
Saat ini Linnea baru saja pulang dari kantor, dan dia sedang berjalan ke arah halte bus untuk menunggu taksi yang akan mengantarkannya pulang ke apartemen.
Di saat Linnea sedang berjalan ke arah halte bus, tiba-tiba ada sebuah mobil yang sangat bagus sekali berhenti tepat di sampingnya, dan mobil tersebut ternyata milik Arny.
" Linnea, ayo masuk, akan aku antar kamu pulang ," kata Arny.
" Tidak Tuan, terimakasih, tidak enak dilihat oleh karyawan yang lain ," jawab Linnea dengan sopan.
Bukan maksud Linnea menolak karena dia sombong, hanya saja ini masih dilingkup perkantoran, dan ada banyak staf karyawannya Arny yang berlalu lalang ingin pulang, akan sangat riskan sekali jika Linnea menuruti perkataan Arny.
Linnea hanya tidak mau saja terkena masalah di kantor, dengan mendapatkan banyak gunjingan yang tidak-tidak karena kedekatannya dengan Arny.
Setelah menjawab seperti itu kepada Arny, Linnea mencoba melangkahkan kakinya lagi untuk pergi, namun Arny yang melihat, tentu saja tidak akan membiarkannya.
Arny bergegas ke luar dari dalam mobilnya, untuk mencegah Linnea yang ingin pergi darinya.
Sudah cukup beberapa bulan ini dia menarik ulur perasaan Linnea, sekarang tidak lagi, karena Arny ingin memastikannya sendiri bagaimana perasaan Linnea kepadanya.
Jika Linnea tidak mencintainya, Arny berjanji akan mundur secara teratur dan tidak akan mengejar Linnea lagi, walau dia masih bekerja di Perusahaannya.
Arny yang sudah ke luar dari dalam mobilnya, langsung mencegah Linnea dan menarik paksa tangan Linnea untuk dia suruh masuk ke dalam mobilnya.
Kejadian Linnea yang dipaksa masuk ke dalam mobil oleh Arny, dilihat jelas oleh para staf karyawan yang ingin kembali pulang ke rumah atau apartemen mereka.
Bisik-bisik pun langsung terjadi, ketika mobil milik Arny pergi dari situ.
" Arny, apa yang kamu lakukan,?? tadi kita berdua dilihat oleh para staf karyawan kantor yang lainnya?? ," kata Linnea.
" Memangnya kenapa, itu urusan mereka, bukan urusanku ," jawab Arny, sambil mengendarai mobilnya.
" Kamu bisa tenang, karena mereka tidak akan berani macam-macam denganmu, lalu bagaimana denganku,? pasti mereka nanti akan menggunjingkanku sama seperti yang sebelumnya ," kata Linnea.
" Jika mereka sampai berani menyakitimu, mereka akan berhadapan langsung denganku ," jawab Arny.
Linnea langsung menggelengkan kepalanya, karena sudah tidak tahu lagi bagaimana cara menasihati Arny.
" Turunkan aku di sini Arny, aku mau pulang sendiri, di apartemenku masih ada ke dua orang tuaku, aku tidak mau mereka sampai berpikir yang tidak-tidak tentang aku, kalau tahu diantarkan kamu pulang ," kata Linnea.
Arny tidak menjawab, dia terus saja mengendarai mobilnya, walau Linnea terus memaksa untuk turun.
Linnea yang capek berbicara daritadi tapi tidak didengarkan sama sekali oleh Arny, akhirnya memilih diam, namun dengan menahan perasaan sebal untuk Arny.
Arny yang melihat Linnea terdiam sambil cemberut, dia hanya melirik saja sambil tersenyum tipis.
Akhirnya, mobil yang Arny kendarai sampai juga disebuah gedung apartemen yang bisa terbilang lumayan mewah.
" Bagaimana kamu bisa tahu alamat apartemenku?? ," tanya Linnea.
" Apapun yang berhubungan denganmu aku tahu semua ," jawab Arny.
