AURORA

AURORA
BABY WILSON


__ADS_3

Sedangkan di sisi lain, lebih tepatnya di rumah kontrakan Ayah Ebert.


Semenjak Mama Siljie tinggal di situ, dia berusaha membantu sang suami bekerja di ladang, menanam sayur-sayuran untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.


Jeanne yang sudah hamil besar, dia hanya bisa membantu seperlunya saja, karena jika dipaksakan, dia bisa kecapekan dan akan berbahaya untuk kandungannya.


Kepahitan hidup, dan roda yang berputar sekarang, membuat Jeanne tersadar, jika tidak selamanya uang yang kita genggam, akan terus berada di dalam genggaman.


Sebelum jatuh miskin, dalam hitungan satu jam saja, Jeanne bisa menghabiskan uang sekitar dua puluh juta rupiah jika di rupiahkan, tapi sekarang ....?


Jangankan uang dua puluh juta rupiah, seratus ribu saja berada di dalam dompet, Jeanne sudah merasa sangat bahagia dan bersyukur sekali.


Begitu pula Mama Siljie, yang seumur-umur tidak pernah bekerja berat, dihari tuanya, harus dipaksakan bekerja berat untuk membantu Ayah Ebert memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.


Ayah Ebert saat ini sedang berada di pasar untuk menjual hasil ladangnya itu, sedangkan Mama Siljie, sedang memilah dan memilih tanaman yang sudah tidak bisa menghasilkan lagi, atau daun-daun yang busuk serta berserakan di tanah.


Semua itu Mama Siljie bersihkan, supaya ladangnya terlihat bersih, serta bisa tumbuh subur dan tidak dihinggapi banyak hama.


Ketika Ayah Ebert ingin perjalanan pulang dari pasar, dia tidak sengaja mendengar dua orang ibu-ibu yang sedang mengobrol.


Karena obrolannya menyangkut nama Aurora, Mama Paulita dan Ayah Bogy, membuat Ayah Ebert menjadi penasaran.


" Nyonya Melba, saya ada gosip terbaru nih, mau dengar tidak?? ," kata Nyonya Grusha kepada Nyonya Melba.


" Gosip tentang apa Nyonya Grusha?? ," tanya Nyonya Melba.


" Itu, tentang si Aurora?? ," jawab Nyonya Grusha.


" Aurora,? Aurora yang rumahnya bersebalahan dengan Nyonya Paulita itu?? ," tanya Mama Melba.


" Kamu ternyata kenal Nyonya Paulita juga?? ," kata Nyonya Grusha.


" Tentu saja aku mengenalnya, dia kan sering berbelanja di pasar ini, bahkan satu atau dua kali aku pernah mengobrol dengannya ," jawab Nyonya Melba.


" Lalu, apa yang ingin kamu bicarakan kepadaku?? ," tanya Nyonya Melba.


" Aku dengar-dengar Aurora sudah mempunyai seorang suami, dan suami dia orang kaya, makanya dia tidak tinggal lagi di desa sebelah ," jawab Nyonya Grusha.


" Bahkan, Tuan Enzo Diedrich pernah mencari Aurora ke rumahnya, sungguh sangat pintar sekali gadis itu mencari laki-laki orang kaya ," kata Nyonya Grusha lagi.


Ayah Ebert masih serius mendengarkan percakapan mereka berdua, dan ketika mendengar cerita dari Nyonya Grusha, Ayah Ebert menjadi berpikir, apakah suami yang dimaksud oleh mereka adalah Enzo, sebab Enzo pernah mengatakan jika Aurora adalah istrinya.


Ayah Ebert yang penasaran, dia akhirnya memutuskan untuk pergi ke desa tempat tinggal Aurora.


Sesampainya di desa itu, Ayah Ebert langsung menuju ke rumah Aurora, dan ketika Ayah Ebert ingin mengetuk pintu rumah Aurora, tidak sengaja atensinya teralihkan karena ada yang memanggil namanya.


" Ebert?? ," panggil orang itu.


