
Beralih ke kediaman Max.
Max yang sudah sampai di rumah mewahnya, langsung saja menyuruh para pekerja yang ada di rumahnya untuk menyiapkan sebuah kamar khusus untuk Kleo.
Walau Max tidak terlalu menyukai Jeanne, tapi Max tetap tidak bisa membenci Kleo, bayi yang baru saja dilahirkan dan tidak mempunyai dosa sama sekali.
Max juga menyuruh anak buahnya, lebih tepatnya sekretarisnya untuk mencarikan baby sitter yang bagus dan baik untuk merawat Kleo.
Max sendiri belum mengetahui, jika Enzo sudah bersama Aurora saat ini.
Di saat Max sedang sibuk mengurus kamar baby Kleo, tiba-tiba ada yang datang menemuinya, yaitu anak buahnya yang ingin melapor kepadanya.
" Ada apa,? kenapa kamu menggangguku?? ," tanya Max.
" Tuan, saya ada kabar terbaru untuk anda ," jawab sang anak buah.
" Kabar apa? ," tanya Max.
" Tuan Enzo sudah berhasil menemukan Nona Aurora, Tuan ," jawab sang anak buah.
Max sangat terkejut mendengar laporan dari anak buahnya.
" Apakah itu benar?? ," tanya Max lagi.
" Benar Tuan, dan saat ini Nona Aurora sedang tinggal bersama Tuan Enzo ," jawab sang anak buah.
" Kalau begitu, ayo segera antarkan saya ke rumah Tuan Enzo sekarang juga ," kata Max.
" Baik Tuan ," jawab sang anak buah.
Max lalu menitipkan Kleo kepada para asisten rumah tangganya sampai dia kembali lagi ke rumah, karena sekarang Max ingin pergi melihat Aurora dan bertemu dengan Enzo.
Perjalanan yang Max tempuh cukup memakan waktu yang lumayan lama, sebab rumah Max dengan rumah Ayah Pippin cukup jauh juga.
Setidaknya sekitar satu jam setengah, akhirnya Max sampai juga di rumah Ayah Pippin.
Kedatangan Max tidak disangka bisa secara bersamaan dengan Ayah Pippin yang baru saja pulang dari kantor.
" Tuan Pippin ," sapa Max dengan ramah.
" Maaf, anda siapa ya anak muda?? ," tanya Ayah Pippin.
" Perkenalkan, nama saya Max Matthias, Tuan Pippin ," jawab Max memperkenalkan diri.
" Saya teman Tuan Enzo, sekaligus Kakak tiri Aurora ," kata Max lagi.
" Anda mengenal Aurora?? ," tanya Ayah Pippin dengan ekspresi terkejut.
" Sangat mengenalnya ," jawab Max sambil tersenyum formal.
" Ayo masuk dulu, biar Enzo sendiri yang akan menjelaskannya kepada anda Tuan Max Matthias ," kata Ayah Pippin.
Max hanya mengangguk saja dan mereka berdua lalu masuk ke dalam rumah mewah milik Ayah Pippin.
" Silahkan duduk dulu Tuan Max ," kata Ayah Pippin dengan ramah.
" Terimakasih Tuan Pippin ," jawab Max sambil langsung duduk di sofa ruang tamu.
" Sebentar, akan saya panggilkan Enzo ke sini ," kata Ayah Pippin.
" Iya Tuan ," jawab Max.
Ayah Pippin lalu memanggil asisten rumah tangganya untuk memanggil Enzo yang sedang bercengkerama di ruang Keluarga bersama Arny, Aurora, Linnea, Ayah Bogy, Mama Paulita dan juga Mama Azura.
" Permisi Tuan Enzo ," sapa ramah dari asisten rumah tangga tadi.
Dan atensi dari semua orang langsung teralihkan ke arah asisten rumah tangga tersebut.
" Iya, ada apa?? ," tanya Enzo.
