
Walau kaki satunya pincang karena kecelakaan kemarin, tapi itu tidak menutupi kharisma dari seorang Enzo Diedrich.
Wajah yang tampan yang biasanya terlihat kaku nan dingin, sekarang terlihat menyeramkan, karena ada amarah didalamnya.
Berjalan dengan perlahan menggunakan tongkatnya, Enzo menatap lekat ke arah Jeanne yang sedang menahan rasa sakit di kepalanya, karena rambutnya masih dijambak oleh Arvon.
Mama Siljie yang melihat Enzo, hanya bisa menggelengkan kepalanya kepada Jeanne, sambil menahan rasa takut yang amat besar sekali, takut jika Jeanne akan diapa-apakan oleh Enzo.
Ketika Enzo sudah sampai dihadapan Jeanne, Mama Siljie reflek langsung bersujud dan menahan kaki Enzo supaya dia tidak menyakiti sang putri tercinta.
" Tuan Enzo, saya mohon, jangan anda sakiti putri saya ," mohon Mama Siljie sambil menangis.
Walau tahu jika sang putri sudah salah kepadanya, namun sebagai seorang Mama, Mama Siljie tetap tidak terima jika ada orang yang akan menyakiti anaknya.
Tanpa banyak berbicara, Enzo langsung mendorong tubuh Mama Siljie menggunakan kakinya, supaya menyingkir dari hadapannya.
Tubuh Mama Siljie yang sudah tua, sampai terjengkang kebelakang, ketika didorong oleh Enzo tadi menggunakan kakinya.
" Ampun Tuan ," kata memohon dari Jeanne.
" Huh,!! ampun?? ," kata Enzo.
" Apakah kamu tahu, apa yang sudah kamu perbuat kepadaku hah!! ," kata Enzo lagi.
Enzo lalu mencengkeram dagu Jeanne dengan sangat kencang sekali sambil menunjukkan tatap bengisnya.
" Saya mengenalmu saja tidak, bisa-bisanya kamu mengatakan jika saya yang menghamilimu!! ," kata Enzo.
" Tunggu dulu, sepertinya saya mengenal anda Nona ," kata Enzo seperti teringat sesuatu.
" Oh, kamu adalah gadis yang malam itu pernah menawarkan diri untuk menemani saya di diskotik milik saya kan, huh, 74l4n9 ," kata Enzo.
Baru selesai berbicara, tiba-tiba pandangan Enzo dan yang lainnya, dikejutkan oleh kedatangan dari Ayah Ebert.
" Ada apa ini?? ," tanya Ayah Ebert sangat penasaran sekali.
Setibanya di rumah, Ayah Ebert sudah merasa tidak enak perasaannya, sebab di depan rumahnya, ada begitu banyak mobil terparkir dan juga orang-orang yang berpakaian bodyguard.
Dan ketika Ayah Ebert baru saja melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah, semakin terkejutlah dia, karena melihat putri kandungnya dagunya sedang dicengkeram oleh seseorang yang sangat dikenalnya, yaitu Enzo Diedrich.
" Apakah anda yang bernama Ebert?? ," tanya Enzo sambil berjalan mendekati Ayah Ebert.
" Iya Tuan Enzo, bisakah anda menjelaskan kepada saya, ada apa ini sebenarnya?? ," jawab Ayah Ebert dengan sopan.
" Demi Ayah mertuaku yang bodoh, dengan suka rela saya akan menjelaskan untuk anda ," kata Enzo sambil menyeringai.
Enzo yang memanggil Ayah Ebert dengan panggilan Ayah mertua, membuat Mama Siljie, Ayah Ebert dan juga Jeanne merasa kebingungan sekali.
" Putri kandung anda yang men7i7ikkan itu, sudah membuat saya marah, dan mengatakan jika dia sedang mengandung anak saya ," kata Enzo.
" Tidak tahukah anda Ayah mertua, jika yang menghamili putri anda yang bodoh itu, adalah laki-laki ini!! ," kata Enzo sambil menjambak rambut Freed.
Mata Ayah Ebert reflek melotot mendengar perkataan dari Enzo sambil menatap Freed.
" Apakah saya salah Ayah mertua,?? jika saya menyalurkan kemarahan saya, karena istri dan anak anda itu sudah membuat saya marah?? ," tanya Enzo kepada Ayah Ebert.
" Terlebih lagi, setelah mendengar cerita jika istri dan putri anda yang bodoh itu sering kali merendahkan, menghina dan mencaci maki istri saya, sungguh benar-benar membuat saya semakin murka!! ," kata Enzo lagi.
" Ma-maaf sebelumnya Tuan, siapakah yang anda maksud istri anda?? ," tanya Ayah Ebert.
