
Setelah meminta maaf, Martin pun melanjutkan lagi ucapannya.
" Aku berjanji mulai saat ini tidak akan membuatmu bersedih lagi ," ucap Martin.
" Aku berjanji akan membuatmu dan anak kita bahagia ," ucap Martin lagi.
" Sekarang marilah melangkah bersama denganku, supaya aku bisa membahagiakanmu selamanya ," ucap Martin sambil menangkup wajah Kimberly menggunakan ke dua tangannya.
" Mau kan kamu memaafkan aku, dan memulai hidup baru denganku bersama anak kita ," kata Martin kepada Kimberly.
" Iya, aku mau ," jawab Kimberly sambil mengangguk.
Martin lalu membawa Kimberly lagi ke dalam pelukannya, dan mereka berpelukan dengan sangat erat sekali.
Setelah puas berpelukan, Martin langsung membantu Kimberly untuk menyiapkan semua barang-barang yang perlu dia bawa, termasuk susu hamil yang sudah dia konsumsi sejak satu bulan yang lalu.
Selesai menyiapkan barang-barang itu semua, Martin dan Kimberly langsung ke luar dari dalam kamar untuk berpamitan kepada Papa Martell dan Mama Grace.
" Kalian hati-hati di jalan, Papa dan Mama akan segera menyusul kalian berdua sebelum hari pernikahan tiba ," ucap Papa Martell kepada Kimberly.
" Iya Pa, doakan kami selalu bersama sampai maut memisahkan ," kata Kimberly.
" Pasti Nak, Mama dan Papa pasti mendoakan kamu dan Nak Martin supaya hidup rukun dalam membina rumah tangga ," jawab Mama Grace.
Mereka lalu berpelukan sebelum berpisah, dan setelah puas berpamitan, Martin langsung mengajak Kimberly menuju ke Bandara untuk kembali pulang ke New Zealand.
Setelah mengudara selama kurang lebih enam jam lamanya, akhirnya, pesawat yang Martin dan Kimberly naiki sampai juga di salah satu Bandara yang ada di New Zealand.
Selama penerbangan berlangsung, Kimberly mengalami mual dan muntah yang cukup hebat, karena dia memang masih mengalami morning sickness.
Sebagai seorang Dokter dan juga suami siaga, Martin mencoba memberikan minuman yang bisa sedikit mengurangi rasa mual yang dirasakan oleh Kimberly.
Setelah ke luar dari dalam pesawat, Martin langsung mengajak Kimberly untuk pulang ke apartemen super mewah miliknya.
Itu adalah pertama kalinya Kimberly masuk ke dalam apartemen milik Martin.
" Tidurlah, supaya lebih sehat badanmu, aku mau ke luar sebentar untuk membeli obat ," ucap Martin dan Kimberly hanya mengangguk saja.
Singkat cerita, setelah beberapa hari lamanya Kimberly tinggal bersama Martin, Martin pun baru jujur kepada Enzo, ketika Enzo sedang menghubunginya.
__ADS_1
" Aku sudah tahu akan hal itu ," begitulah jawaban Enzo.
" Maafkan aku, karena aku baru memberitahumu soal Kimberly yang sudah tinggal bersamaku, karena dia sejak kemarin mengalami morning sickness yang cukup parah ," ucap Martin.
" Iya tidak apa-apa, kalau begitu aku tutup dulu teleponnya ," jawab Enzo.
" Eh tunggu dulu Enzo ," kata Martin.
" Ada apa lagi?? ," tanya Enzo.
" Mumpung kamu meneleponku, sekalian aku ingin bilang, jika aku akan menikahi Kimberly dua minggu dari sekarang ," jawab Martin.
" Iya baiklah ," jawab Enzo.
" Jika kamu membutuhkan bantuanku, katakanlah saja, aku siap membantumu ," ucap Enzo.
" Terimakasih Enzo, aku tahu soal itu ," jawab Martin.
" Kalau begitu, aku tutup dulu teleponnya ," ucap Enzo dan Martin pun mengiyakan saja.
Setelah sambungan telepon itu terputus, Martin dan Kimberly langsung berangkat fitting baju pengantin yang akan mereka gunakan nanti.
Aurora sangat kerepotan sekali dalam mengurus dua baby kembar sekaligus. Walau dia mempunyai baby sitter dan para asisten rumah tangga yang siap membantunya, tapi tetap saja, Aurora tidak mau berpangku tangan begitu saja, sebab dia tidak mau ketinggalan tumbuh kembang mereka berdua.
Jika malam tiba, kalau Aurora sudah sangat kecapekan sekali, Enzo dengan berlapang dada mau menimang dan menggantikan Aurora untuk berjaga malam.
