AURORA

AURORA
PERTUNANGAN MENDADAK


__ADS_3

" Kita mau ke mana Arny?? ,"


Begitulah yang dipertanyakan oleh Linnea kepada Arny terus menerus hingga sampai di dalam mobil milik Arny.


" Sudah ku katakan jika aku akan mengajakmu ke suatu tempat ," jawab Arny.


" Tapi masa aku pergi dalam keadaan seperti ini, malu Arny ," kata Linnea lagi.


" Itu salah kamu sendiri, kenapa tidak bersiap-siap sejak tadi, malah asik tidur ," jawab Arny.


" Jalan ," kata Arny pada anak buahnya.


" Jika kamu tidak mau membukakan pintunya, aku akan melompat dari dalam mobil ini!! ," kata Linnea mengancam.


" Lompatlah kalau bisa ," jawab Arny dengan tenang.


Linnea yang merasa tertantang, dia mencoba membuka pintunya, tapi sayang sudah dikunci otomatis oleh sang sopir sekaligus anak buah Arny.


Arny tersenyum miring ketika Linnea tidak bisa membuka pintunya, dan tanpa Arny duga, Linnea malah mencoba mencekik leher anak buahnya supaya mau menghentikan laju mobilnya.


Arny sudah mengantisipasi jika Linnea memberontak, jadi Arny sudah menyiapkan sebuah obat bius yang dia oleskan ke sapu tangannya, dan berhasil, Linnea akhirnya pingsan tidak sadarkan diri di dalam pelukannya.


" Mungkin begini lebih baik ," kata Arny.


Arny memangku kepala Linnea untuk dia alaskan dip4h4nya. Sambil mengusap lembut rambut kepala dan juga pipi Linnea, Arny juga mengagumi wajah Linnea.


Hingga saat ini Arny belum mengetahui jika gadis yang dia cintai, bersahabatan dengan Aurora, gadis yang sedang gencar dicari oleh sang Kakak.


" Entah apa yang kamu lakukan, karena kamu sudah bisa membuatku tergila-gila kepadamu ," kata Arny.


Ternyata Arny membawa Linnea ke sebuh calon mahal dan juga berkelas.


Linnea yang berada di dalam gendongannya Arny, langsung saja dia bawa masuk ke dalam ruangan yang sudah dipersiapkan sebelumnya oleh sang pemilik salon.


" Anda tidak menculiknya kan Tuan Diedrich?? ," tanya sang pemilik salon.


" Dia kekasih saya, mana ada saya menculiknya ," jawab Arny.


" Buat dia secantik mungkin, kalau tidak, akan saya robohkan salon ini!! ," perintah Arny.


" Ok siap Tuan Arny, saya jamin nanti anda akan pangling dan puas dengan hasil make upnya ," jawab sang pemilik salon.


Arny hanya mengangguk saja, dan dia langsung duduk di sofa mewah yang sudah disediakan disitu khusus untuk pelanggan elit seperti Arny.


Pemilik salon tadi, langsung saja meng make over wajah Linnea yang masih pingsan dengan sangat cekatan sekali dibantu oleh beberapa karyawannya.


Linnea akhirnya tersadar ketika dia merasa ada yang menyentuh bagian tubuhnya dibeberapa tempat, dari wajah, kaki, tangan, dan juga pundaknya.


" Aaaaaa!! ," tiba-tiba Linnea berteriak karena terkejut.


" Jangan takut Nona, ini semua Tuan Arny yang meminta, tolong anda diamlah sebentar ," kata sang pemilik salon.


Mau tidak mau, akhirnya Linnea pun menurut dan dia diam saja ketika semua orang sedang melakukan tugasnya.


Hingga pada akhirnya, setelah kurang lebih satu jam lamanya, Linnea selesai juga di make over drastis oleh mereka semua.


" Pakailah ini Nona ," kata sang pemilik salon sambil menyerahkan sebuah gaun yang cantik dan mahal.


Arny ternyata sudah menyiapkan sebuah gaun yang sangat cantik sekali untuk Linnea. Dan ketika Linnea sudah siap semua, barulah sang pemilik salon mengajaknya ke luar, untuk dia perlihatkan kepada Arny.


Arny begitu terpukau, melihat penampilan Linnea yang benar-benar sangat cantik sekali malam ini.


" Kamu sangat cantik sekali sayang ," kata Arny dengan mata yang berbinar senang.


" Ayo kita pergi, karena kita sudah terlambat ," kata Arny lagi.


Arny langsung saja pergi meninggalkan salon tersebut, tanpa mengucapkan kata terimakasih sama sekali, dan untuk urusan bayar membayar sudah ada tugasnya sendiri-sendiri dari para anak buahnya.