" Aurora ," jawab Enzo.
Mata Mama Siljie, Jeanne, dan Ayah Ebert terbelalak semakin lebar saja dengan mulut yang terbuka lebar juga, ketika mendengar nama Aurora dari mulut Enzo sendiri.
" Dia wanita yang sangat saya cintai, dan dia pernah mengandung anak saya Ayah mertua ," kata Enzo lagi.
Enzo yang begitu sangat mencintai Aurora, bahkan mengaku kepada Ayah Ebert sebagai suaminya.
" Anda terlalu sibuk mengurus Keluarga yang tidak becus ini, dan memilih meninggalkan berlian seperti Aurora dan Mamanya ," kata Enzo.
" Saya sudah tahu semuanya Tuan Ebert, apa yang sudah anda lakukan kepada Aurora dan Mama mertua ," kata Enzo lagi.
Bahkan Enzo sudah tidak memanggil dengan panggilan Ayah mertua lagi kepada Ayah Ebert.
" Sebagai hukuman karena anda sudah pernah menyakiti Aurora dan Mama mertua, sekarang hiduplah miskin bersama istri dan anak anda tercinta itu!! ," kata Enzo lagi kepada Ayah Ebert.
Ayah Ebert hanya bisa diam terpaku, ketika diingatkan lagi dengan kesalahannya yang lalu oleh Enzo.
Lagi dan lagi, Enzo yang baru saja selesai berbicara, pandangannya teralihkan kearah orang yang baru saja masuk ke dalam rumah, dan orang tersebut adalah Max.
Max yang sudah tahu jika Enzo sore itu akan datang ke rumah sang Mama, terlebih lagi ketika Max baru saja sampai di rumah, dia melihat begitu banyak anak buah Enzo yang sedang berjaga, membuat Max tersenyum licik dan ingin mulai melancarkan aksinya.
__ADS_1
Mama Siljie yang melihat kedatangan Max, langsung saja bergegas bangun dari duduknya tadi untuk mendekati Max dan meminta tolong.
" Ada apa ini?? ," tanya Max.
" Max, tolong Mama, semua aset milik kita sudah diambil alih oleh Tuan Enzo, Max ," kata Mama Siljie sambil menangis.
" Mama tidak mau menjadi orang miskin ," kata Mama Siljie lagi.
Max yang mendengar perkataan dari sang Mama, dia langsung saja menunjukkan wajah keterkejutan yang amat luar biasa sekali.
Semua itu Max lakukan, supaya dia tidak dicurigai oleh sang Mama, walau sebenarnya Max sudah tahu bagaimana jalan ceritanya.
" Oh, anda yang bernama Max,?? hmm ," kata Enzo.
" Anda sebagai anak tertua, ajak Mama, dan adik anda yang bodoh ini segera ke luar dari dalam rumah ini, segera,!! atau saya dengan suka rela menghabisi nyawa kalian semua sekarang juga!! ," kata Enzo sambil memainkan pistolnya.
" Max sudah pernah mengatakan kepada Mama, jika Jeanne tidak mengandung anak dari Tuan Enzo, sekarang Mama rasakan sendiri akibatnya, dan meminta tolonglah kepada putri kesayangan Mama itu!! ," kata Max kepada Mama Siljie.
" Jika kamu sudah tahu, kenapa kamu tidak menceritakannya kepada Mama, Max?? ," tanya Mama Siljie.
" Apakah Mama pernah mendengarkanku, semenjak Mama menikah dengan dia dan mempunyai anak darinya,?? tidak pernah kan Ma?? ," jawab Max.
Setelah berkata kepada sang Mama, Max pun mengalihkan pandangannya ke arah Enzo lagi.
" Tuan Enzo ," kata Max.
" Memangnya apa yang sudah anda ambil dari Mama saya?? ," tanya Max.
" Semua aset milik mereka, pabrik, peternakan, tanah, mobil, rumah, apartemen, apa lagi,? apa mereka mempunyai aset selain itu,? jika ada cepat serahkan surat-surat kepemilikannya kepadaku!! ," jawab Enzo.
" Ma, itu artinya kita sudah jatuh miskin,? tidak!! ," kata Max kepada sang Mama.
" Max tidak mau hidup miskin Ma, sekarang apa yang Mama perbuat inilah akibatnya!! ," kata Max.
" Karena keegoisan Mama, dan keserakahan Mama, membuat kita semua harus menanggung akibatnya, Max benci Mama!! ," kata Max lagi berakting marah.
