisa dia makan.


Melihat ada puding sisa tadi pagi, dan juga beberapa buah segar, Aurora langsung memakan semua.


Masih terasa lapar, Aurora ingin membuat mie instan, akan tetapi Aurora teringat perkataan dari Dickie, jika wanita hamil lebih baik menghindari yang namanya makanan instan.


" Mama masih lapar sayang, kita makan apa, Mama mau masak tapi tidak di perbolehkan sama Papa, tapi asisten rumah tangganya datangnya besok, huft ," kata Aurora.


" Biar sajalah Mama mau masak, yang penting jangan capek-capek, bantu Mama ya sayang jangan rewel di dalam sana ," kata Aurora lagi.


Aurora langsung saja menyiapkan semua bahan-bahan untuk membuat masakan yang ingin di makannya.


Cuma sekitar dua puluh lima menit saja masakannya Aurora sudah jadi, dan dia langsung saja menghidangkan masakannya itu ke atas meja.


Di saat Aurora sedang menikmati masakannya, ponsel miliknya berdering dengan sangat kencang sekali.


Ternyata itu sambungan video call dari Dickie untuk melihat Aurora semoga baik-baik saja, sungguh sangat perhatian sekali si Dickie.


Walau Aurora mempunyai ponsel, tetap saja Enzo tidak bisa melacaknya, sebab Aurora sudah berganti nomor telepon, dan dia menggunakan kartu yang baru atas nama Dickie.


Semua yang Aurora miliki atas nama Dickie, itulah yang membuat Aurora sampai sekarang belum bisa ditemukan oleh Enzo.


Aurora yang sudah mengangkat sambungan video callnya, dia langsung saja mendengar suara sang suami.


" Halo sayang, kamu sedang makan ya,?? makan apa?? ",, kata Dickie.


" Makan ini masakan yang baru saja aku masak ," jawab Aurora sambil menikmati makanannya.


" Lho ko kamu memasak sayang, nanti kalau kecapekan bagaimana, kan aku sudah menyuruhmu untuk jangan memasak lagi ," kata Dickie.


" Habisnya aku lapar Dickie, di dalam kulkas sudah aku makan, tapi perutku masih belum merasa kenyang ," jawab Aurora.


" Anak Papa sepertinya doyan makan, itu bagus sih, ya sudah makan yang banyak, nanti pulang bekerja aku akan membelikan makanan yang banyak untuk kamu ," kata Dickie.


" Dan mulai besok jangan memasak lagi ya, biar para asisten saja yang akan mengerjakan pekerjaan rumah, ok sayang ," kata Dickie lagi.


" Ok suamiku ," jawab Aurora.


" Baiklah, nanti setelah makan tidur ya, jangan lupa di minum tadi vitaminnya, supaya si dedek semakin sehat, i love you ," kata Dickie.


" Siap Pak Dokter, i love you too ," jawab Aurora.


Akhirnya, sambungan video call mereka terputus juga.


Aurora merasa sangat senang sekali, karena Dickie terlihat semakin perhatian sekali kepadanya, dan Aurora berdoa, semoga tidak ada pihak ke tiga yang akan merusak hubungannya, walau hatinya merasa tidak yakin.


...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2