
Pandangan Ayah Pippin teralihkan, ketika telinganya mendengar seseorang ada yang memanggil namanya, dan Ayah Pippin sangat terkejut di saat sudah melihat Ayah Bogy dan Mama Paulita yang berdiri tidak jauh di depannya.
" Tuan Bogy, Nyonya Paulita ," kata Ayah Pippin.
" Tuan, apa yang sebenarnya terjadi, kenapa anda berlumuran darah seperti ini?? ," tanya Ayah Bogy.
" Enzo, Tuan, dia kecelakaan ketika akan menuju ke sini ," jawab Ayah Pippin.
" Apaaa!! ," teriak Mama Paulita dan Ayah Bogy secara bersamaan.
" Ja-jadi, orang yang terluka parah tadi adalah Nak Enzo?? ," tanya Mama Paulita, dan Ayah Pippin langsung mengangguk lemas.
" Astaga ya Tuhan ," kata Ayah Bogy.
" Ba-bagaimana ini bisa terjadi Tuan?? ," tanya Ayah Bogy.
" Enzo menabrak badan belakang truck trailer Tuan ," jawab Ayah Pippin.
" Ya Tuhan ," kata Mama Paulita sangat syok sekali.
Ayah Pippin hanya diam saja sambil menampilkan wajah sedihnya.
Pikiran mereka bertiga sangat terpecah belah saat ini, karena di satu sisi Aurora dan baby Wilson belum diketahui bagaimana keadaannya, sekarang ada kejadian lagi, dengan Enzo yang mengalami kecelakaan.
Ayah Pippin, Ayah Bogy dan Mama Paulita, mereka bertiga duduk di kursi tunggu yang ada di situ, sambil menunggu kabar dari Dokter.
" Tuan Bogy, di mana ruangannya Aurora?? ," tanya Ayah Pippin.
" Ini ruangannya Aurora, Tuan ," jawab Ayah Bogy sambil menunjuk ruangan di depannya.
" Lalu, di mana ruangan baby Wilson?? ," tanya Ayah Pippin lagi.
" Ada di lorong sebelah Tuan, khusus anak-anak ," jawab Ayah Bogy.
" Dosa apa yang dulu pernah aku perbuat, hingga anak-anakku mengalami dan mempunyai masalah begitu berat di dalam hidupnya saat ini ," kata Ayah Pippin sambil menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi.
" Anda harus kuat Tuan, karena Enzo, Aurora dan baby Wilson, serta si twins yang sedang dikandung oleh Aurora, membutuhkan orang tua dan Keluarga yang kuat dan selalu mendukungnya ," kata Ayah Bogy sambil menyentuh pundak Ayah Pippin.
" Iya Tuan ," jawab Ayah Pippin.
Tidak lama ruang perawatan Aurora, terbuka dari dalam, dan hal itu membuat Ayah Pippin, Ayah Bogy dan Mama Paulita, langsung berdiri mendekat ke arah sang Dokter.
" Dokter, bagaimana keadaan menantu saya?? ," tanya Ayah Pippin.
__ADS_1
" Puji Tuhan, keadaan Nyonya Aurora baik-baik saja Tuan ," jawab sang Dokter.
" Lalu bagaimana dengan kandungannya Dokter?? ," gantian Ayah Bogy yang bertanya.
" Kandungannya juga baik-baik saja Tuan, hanya cuma mengalami kram tadi, tapi masih bisa kami tangani dan atasi ," jawab sang Dokter lagi, dan jawaban itu sangat melegakan sekali untuk semua orang.
" Akan tetapi Nyonya Aurora harus beristirahat selama satu sampai dua hari untuk memulihkan keadaannya lagi ," sambung kata sang Dokter.
" Iya Dokter, kami mengerti ," jawab Ayah Pippin.
" Apakah kami sudah bisa melihat Aurora, Dokter?? ," tanya Ayah Bogy.
" Boleh, tapi setelah kami pindahkan ke ruang perawatan biasa ya Tuan ," jawab sang Dokter, dan Ayah Bogy pun lalu mengangguk.
" Kalau begitu, saya permisi dulu Tuan-tuan, Nyonya ," pamit sang Dokter.
" Iya Dokter, terimakasih atas bantuannya ," jawab Ayah Bogy.
Sedangkan Mama Paulita dan Ayah Pippin hanya mengangguk saja.
" Sama-sama Tuan ," jawab sang Dokter, setelahnya, Dokter itu langsung berlalu pergi dari hadapan mereka semua.
" Mama mau mengecek keadaannya baby Wilson dulu ya Ayah ," ijin Mama Paulita.
