
Arny dan Linnea yang sedang menunggu Enzo sedang mendapatkan penanganan medis, tidak lama pintu ruang perawatannya terbuka dari dalam.
Arny dan Linnea langsung berjalan mendekati Dokter yang baru saja ke luar itu.
" Dokter bagaimana keadaan dari Kakak saya?? ," tanya Arny.
" Syukurlah, Tuan Enzo segera dibawa ke sini, dan dia keadaannya tidak terlalu parah ," jawab sang Dokter.
" Syukurlah ," jawab Arny.
" Lalu kapan kami bisa melihat Kak Enzo, Dokter?? ," tanya Arny lagi.
" Sebentar lagi Tuan Enzo akan segera di pindahkan ke ruang perawatan biasa, Tuan Arny ," jawab sang Dokter.
" Anda tunggulah sebentar di sini ," kata sang Dokter.
" Dan saya permisi dulu, karena ada pekerjaan lainnya yang harus saya kerjakan ," kata sang Dokter lagi.
" Iya Dokter, terimakasih ," jawab Arny, dan Linnea hanya mengangguk saja.
Tidak lama, Enzo pun dipindahkan ke ruang perawatan biasa, dan ruang perawatan Enzo tentu saja kelas yang terbaik di rumah sakit tersebut.
Enzo juga tidak dibius seluruh badan, hanya setengah badan saja untuk mengeluarkan peluru yang bersarang di lengannya, makanya sekarang dia sudah bisa diajak berbicara oleh Arny.
" Kak Enzo, bagaimana keadaan Kakak sekarang?? ," tanya Arny.
" Sudah lebih baik ," jawab Enzo.
Baru saja selesai menjawab, pintu ruang perawatan Enzo terbuka dari dalam, dan pelakunya adalah Arvon.
" Tuan Enzo ," sapa Arvon.
" Apakah anda baik-baik saja?? ," tanya Arvon.
" Saya segera datang ke sini ketika mendapatkan kabar dari para anak buah ," kata Arvon lagi.
" Seperti yang kamu lihat ," jawab Enzo.
" Dan kamu saya perintahkan untuk segera mengusut siapakah pelaku yang sudah berani melukai saya seperti ini ," kata Enzo kepada Arvon.
" Saat ini pelakunya sedang dikejar oleh para anak buah Tuan, dan nanti jika sudah ketangkap, saya pasti akan memberikan pelajaran yang berharga untuknya ," jawab Arvon.
" Bagus ," jawab Enzo, dan Arny beserta Linnea yang masih ada di situ, hanya diam saja sambil mendengarkan perbincangan antara Enzo dan Arvon.
" Satu hal lagi Arvon ," kata Enzo.
" Iya Tuan ," jawab Arvon.
" Saya ingin kamu memperketat lagi menjaga Aurora dan Wilson, karena saya tidak mau jika mereka dalam bahaya jika berada di luar, sebab musuh saya ada di mana-mana ," perintah Enzo lagi.
" Siap Tuan, saya akan mengerahkan beberapa anak buah lagi untuk terus berada di sekitar Nyonya Aurora dan Tuan muda Wilson ," jawab mantap dari Arvon.
Enzo hanya mengangguk saja, dan tiba-tiba orang yang mereka bicarakan, tahu-tahu langsung masuk ke dalam ruang perawatan Enzo, dan Aurora langsung memeluk Enzo sambil menangis.
" Daddy, Daddy kenapa,? bagaimana ini bisa terjadi Daddy?? ," kata Aurora merasa sangat bersedih sekali.
__ADS_1
Aurora bahkan mengusap lembut lengan Enzo yang saat ini sedang diperban.
" Daddy tidak apa-apa ko Mommy ," jawab Enzo.
" Tadi Daddy hanya kesandung, dan tangan Daddy terkena pinggiran meja, jadinya terluka begini ," jawab berbohong dari Enzo.
" Benarkah?? ," tanya Aurora.
" Benar sayang, tanya saja sama Arvon ," jawab Enzo.
Aurora langsung mengalihkan pandangannya ke arah Arvon, dan Arvon langsung mengangguk membenarkan.
Namun walau begitu, Ayah Pippin tidak bisa langsung percaya perkataan dari Enzo tadi.
" Syukurlah jika Daddy tidak kenapa-kenapa, Mommy merasa sangat khawatir sekali ," jawab Aurora.
Ayah Pippin secara diam-diam mengkode Arny dan Arvon untuk ikut dengannya ke luar sebentar dari dalam ruang perawatan Enzo.
" Katakan kepada Ayah, Arny, apa yang sebenarnya terjadi?? ," tanya Ayah Pippin.
" Kak Enzo ada yang menyerang secara tiba-tiba Ayah, ketika dia sedang berada di mall ," jawab Arny.
" Untung saja dia terkena luka tembakan di lengannya, coba kalau di dadanya, pasti Kak Enzo ..... ," jawab Arny sengaja tidak melanjutkan perkataannya.
" Apakah sudah kamu urus Arvon, siapa pelaku yang berani melukai anak saya?? ," tanya Ayah Pippin kali ini kepada Arvon.