Capek, lelah, senang, bercampur menjadi satu, itu yang dirasakan oleh Enzo dan Aurora. Akan tetapi mereka berdua sangat menikmati sekali peran mereka menjadi orang tua dari baby kembar yang sudah mulai aktif sesuai perkembangannya. Dan juga orang tua dari baby Wilson yang sudah sangat super aktif sekali.
Begitu juga dengan Arny, yang selalu menikmati perannya menjadi suami siaga untuk Linnea.
Linnea yang sama-sama masih mengalami morning sickness seperti Kimberly, terkadang membuatnya ingin dimanja bahkan tidak bisa bangun dari atas ranjang, karena badannya merasa lemas.
Tapi semua itu, Arny nikmati dengan sabar jika Linnea membutuhkan bantuannya ketika tengah malam.
Begitupula dengan Linnea, suka tidak suka, memang yang namanya morning sickness harus dia lalui dan lewati untuk menikmati fase sang baby mulai tumbuh di dalam kandungannya.
Mual, muntah, pusing, lemas, sudah seperti kekuatan baginya untuk terus bertahan memperjuangkan calon babynya.
" Aku yang cuma hamil satu saja rasanya ngap dan lemas sekali, bagaimana dengan Aurora dulu ya yang hamil si kembar?? ," kata Linnea berbicara sendiri di depan cermin.
__ADS_1
Yah begitulah kesehariannya mereka masing-masing dengan kehidupan yang harus mereka jalani sesuai takdir mereka, hingga tanpa mereka sadari, terutama bagi Martin dan Kimberly, tibalah mereka berdiri di hadapan Pak Pendeta untuk menikahkan mereka berdua di dalam gereja tempat mereka mengucapkan janji suci pernikahan.
Di dalam gereja tersebut dipenuhi dengan para saudara dari ke dua belah pihak, dan juga para sahabat serta para kerabat terdekat mereka.
Acaranya berjalan sangat lancar sekali, semua susunan acara dan pembacaan doa-doa yang dipimpin oleh Pak Pendeta, bisa terlaksana dengan khidmat dan sakral.
Hingga pada akhirnya, Martin dan Kimberly sekarang sudah sah sebagai sepasang suami istri baik secara agama dan juga Negara.
Martin sangat senang sekali, karena Kimberly sekarang sudah menjadi miliknya seutuhnya. Dan Kimberly sendiri akan mulai mencintai Martin sepenuh jiwa dan raganya.
Berbulan-bulan telah berlalu, si kembar Zwetta dan Qianzy sudah mulai sangat aktif sekali, dan baby Wilson sendiri sudah mulai semakin besar saja.
Itu artinya tibalah saatnya Linnea dan Kimberly akan melahirkan anak pertama mereka.
Diantara mereka berdua, yang melahirkan terlebih dahulu adalah Kimberly, yang berhasil melahirkan baby berjenis kelamin laki-laki dan diberi nama oleh Martin dengan Rhys Cyrilo Etienne Xavier, yang berarti anak laki-laki yang sangat bersemangat dan mempunyai kedudukan yang tinggi serta memiliki cahaya terang sebagai mahkotanya.
Selang dua minggu Rhys nama panggilan anaknya Martin, Linnea melahirkan baby perempuan yang diberi nama oleh Arny dengan nama Aeera Kamaniai Noushafarina Diedrich, yang berarti seorang anak raja yang cantik pembawa angin kegembiraan dan nama panggilannya adalah Aeera.
Akhirnya, setelah mereka semua melewati proses hidup yang panjang, saat ini mereka semua sudah bahagia dengan kehidupan masing-masing dengan keluarga kecil mereka.
Semoga rumah tangga mereka semua langgeng hingga maut memisahkan. Aamiin.
...END....
Terimakasih atas dukungannya selama ini ya guys, maaf jika tidak sesuai dengan ekspetasi kalian semua, karena ini kehaluan versi saya.
Jadi, jika ingin sesuai dengan ekspetasi kalian, ya artinya kalian harus membuat cerita sendiri.
Tolong bagi readers jangan suka memberikan rating yang jelek kepada karya author manapun.
Jika tidak suka tolong tinggalkan, dan jangan meninggalkan jejak yang buruk, sebab kalian semua belum tentu bisa membuat cerita novel seperti kami para author.
Memang memberi nilai adalah hak asasi semua orang, tapi apakah rugi jika kita saling menghargai usaha atau kerja keras dari orang lain, yang penuh perjuangan jika ingin Up satu bab saja.
Sekian atas waktunya dan saya ucapkan terimakasih.
Salam kenal : Maria_azis.
...*____________________*...
__ADS_1