AURORA

AURORA
TAMAT RIWAYAT MAMA SILJIE


__ADS_3

Mama Siljie sangat marah sekali, ketika dirinya didorong seperti itu oleh Aurora, padahal dia terlebih dahulu yang memulai keributan dengan Aurora.


" Kurang 474r!! ," kata Mama Siljie.


" Apa!! ," kata Aurora.


" Siapa di sini yang memulai lebih dulu!! ," kata Aurora terlihat menantang.


" Mentang-mentang sudah kaya, jadi kamu sekarang sudah sok begitu, iya!! ," kata Mama Siljie.


" Walaupun saya tidak kaya, saya tetap berani menumpas wanita busuk seperti anda!! ," jawab Aurora.


" Berani-beraninya kamu hah!! ," kata Mama Siljie sambil mendorong Aurora.


Aurora yang kurang keseimbangan, kakinya yang juga capek, sambil menggendong baby Wilson, dorongan yang dilakukan oleh Mama Siljie, membuat Aurora terjatuh, hingga kepala baby Wilson tidak sengaja terbentur batu, sedangkan Aurora yang terjatuh 60k0n9nya terlebih dahulu, membuat perutnya langsung kram dan juga sakit.


" Wilson, hei boy, anak Mama ," kata Aurora lebih mementingkan baby Wilson, padahal dirinya sendiri sedang merasa kesakitan.


" M4mpu5!! ," kata Mama Siljie.


Mama Siljie langsung berlalu pergi dari hadapan Aurora, dan Aurora langsung memeluk baby Wilson yang sedang pingsan, karena kepalanya terbentur batu tadi.


Aurora berusaha bangun dari duduknya sambil menggendong baby Wilson, namun, karena perutnya yang sedang kram dan juga sakit, Aurora sangat kesusahan berdiri.


" Aaaaarrgghhh perutku!! ," teriak Aurora, hingga akhirnya dia pingsan seketika.


Kedatangan para anak buah sedikit terlambat, ketika akan membantu Aurora, karena ketika mereka semua sudah sampai di tempat kejadian, Aurora sudah pingsan terlebih dahulu.


Mereka semua langsung saja bergegas membawa Aurora serta baby Wilson ke rumah sakit terdekat, dan beberapa diantara mereka, ada yang langsung mengejar Mama Siljie untuk mereka berikan pelajaran.


Enzo yang sedang melamun di atas balkon kamarnya, langsung mengangkat sambungan telepon dari salah satu anak buahnya.


" Halo ," kata Enzo.


" Tuan, cepatlah anda datang ke rumah sakit saat ini, Nyonya Aurora dan Tuan muda Wilson pingsan, Tuan ," lapor segera dari anak buah tersebut.


" Apa!!! ," kata Enzo sambil berteriak.


Enzo benar-benar sangat terkejut sekali mendengar laporan dari anak buahnya.


" Di rumah sakit mana kalian membawa istri dan anak saya!! ," tanya Enzo.


" Di rumah sakit yang dekat dengan desa, Tuan ," jawab sang anak buah.


Sambil memakai pakaiannya, karena Enzo saat ini sedang 63rt3l4n74n9 dada, dia pun terus bertanya kepada anak buahnya.


" Bagaimana ini bisa terjadi!! ," tanya Enzo lagi.


" Karena Nyonya Siljie, Tuan, dia sudah mendorong Nyonya Aurora hingga terjatuh, dan membuat kepala Tuan muda Wilson terbentur batu ," jawab anak buah lagi.


" Apa!! ," semakin terkejutlah Enzo mendengar jawaban anak buahnya.


Lahar panas yang ada di dalam dirinya, seperti langsung mendidih sangat panas sekali, mendengar orang yang dicintainya terluka, dikarenakan Mama Siljie.


" Kalian cepat kejar dia, langsung bunuh dan potong ke dua tangannya, yang sudah berani mendorong istri saya sampai jatuh!! ," perintah kejam dari Enzo.