" Apakah kamu selama ini .....? ," perkataan Linnea langsung terpotong oleh perkataannya Arny.
" Sudah yuk kita turun ," kata Arny.
" Aku turun sendiri, kamu silahkan segera pergi dari sini dan jangan mengantarkanku sampai ke atas ," jawab Linnea.
" Tidak,!! aku akan tetap mengantarkanmu sampai ke atas, karena aku tidak mau terjadi apa-apa denganmu ," jawab Arny.
" Aku sudah sampai Arny, tinggal naik lift langsung menuju ke lantai apartemenku berada, jadi silahkan kamu pergi dari sini, dan terimakasih sudah mengantarkanku pulang ," kata Linnea.
" Aku tidak mau,!! kamu tidak bisa menyuruhku!! ," jawab Arny.
Arny yang merasa kesal, dia tidak mempedulikan perkataan Linnea lagi, dan dia langsung saja menggenggam tangan Linnea untuk dia ajak masuk ke dalam lift.
Sesampainya di dalam lift, Arny langsung menekan tombol lantai apartemen Linnea berada.
" Bagaimana kamu tahu aku tinggal di lantai itu?? ," tanya Linnea yang melihat Arny memencet tombol lantai apartemennya berada.
" Sudah ku katakan, apapun yang berhubungan denganmu, aku tahu semua?? ," jawab Arny.
" Tapi ini salah Arny, kamu atasanku, kamu anak orang kaya yang berpengaruh di Negara ini, sedangkan aku?? ," kata Linnea.
Arny yang mendengar perkataan Linnea, reflek langsung mengukung tubuh Linnea di dinding belakangnya dan menatap matanya dengan sangat lekat sekali.
Untung saja di dalam lift itu cuma mereka berdua, jadi Arny bisa leluasa jika ingin berdekatan dengan Linnea.
" Ini hidupku,!! aku yang menjalaninya ," kata Arny.
" Tidak ada seorangpun yang bisa mengatur atau melarangku, jika aku sangat menyukainya, walau itu ke dua orang tuaku sekalipun ," kata Arny lagi.
" Jadi, kamu jangan pernah lagi berpikir, jika aku akan merendahkanmu karena tidak sederajat denganku, sebab jika aku mau, aku sudah dari dulu melakukan itu kepadamu!! ," kata Arny.
" Tapi nyatanya, aku masih mengharapkan kamu mau melirikku walau sedetik saja ," kata Arny lagi kepada Linnea.
Linnea hanya bisa diam saja daritadi, sambil menatap lekat ke wajah Arny yang begitu sangat dekat sekali didepannya.
Ting!
Bunyi lift yang berdenting, akhirnya mengalihkan pandangan mereka berdua ke arah pintu lift yang sudah terbuka.
" Ayo ke luar ," kata Arny.
__ADS_1
Arny langsung menggandeng mesra tangan Linnea untuk dia ajak masuk ke dalam apartemennya.
Linnea bagai sapi yang menurut kepada Tuannya, sebab dirinya malah menurut saja ketika Arny terus menggenggam tangannya.
Tanpa bertanya lebih dahulu kepada Linnea, Arny bahkan tahu nomor pin password pintu apartemen Linnea, dan hal itu semakin membuat Linnea menjadi bingung sekali.
" Linnea, kamu su ...... ," perkataan dari Ayah Bogy pun terhenti, karena Linnea tidak pulang sendiri.
Ayah Bogy yang sedang membaca korannya, menatap bingung ke arah Arny yang masuk ke dalam apartemen sambil menggandeng tangan Linnea.
" Tuan Bogy ," sapa Arny yang menyadarkan masa melamun dari Ayah Bogy.
Bahkan, Arny tahu siapa nama Ayahnya Linnea.
" Oh, iya, mari silahkan duduk Tuan ," jawab Ayah Bogy.