" Di ruang tamu ada kolega bisnis anda Tuan ," jawab sang asisten rumah tangga.
" Iya baiklah ," jawab Enzo.
Asisten rumah tangga tadi hanya mengangguk saja dan lalu meminta ijin untuk kembali bekerja lagi.
Sedangkan Enzo langsung meminta ijin kepada semua orang untuk menemui Max sebentar di ruang tamu.
Jika Linnea, Mama Paulita dan Ayah Bogy melihat Max, pasti mereka akan sangat terkejut sekali.
Baik Max atau Linnea, Ayah Bogy dan Mama Paulita, mereka semua belum ada yang mengetahui, jika mereka saling mengenal dengan Keluarga Diedrich.
Pikir Max tidaklah mungkin, orang seperti Keluarga Ayah Bogy bisa mengenal dengan Keluarga Diedrich.
Dan Keluarga Diedrich tidaklah mungkin mau mengenal dengan Keluarga miskin seperti Keluarga Ayah Bogy.
Enzo yang sudah berpamitan pergi, dia lalu beranjak berjalan menuju ke ruang tamu.
Cukup terkejut, ketika Enzo melihat kedatangan Max ke rumah sang Ayah.
" Tuan Max ," kata Enzo dengan eskpresi yang sedikit terkejut.
" Tuan Enzo Diedrich ," kata Max dengan ramah.
" Silahkan duduk kembali ," kata Enzo kepada Max.
" Ayah juga sudah pulang?? ," kata Enzo kepada sang Ayah.
" Iya, tidak sengaja bisa bersamaan dengan Tuan Max ," jawab Ayah Pippin.
" Lebih baik kita berbicara di ruang kerja saya saja Tuan Max, mari ikut dengan saya ," kata Enzo.
" Bolehkah Ayah ikut dengan kalian berdua, Enzo?? ," tanya Ayah Pippin.
" Iya, boleh Ayah ," jawab Enzo.
Ayah Pippin hanya mengangguk saja, dan mereka bertiga lalu berjalan menuju ke ruang kerja milik Enzo.
Di dalam ruang kerja itu, Max yang sudah sangat penasaran sekali, langsung bertanya soal Aurora kepada Enzo.
__ADS_1
" Tuan Enzo ," kata Max.
" Saya dengar dari anak buah saya, anda sudah menemukan keberadaannya Aurora, bolehkah saya melihat dia Tuan ," kata Max lagi.
Sebelum menjawab, Enzo reflek saling pandang dengan sang Ayah.
" Sebelumnya, ada satu hal yang harus anda ketahui Tuan Max ," kata Enzo.
" Hal apa itu Tuan Enzo?? ," jawab Max.
" Jika Aurora sekarang, bukanlah Aurora yang dulu ," kata Enzo.
" Apa maksud dari perkataan anda Tuan Enzo? ," tanya Max.
" Aurora mengalami amnesia, karena baru saja mengalami kecelakaan dua bulan yang lalu, dan dia juga baru saja sadar dari koma ," jawab Enzo.
Max benar-benar merasa sangat terkejut sekali mendengar cerita dari Enzo, dan Max sangat yakin sekali jika Ayah angkatnya yaitu Ayah Ebert tidak mengetahui berita tentang Aurora.
" Aurora kecelakaan?? ," kata Max.
" Iya, dan suaminya meninggal dalam kecelakaan itu, karena mengalami cedera kepala yang sangat parah ," jawab Enzo.
" Suami,? Aurora sudah mempunyai suami?? ," kata Max lagi dengan ekspresi wajah yang sangat terkejut sekali.
" Iya, dia memang sudah mempunyai seorang suami, dan karena kejadian itu, Aurora harus melahirkan putranya secara prematur, Puji Tuhan, sekarang babynya sudah sehat seperti baby pada umumnya ," jawab Enzo lagi.