__ADS_1


" Baik Tuan, segera kami kerjakan perintah anda ," jawab sang anak buah kepada Enzo.


Setelahnya, Enzo pun langsung mematikan sambungan teleponnya itu.


Ayah Pippin dan Mama Azura yang sedang duduk di ruang Keluarga, dan melihat Enzo sedang terburu-buru begitu, membuat mereka menjadi sangat penasaran sekali.


" Kamu kenapa terburu-buru sekali begitu Enzo?? ," tanya Ayah Pippin.


" Aurora jatuh Yah, dia dan Wilson pingsan saat ini ," jawab Enzo.


Mama Azura dan Ayah Pippin, benar-benar sangat terkejut sekali.


" Enzo harus ke rumah sakit sekarang juga ," kata Enzo lagi, sambil bergegas berlalu pergi dari hadapan ke dua orang tuanya.


" Tunggu,!! Ayah ikut ," kata Ayah Pippin, dan Enzo hanya mengangguk saja.


Enzo dan Ayah Pippin pun langsung bergegas pergi menuju ke rumah sakit.


" Kalian berdua hati-hati di jalan ," teriak Mama Azura kepada Ayah Pippin dan Enzo yang sudah berlalu pergi.


Sedangkan beralih ke Mama Siljie.


Mama Siljie yang sudah berhasil dan puas bisa mencelakai Aurora, dia lalu berjalan santai menuju ke desa tempat tinggalnya, dengan sangat santai sekali.


Sekitar beberapa puluh meter dia berjalan, langkah kakinya terhenti, karena tiba-tiba ada dua buah mobil mewah berhenti di depannya.


Mama Siljie merasa sangat ketakutan sekali, terlebih lagi, banyak laki-laki berbadan besar dan berpakaian serba hitam ke luar dari dalam mobil dan para bodyguard tersebut adalah anak buah Enzo Diedrich.


" Siapa kalian!! ," kata Mama Siljie.


" Tidak mau!! ," jawab Mama Siljie.


Mama Siljie mencoba untuk kabur, namun karena tenaganya yang sudah tua, dia pun akhirnya mudah sekali ditangkap oleh para anak buah tersebut.


Mereka semua lalu membawa masuk Mama Siljie ke dalam mobil, dan langsung membekap mulutnya, supaya tidak berteriak di dalam mobil.


" Diam,!! atau saya menusukkan pisau ini ke perut anda!! ," kata salah satu anak buah, sambil menempelkan ujung pisau ke perut Mama Siljie.


" Siapa kalian Tuan, tolong jangan sakiti saya ," memohonlah Mama Siljie kepada para anak buah Enzo.


" Anda sudah berani mencelakai Nyonya Aurora, dan Tuan Muda Wilson, jadi anda harus merasakan akibatnya!! ," jawab salah satu anak buah lagi.


" Ampun Tuan, saya khilaf, saya akan meminta maaf untuk menebus kesalahan saya kepada Aurora ," kata Mama Siljie.


" Tidak ada kata maaf di kamus Tuan Enzo!! ," jawab anak buah lagi.


" Sekarang anda rasakan akibatnya!! ," kata anak buah lagi.


" Jangan Tuan, jangan, ampun ," kata Mama Siljie sangat ketakutan sekali.


" Kalian pegang ke dua tangannya ," kata salah satu anak buah kepada temannya.


" Jangan,!! jangan Tuan, akan kalian apakan tangan saya!! ," kata Mama Siljie.


Satu, dua, tiga, kres!!

__ADS_1


Putuslah sudah ke dua telapak tangan Mama Siljie dan darah langsung membanjiri seisi mobil.


Teriakan kesakitan dari Mama Siljie langsung menggema di dalam mobil tersebut.


" Sakiiiiiiiiiittt!! ," teriak dari Mama Siljie.


" Ijinkan saya untuk meredakan rasa sakitnya Nyonya!! ," kata salah satu anak buah, dan tiba-tiba ....