" Sedang saya urus Tuan, dan pelakunya sedang dikejar oleh para anak buah ," jawab Arvon.
" Bagus, cepat usut tuntas masalah ini, aku tidak mau pelakunya sampai membahayakan kita semua, terutama Aurora atau Wilson ," kata Ayah Pippin.
" Ayo kita masuk lagi ke dalam, supaya Aurora tidak curiga kepada kita ," kata Ayah Pippin lagi.
" Baik Tuan ," jawab Arvon, sedangkan Arny hanya mengangguk saja.
Baru saja masuk, Ayah Pippin langsung melihat Enzo sedang memberikan sebuah ponsel keluaran terbaru untuk Aurora.
" Untuk Mommy, Daddy?? ," tanya Aurora.
" Iya, bukalah saja, Mommy sudah tinggal memakainya ," jawab Enzo.
Wajah Aurora berbinar sangat senang sekali, ketika Enzo membelikannya ponsel canggih keluaran terbaru yang harganya sangat wow sekali.
" Daddy ponselnya sangat bagus sekali, terimakasih Daddy ," kata Aurora terlihat bahagia.
" Sama-sama, apapun demi Mommy ," jawab Enzo sambil tersenyum.
Mama Azura juga ikut senang, begitu pula dengan Linnea yang melihat Aurora dibelikan ponsel baru oleh Enzo.
Linnea tentu saja langsung meminta nomor teleponnya Aurora untuk dia simpan, supaya jika sewaktu-waktu rindu, dia bisa langsung menghubunginya.
" Daddy, Mommy jadi ingin makan yang segar-segar ," kata Aurora.
" Minta tolong saja sama Arvon untuk membelikan itu sayang ," jawab Arvon kepada Aurora.
" Tidak mau, Mommy maunya beli sendiri, boleh ya Daddy ," kata Aurora.
__ADS_1
" No sayang, nanti kalau kamu kecapekan bagaimana?? ," kata Enzo mencoba mencegah.
Itu semua Enzo lakukan, karena dia tidak mau jika Aurora kenapa-kenapa, terlebih lagi kalau Aurora dikenali oleh orang yang mengenalnya dulu.
" Tidak ko Daddy, kan belinya di supermarket atau di Cafe depan ," jawab Aurora.
" Mommy belinya sama Linnea saja deh Daddy, boleh ya ," kata Aurora lagi memohon kepada Enzo.
" Hmm, iya baiklah boleh, tapi kamu harus ditemani sama Arvon dan beberapa bodyguard ," jawab Enzo.
" Emm, baiklah yang penting bisa beli sendiri ," jawab Aurora.
" Nanti Mommy akan membelikan makanan juga untuk Daddy, supaya Daddy cepat sembuh ," kata Aurora lagi.
" Iya, terimakasih sayang ," jawab Enzo.
" Ayo Linnea, kita jalan-jalan ," kata Aurora sambil menggandeng tangan Linnea.
Linnea yang melihat sikap Aurora seperti ini, dia seperti melihat Aurora yang dulu, yang selalu ceria ketika pergi jalan-jalan dengannya.
Arvon langsung mengajak beberapa anak buah, untuk ikut dengannya mengantarkan sang ratu hatinya Enzo.
Sedangkan di dalam ruang perawatan Enzo, Ayah Pippin langsung mencerca pertanyaan kepada Enzo setelah kepergian dari Aurora.
" Apakah masih sakit Enzo, dan pelurunya sudah di keluarkan kan dari lengan kamu?? ," tanya Ayah Pippin.
" Lho ko peluru,? sebenarnya lengan kamu sakit kenapa Nak?? ," tanya Mama Azura yang merasa kebingungan.
Sebab memang Mama Azura percaya perkataan dari Enzo tadi kepada Aurora.
" Kak Enzo di serang oleh seseorang Ma, dan lengannya terkena peluru dari orang tersebut ," jawab Arny.
" Ya Tuhan, kenapa tadi kamu tidak jujur kepada Aurora, Nak?? ," tanya Mama Azura lagi.
" Enzo tidak mau membuat dia khawatir Ma, nanti bisa membuat dia kepikiran dan pingsan lagi ," jawab Enzo.
" Iya baiklah Mama mengerti ," jawab Mama Azura.
" Wilson bawa sini Ma, Enzo mau bermain dengannya ," kata Enzo.
" Tapi lengan kamu masih sakit Enzo ," kata Mama Azura.
" Kan tangan yang satunya tidak sakit Ma ," jawab Enzo.
Mama Azura lalu menurut menaruh baby Wilson di ranjang sebelah Enzo yang satunya.
Sedangkan bergeser ke Aurora dan Linnea yang saat ini hampir saja ke luar dari dalam rumah sakit, mereka berdua tidak sengaja bertemu dengan sepasang suami istri yang terkejut melihat Aurora dan Linnea.
Linnea pun juga terkejut melihat sepasang suami istri tersebut, namun tidak dengan Aurora, sebab dia lupa ingatan, jadi tidak tahu siapa sepasang suami istri yang sedang memanggil namanya sekarang.
...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...
Nah lho, siapakah sepasang suami istri itu ya??🤔.
...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...
__ADS_1
...***TBC***...