" Aurora hamil,? punya anak?? ," kata Max masih belum hilang rasa keterkejutannya.
" Iya ," jawab singkat dari Enzo.
" Jadi saya harap, jika anda bertemu dengan Aurora, janganlah memberitahukan perihal yang sebenarnya kepada dia, karena saat ini yang dia tahu saya adalah suaminya ," kata Enzo.
" Jika anda sampai mengecewakan saya, saya bersumpah akan menggusur dan merobohkan pabrik yang anda banggakan itu!! ," kata mengancam dari Enzo.
Ayah Pippin yang juga berada di situ, daritadi hanya diam saja, karena dia sedang asik mendengarkan Enzo dan Max yang sedang berbicara.
" Saya tidak pernah bermain-main dengan ucapan yang sudah saya katakan Tuan Max ,'' kata Enzo lagi.
" Anda tenang saja Tuan Enzo ," jawab Max dengan tenang, dan dia sudah bisa menetralkan rasa keterkejutannya tadi.
" Walau saya sangat terkejut mendengar berita yang baru saja saya dengar, setidaknya saya tahu diposisi mana saya berdiri ," kata Max.
" Tidak mungkin saya akan menghancurkan diri saya sendiri dengan sebuah perkataan sepele ," kata Max lagi.
" Bagus, jika anda sudah tahu maksud saya ," kata Enzo.
" Lalu, di manakah Aurora, Tuan Enzo, saya ingin sekali melihatnya ," kata Max.
" Dia sedang berada di ruang Keluarga ," jawab Enzo.
Enzo sengaja tidak memberitahukan kepada Max dengan sedetail mungkin, apa penyebab Aurora kecelakaan dan siapakah yang sudah menabrak Aurora.
Semua itu Enzo lakukan, supaya tidak semakin banyak yang tahu tentang kejadian tersebut.
" Tunggu sebentar Tuan Max ," cegah Ayah Pippin.
" Bagaimana anda bisa mengenal Aurora,? apa hubungan anda dengan dia,? kenapa tadi anda mengatakan kepada saya, jika Aurora adalah adik tiri anda? ," tanya Ayah Pippin.
" Ayah kandung Aurora menikah dengan Mama kandung saya Tuan Pippin ," jawab Max.
" Itulah kenapa saya menyebut Aurora adik tiri saya ," jawab Max.
Ayah Pippin yang mengerti, hanya mengangguk saja tanpa mau banyak bertanya lagi kepada Max.
Max lalu meminta ijin kepada Enzo untuk diantarkan menemui Aurora.
Sesampainya di ruang Keluarga, Max Ayah Bogy, Mama Paulita dan juga Linnea, yang sudah saling melihat, mereka pada saling terkejut satu sama lainnya.
" Max ," kata Linnea, Ayah Bogy dan juga Mama Paulita.
" Linnea, Tuan Bogy, Nyonya Paulita ," kata Max juga dengan ekspresi terkejut.
Semua orang pada heran ketika melihat mereka yang sudah saling mengenal.
" Kalian semua sudah saling mengenal? ," tanya Ayah Bogy dan Enzo secara bersamaan.
" Iya, kami sudah saling mengenal ," jawab Ayah Bogy.
" Dia siapa Daddy?? ," tanya Aurora kepada Enzo.
" Dia teman Daddy, Mommy, namanya Max ," jawab Enzo.
" Dan dia sengaja datang ke sini untuk menjenguk Mommy ," jawab Enzo.
" Kenapa banyak sekali yang menjenguk Mommy,?? Mommy yang sudah tidak sakit lagi ," kata Aurora.
" Itu karena kami semua sayang kepadamu Aurora ," jawab Max kepada Aurora.
" Kita kan baru saja mengenal Tuan Max ," kata Aurora.
" Tidak, kita tidak baru saja mengenal, dulu sebelum kamu koma, kamu sudah sering bermain denganku, bahkan kamu memanggilku dengan panggilan Kakak ," jawab Max.