" Bogy?? ," kata Ayah Ebert, dan ternyata orang yang memanggil Ayah Ebert adalah Ayah Bogy.


Ayah Bogy yang ingin pulang sebentar untuk mengambil beberapa pakaian untuknya maupun untuk sang istri, ketika baru saja sampai di rumahnya, Ayah Bogy melihat Ayah Ebert sedang berdiri di depan rumah Aurora.


" Ada apa kamu ke sini?? ," tanya Ayah Bogy.


" Aku sedang mencari Aurora ," jawab Ayah Ebert.


" Aurora sudah tidak tinggal di sini lagi ," jawab Ayah Bogy.


" Jadi gosip yang aku dengar itu benar, jika Aurora sudah menikah dengan orang kaya?? ," kata Ayah Ebert.


" Itu sudah tidak menjadi urusanmu lagi Ebert ," kata Ayah Bogy.


" Jangan kamu kira aku tidak tahu, jika kalian sudah miskin sekarang sama sepertiku ," kata Ayah Bogy.


" Lalu kamu akan seenaknya sendiri meminta bantuan kepada Aurora, ooo tidak akan aku biarkan hal itu terjadi ," kata Ayah Bogy lagi.


" Sudah cukup dia menderita selama ini karena rasa trauma yang kamu berikan!! ," kata Ayah Bogy.


" Trauma,?? memangnya Aurora trauma kenapa?? ," tanya Ayah Ebert.


" Itulah kamu,!! lebih mementingkan diri kamu sendiri, hingga tidak tahu jika psikologis anak kamu terguncang karena ulahmu sendiri!! ," jawab Ayah Bogy.


" Tolong jelaskan kepadaku Bogy, jangan membuatku bertanda tanya seperti ini, karena aku benar-benar tidak mengetahui apa yang kamu maksud ," kata Ayah Ebert.


" Karena kelakuan 6374tmu dulu yang lebih memilih Siljie, daripada Dama, kamu sudah menghancurkan psikologis Aurora, hingga dia sangat membenci yang namanya kaum laki-laki!! ," kata Ayah Bogy.


" Kamu tidak tahu bagaimana tumbuh kembangnya Aurora selama ini yang penuh amarah kepadamu, hingga dia bertekad tidak akan mau menikah seumur hidupnya ," kata Ayah Bogy, sedangkan Ayah Ebert masih diam mendengarkan.


" Tapi untung saja ada laki-laki baik hati yang mau meyakinkan Aurora, jika tidak semua laki-laki buruk seperti kamu!! ," kaya Ayah Bogy lagi.


" Apakah laki-laki itu adalah Tuan Enzo, Bogy?? ," tanya Ayah Ebert.


" Kamu tidak perlu tahu, karena kamu tidak berhak tahu, dan hidup Aurora sekarang sudah bahagia tanpa adanya bayang-bayang buruk lagi dari sang Ayah yang sangat egois seperti kamu!! ," jawab Ayah Bogy.

__ADS_1


" Sekali lagi ku peringatkan kepadamu!! ," kata Ayah Bogy.


" Jika kamu bertemu Aurora di suatu tempat, jangan pernah lagi menemuinya atau mendekatinya, kalau kamu masih ingin selamat, sebab suaminya tidak akan membiarkan Ayah sepertimu mendekatinya lagi!! ," kata Ayah Bogy.


Ayah Bogy sengaja berkata seperti itu kepada Ayah Ebert, karena Ayah Bogy tidak mau jika Ayah Ebert menemui Aurora, kalau dia sudah sadar nanti, sebab itu bisa membuat ingatannya Aurora terganggu.


Setelah berkata panjang lebar seperti itu kepada Ayah Ebert, Ayah Bogy langsung pergi meninggalkan Ayah Ebert untuk masuk ke dalam rumahnya sendiri.


Ayah Ebert yang mendengar cerita tentang Aurora dari Ayah Bogy, rasanya hatinya seperti semakin dihantam oleh batu besar, karena rasa penyesalan yang sudah semakin menumpuk di dalam dada.


