
Hampir terlupa dengan pemain yang lainnya, karena saking asiknya membahas Aurora yang sedang tegang.
Sekarang kita beralih ke Linnea dan Arny untuk sejenak.
Selama mereka menikah, kehidupan rumah tangga Arny dan Linnea baik-baik saja, dan karena berhubung Linnea sampai beberapa bulan ini belum hamil juga, akhirnya, Arny menyuruh Linnea untuk menjadi ibu rumah tangga saja sepenuhnya.
Arny tidak menuntut Linnea harus segera mempunyai anak, justru sekarang Arny sangat menikmati sekali masa-masa berduanya dengan Linnea.
Saat ini Arny ingin sekali berkunjung ke rumah sang Ayah, dan Linnea pun diajak bersamanya.
Arny dan Linnea yang sudah memarkirkan mobilnya dengan rapi berjejer dengan mobil yang lainnya, mereka lalu turun dari dalam mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah.
Baru saja masuk ke dalam rumah, mereka berdua melihat pertengkaran antara Aurora, Enzo, Mama Azura dan juga Ayah Pippin, bahkan Martin masih berada di situ.
Linnea melihat sang Mama mertua sedang menangis saat ini, karena pertengkaran yang sedang terjadi.
" Kalian semua sudah menipuku!! ," teriak Aurora kepada semua orang, dan didengar jelas oleh Arny bersama Linnea.
Pandangan mata Aurora teralihkan ke arah Linnea yang baru saja datang bersama Arny.
" Linnea, kenapa kamu ada di sini juga, dan datang bersama dia??!! ," tanya Aurora.
" Aurora, kamu kenapa?? ," tanya Linnea yang belum tahu, jika Aurora sudah ingat semuanya.
" Jangan katakan jika kamu bagian dari mereka semua!! ," kata Aurora.
" Apa sih maksud kamu Aurora?? ," tanya Linnea yang merasa kebingungan.
" Arny ini suamiku, kamu sudah tahu itu kan,? dan kita sudah menikah beberapa bulan yang lalu ," kata Linnea lagi, dan tidak sengaja Linnea melihat Enzo sedang menggelengkan kepalanya kepadanya.
" Jadi benar, kamu juga sudah menipuku Linnea, seperti mereka??!! ," kata Aurora merasa sangat kecewa sekali.
Linnea masih merasa kebingungan sekali, begitupula dengan Arny, dan semua orang tidak ada yang bisa mencegah Aurora yang sedang marah-marah kepada mereka semua, termasuk Enzo sekalipun.
" Nak, tenanglah, jangan seperti ini, lihatlah Wilson, dia kebingungan, dan kasihan si twins nanti ," kata Mama Azura.
" Sebenarnya yang ada di dalam perutku anak siapa, hah!! ," teriak Aurora.
" Dia anakku Aurora, dia darah dagingku, karena kita sudah sah sebagai suami istri ," jawab jujur dari Enzo.
" Bohong!! ," teriak Aurora.
" Suamiku cuma Dickie, bukan anda Tuan Enzo 63r3n953k!! ," jawab Aurora lagi, dan kali ini Linnea bersama Arny sudah tahu, jika Aurora sudah sadar dari amnesianya.
__ADS_1
" Aurora, tenanglah dulu, akan aku jelaskan sebenarnya kepadamu ," kata Linnea mencoba berbicara kepada Aurora.
" Bagaimana aku bisa tenang Linnea ," kata Aurora.
" Ayo, ikutlah denganku ," kata Linnea sambil menarik tangan Aurora.
Linnea mengkode tangan kepada Arny, dan Arny tahu apa arti kode tersebut yang artinya, serahkan dulu kepadanya untuk sejenak.
Linnea lalu menyuruh Aurora masuk ke dalam mobil salah satu milik anak buah, dan Linnea langsung mengendarainya menuju ke sebuah tempat.
Yaps semenjak Linnea menikah dengan Arny, dia sudah bisa mengendarai mobil sendiri, semua itu berkat Arny yang mengijinkannya naik mobil sendiri.
Linnea terus mengendarainya, hingga akhirnya, dia sampai di sebuah gedung apartemen, yang dulu menjadi apartemen miliknya.
" Kenapa kita ke sini Linnea,? ini apartemen siapa?? ," tanya Aurora.
" Ini apartemenku dulu, ayo masuk ," jawab Linnea.
Setelah ke luar masuk lift, akhirnya mereka sampai di lantai kamar apartemen Linnea berada.
Linnea mengajak Aurora masuk ke dalam kamar apartemennya, yang sudah beberapa bulan ini tidak dia tempati.
" Ini apartemenku Aurora, di sini tidak ada siapa-siapa ," kata Linnea.