Setelahnya, Max pun berlalu pergi dari hadapan Mama Siljie, namun ketika baru saja sampai di depan pintu dan ingin ke luar dari dalam rumah, Max langsung dicegah oleh anak buah Enzo.
Max langsung memberikan beberapa bogem mentah kepada salah satu anak buah tersebut, dan akhirnya pertengkaran pun tidak bisa dihindari antara Max dan anak buah Enzo.
" Berhenti!! ," kata Enzo dengan sangat tegas sekali.
" Biarkan saja dia pergi dari sini, karena urusan saya bukan bersama dia, tapi bersama wanita tua yang gila harta ini!! ," kata Enzo kepada para anak buahnya.
Semua anak buah itu langsung mengangguk kepada Enzo dan membiarkan Max pergi.
Max yang hampir saja ingin melangkahkan kakinya lagi, kali ini yang mencegah adalah Mama siljie.
" Max kamu mau kemana,?? jangan pergi........ bantu Mama, Max ," kata Mama Siljie.
" Max mau pergi,!! Max masih muda, dan masih bisa menghidupi diri Max sendiri!! ," jawab Max.
" Mama kan masih punya suami, ya suruh saja suami Mama untuk menghidupi Mama sekarang!! ," kata Max lagi.
Dan setelahnya, Max benar-benar melangkah pergi meninggalkan Keluarga yang dia sayangi dan juga benci secara bersamaan.
Ayah Ebert yang daritadi hanya diam saja, dia lalu merangkul pundak sang istri yang merasa tidak rela ditinggalkan oleh sang putra.
" Sudah Ma, ayo kita hadapi bersama-sama ," kata Ayah Ebert kepada Mama Siljie.
Setelah berbicara dengan Mama Siljie, Ayah Ebert mencoba berbicara kepada Enzo.
" Tuan Enzo ," kata Ayah Ebert.
" Berikanlah kami keringanan Tuan, janganlah anda mengambil semua aset milik kita, kami tidak tahu mau tinggal di mana?? ," kata Ebert lagi.
" Itu bukan urusan saya!! ," jawab Enzo.
Enzo lalu mengkode Arvon untuk memanggil semua anak buah yang ada di luar untuk masuk ke dalam rumah, dan ketika semua anak buah itu sudah masuk ke dalam rumah, Enzo langsung menyuruh mereka semua untuk mengemasi semua barang-barang milik Mama Siljie, Jeanne serta Ayah Ebert.
Para pekerja yang ada di situ, dan beberapa anak buah yang bekerja di rumah itu, tidak ada yang bisa berkutik sama sekali melawan semua anak buah Enzo.
Dan ketika beberapa barang milik Jeanne, Ayah Ebert dan juga Mama Siljie sudah mereka masukkan ke dalam koper serta tas, semua anak buah itu langsung melemparkannya tepat dihadapan mereka bertiga.
" Cepat kalian pergi dari sini, dan jangan pernah lagi kalian berani menginjakkan kaki kalian di sini!! ," kata Enzo.
" Sudah bagus kalian semua tidak saya habisi, jadi ..... ," kata Enzo menjeda perkataannya.
" Sebelum saya berubah pikiran, cepat kalian semua angkat kaki dari rumah ini sekarang juga!! ," kata Enzo lagi.
" Cepat pergi!! ," kata Arvon sambil melepaskan kasar jambakan rambutnya Jeanne tadi.
__ADS_1
Dengan beruraian air mata, Mama Siljie dan Jeanne lalu mengambil barang-barang milik mereka berdua untuk segera pergi dari sini.
Begitupula dengan Freed yang sudah dilepaskan juga oleh Enzo untuk segera pergi dari hadapannya.
" Ma, kita akan pergi kemana Ma?? ," tanya Jeanne.
" Diam,!! ini semua salah kamu, sekarang kita harus hidup miskin!! ," jawab Mama Siljie.
Mereka yang sudah ke luar dari dalam rumah, membuat Mama Siljie mencoba berbicara kepada Freed.
" Heh, kamu!! ," panggil Mama SIljie kepada Freed.
" Sekarang beri kami tumpangan, karena kamu sudah berani menghamili putri saya!! ," kata Mama Siljie.
" Maaf Nyonya ," jawab Freed.
" Itu bukan urusan saya, karena kami melakukannya atas dasar suka sama suka!! ," kata Freed.
" Berani-beraninya kamu yaa!! ," kata Mama Siljie.
" Kenapa kamu jadi lepas tangan, dan tidak mau bertanggung jawab, hah!! ," kata Mama Siljie lagi.
" Freed ," kata Jeanne menunjukkan wajah memelasnya.
" Aku pergi, nikmatilah hidup kalian yang miskin sekarang, dan kamu Jeanne jangan pernah lagi mengusik kehidupan saya, apalagi menyinggung soal anak kepadaku!! ," kata Freed.