Sebuah pisau sudah menancap ke perut bagian kiri, setelah itu ke bagian kanan, alhasil dua tusukan di dapat oleh Mama Siljie, hingga akhirnya dia t3w4s seketika.


Para anak buah itu sudah menjalankan perintahnya Enzo, dan mereka lalu mengantarkan may4t dari Mama Siljie ke rumah kontrakannya Ayah Ebert.


Ayah Ebert yang sedang berada di ladang sebelah rumahnya, sangat terkejut sekali, ketika melihat dua buah mobil mewah terparkir rapi di depan rumah kontrakannya.


Dua orang anak buah langsung ke luar dari dalam mobil, dan berbicara kepada Ayah Ebert.


" Anda Tuan Ebert ," kata salah satu anak buah.


" Iya, saya sendiri Tuan ," jawab Ayah Ebert.


" Ikut kami sebentar!! ," jawab sang anak buah.


Ayah Ebert pun menurut, dia lalu ikut mendekat ke arah salah satu mobil.


Salah satu anak buah langsung membuka pintunya mobil dan mata Ayah Ebert langsung melihat sang istri sudah meninggal dengan cara yang cukup mengenaskan, dengan darah yang masih ke luar dari pergelangan tangannya yang putus.


Ayah Ebert langsung syok dan tidak menyangka, karena istri yang ijinnya pergi membeli sesuatu di toko langganan, pulang-pulang sudah dalam keadaan seperti itu.


" Ke-kenapa dengan istri saya,? apa yang sudah kalian lakukan kepadanya?? ," tanya Ayah Ebert dengan terbata-bata.


" Istri anda sudah berani mendorong Nyonya Aurora yang sedang hamil besar, hingga terjatuh, dan membuat Tuan Muda Wilson yang ada digendongannya ikut terjatuh, lalu kepalanya terbentur batu ," jawab salah satu anak buah.


Semakin terkejutlah Ayah Ebert mendengar penjelasan dari anak buah tersebut.


" Inilah hukuman yang diberikan oleh Tuan Enzo untuk dia ," kata anak buah itu lagi.


" Jika anda tidak mau menguburkannya, kami akan membakar m4y4tnya, dan anda jangan sampai berani mengatakan ini semua kepada siapapun, jika tidak mau bernasib sama dengan istri anda!! ," kata anak buah itu lagi.


" Bi-biarkan saya yang memberikan penghormatan terakhir untuk istri saya, Tuan, jangan kalian bakar tubuhnya ," kata Ayah Ebert sambil menangis.


" Baiklah ," jawab sang anak buah sambil mengangguk.


Anak buah itu langsung saja mengeluarkan m4y4at Mama Siljie dari dalam mobil, untuk mereka bawa masuk ke dalam rumah kontrakannya Ayah Ebert.


Setelahnya, para anak buah tersebut, lalu pergi meninggalkan rumah kontrakannya Ayah Ebert.


Sepeninggal semua para anak buah itu, Ayah Ebert menangis sejadi-jadinya, karena dia sudah sering memperingati Mama Siljie, namun apa yang dilakukan Mama Siljie benar-benar membuatnya kecewa.


Bahkan rencana dari Mama Siljie yang ingin memanfaatkan Aurora pun, sudah ketahuan oleh Ayah Ebert, dan Ayah Ebert marah besar akan hal itu.


Sepertinya, peringatan dari Ayah Ebert hanya dianggap angin lalu oleh Mama Siljie, hingga akhirnya, nasibnya berakhir tragis seperti itu di tangan anak buah Enzo.


Penyesalan,? semuanya sudah terlambat, karena nyawanya sudah tidak bisa dikembalikan lagi, dan saat ini Ayah Ebert, benar-benar sudah hidup sendirian, tanpa adanya Keluarga yang bisa dia ajak berbicara keluh kesahnya kehidupan.


...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2