AURORA

AURORA
KECELAKAAN


__ADS_3

Meninggalkan mereka semua, kita beralih ke Aurora lagi.


Para anak buah yang sudah sampai di rumah sakit, mereka langsung saja memanggil para Dokter dan petugas medis untuk segera menolong istri majikannya dan anak dari sang majikan.


Aurora dan baby Wilson dibawa ke dalam ruangan yang berbeda, untuk segera mendapatkan perawatan.


Para anak buah juga saling berpencar untuk menjaga masing-masing di depan ruang perawatan Aurora dan baby Wilson, sambil menunggu kedatangannya Enzo.


Enzo sendiri bersama Ayah Pippin, saat ini sedang berada di dalam mobil mereka masing-masing, untuk menuju ke rumah sakit, tempat Aurora dan baby Wilson mendapatkan penanganan intensif.


Ayah Pippin memilih memutuskan naik mobil sendiri dengan di sopiri anak buahnya, sedangkan Enzo memilih naik mobil sendiri tanpa seorang sopir.


Pikiran Enzo benar-benar sangat kacau sekali, dan juga tidak tenang, sebab kepikiran dengan keadaannya Aurora dan juga baby Wilson yang belum dia ketahui sampai sekarang.


Sedangkan beralih sejenak ke rumah Ayah Pippin, sekitar lima belas menit kemudian setelah kepergian Ayah Pippin dan Enzo dari dalam rumah, datanglah Arny dan Linnea, untuk memberikan kabar tentang Aurora kepada Enzo, yang tadi datang ke desa dan menemui Ayah Bogy bersama Mama Paulita.


" Ma ," sapa Arny dan Linnea secara bersama-sama.


" Iya ," jawab Mama Azura.


Wajah Mama Azura yang terlihat seperti sedang tidak baik-baik saja pun, membuat Arny langsung bertanya kepada sang Mama.


" Apakah sedang terjadi sesuatu lagi Ma,? kenapa wajah Mama terlihat seperti sangat khawatir sekali?? ," tanya Arny.


" Aurora dan baby Wilson, Arny ," jawab Mama Azura.


" Mereka kenapa Ma?? ," tanya Linnea dengan tidak sabaran.


" Mereka mengalami musibah dan membuat baby Wilson serta Aurora jatuh pingsan secara bersamaan ," jawab Mama Azura lagi.


" Astaga, ya Tuhan ," kata Linnea sangat khawatir sekali.


" Apa yang membuat mereka berdua pingsan secara bersamaan Ma?? ," tanya Arny lagi.


" Mama tidak tahu, karena Enzo dan Ayah tadi sedang terburu-buru dan tidak sempat untuk menjawab ," jawab Mama Azura.


Arny lalu berinisiatif mencoba menghubungi sang Kakak.


Enzo yang masih menyetir pun, mencoba mengangkat sambungan telepon dari Arny menggunakan handsfree miliknya.


" Halo Arny ," kata Enzo.


" Kakak ada di mana sekarang?? ," tanya Arny.


" Sedang di perjalanan menuju ke rumah sakit ," jawab Enzo.

__ADS_1


" Rumah sakit mana Kak, biar Arny susul ke sana?? ," tanya Arny lagi.


Enzo langsung menyebutkan alamat rumah sakit yang saat ini sedang ditujunya.


" Baiklah, Arny akan ke sana sekarang juga ," kata Arny.


" Terserah kamu ," jawab Enzo, dan dia langsung mematikan sambungan teleponnya.


Linnea yang melihat Arny sudah selesai menelpon pun langsung segera bertanya.


" Di mana Kak Enzo sekarang sayang?? ," tanya Linnea.


Arny langsung menjawab rumah sakit yang tadi diberitahukan oleh Enzo.


" Oh aku tahu rumah sakit itu sayang ," kata Linnea.


" Itu rumah sakit yang dekat dengan desa, aku ikut denganmu ya ," kata Linnea lagi.


" Iya baiklah ayo ," jawab Arny.


Arny dan Linnea yang baru saja datang, langsung berpamitan lagi kepada Mama Azura, untuk menyusul Enzo melihat keadaannya Aurora.


" Kalian hati-hati ya di jalan ," pesan Mama Azura.


Di dalam perjalanan, Linnea mencoba menghubungi ke dua orang tuanya, untuk memberitahukan keadaannya Aurora dan baby Wilson sekarang.


Sama seperti yang lainnya, Ayah Bogy dan Mama Paulita benar-benar sangat terkejut sekali mendengar kabar tersebut, dan mereka langsung memutuskan untuk menyusul ke rumah sakit juga.


