
Aurora yang sudah selesai makan malam, lalu menyusul Enzo yang sudah masuk ke dalam kamar sejak tadi.
Baru saja membuka pintu kamar, Aurora langsung melihat Enzo sedang menimang baby Wilson dengan penuh rasa sayang.
Umur baby Wilson yang sudah hampir empat bulan, membuat wajahnya semakin lucu dan juga menggemaskan sekali.
Aurora yang senang dengan sikap Enzo, dia langsung berjalan ke arah Enzo dan memeluknya dari belakang.
Enzo hanya diam saja ketika Aurora sengaja memeluknya dari belakang.
" Wilson, sepertinya ada yang sedang memeluk kita ," kata Enzo.
Aurora yang mendengar perkataan Enzo, dia reflek langsung mencubit dada Enzo, hingga membuat Enzo merasa geli dan juga langsung tertawa.
" Sini Wilson sama Mommy saja yuk ," kata Aurora mengambil alih baby Wilson.
Baby Wilson lalu beralih ke gendongan sang Mommy, dan Aurora sengaja menaruh baby Wilson ke atas ranjang, sebab baby Wilson sudah mulai aktif latihan terngkurap.
Perkembangan demi perkembangan dari baby Wilson, Aurora dan Enzo perhatikan dengan serius sekali, sebab mereka tidak mau kehilangan momen tumbuh kembang baby Wilson.
Enzo sayang kepada Wilson itu tulus, bukan karena dia ingin mencuri hatinya Aurora, sebab wajah Wilson yang tampan dan menggemaskan, tentu saja dengan mudah membuat siapa saja yang melihat, akan langsung mudah jatuh cinta.
Aurora tertawa gemas dan lucu, ketika melihat Wilson berbicara sendiri sambil berguling-guling di tengah ranjang.
Tidak mau kehilangan momen tersebut, Enzo sengaja merekamnya menggunakan kamera ponselnya sebagai kenang-kenangan.
" Bilang hello sayang sama Daddy ," kata Aurora sambil melambaikan tangan ke kamera.
Wilson tentu saja tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Aurora, dan dia tetap asik dengan dunianya sendiri.
" Ayo Mommy, kita foto bertiga ," kata Enzo.
Aurora langsung mengambil baby Wilson untuk dia pangku, dan Enzo lalu duduk di samping Aurora untuk melakukan foto selfie bertiga.
Berbagai gaya Enzo dan Aurora lakukan untuk bersua foto bersama, dan sudah banyak foto yang mereka ambil malam itu untuk mereka jadikan kenang-kenangan.
" Sudah cukup untuk foto-fotonya, sekarang ayo kita tidur Wilson, ini sudah malam ," kata Aurora.
__ADS_1
Aurora mencoba m3nyu5u1 Wilson dan menimangnya dengan penuh kasih sayang, dan seperti yang kita tahu, Wilson yang sudah bisa melihat selalu meraba wajah sang Mommy, ketika dia sibuk n3n3n dengan Aurora.
Dan hal itu sangat Aurora nikmati momen bersama Wilson, walau dia sedang lupa ingatan sekalipun.
Usaha Aurora dalam menidurkan Wilson akhirnya membuahkan hasil, Wilson tertidur dan Aurora langsung menaruhnya ke dalam box babynya.
Aurora lalu melangkah ke arah ranjang untuk ikut tidur bersama Enzo dan Enzo sendiri juga belum tidur, dia sedang asik melihat foto-foto yang tadi sudah mereka ambil.
" Daddy, emm bolehkah Mommy bertanya sesuatu?? ," tanya Aurora.
" Boleh dong sayang, mau tanya apa hmm?? ," tanya balik dari Enzo.
" Apakah Mommy sebelum koma tidak mempunyai ponsel,? kenapa Mommy sampai sekarang tidak membawa ponsel sendiri?? ," tanya Aurora.
" Mommy dulu mempunyai ponsel sayang, cuma kemarin kan Mommy baru saja sembuh dan sadar dari koma, Martin juga menyarankan Mommy untuk jangan terkena radiasi yang cukup besar dulu seperti ponsel, jadinya ya Daddy belum memberikan ponsel kepada Mommy sampai sekarang ," jawab Enzo.
Sebagian besar Enzo berbohong sebagian lagi Enzo berkata jujur, karena memang Martin belum mengijinkan Aurora untuk bermain ponsel.
Namun, Enzo juga sengaja menyembunyikan ponsel milik Aurora yang dulu, sebab Enzo tidak mau jika Aurora akan teringat dengan masa lalunya.