Ayah Ebert jika masih diberikan kesempatan hidup oleh Tuhan, dia bertekad ingin meminta maaf kepada Aurora, tapi itu kecil kemungkinan.


Sepanjang perjalanan pulang ke rumah kontrakannya, Ayah Ebert berjalan sambil melamun, karena memikirkan Aurora, hingga tanpa sadar langkah kakinya sudah menuntunnya sampai ke rumah.


" Ayah sudah pulang, tadi dapat berapa Ayah?? ," tanya Mama Siljie menyapa Ayah Ebert.


" Ini Ma, ambillah semua, dan diatur sebaik mungkin, supaya cukup untuk memenuhi kebutuhan kita ," jawab Ayah Ebert sambil menyerahkan uang hasil penjualan kebun mereka tadi.


Mama Siljie merasa sangat senang sekali diberikan uang yang tidak seberapa itu dari Ayah Ebert.


Karena mau menuntut lebih pun, kehidupan mereka sudah tidak seperti dulu lagi.


" Ayah masuk ke dalam dulu ," kata Ayah Ebert lagi.


" Tunggu!! ," cegah Mama Siljie.


" Ayah kenapa,? ko kelihatan lesu sekali?? ," tanya Mama Siljie.


" Ayah tidak kenapa-kenapa Ma, hanya capek saja ," jawab berbohong dari Ayah Ebert.


Ayah Ebert pun langsung berlalu masuk ke dalam rumah untuk bersih-bersih badannya.


Ketika Ayah Ebert berpapasan dengan Jeanne, dia hanya diam saja tanpa mau menyapa atau berbicara sama sekali, dan hal itu membuat Jeanne merasa sebagai anak yang tidak berguna untuk ke dua orang tuanya.


Kembali ke rumah Ayah Pippin lagi.


Saat ini Enzo sedang berada di samping Aurora. Dia terus memandangi gadis yang dicintainya itu, yang masih menutup mata dengan sangat rapat sekali.


" Bangunlah Aurora, aku berjanji akan menjadi laki-laki yang baik demi kamu dan anak kita ," kata Enzo berbicara sendiri.


Enzo menyebut anak laki-laki Aurora dengan anak kita, karena dia sudah mulai membiasakan diri mempunyai seorang anak mulai dari sekarang.


Ruang perawatan Aurora juga dijaga sangat ketat sekali oleh banyak anak buah Enzo, dan tidak ada yang bisa sembarangan masuk ke dalam ruang perawatan tersebut, tanpa seijin dari Enzo, bahkan itu Ayah Pippin, Mama Azura, Arny dan Linnea sekalipun.


" Maafkan aku, karena aku, kehidupanmu menjadi lebih susah ," kata Enzo.


Enzo yang tidak pernah jatuh cinta dengan lawan jenisnya, sekalinya jatuh cinta, rasa cintanya sangat teramat dalam sekali, hingga dia mampu mengorbankan apa saja demi gadis yang dicintainya itu.


Enzo yang sudah puas berbicara dengan Aurora yang masih koma, dia beralih ke baby boynya.


" Mulai sekarang kamu adalah anak Daddy, dan Daddy akan memberikanmu nama yang sangat indah sekali nanti ," kata Enzo.


" Cepatlah tumbuh sehat jagoan Daddy ," kata Enzo lagi.


Enzo yang hatinya terasa sesak, akhirnya dia memilih untuk berlalu ke luar dari dalam ruang perawatan tersebut, untuk menuju ke dalam kamar pribadinya.


Sebelum berlalu pergi, dia berpesan kepada para anak buahnya seperti biasa, dan para tim yang dibentuk oleh Martin pun, mereka harus mendapatkan serangkaian pemeriksaan sebelum bisa memasuki ruang perawatan Aurora dan sang baby.


Enzo yang sudah masuk ke dalam kamarnya, langsung mencari referensi nama laki-laki yang bagus untuk anak angkatnya.