" Oh iya, sedekat itukah kita,? apakah Daddy tidak cemburu denganmu?? ," tanya Aurora.
" Tidak, suami kamu tidak pernah cemburu dengan Kakak, karena kamu kan memang adiknya Kakak ," jawab Max.
" Adiknya anda, itu artinya anda adalah Kakak kandung saya?? ," tanya Aurora lagi.
" Bukan Aurora, maksudnya, Kakak sudah menganggap kamu sebagai adik kandungnya Kakak sendiri ," jawab Max.
" Semua ini membuat kepalaku pusing ," kata Aurora.
" Aku harap semoga ingatanku segera kembali ke dalam memori otakku ," kata Aurora lagi.
" Tidaaaaakkk!! ," kata reflek dari Enzo sambil berteriak.
" Tidak kenapa Daddy? ," tanya Aurora.
" Eh, tidak apa-apa, tadi kaki Daddy tidak sengaja ke injak kakinya Ayah ," jawab Enzo berbohong.
__ADS_1
Ayah Pippin yang dibuat alasan, hanya menggelengkan kepalanya saja.
" Sudah ya Aurora, tidak perlu diingat lagi, sekarang kamu sudah bersama kami, kami begitu menyayangimu ," kata Mama Azura.
" Iya Mama ," jawab Aurora.
Max merasa senang bisa melihat Aurora, walau ada rasa sedih juga di dalam hatinya, karena Aurora tidak mengingatnya.
Namun dirinya juga tidak bisa berbuat apa-apa, karena Max tidak mau menghancurkan dirinya sendiri dengan melawan Keluarga Diedrich.
" Bolehkah Aurora kembali ke dalam kamar, kepala Aurora pusing sekali ," kata Aurora.
" Ayo Mommy, akan Daddy antar ke dalam kamar ," kata Enzo, dan Aurora hanya mengangguk saja kepada Enzo.
Enzo lalu mengambil Wilson dari dalam gendongannya Linnea untuk dia bawa masuk juga ke dalam kamar.
Setelah berpamitan kepada semua orang, Enzo dan Aurora pun kembali masuk ke dalam kamar mereka.
Sepeninggal dari Enzo dan Aurora, Arny yang sudah merasa penasaran dengan Max, dia langsung saja bertanya kepadanya.
" Siapa anda sebenarnya Tuan?? ," tanya Arny kepada Max.
" Saya adalah Kakak tirinya Aurora, Tuan Arny Diedrich ," jawab Max.
" Tidak mungkin anda Kakak tirinya Nona Aurora,!! apakah anda cuma mengaku-ngaku saja?? ," tanya Arny lagi.
" Jika tidak percaya, tanyakanlah kepada mereka ," jawab Max sambil menunjuk Linnea, Ayah Bogy dan juga Mama Paulita.
" Dan untuk apa mereka ada di sini,? bukankah kalian tidak sepadan dengan Keluarga Diedrich? ," tanya Max kepada Linnea, Ayah Bogy dan juga Mama Paulita.
Linnea, Ayah Bogy dan juga Mama Paulita tidak terkejut lagi jika Max bisa bertanya seperti itu kepada mereka.
" Jaga ucapan anda Tuan Max!! ," kata Arny tidak terima.
Tentu saja Arny merasa marah, jika calon istrinya direndahkan begitu dihadapannya langsung.
" Kenapa anda begitu terlihat sangat marah Tuan Arny?? ," tanya Max yang masih belum tahu apa-apa.
" Justru yang tidak pantas berada di sini itu anda Tuan Max, bukan mereka!! ," jawab Arny.
" Karena Linnea ini calon istri saya Tuan Max!! ," kata Arny lagi.
Max semakin tambah terkejut lagi, dunia itu berputar, namun tidak Max sangka, perputarannya itu cuma terjadi di dalam satu lingkup dan saling berhubungan satu sama lainnya.
