
Wanita itu langsung mengambil ponsel milik Kimberly untuk melihat foto orang yang ada di dalamnya.
" Apakah benar laki-laki itu yang anda maksud Nyonya?? ," tanya Kimberly.
" Sebentar Nona, saya coba mengingatnya dulu ," jawab wanita tersebut.
Karena dia sudah cukup berumur, dan daya ingatannya sudah mulai memudar, wanita itu sangat lama sekali mengingat-ingat wajah Enzo.
Bahkan Kimberly saja sampai dibuat sedikit tidak sabar dengan sang ibu yang sedang mengingat-ingat wajah Enzo.
" Bagaimana Nyonya, apakah anda sudah bisa mengingatnya?? ," tanya Kimberly.
Namun wanita tua itu hanya diam saja, sambil terus memandangi fotonya Enzo. Dan sekitar sepuluh menit kemudian, akhirnya wanita tersebut teringat juga dengan wajah laki-laki yang dulu pernah berbicara dengannya.
" Benar Nona, iya laki-laki ini yang dulu pernah berkata kepada saya ," jawab wanita itu kepada Kimberly.
Kimberly sedikit syok mendengar kenyataan tersebut, dan semakin syok saja ketika teringat jika Aurora sedang hamil saat ini.
" Emm, terimakasih Nyonya atas informasinya ," kata Kimberly dengan ramah.
" Sama-sama Nona ," jawab wanita itu sambil tersenyum.
" Kalau begitu saya permisi dulu ," pamit sang wanita, namun langsung saja dicegah oleh Kimberly.
Kimberly lalu berjalan ke arah mobilnya untuk mengambil beberapa lembar uang yang ada di dalam tasnya, untuk dia berikan kepada wanita tersebut.
" Eh, tidak perlu Nona, terimakasih ," tolak wanita itu.
" Tidak apa-apa Nyonya, terima saja, anda jangan menolaknya, mungkin ini memang rejeki anda hari ini ," kata Kimberly memaksa.
" Ya Tuhan ini sangat banyak sekali ," kata sang wanita.
" Tidak apa-apa ," jawab Kimberly sambil tersenyum.
" Terimakasih Nona, terimakasih banyak ," jawab wanita itu sangat senang sekali.
" Sama-sama ," jawab Kimberly.
Wanita itu langsung berlalu pergi dari hadapan Kimberly dengan perasaan senang sekali, karena tidak menyangka bisa mendapatkan rejeki yang tidak terduga hari ini.
Sedangkan Kimberly, langsung berlalu pergi juga dari depan rumah Dickie untuk menyelidiki informasi yang selanjutnya.
Meninggalkan Kimberly, kita beralih kepada Martin yang sedang ditugaskan oleh Enzo untuk menyelidiki Kimberly.
" Tuan, saat ini Nona Kimberly sedang pergi dan belum pulang ke rumahnya sejak kemarin Tuan ," lapor anak buah Martin melalui sambungan telepon.
" Kalian tunggulah di situ dulu, sampai dia kembali, dan jika dia sudah kembali, kalian segera kabari saya ," jawab Martin.
__ADS_1
" Baik Tuan ," jawab sang anak buah, dan lalu sambungan telepon mereka terputus.
Selesai menerima telepon dari anak buahnya, Martin langsung saja melanjutkan lagi pekerjaannya sebagai pimpinan rumah sakit besar.
Sedang kita beralih ke Enzo, dia saat ini sudah mulai sedikit tenang pikirannya, karena masalah Kimberly sudah dia serahkan kepada sang sahabat.
Enzo yakin, jika Martin pasti tidak akan mengecewakannya, dan Enzo sendiri juga tidak akan segan mengeluarkan uang berapapun untuk kinerja Martin.
Sekarang yang menjadi permasalahannya, Enzo semakin overprotektif kepada Aurora, sebab dia tidak mau jika Aurora sampai bertemu dengan Kimberly.
Dan kembali ke Kimberly lagi, setelah dia dari rumah Dickie, Kimberly langsung memutuskan check out dari hotel dan lalu kembali pulang ke rumahnya sendiri.
Perjalanan yang dia tempuh sangat jauh sekali, namun setidaknya perjalanan kali ini tidak malam hari seperti kemarin, jadi ketika Kimberly sampai di rumah mewahnya, waktu baru menunjukkan sore hari.
Para anak buah Martin yang melihat ada mobil mewah masuk ke dalam rumah, mereka semua langsung saja melaporkannya kepada Martin.