Setelah membaca dan membuka semua artikel dan link yang dia jumpai, akhirnya Enzo mendapatkan sebuah nama yang menurutnya bagus, dan nama dari jagoan Aurora adalah Prince Wilson Nial Diedrich, yang berarti seorang Raja, dan nama panggilannya adalah Wilson.


Arti nama yang sangat singkat, padat dan juga jelas, namun penuh dengan makna dibaliknya.


Enzo ingin jika anak angkatnya itu akan menjadi seorang penguasa yang sangat ditakuti oleh semua orang dalam segi apapun, terutama dalam mengembangkan bisnis Keluarga yang dimiliknya.


Karena Enzo juga sudah bertekad, ingin mengajari Wilson sebagai penerus bisnis Keluarganya kelak.


Disaat Enzo sedang sibuk sendiri di dalam kamar, tiba-tiba telinganya mendengar pintu kamarnya diketuk dari luar.


Enzo segera menghentikan kegiatannya tersebut, untuk membukakan pintu kamarnya terlebih dahulu, dan ketika sudah dibuka ternyata yang mengetuk adalah Arny bersama Linnea.


" Ada apa?? ," tanya Enzo.


" Kak, Linnea ingin meminta ijin melihat Aurora dan babynya, apakah Kakak mau mengijinkannya?? ," tanya Arny.


" Saya mohon Tuan Enzo, ijinkan saya, karena saya sangat ingin sekali melihat Aurora ," kata Linnea.


" Baiklah, ayo aku temani ," jawab Enzo.


" Terimakasih Tuan ," kata Linnea merasa senang sekali.


Enzo lalu berjalan di depan mereka menuju ke ruang perawatan Aurora, dan karena Enzo tidak mudah percaya dengan siapapun, dia pun akhirnya ikut masuk juga bersama Linnea dan juga Arny.

__ADS_1


" Jangan lama-lama ," kata Enzo, dan Linnea pun hanya mengangguk saja kepada Enzo.


Linnea lalu berjalan mendekat ke arah Aurora, dia menangis tersedu melihat sahabat baiknya terbujur lemah dengan banyak selang menempel di tubuhnya.


" Aurora, bangun yuk ," kata Linnea berbisik tepat di telinga Aurora.


" Katanya kamu mau melihat anak kamu lahir, dia sudah lahir lho, anak kamu jagoan, dan wajahnya sangat tampan sekali ," kata Linnea lagi.


" Ayo bangun Aurora, supaya kamu bisa bermain kejar-kejaran bersama dia ," kata Linnea.


Linnea berbicara sambil terus mengusap air mata dan juga ingusnya.


Karena tidak tahan berbicara dengan orang yang sedang koma seperti Aurora, Linnea pun memilih berpamitan pergi kepada Enzo dan disusul oleh Arny.


Enzo hanya bisa diam saja ketika melihat Linnea menangis seperti itu, dan dia juga akhirnya ikut berlalu pergi dari dalam ruang perawatan tersebut.


Singkat cerita, sudah dua bulan berlalu Aurora tertidur lelap di atas ranjangnya, dan selama dua bulan itu pula, Enzo sangat setia memantau terus kesehatan Aurora dan sang baby.


Enzo merasa sangat senang sekali, ketika timnya Martin mengecek kondisi dari jagoannya, mereka menyatakan, jika sang baby sudah dinyatakan normal seperti baby pada umumnya, dan saat ini waktunya sang baby akan dikeluarkan dari dalam inkubator.


Untuk pertama kalinya dan sepanjang hidupnya bagi Enzo menggendong seorang baby, yaitu baby Wilson.


Baby Wilson yang sudah ke luar dari dalam inkubator, disambut penuh haru bercampur bahagia dari Ayah Pippin, Linnea, Arny, Mama Azura, Mama Paulita dan juga Ayah Bogy yang kebetulan ada di situ.


" Enzo, apakah kamu sudah menyiapkan nama untuknya?? ," tanya Ayah Pippin.