Bagi Ayah Bogy dan Mama Paulita jarak antara rumah dan rumah sakit tempat Aurora dan baby Wilson sedang dirawat sangatlah dekat.


Paling sekitar lima belas menitan mereka sudah sampai di sana, namun tidak bagi Enzo, Ayah Pippin, maupun Arny, karena perjalanan yang mereka tempuh cukup lumayan menyita waktu.


Enzo yang sudah selesai menerima telepon dari Arny, dia semakin menambah kecepatannya, supaya segera sampai di rumah sakit.


Karena pikiran sedang tidak fokus, dan hati sedang tidak baik-baik saja, tiba-tiba Enzo kehilangan kendali dengan menabrak badan belakang truck trailer yang sedang jalan lambat, karena beban yang diangkutnya sangat berat sekali.


Enzo yang tidak sigap mengerem mobilnya, akhirnya, Braakkk!!!


Hancurlah sudah badan mobil milik Enzo di bagian depan, hingga membuat Enzo terjepit diantara ringsekan mobilnya.


Suara tabrakan yang dialami Enzo, terdengar sangat keras sekali, hingga membuat kendaraan yang berlalu lalang langsung menghentikan laju mobilnya, dan membuat kemacetan di sepanjang jalan.


Semua orang langsung pada sigap membantu Enzo yang sedang terjepit di badan mobil, yang sedang diantara hidup dan mati.


Ayah Pippin yang berada tidak jauh di belakang Enzo pun sangat terkejut sekali, melihat kecelakaan yang dialami oleh sang putra.

__ADS_1


Ayah Pippin langsung segera ke luar dari dalam mobil, untuk melihat keadaan putra tercintanya.


" Enzo!!! ," teriak Ayah Pippin sambil menangis.


" Tolong anak saya, tolong ," kata Ayah Pippin sambil membantu mengevakuasi Enzo yang sedang terjepit.


Para anak buah yang mengikuti Enzo dan Ayah Pippin pun, turut membantu sang majikan yang sedang mengalami kecelakaan.


Darah sudah memenuhi tubuh dan wajah Enzo, dan pecahan kaca pun sangat berserakan di mana-mana di jalan raya tersebut.


Ketika sudah bersusah payah mengeluarkan Enzo dari dalam mobil, akhirnya, mereka semua berhasil mengeluarkan Enzo dalam keadaan yang sudah sangat kritis sekali.


Ayah Pippin langsung menyuruh orang-orang dan anak buahnya untuk memasukkan Enzo ke dalam mobilnya.


Karena Keluarga Diedrich sangat terkenal di Negara itu, kecelakaan itu pun langsung menjadi berita terhangat di mana-mana.


Linnea yang sedang membaca sebuah berita, tidak sengaja melihat berita yang sedang dialami oleh sang Kakak Ipar.


" Sayang, ini bukanlah Kak Enzo dan Ayah?? ," tanya Linnea.


Linnea lalu memberikan ponselnya kepada Arny, dan Arny yang melihat berita tersebut, langsung sangat syok dan super terkejut sekali.


" Iya ini Ayah dan Kak Enzo!! ," teriak Arny.


" Ya Tuhan, cobaan apa lagi yang Engkau berikan kepada Keluarga kami ," kata Arny.


" Sayang, bagaimana ini?? ," tanya Linnea.


" Tenang, biar aku menghubungi salah satu anak buah dulu ," jawab Arny dan Linnea hanya mengangguk saja.


Sedangkan beralih ke Ayah Pippin lagi.


Kebetulan karena kecelakaannya terjadi ketika hampir sampai di rumah sakit yang dituju, akhirnya Ayah Pippin membawa Enzo ke rumah sakit yang sama dengan Aurora.


Ayah Pippin langsung berteriak memanggil Dokter, untuk segera memberikan penanganan secepatnya menyelamatkan nyawa Enzo.


Entah takdir atau bagaimana, karena ruang perawatan Enzo dan Aurora berhadap-hadapan, hanya dipisahkan dengan lorong yang biasa untuk berlalu lalang semua orang.


Ayah Bogy dan Mama Paulita yang sudah sampai di situ sejak lima belas menit yang lalu, semakin terkejut saja, melihat kedatangan Ayah Pippin yang berlumuran darah, sambil ikut mendorong brankar pasien yang sedang terluka parah.


Sedangkan Ayah Pippin sendiri belum menyadari, jika ada sang besan yang sedang menatapnya penuh tanda tanya.


...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2