Arny langsung mengajak masuk Linnea ke dalam mobilnya, dan ketika sekitar kurang lebih tiga puluh menitan berada di dalam mobil, akhirnya mobil yang Arny serta Linnea tumpangi sampai juga di sebuah rumah yang sangat mewah sekali.


Rumah itu ternyata rumah Ayah Pippin, dan malam ini ada pesta perayaan ulang tahun pernikahan mereka yang kesekian kali.


" Ini rumah siapa Arny? ," tanya Linnea.


" Rumah Ayahku ," jawab Arny.


" Tidak,!! aku tidak mau masuk, aku malu ," kata Linnea menolak.


" Kamu tidak perlu malu, karena kamu sudah cantik Linnea, apalagi sekarang kamu datang bersamaku ," jawab Arny.


" Yang harus kamu lakukan sekarang, cuma menggenggam tanganku dan jangan pergi dari sisiku, ok ," kata Arny.


Ragu, tapi Linnea tidak bisa mundur lagi, akhirnya dia menurut saja dengan perkataan Arny, dia menggenggam tangan Arny dengan sangat erat sekali, bahkan mereka berdua terlihat sangat mesra dipandangan semua orang.


Kedatangan Arny langsung mengalihkan pandangan dari para tamu undangan yang hadir, terutama para kaum hawa yang sengaja datang bersama ke dua orang tua mereka, karena mereka berpikir siapa tahu bisa merebut hati salah satu anak dari Keluarga Diedrich.

__ADS_1


" Siapa wanita itu ," bisik-bisik sudah mulai terdengar.


" Cantik juga ," bisik-bisik lagi.


" Selera yang bagus dari Tuan Arny ," dan masih banyak yang lainnya.


Enzo yang melihat sang adik datang bersama seorang gadis yang diketahuinya sebagai sekretaris pribadinya pun hanya tersenyum simpul saja.


" Kamu datang juga bersama dia, apakah ini cuma akting untuk menutupi kesendirianmu, atau memang kamu menyukai dia?? ," kata Enzo kepada Arny.


" Aku sudah menyukainya sejak dulu, hanya saja dia sangat sulit ku dapatkan, jadi terpaksa aku membuat skenario supaya dia bisa menjadi sekretarisku Kak, supaya aku bisa melihatnya setiap hari ," jawab Arny sambil tersenyum penuh arti.


Dan Linnea mendengar jelas apa yang Arny serta Enzo bicarakan tentang dirinya, sebab dia masih berada di samping Arny.


" Good luck, semoga berhasil meluluhkan hatinya ," kata Enzo sambil melirik Linnea.


" Thank's Kak ," jawab Arny sambil tersenyum senang.


Tiba-tiba ada suara gelas yang berdenting, dan itu artinya jika pesta akan segera dimulai.


Ucapan panjang kali lebar dari Ayah Pippin, dia ucapkan kepada para tamu undangan yang hadir. Ditemani oleh sang istri tercinta yang masih cantik walau usianya sudah tidak lagi muda, membuat pasangan Ayah Pippin dan Mama Azura terlihat masih sangat harmonis sekali.


" Satu hal lagi yang ingin saya sampaikan, jika malam ini ada pengumuman penting yang akan disampaikan oleh anak saya, yaitu Arny Diedrich, ayo Nak sini naik ke atas ," kata Ayah Pippin.


Arny hanya mengangguk saja, dan dia langsung mengajak Linnea untuk naik ke atas panggung, namun, lagi dan lagi Linnea menolak ajakan tersebut, sebab dia benar-benar sangat malu sekali.


Linnea merasa jika bukan di sini tempatnya, berbaur dengan para orang kaya, akan tetapi Arny tetap memaksa dan menyuruh Linnea harus ikut dengannya.


Terpaksa lagi, Linnea menurut saja perkataan Arny, sebab dia tidak mau menimbulkan tontonan yang tidak ingin dilakukannya.


Senyum canggung dan malu daritadi Linnea perlihatkan kepada semua orang.


" Malam semua ," sapa Arny.


" Malaaaaamm ," jawab serempak dari para tamu undangan yang hadir.


" Pasti kalian semua bertanya-tanya bukan, siapa gadis cantik yang ada di sebelah saya ini?? ," kata Arny.


" Iyaaaaa ," jawab lagi dari para tamu undangan.


" Perkenalkan, nama dia Linnea, dan dia adalah calon istri saya ," kata Arny.