Sambil menggendong baby Wilson, Enzo pun menjawab " sudah Ayah, namanya Wilson ," jawab Enzo.


" Wilson?? ," kata semua orang.


" Lalu siapa nama lengkapnya Nak?? ," tanya Mama Azura.


" Prince Wilson Nial Diedrich ," jawab Enzo.


" Nama yang bagus, saya suka ," kata Mama Paulita.


Mereka menyambut suka cita baby Wilson, dan sesuai perkataan dari Ayah Pippin kemarin, jika baby Wilson adalah cucu pertama di Keluarga Diedrich.


Dua hari setelah ke luar dari dalam inkubator, tiba-tiba baby Wilson sangat rewel sekali, dia tidak mau minum susu maupun tidur, dan hal itu membuat Enzo serta yang lainnya merasa kebingungan.


" Ma tolong gendong Wilson sebentar, karena Enzo mau menghubungi Martin dulu ," kata Enzo.


Dengan senang hati Mama Azura menggendong Wilson.


Walau jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam, tidak menyurutkan niat Martin untuk datang ke rumah Ayah Pippin, dan kedatangan Martin langsung disambut oleh Enzo.


" Martin, tolong periksa baby Wilson, dia kenapa, daritadi menangis terus dan tidak mau tidur sama sekali ," kata Enzo.


Martin langsung memeriksa baby Wilson, dan di dalam pemeriksaannya, Martin tidak menemukan gejala yang sangat serius, cuma perut yang kosong dan juga kembung, karena tidak mau minum susu daritadi.


" Wilson tidak kenapa-kenapa Enzo, dia cuma lapar saja ," kata Martin.


" Sudah aku coba kasih susu, tapi dia tidak mau ," jawab Enzo.


" Mungkin Wilson tidak menyukai susunya, coba kamu ganti dengan susu yang lainnya ," kata Martin.


" Ini sudah malam, mau cari susu formula di mana saat ini Martin?? ," tanya Ayah Pippin.


" Apakah di sini tidak ada susu lain selain susu itu?? ," tanya Martin.


" Tidak, ini susu mahal dan bagus di antara kelasnya Martin ," jawab Enzo.


Martin yang teringat jika Wilson belum pernah bertemu dengan sang Mommy, dia mencoba menggendongnya, lalu Martin ajak masuk ke dalam ruang perawatan Aurora.


" Martin, Wilson mau kamu bawa ke mana?? ," tanya Enzo.


" Bertemu Aurora ," jawab Martin.


" Karena ikatan batin antara seorang anak dan Ibu itu sangat kuat sekali Enzo ," kata Martin lagi.


Langkah kaki Martin langsung diikuti oleh Enzo, Arny, Mama Paulita dan juga Ayah Pippin.


Martin yang sudah berpengalaman menjadi seorang Dokter, dan sudah cukup banyak menyaksikan keajaiban dari Tuhan, dengan sengaja dia meletakkan baby Wilson di samping Aurora yang masih belum sadarkan diri.


" Martin, kasihan Wilson, Nak ," kata Mama Azura yang tidak tahan melihat Wilson menangis terus.


" Kita tunggu sebentar saja, Tante ," jawab Martin.


Benar saja dugaan dari Martin, ketika baru lima menit Wilson berada didekat Aurora, dengan suara tangisan yang menggelegar di dalam ruangan, tiba-tiba Aurora menunjukkan pergerakan seperti akan sadar dari komanya.


Martin yang melihat, langsung mengambil baby Wilson untuk dia berikan kepada Mama Azura, karena dia akan segera melihat kondisinya Aurora.


Semua orang disuruh ke luar sejenak dari dalam ruangan tersebut, hanya menyisahkan Martin dan Enzo saja. Dan mereka semua harap-harap cemas dengan keadaan dari Aurora, serta mereka semua berdoa, semoga apa yang mereka harapkan terkabul juga dengan kesadaran dari Aurora.

__ADS_1


...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...


...***TBC***...


__ADS_2