Kebetulan juga, Martin sedang berada diperjalanan menuju ke rumahnya setelah selesai bekerja, jadi ketika mendapatkan laporan dari para anak buahnya, dia langsung putar arah menuju ke rumah Kimberly.
Sekitar beberapa menit diperjalanan, akhirnya Martin sampai juga di depan pintu gerbang yang dari penampakannya tidak asing di matanya.
" Rasanya aku tidak asing dengan rumah ini ," kata Martin.
Martin lalu mencoba menekan klakson mobilnya supaya para penjaga pintu gerbang ke luar dan menemuinya.
" Maaf, anda siapa Tuan,? ada perlu apa anda kemari?? ," tanya para penjaga pintu gerbang.
Tanpa pikir panjang dan merasa curiga sama sekali, para penjaga pintu gerbang itu langsung membukakan pintu gerbangnya dan mengijinkan Martin masuk.
" Rumahnya seperti pernah ku datangi ," kata Martin lagi.
Martin yang sudah memarkirkan mobilnya, langsung ke luar dari dalam mobil dan lalu masuk ke dalam rumah.
Baru masuk ke ruang tamu, ruang tamu itu benar-benar sangat tidak asing sekali di mata Martin.
" Bibi, di mana Kimberly?? ," tanya Martin kepada asisten rumah tangga yang menyambut kedatangannya.
" Nona Kimberly ada di dalam kamarnya Tuan ," jawab dari sang asisten rumah tangga.
" Di mana kamarnya?? ," tanya Martin.
" Ada di lantai dua, pintu yang ada stiker gambar bunganya Tuan ," jawab sang asisten lagi.
" Saya akan ke sana, dan jangan ada yang berani menggangu kami, kamu mengerti!! ," kata Martin.
" Mengerti Tuan ," jawab sang asisten lagi.
Martin lalu berjalan menaiki tangga dan mencari pintu kamar, seperti yang tadi sudah di kasih tahu oleh asisten rumah tangga.
__ADS_1
Setelah menemukan pintu berstiker gambar bunga, dengan perlahan, Martin pun membuka pintunya yang ternyata tidak kunci dari dalam.
Ketika Martin masuk ke dalam kamar, dia tidak menemukan Kimberly sama sekali, karena Kimberly sedang mandi.
Alhasil Martin memilih menunggu saja sambil duduk di sofa yang ada di situ.
Tidak lama, Kimberly pun selesai mandi hanya menggunakan handuk yang dililitkan ditubuhnya.
Sambil menyanyikan lagu kesukaannya, Kimberly belum menyadari, jika ada seseorang yang daritadi memperhatikannya.
" Suara anda ternyata bagus juga ," kata Martin dan langsung membuat Kimberly sangat terkejut sekali.
Kimberly mencari sumber suara, dan ketika sudah melihat Martin, dia langsung melotot kan matanya.
" Siapa anda!! ," kata Kimberly.
" Kenapa anda bisa masuk ke dalam kamar saya hah!! ," kata Kimberly lagi.
Martin lalu beranjak berdiri dari duduknya untuk berjalan mendekati Kimberly.
Semakin dekat, mata Martin seperti mengenali wajah wanita yang ada di depannya.
Begitupula dengan Kimberly, yang merasa tidak asing dengan laki-laki yang sudah berani masuk ke dalam kamarnya.
Satu ..... dua ..... tiga ......
Kimberly dan Martin langsung saling menunjuk sambil mengatakan hal yang sama.
" Anda!! ," kata Martin dan Kimberly secara bersama.
" Anda laki-laki yang sudah menabrak saya dan mengotori gaun mahal saya kemarin kan??!! ," kata Kimberly.
" Jadi anda Nona itu?? ," tanya Martin.
Yaps, ternyata Kimberly adalah wanita yang sudah pernah ditabrak oleh Martin dan juga pernah bertabrakan dengannya kemarin, ketika menghadiri pernikahan Arny dan Linnea.
Martin langsung menyeringai ketika sekarang sudah tahu, siapakah wanita yang menjadi musuh Enzo.
Martin lalu melanjutkan langkah kakinya dan hal itu membuat Kimberly reflek memundurkan langkah kakinya.
Kimberly merasa takut dengan Martin, sebab wajah Martin sekarang terlihat sangat menyeramkan menurutnya.
Langkah kaki Kimberly terhenti, ketika tubuhnya menabrak lemari besar yang ada di belakangnya.
Martin yang melihatnya, semakin menyeringai dan menatap tajam ke arah Kimberly yang terlihat ketakutan.
...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...
__ADS_1
...***TBC***...