Wajah Linnea langsung menunjukkan keterkejutan yang sangat besar sekali, sebab Arny tanpa adanya pembicaraan terlebih dahulu kepadanya, tapi sudah mengumumkan seperti itu dihadapan semua orang.


" Dan malam ini, saya ingin meresmikan hubungan ini, dengan melamar Linnea dihadapan kalian semua, bawa sini cincinnya ," kata Arny.


" Ini Kak cincinnya ," kata wanita cantik itu kepada Arny sambil tersenyum.


" Terimakasih Agatha ," jawab Arny.


" Kakak,? sebenarnya dia siapa Arny?? ," tanya Linnea sambil menunjuk Agatha.


" Jangan cemburu dong sayang ," goda Arny kepada Linnea.


" Perkenalkan, namaku Agatha, keponakannya Kak Arny dan Kak Enzo, salam kenal Kakak ipar ," kata Agatha memperkenalkan diri kepada Linnea.


" Jadi kalian?? ," tanya Linnea.


" Iya, maafkan soal kemarin, itu Kak Arny yang menyuruh, untuk melihat Kakak cemburu ," jawab Agatha sambil tertawa.


Linnea langsung melirik kearah Arny dengan lirikan maut, namun Arny bukannya takut, malah langsung tertawa senang, dan apa yang dilakukan oleh Arny, Linnea serta Agatha sedang disaksikan oleh semua orang.


" Maafkan aku ya sayang, jangan marah lagi dong ," rayu dari Arny.


" Sekarang mana jari tangannya ," kata Arny.


Reflek Linnea langsung menyodorkan jari tangannya ke arah Arny dan Arny langsung memakaikan sebuah cincin cantik dijari manisnya Linnea.


Tepuk tangan meriah langsung diberikan oleh para tamu undangan yang hadir, ketika mereka semua melihat Arny dan Linnea saling bertukar cincin seperti itu.


Linnea yang masih merasa syok dan terkejut dengan apa yang dia alami malam ini, belum bisa berpikir dengan jernih, apa yang sebenarnya sedang terjadi dengan dirinya.


Namun, ketika pesta sudah selesai disekitar jam dua belas malam, barulah Linnea bisa berpikir, jika apa yang dialaminya saat ini bukanlah mimpi.


Linnea yang ingin diajak masuk oleh Arny ke dalam kamarnya, tidak sengaja melihat Enzo sedang berdiri termenung didepan jendela kaca yang super besar sekali, dengan segelas wine berada di tangannya.


" Abaikan saja Kakakku, dia memang begitu, semenjak kekasihnya yang bernama Aurora pergi darinya ," kata Arny.


Linnea yang kepo, dia mencoba mencari tahu dengan cara bertanya kepada Arny.


" Memangnya apa yang membuat Nona Aurora pergi dari sisi Kakak kamu Arny?? ," tanya Linnea.


" Dia berbuat kesalahan, yang pada akhirnya membuatnya menyesal hingga sekarang ," jawab Arny.


" Kak Enzo sudah mengerahkan semua anak buah, jiwa dan raganya untuk mencari Nona Aurora, karena Kak Enzo begitu mencintainya, serta ingin menebus kesalahannya yang dulu, tapi sayang, Nona Aurora sampai beberapa bulan ini belum bisa dia temukan ," kata Arny lagi.

__ADS_1


Linnea yang mendengar cerita dari Arny, malah merasa sedih sendiri, sebab dia sangat tahu sekali, jika sang sahabat yaitu Aurora sudah berbahagia dengan sang suami yaitu Dickie, bahkan sebentar lagi mereka akan dikaruniai seorang anak.


Linnea tidak tahu apa yang akan terjadi dengan Enzo, ketika dia tahu jika Aurora sudah mempunyai seorang suami.


" Hei, kenapa kamu malah melamun, ayo kita masuk ke dalam ," kata Arny mengejutkan Linnea.


" Eh, iya ," jawab Linnea.


Linnea dan Arny lalu melanjutkan lagi langkah kakinya untuk masuk ke dalam kamar Arny yang ada di lantai dua rumah Ayah Pippin.


" Kenapa kamu malah mengajakku masuk ke dalam kamar Arny,? dan ini kamar siapa?? ," tanya Linnea.


" Ini kamarku, dan malam ini kamu tidurlah di sini, sebab sudah sangat larut malam sekali jika aku mengantarkanmu pulang ," jawab Arny sambil melepaskan kancing kemeja yang dipakainya.


" Tapi nanti Ayah sama Mama akan mencariku Arny ," kata Linnea.


" Tenang saja, mereka sudah tahu, jika kamu akan bermalam di sini, karena tadi aku sudah menyuruh anak buahku menelpon mereka ," jawab Arny.