" Apakah kamu siap mendengarnya Aurora, sedangkan keadaanmu sendiri sedang seperti ini?? ," tanya balik dari Linnea.
" Lihatlah Wilson, kasihan dia ," kata Linnea menunjuk Wilson.
" Dan apa kamu tidak kasihan juga dengan si twins yang selalu kamu nantikan kehadirannya?? ," kata Linnea lagi sambil menunjuk perut besarnya Aurora.
" Walau dia anak dari laki-laki yang sangat kamu benci, tapi dia tetap anak kamu, darah daging kamu sendiri Aurora, calon adiknya si Wilson ," nasihat Linnea.
" Sementara tenangkanlah dirimu di sini, jika sudah tenang, kamu bisa menghubungiku dengan telepon yang ada di sini, ini kartu namaku ," kata Linnea sambil memberikan kartu namanya.
" Dan bawalah ini dulu, ini kartu ATMku, pakailah jika kamu ingin membutuhkan sesuatu ," kata Linnea lagi, kali ini memberikan kartu ATM miliknya pemberian dari Arny.
Aurora masih diam saja, karena dirinya saat ini benar-benar belum bisa berpikir dengan jernih.
" Aku pergi dulu, besok aku akan datang ke sini lagi, jika keadaanmu sudah tenang, aku akan menceritakan semuanya kepadamu ," kata Linnea.
Tanpa menunggu jawaban dari Aurora, Linnea pun memilih langsung melangkahkan kakinya ke luar dari dalam apartemennya.
Sedangkan Aurora, setelah kepergian dari Linnea, dia lalu duduk di sofa ruang tamu, dengan pikiran yang melayang entah ke mana.
__ADS_1
Di rumah Ayah Pippin, setelah Linnea mengajak pergi Aurora, Enzo dan semua orang langsung bertanya kepada Arny, ke manakah Linnea akan membawa Aurora pergi.
" Jika sampai terjadi apa-apa dengan Aurora, Kakak tidak akan melepaskan Linnea, Arny ," kata Enzo.
" Kakak tenang saja, Arny yakin, Linnea tidak akan menyakiti Kak Aurora ," jawab Arny.
" Kita tunggu Linnea kembali pulang ke sini ," kata Arny lagi.
Setelahnya, mereka semua langsung pada diam dengan pikiran mereka masing-masing.
Tanpa mereka sadari, Linnea tahu-tahu sudah masuk kembali ke dalam rumah Ayah Pippin, dan kedatangan Linnea langsung di sambut oleh semua orang dengan berbagai pertanyaan.
" Kalian tenanglah, Aurora berada di tempat yang aman saat ini ," jawab Linnea.
" Di mana kamu membawa Aurora pergi Linnea?? ," tanya Enzo.
" Aurora saat ini berada di apartemenku yang dulu Kak ," jawab Linnea.
" Biarkanlah dia tenang untuk sementara waktu, setelah dia tenang, kita bisa jelaskan kepadanya secara perlahan, percayalah Kak Enzo ," kata Linnea lagi.
" Betul apa kata Linnea, Enzo ," kata Martin.
" Jika kamu menekan Aurora dalam keadaan seperti ini, itu akan berbahaya untuk kandungannya, karena Aurora pasti merasa stres ," kata Martin lagi.
" Baiklah, aku setuju apa kata kalian ," kata Enzo.
" Tapi aku khawatir dengannya dan juga Wilson, karena mereka pergi tidak membawa uang sepeserpun ," kata Enzo terlihat bersedih.
" Tenang saja Kak, Aurora sudah ku berikan kartu ATMku ," jawab Linnea.
" Terimakasih Linnea, nanti akan Kakak ganti semua uang yang sudah dipakai oleh Aurora ," kata Enzo.
" Tidak perlu Kak, karena uang Linnea, juga uang Aurora sejak dulu ," jawab Linnea.
" Lebih baik kamu perintahkan beberapa anak buah untuk menjaga Aurora, Enzo, tanpa sepengetahuannya ," saran dari Ayah Pippin.
" Benar apa kata Ayah, Kak, semua orang sudah mengetahui jika Kak Aurora dan Wilson adalah istri dan anak Kakak ," kata Arny.
" Jika musuh Kakak tahu, mereka sendirian saja tanpa pengawasan dari Kakak, itu bisa menjadi kesempatan bagi musuh Kakak untuk melukai Kakak Aurora dan Wilson ," kata Arny lagi.
Tentu saja Enzo tidak mau itu sampai terjadi, dan dia langsung saja menugaskan cukup banyak anak buah di sekitar gedung apartemen itu sendiri, termasuk di dalam gedungnya juga.
...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...
__ADS_1
...***TBC***...