" Iya Ayah ," jawab Mama Paulita sambil mengangguk.
Mama Paulita, lalu pergi dari lorong tersebut, menuju ke lorong sebelah untuk melihat keadaannya baby Wilson.
Ternyata baby Wilson sudah selesai ditangani sejak tadi oleh para Dokter, dan baby Wilson juga tidak mengalami luka yang serius, cuma memar yang cukup menyakitkan di dahinya, karena terbentur batu tadi.
Mama Paulita langsung meminta sang Dokter memindahkan perawatan baby Wilson satu kamar dengan Aurora.
Ketika akan dipindahkan, akhirnya, Ayah Bogy serta Ayah Pippin, bisa melihat cucu kesayangan mereka, yang saat ini dahinya sedang ditambal dengan perban.
Baby Wilson yang sedang menangis di dalam gendongannya Mama Paulita, langsung meminta digendong oleh Ayah Pippin, sebab baby Wilson tahunya jika Ayah Pippin adalah Kakeknya.
Dengan senang hati, Ayah Pippin membawa baby Wilson ke dalam pelukannya, karena dia sendiri sebetulnya sudah kangen sekali dengan baby Wilson, walau cuma baru beberapa hari tidak bertemu.
Tidak lama, ketika mereka semua sudah berkumpul di depan ruang perawatan Enzo dan Aurora, akhirnya, brankar Aurora di dorong ke luar oleh Dokter, menuju ke ruang VVIP yang ada di rumah sakit tersebut.
" Kalian ikutlah dengan mereka, ini ajak baby Wilson juga bersama kalian, biar saya saja yang menunggu Enzo di sini ," kata Ayah Pippin kepada Ayah Bogy dan Mama Paulita.
" Baiklah Tuan ," jawab Ayah Bogy.
__ADS_1
Baby Wilson awalnya tidak mau ketika akan diajak oleh Ayah Bogy, namun setelah berbagai bujukan, dan Ayah Bogy serta Mama Paulita, yang tahu kelemahan baby Wilson, akhirnya, baby Wilson mau ikut juga bersama mereka.
Sekarang, tinggallah Ayah Pippin sendirian di lorong itu, sambil menatap lemas ke arah pintu ruang perawatan sang putra.
Di saat Ayah Pippin sedang melamun, tiba-tiba pandangannya teralihkan lagi, ketika ada yang memanggil namanya, yang ternyata itu Arny bersama Linnea yang baru saja sampai.
" Ayah, bagaimana keadaannya Kak Enzo?? ," tanya Arny.
Wajah Arny terlihat benar-benar sangat khawatir sekali.
" Entahlah Arny, Dokternya belum ke luar ," jawab lemas dari Ayah Pippin.
" Apakah kalian sudah menghubungi Mama?? ," tanya Ayah Pippin.
" Belum Ayah ," jawab Ayah Pippin.
" Biar Ayah saja yang menghubunginya dulu ," kata Ayah Pippin, dan Arny hanya mengangguk saja.
Sambungan telepon dari Ayah Pippin, langsung diangkat oleh Mama Azura, karena sejujurnya, Mama Azura memang sedang menunggu telepon dari sang suami.
" Halo Ayah, bagaimana keadaannya Aurora dan cucu kita?? ," tanya Mama Azura.
" Mereka baik-baik saja Ma ," jawab Ayah Pippin.
" Syukurlah, Mama senang mendengarnya ," jawab Mama Azura merasa lega.
" Tapi Ma, ada satu hal yang harus Mama tahu ," kata Ayah Pippin.
" Apa itu Ayah?? ," tanya Mama Azura benar-benar sangat takut sekali.
Karena perasaannya mengatakan, jika apa yang ingin dikatakan oleh sang suami, begitu sangat serius sekali.
" Enzo, Ma, Enzo mengalami kecelakaan parah ketika akan sampai di rumah sakit, dan dia sedang ditangani oleh Dokter ," jawab pelan oleh Ayah Pippin.
" Apa!! ," teriak Mama Azura, seperti ingin memecahkan gendang telinga.
Ponsel Mama Azura sampai terjatuh dari genggamannya, hingga membuat layarnya retak di pinggirnya.
Kaki Mama Azura seperti mati rasa, ketika mendengar kabar, jika sang putra sulung mengalami kecelakaan parah.
Ayah Pippin semakin khawatir saja, ketika suara sang istri tidak terdengar lagi di sambungan telepon, malah terdengar suara gemuruh, karena ponsel yang terjatuh tadi.
...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...
__ADS_1
...***TBC***...