" Anda pasti bercanda kan Tuan Arny?? ," tanya Max masih belum percaya.
" Di sini tidak ada yang bercanda Tuan Max Matthias ," kata Ayah Pippin.
" Jadi ..... ?? ," tanya Max.
" Iya benar, Linnea adalah calon istrinya Arny, dan mereka adalah calon besan saya ," jawab Ayah Pippin lagi.
Max langsung menunduk sambil menggelengkan kepalanya dan juga sambil tertawa.
" Kenapa kamu tertawa Max?? ," tanya Ayah Bogy.
" Tidak apa-apa ," jawab Max.
" Menurutku ini lucu saja ," kata Max lagi.
" Dan saya harap Linnea benar-benar tulus mencintai Tuan Arny ," kata Max kepada Ayah Bogy.
" Sudah cukup Max!! ," kata Linnea.
" Dari dulu, kamu dan Mama kamu sama saja, suka merendahkan kami!! ," kata Linnea lagi kepada Max.
" Cinta itu tidak diukur dari banyaknya harta yang kita miliki, tapi banyaknya kasih sayang yang ada di dalam hati!! ," kata Linnea.
" Jika menurut kamu, cinta itu diukur dari materi, berarti yang pantas mempunyai cinta hanya orang-orang kaya saja!! ," kata Linnea lagi.
" Permisi,!! aku pamit Arny, karena memang sejak dulu kita tidak akan pernah pantas bersatu ," kata Linnea kepada semua orang.
Linnea lalu mengajak Ayah Bogy dan Mama Paulita untuk pergi dari dalam rumah Ayah Pippin untuk kembali pulang ke apartemennya.
" Linnea!! ," cegah Arny.
" Jangan pergi ," kata Arny menghadang Linnea untuk pergi.
Arny tentu saja tidak akan membiarkan Linnea pergi lagi dari hidupnya, karena untuk mendapatkan Linnea saja begitu sulit baginya.
" Yang pantasnya harus pergi bukan kamu, tapi dia!! ," kata Arny sambil menunjuk Max.
" Tunggu di sini sebentar ," kata Arny kepada Linnea.
Setelah itu, Arny langsung berjalan mendekat ke arah Max yang sedang memperhatikannya.
Ketika sudah sampai di depan Max, tiba-tiba Arny langsung memberikan bogem mentah ke wajah Max, dan membuat Mama Azura serta Mama Paulita merasa terkejut.
" Jaga mulut anda Tuan Max!! ," kata Arny.
" Jika ada yang berani menyakiti Linnea, itu sama saja dia sudah berani menyakiti saya ," kata Arny lagi.
" Saya tidak peduli anda Kakak tirinya Nona Aurora atau tidak, tapi jika anda sudah berani menyakiti orang yang saya sayangi, saya berani membunuh anda saat ini juga!! ," kata Arny lagi.
" Minta maaflah sekarang juga kepada Linnea, sebelum saya menghancurkan anda!! ," kata Arny lagi.
Belum sempat Max beranjak berdiri dari duduknya untuk meminta maaf kepada Linnea, tiba-tiba mereka semua dikejutkan suara Enzo yang baru saja datang.
Max tentu saja merasa semakin terpojok ketika ada Enzo di situ, sebab dia benar-benar tidak mau hancur seperti Mamanya yaitu Mama Siljie karena ulahnya sendiri.
" Apakah ada yang bisa menjelaskan kepadaku,? apa yang sebenarnya terjadi?? ," tanya Enzo.
Semua orang pada diam ketika mendengar pertanyaan dari Enzo, dan mereka semua belum ada yang berani menjawab pertanyaan tersebut.
Hingga pada akhirnya, Arny pun mengatakan sebuah perkataan yang membuat Max sangat ketakutan.
...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...
...***TBC***...
__ADS_1