" Iya sih, kemarin Tuan Martin memang berkata seperti itu kepada Mommy, tapi sampai kapan Daddy, Mommy rasanya jenuh dan iri melihat kalian semua bisa bermain ponsel dengan leluasa ," jawab Aurora.
" Ko membeli, memangnya ponsel Mommy yang lama di mana Daddy?? ," tanya Aurora lagi.
" Sudah rusak, karena kecelakan mobil yang Mommy alami dulu ," jawab berbohong dari Enzo.
" Hmm, andai tidak rusak, pasti Mommy bisa melihat kenangan apa saja yang ada di dalam ponsel tersebut ," kata Aurora.
" Tentu saja itu tidak akan aku biarkan Aurora, jika kamu sampai membuka ponselmu yang lama, itu sama saja membunuhku ," kata Enzo di dalam hatinya.
" Iya sudah, kita tidur yuk, sudah malam, Mommy jangan capek-capek dan Mommy juga kan tidak boleh bergadang sama Martin ," kata Enzo, dan Aurora hanya mengangguk saja.
Enzo dan Aurora langsung tidur di dalam selimut yang sama dengan saling memeluk satu sama lainnya.
Sekitar jam satu dini hari, tiba-tiba Enzo terbangun dari tidurnya, karena dia baru saja bermimpi bertemu Dickie di alam bawah sadarnya.
" Ya Tuhan apa yang tadi baru saja aku mimpikan ," kata Enzo sambil mengusap kasar wajahnya.
__ADS_1
Enzo bermimpi bertemu dengan Dickie di suatu tempat, dan Dickie ketika melihat Enzo, bukannya marah malah tersenyum sangat manis, namun tanpa mengucapkan satu patah katapun kepada Enzo.
Dickie lalu berbalik badan untuk pergi dari hadapannya, namun Enzo yang melihat tidak mau membiarkannya begitu saja, dan dia mencoba memanggil Dickie dengan sekuat tenaganya.
Dickie tiba-tiba menghentikan langkah kakinya, dan dia lalu berbalik badan lagi untuk menghadap Enzo yang berdiri sekitar sepuluh meter dari hadapannya.
" Jaga Aurora, Tuan Enzo ," kata Dickie.
" Saya titip dia dan juga Wilson ," kata Dickie lagi.
Setelah berkata super singkat seperti itu kepada Enzo, Dickie lalu berbalik badan kembali dan tiba-tiba pandangan Enzo memudar, hingga akhirnya membuatnya terbangun dari tidurnya.
Enzo lalu beranjak turun dari atas ranjang, dan sebelum pergi dia melihat Aurora masih tidur dengan begitu nyenyaknya di atas ranjang, begitupula dengan baby Wilson.
Enzo mengambil jubah tidurnya, lalu ke luar dari dalam kamar menuju ke sebuah ruangan yang sangat tersembunyi sekali di dalam rumah Ayah Pippin.
Yang tahu ruangan itu, cuma dirinya bersama Ayah Pippin saja, bahkan Arny atau Mama Azura tidak mengetahuinya sama sekali.
Sesampainya di ruang rahasia itu, Enzo langsung menyalakan saklar lampunya dan terlihatlah semua foto, serta barang-barang yang sudah dia ambil dari dalam rumah Aurora dan Dickie dulu.
Ruangan itu penuh dengan fotonya Aurora dan Dickie dulu, hampir semua barang kenangan mereka berdua, masih sengaja Enzo simpan dengan rapi.
Enzo seperti mengenang kisah cinta mereka berdua, dan dia menatap foto Dickie bersama Aurora yang terlihat sangat bahagia sekali.
" Maafkan aku Dickie ," kata Enzo kepada foto tersebut.
" Aku tidak bermaksud untuk membuatmu meninggal, walau aku ada niatan ingin memisahkanmu dengan Aurora ," kata Enzo lagi.
" Aku begitu sangat mencintainya, jadi tidak mungkin aku meninggalkannya ," kata Enzo masih berbicara sendiri.
" Aku berjanji kepadamu akan merawat Wilson dengan baik, tenanglah kamu di sana Dickie ," kata Enzo.
Ruangan itu benar-benar sudah seperti rumah Aurora dan Dickie dulu, hanya saja versi mini, bahkan ponsel milik Aurora yang tadi dia tanyakan kepada Enzo tadi, ada juga di dalam ruangan tersebut.
Jika Aurora melihat ruangan itu, besar kemungkinan dia akan langsung tersadar dari masa amnesianya.
...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...
__ADS_1
...***TBC***...