Arny langsung duduk di sofa seberang Ayah Bogy sambil tersenyum sopan, begitupun juga dengan Linnea yang langsung disebelah Arny.
" Pasti anda bingung dan bertanya-tanya siapa saya ," kata Arny kepada Ayah Bogy.
" Perkenalkan Tuan Bogy, nama saya Arny Diedrich, kekasih Linnea ," kata Arny memperkenalkan diri.
Linnea begitu terkejut sekali, ketika Arny, bos sekaligus temannya untuk beberapa bulan yang lalu, memperkenalkan diri dihadapan sang Ayah sebagai kekasihnya.
" Diedrich,? apakah anda adik dari Tuan Enzo Diedrich?? ," tanya Ayah Bogy terkejut.
" Sepertinya memang Kakak saya yang lebih terkenal daripada saya ," jawab Arny sambil tertawa pelan.
" Benar sekali Tuan, saya adik kandung dari Enzo Diedrich ," kata Arny lagi.
Mulut Ayah Bogy reflek terbuka sedikit karena benar-benar merasa terkejut.
Ayah Bogy juga menatap kearah Linnea untuk bertanya yang sebenarnya, namun yang bisa Linnea lakukan cuma diam saja tanpa ada tanggapan sama sekali.
Ayah Bogy lalu memanggil sang istri yaitu Mama Paulita yang sedang menonton televisi di ruang Keluarga.
Mama Paulita yang mendengar panggilan dari sang suami langsung bergegas menuju ke ruang tamu.
" Ada apa Ay...... ," perkataan Mama Paulita terhenti, ketika Mama Paulita melihat ada orang yang tidak dikenalnya duduk diantara suami dan anaknya.
Arny yang melihat kedatangan Mama Paulita langsung tersenyum ramah dan sopan sebagai calon menantu, cie elah calon menantu, itu kalau Linnea mau Arny, wkwkwk.
" Nyonya ," sapa Arny.
" Mama sini ," panggil Ayah Bogy.
Mama Paulita yang masih berdiri pun langsung saja duduk di samping Ayah Bogy.
Sebelum dijawab oleh Linnea, Arny membuka suaranya terlebih dahulu.
" Perkenalkan Nyonya, saya Arny Diedrich, kekasihnya Linnea ," jawab Arny kepada Mama Paulita.
Sama seperti Ayah Bogy, Mama Paulita langsung terkejut ketika mendengar nama Arny.
" Diedrich,? itu artinya anda saudara Tuan Enzo Diedrich?? ," tanya Mama Paulita.
Sambil tersenyum Arny pun menjawab pertanyaan dari Mama Paulita.
" Tadi anda bilang kekasih?? ," tanya Mama Paulita lagi.
Wajah Mama Paulita masih terlihat sangat terkejut sekali, sedangkan Linnea hanya bisa diam saja karena tidak tahu harus berkata apa.
" Iya, saya kekasihnya Nyonya, dan saya ke sini ingin meminta ijin kepada kalian berdua, kalau nanti malam saya ingin mengajak pergi Linnea ke suatu tempat, apakah anda mengijinkannya?? ," kata Arny sangat gentle sekali.
Linnea memberi kode dengan menggelengkan kepalanya kepada ke dua orang tuanya, namun ke dua orang tuanya malah bingung mau menjawab bagaimana kepada Arny.
" Kalau untuk urusan hal itu, terserah Linnea saja Tuan, kami tidak bisa menjawab apa-apa ," jawab Ayah Bogy.
Mendengar jawaban dari Ayah Bogy, Linnea hanya bisa menghela nafasnya.
" Bagaimana Linnea, apakah kamu mau pergi denganku malam ini?? ," tanya Arny kepada Linnea.
" Sebagai laki-laki yang baik, aku sudah berani mengajakmu pergi dihadapan ke dua orang tuamu langsung, karena anak putrinya akan pergi dengan seorang laki-laki ," kata Arny lagi.
" Pergilah Nak, karena Tuan Arny ini sudah begitu berani memintamu dari Ayah ," kata Ayah Bogy kepada Linnea.