" Sekarang kamu jelaskan kepadaku Arny, apa yang sebenarnya kamu rencanakan, aku tahu pasti kamu tadi bercanda kan ketika melamarku seperti tadi?? ," tanya Linnea.


" Tidak ada yang bercanda sama sekali sejak tadi Linnea, semuanya murni dari dalam hatiku ," jawab Arny.


" Karena kamu tipe wanita yang sangat sulit memberikan keputusan, jadi aku sengaja mengambil keputusan sendiri tanpa berbicara terlebih dahulu kepadamu ," kata Arny lagi.


" Tapi bukan seperti ini caranya Arny ," kata Linnea.


" Lalu aku harus bagaimana lagi Linnea?? ," tanya Arny.


" Apa aku harus terus menunggumu yang tidak bisa memberikan keputusan yang pasti kepadaku?? ," kata Arny, dan Linnea langsung terdiam.


" Aku tulus menyayangi dan mencintaimu Linnea, tidak peduli kamu anak orang miskin sekalipun ," kata Arny.


" Yang aku pedulikan, aku mencintaimu dan ingin menikah denganmu, apa itu salah Linnea,?? coba kamu katakan kepadaku?? ," tanya Arny.


" Jika menurutmu ini salah dan kamu tidak mau dengan keputusanku malam ini, ok, aku akan berlapang dada membatalkan pertunangan ini dan berjanji tidak akan mengganggu hidupmu lagi selamanya ," kata Arny.


Mendengar Arny tidak akan menganggu hidupnya lagi, ada rasa takut yang dirasakan oleh Linnea, karena tanpa Linnea sadari ternyata dia juga mempunyai rasa terhadap Arny.


Tanpa banyak berbicara, Linnea langsung memeluk tubuh Arny dengan sangat erat sekali.


" Maafkan aku ," kata Linnea, dan pelukan Linnea tadi langsung dibalas oleh Arny.


" Jangan kamu berhenti mendekatiku, karena sejujurnya aku menyukainya ketika kamu menggodaku, hanya saja aku takut jika itu cuma harapan palsu semata ," kata Linnea lagi.


Arny langsung melepaskan pelukan mereka, dan menatap wajah Linnea dengan sangat lekat sekali.


" Apakah itu artinya, kamu mau menikah denganku Linnea?? ," tanya Arny.


Linnea langsung mengangguk dan tersenyum kepada Arny. Lagi dan lagi Arny langsung membawa Linnea ke dalam pelukannya.


" Aku sangat mencintaimu Linnea, sangat ," kata Arny.


" Jangan kamu pergi meninggalkanku, pasti aku bisa gila melebihi Kakak ," kata manis dari Arny.


" Apakah Mama Azura setuju dengan hubungan ini?? ," tanya Linnea.


" Mama sama Ayah tidak mempedulikan siapa menantu mereka, asal ke dua anak mereka bahagia dengan pasangan yang kami pilih ," jawab Arny, dan Linnea hanya tersenyum saja menanggapi Arny.


Arny mencoba mendekatkan wajahnya semakin dekat dengan wajah Linnea, hingga akhirnya bibir mereka saling bersentuhan.


Malam itu Arny dan Linnea untuk pertama kalinya berciuman dengan sangat mesra sekali.


Mereka menyalurkan rasa bahagia mereka satu sama lainnya dengan ciuman yang sedang mereka lakukan.


Semua orang sudah menemukan kebahagiaannya sendiri-sendiri, namun itu sepertinya belum berlaku bagi Enzo, karena dia masih terpuruk untuk beberapa bulan belakangan ini.


Enzo yang tadi sudah puas melamun, dia memutuskan untuk masuk ke dalam kamarnya.


Ketika berjalan ke arah kamarnya, ponsel yang ada di dalam saku jasnya berdering dengan sangat kencang sekali.


" Halo Arvon ," ternyata yang menelpon adalah Arvon.


" Tuan, besok anda jam sebelas siang, ada meeting di luar kota ," jawab Arvon.


" Maaf saya baru memberitahukannya sekarang, karena saya baru saja membuka email ," kata Arvon lagi.


" Baiklah, kamu persiapkan semuanya, sekarang saya mau beristirahat dulu ," jawab Enzo.


" Baik Tuan ," jawab Arvon, dan sambungan telepon mereka lalu terputus.


Enzo yang sudah masuk ke dalam kamarnya langsung bersih-bersih badannya, setelahnya langsung merebahkan badannya untuk beristirahat.


Dan Enzo berharap, ketika dia membuka matanya untuk esok hari, ada hal yang tidak terduga untuk hidupnya.


...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2