Setelahnya, Freed langsung pergi dari hadapan mereka semua untuk menuju ke apartemennya.
Sesampainya Freed di apartemennya, dia dikejutkan lagi dengan banyaknya beberapa anak buah yang berjaga di depan pintu apartemennya.
Freed mencoba biasa saja, dan dia ingin menyelonong masuk, tapi sayang, Freed langsung dicegah oleh para bodyguard tersebut, dan bodyguard itu ternyata anak buah Enzo.
" Maaf Tuan, anda tidak boleh masuk ke apartemen ini ," kata salah satu bodyguard kepada Freed.
" Apa-apaan ini hah??!! ," kata Freed.
" Ini adalah apartemen saya, saya sudah cukup lama tinggal di sini, kenapa sekarang saya dilarang masuk ke dalam apartemen milik saya sendiri!! ," kata Freed lagi.
" Apartemen ini sekarang sudah tidak menjadi milik anda lagi Tuan, pergilah dengan baik-baik, jangan membuat kami berbuat kasar kepada anda ," jawab anak buah tersebut.
" Tidak,!! pokoknya saya tetap akan masuk ke dalam!! ," jawab Freed.
Freed yang melawan membuat salah satu anak buah langsung mendorong tubuh Freed hingga dia jatuh terjengkang ke belakang.
Pada akhirnya, perkelahian antara Freed dan anak buah itu terjadi, dan pemenangnya tetap anak buah Enzo.
" Pergi dari sini, dan bawa semua sampah milik anda!! ," kata salah satu anak buah sambil melemparkan koper milik Freed.
Marah, tapi percuma saja, karena ujung-ujungnya pasti dia kalah juga, akhirnya, Freed memutuskan untuk pergi saja ke rumahnya.
Sesampainya di rumahnya, masih sama seperti di apartemennya, rumah tersebut sudah menjadi milik Enzo, Freed diusir secara paksa oleh anak buah Enzo, sebab Enzo tidak akan membiarkan orang-orang yang sudah berani mengusik hidupnya akan hidup dengan tenang.
Semua aset yang dimiliki oleh Freed sekarang sudah diambil alih oleh Enzo semua dengan mudah, dan sekarang Freed sedang mencoba meminta bantuan kepada para teman-temannya.
Teman-teman Freed sudah diancam oleh Enzo, jadi mereka semua tidak ada yang mau menolong Freed sama sekali, sebab mereka semua takut dengan ancaman dari Enzo yang terbukti tidak pernah main-main.
Freed sekarang sama miskinnya dengan Keluarga Mama Siljie, dia kualat dengan perkataannya kepada Jeanne tadi.
Apakah Freed mempunyai ke dua orang tua, jawabannya punya, bahkan dia juga mempunyai saudara, tapi mereka semua juga sudah diancam oleh Enzo untuk jangan ada yang membantu Freed sama sekali.
Sungguh sangat berkuasa sekali yang namanya uang, tidak di dunia nyata maupun halu, sama-sama bisa menghancurkan yang mereka mau.
Kembali ke Kelurga Mama Siljie lagi.
Setelah kepergian dari Freed tadi, Mama Siljie tiba-tiba terkena serangan jantung secara mendadak, hingga membuat Jeanne dan Ayah Ebert merasa terkejut sekali.
Sebisa mungkin Ayah Ebert membawa Mama Siljie menggunakan taksi, karena mobil milik mereka sudah disita oleh Enzo.
Setelah sampai di rumah sakit, Mama SIljie langsung mendapatkan penanganan dari para petugas tenaga medis.
Ujian Keluarga Mama Siljie tahun ini berat sekali, karena ulah dari Mama Siljie dan Jeanne sendiri yang berbicara tanpa disaring terlebih dahulu, jadi beginilah akibatnya.
Jika dulu mereka akan tenang saja jika masuk ke rumah sakit, sekarang,? Ayah Ebert kebingungan untuk membayar biaya rumah sakitnya, sebab uang pun hanya punya sedikit di dalam tabungan, dan uang itu sebenarnya akan Ayah Ebert gunakan untuk mencari tempat tinggal.
Kejadian di rumah sakit ini, mengingatkan Ayah Ebert dengan masa lalunya yang kelam dulu, bersama mantan suami Mama Siljie dan Mama Dama, istri sahnya dulu.
Karma itu nyata adanya, walau tidak instan datangnya, tapi suatu saat akan kejadian juga, itulah yang sedang terjadi dengan Keluarga Mama Siljie sekarang.
...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...
...***TBC***...
__ADS_1