" Baiklah ," jawab pasrah dari Linnea.
" Kalau begitu nanti aku akan menjemputmu jam enam sore, jangan sampai kamu belum siap-siap di jam segitu, karena aku tetap akan mengajakmu pergi walau kamu masih memakai piyama sekalipun ," kata Arny kepada Linnea.
Linnea tidak menjawab, dia hanya diam saja dengan pesan dari Arny kepadanya.
" Tuan, Nyonya, saya pamit, tolong jaga Linnea ketika saya tidak ada, karena saya bisa marah akan hal itu jika Linnea sampai kabur dariku ," kata Arny kepada Ayah Bogy dan Mama Paulita.
" Baik Tuan Arny ," jawab Ayah Bogy, dan Mama Paulita hanya mengangguk saja.
Setelah selesai berbincang, Arny pun berlalu pergi dari apartemen Linnea untuk kembali ke rumah sang Ayah.
Setelah kepergian dari Arny, Ayah Bogy dan Mama Paulita langsung mencerca berbagai pertanyaan kepada Linnea.
" Maaf Ayah, Mama, Linnea belum bisa menceritakannya sekarang kepada kalian berdua, Linnea capek, Linnea ijin masuk dulu ke dalam kamar ," jawab Linnea.
__ADS_1
Mau tidak mau, Ayah Bogy dan Mama Paulita terpaksa membiarkan Linnea masuk ke dalam kamarnya, tanpa menjawab pertanyaan dari mereka satu pun.
Di dalam kamar, Linnea masih bingung dengan sikap Arny yang berani mengaku sebagai kekasihnya, padahal kenyataannya Arny tidak pernah mengutarakan perasaannya kepadanya secara terang-terangan.
Yang bisa Linnea lakukan cuma memendam rasa penasarannya sampai waktunya tiba supaya Arny mau menjelaskan sendiri kepadanya.
Linnea yang masih bingung dengan keadaan, dia memilih merebahkan badannya di atas ranjangnya cuma memakai tank top dan juga celana hotpants nya saja.
Lama kelamaan mata Linnea mengantuk juga, dan akhirnya dia tertidur sangat lelap sekali hingga waktunya Arny datang untuk menjemput.
Arny yang sudah berada di depan apartemen milik Linnea, dia sengaja memencet bel pintunya, walau dia bisa langsung masuk menggunakan pin password nya.
Mama Paulita yang mendengar bel pintu berbunyi, dia langsung membuka pintunya, dan Mama Paulita tidak terlalu terkejut ketika yang datang adalah Arny.
Namun, yang membuat Mama Paulita terkejut, dia sampai lupa mengingatkan Linnea untuk bersiap-siap.
" Eh, Tuan Arny, silahkan masuk dan silahkan duduk, akan saya panggilkan Linnea sebentar Tuan, dia masih berada di dalam kamarnya ," kata Mama Paulita.
" Jika saya sendiri saja yang memanggil Linnea, apakah anda mengijinkan?? ," tanya Arny dengan berani.
" Oh, emm, baiklah, si-silahkan Tuan ," jawab Mama Paulita.
Mama Paulita merasa sungkan jika menolak, akhirnya dia mengijinkan saja ketika Arny akan menemui Linnea di dalam kamarnya.
" Terimakasih Nyonya ," kata Arny sambil tersenyum.
" Kamarnya ada di lantai atas Tuan yang dekat dengan tangga ," kata Mama Paulita.
Arny hanya mengangguk saja kepada Mama Paulita, dan dia langsung berlalu masuk ke dalam kamar Linnea.
Ketika akan menaiki tangga, Arny berpapasan dengan Ayah Bogy yang baru saja ke luar dari dalam kamar, dan Arny hanya tersenyum saja sambil berlalu menuju ke dalam kamar Linnea.
Ayah Bogy yang melihat sang istri baru saja masuk dari arah ruang tamu, dia langsung saja bertanya.
" Itu Tuan Arny mau kemana, Ma?? ," tanya Ayah Bogy.
" Mau menemui Linnea, Mama lupa mengingatkan Linnea ," jawab Mama Paulita.
" Kenapa Mama ijinkan?? ," tanya Ayah Bogy lagi.
" Habisnya Mama sungkan kalau melarang, Mama takut kalau dia tersinggung ," jawab Mama Paulita.
Ayah Bogy hanya bisa menghela nafasnya saja mendengar jawaban dari Mama Paulita.
Sedangkan Arny sendiri bukannya mengetuk pintu, dia memilih langsung masuk ke dalam kamar dan melihat Linnea sedang tidur dalam keadaan yang bisa memancing jiwa liar dari dalam tubuhnya timbul kepermukaan.
" Astaga, Linnea sangat 53k51 sekali ," kata batin Arny sambil menelan air liurnya.
Kaki Arny yang tadinya semangat, sekarang malah seperti tertancap di lantai, ketika melihat penampilan Linnea ketika sedang tidur begitu 53k51 sekali menurutnya.
Arny akhirnya memberanikan diri berjalan mendekati ranjang, dan ketika sudah sampai di ranjang, Arny bukannya membangunkan Linnea malah memilih duduk di pinggir ranjang sambil menunggu Linnea bangun dengan sendirinya.
Arny yang sudah duduk sekitar sepuluh menit lamanya sambil mengamati seisi kamar Linnea, tiba-tiba dia mendengar alarm di ponsel Linnea berbunyi.
Dengan mata yang masih tertutup, Linnea meraba ponselnya untuk mematikan alarmnya.
Namun, ketika Linnea mencoba membuka matanya, dia dikejutkan dengan seorang laki-laki yang sudah duduk di pinggir ranjangnya.
" Siapa kamu!! ," tanya Linnea.
Arny yang ditanya oleh Linnea, langsung saja mengalihkan pandangannya ke arah Linnea, dan semakin terkejutlah Linnea, ketika ternyata yang duduk dipinggir ranjangnya adalah Arny.
" Arny,!! bagaimana kamu bisa masuk ke dalam kamarku?? ," tanya Linnea.
Linnea belum menyadari penampilannya, dan ketika sudah sadar, dia langsung menutupi dadanya menggunakan bantal miliknya.
" Mama kamu yang mengijinkanku masuk ke sini ," jawab Arny.
" Aku sudah mengatakan kepadamu untuk bersiap-siap sebelum aku datang, kenapa ketika aku datang kamu masih tidur?? ," kata Arny.
Arny lalu mencoba mendekat ke arah Linnea, dan membuat Linnea semakin memundurkan tubuhnya sambil menahan Arny menggunakan bantal yang dibawanya.
" Jangan mendekat Arny!! ," kata Linnea.
" Cepat bangun, pakai bajumu, atau aku akan .......... ," kata Arny sambil mengusap lembut lengan Linnea.
Linnea yang diusap begitu oleh Arny menjadi merinding sendiri sekujur tubuhnya, dan dia reflek langsung menyingkirkan tangan Arny dari lengannya.
Arny bukannya marah, dia malah tersenyum super manis kepada Linnea.
Hingga tiba-tiba, tanpa Linnea duga, Arny langsung manarik tangannya untuk turun dari atas ranjang.
" Kelamaan, aku sudah cukup lama menunggu, dan tidak ada yang bisa menyuruhku untuk menunggu lagi ," kata Arny sambil memakaikan jas mahalnya ditubuh Linnea.
Setelah itu, Arny langsung menarik tangan Linnea untuk dia ajak ke luar dari dalam kamar apartemennya.
Bahkan Mama Paulita dan Ayah Bogy hanya bisa diam saja, ketika sang putri tercintanya ditarik seperti itu oleh Arny dalam keadaan yang sangat berantakan sekali.
...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...
...***TBC***...
__ADS_1