AURORA

AURORA
KEKHAWATIRAN ENZO


__ADS_3

Tiba-tiba salah satu anak buah yang tadi sedang menghubungi Martin melaporkan kepada Enzo, jika Martin sedang tidak bisa di suruh datang ke rumah, sebab dia sedang kedatangan tamu penting ke rumah sakitnya.


Martin menyarankan untuk membawa Aurora ke rumah sakitnya saja, dan dia akan menyuruh para Dokternya untuk memprioritaskan Aurora.


Tidak pakai lama, mendengar laporan dari anak buahnya, Enzo pun langsung saja menggendong Aurora, untuk dia bawa ke dalam mobilnya.


Baru saja ke luar dari dalam lift sambil menggendong Aurora, tidak sengaja Enzo berpapasan dengan Mama Azura yang baru saja ke luar dari dalam kamarnya.


" Lho, Enzo,!! ada apa dengan Aurora, kenapa kamu gendong begitu?? ," tanya Mama Azura merasa terkejut.


" Enzo tidak sempat menjelaskan Ma ," jawab Enzo sambil berlalu dari hadapan sang Mama.


Enzo pun terus melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam mobilnya dan menyuruh anak buahnya untuk segera mengendarainya.


Mama Azura yang melihat sang suami baru saja turun dari atas tangga, sambil menenangkan baby Wilson yang sedang menangis, karena ditinggal pergi oleh Enzo dan Aurora, membuat Mama Azura langsung bergegas bertanya kepada Ayah Pippin.


" Ayah!! ," panggil Mama Azura.


" Apa yang sebenarnya terjadi, kenapa Aurora sampai seperti itu?? ," tanya Mama Azura.


" Sini, biar Wilson, Mama tenangkan ," kata Mama Azura lagi sambil mengambil alih menggendong baby Wilson.


" Nanti tanyakan saja kepada putra kesayangan Mama itu ," jawab Ayah Pippin.


" Sepertinya dia berbuat sesuatu kepada Aurora, hingga membuat Aurora mengunci pintunya dari dalam kamar dan langsung pingsan sendirian, hingga membuat baby Wilson hampir saja jatuh dari atas balkon ," kata Ayah Pippin lagi.


" Astaga, ada apa lagi ini ya Tuhan ," kata Mama Azura.


Mama Azura yang merasa kebingungan pun, memilih menenangkan baby Wilson dulu, sambil menunggu kabar dari Enzo.


Sedangkan Enzo sendiri, tidak lama, akhirnya dia sampai juga di rumah sakit milik Martin.


Seperti perkataan dari Martin tadi, kedatangannya langsung di sambut oleh beberapa Dokter yang sengaja sudah menunggunya.


Para tim medis itu langsung membawa Aurora ke dalam ruang perawatan intensif, untuk diperiksa keadaanya.


Enzo yang sedang menunggu di depan ruang perawatan tersebut, dibuat khawatir dan gelisah sendiri.


Sedangkan di rumah Ayah Pippin, Ayah Pippin ijin kepada sang istri untuk menemani Enzo di rumah sakit.


" Ayah berangkat dulu ya Ma ," pamit Ayah Pippin.


" Ini Ayah ke rumah sakit dulu kan?? ," tanya Mama Azura.


" Iya, Ayah mau menemani Enzo dulu, sekaligus ingin tahu bagaimana keadaannya Aurora ," jawab Ayah Pippin.


" Baiklah, kalau begitu, Ayah hati-hati di jalan ya ," kata Mama Azura.

__ADS_1


" Iya ,'' jawab singkat dari Ayah Pippin.


Ayah Pippin pun langsung saja masuk ke dalam mobilnya, dan dia langsung diantarkan oleh anak buahnya menuju ke rumah sakit milik Martin.


Membicarakan Martin, ketika Enzo sedang menunggu sekitar lima belas menit dengan sikap yang gelisah, tiba-tiba dia dikejutkan oleh kedatangan Martin dari arah dalam rumah sakit.


" Bagaimana keadaan Aurora, Enzo?? ," tanya Martin.


" Tidak tahu, Dokter belum ke luar dari dalam ," jawab Enzo.


" Sebenarnya bagaimana kronologinya, kenapa Aurora bisa pingsan lagi seperti ini ," tanya Martin.


Enzo langsung menunduk ketika ditanya seperti itu oleh sang sahabat.


" Aku yang salah Martin ," jawab Enzo.


" Apa maksud kamu?? ," tanya Martin lagi.


" Aku tidak sengaja membentak Aurora, hingga dia terkejut dan pingsan ," jawab Enzo.


" Astaga ," kata Martin.


" Kenapa kamu ceroboh sekali seperti itu Enzo ," kata Martin lagi.


Belum sempat Martin menjelaskan, pintu ruang perawatan Aurora terbuka dari dalam, dan membuat Enzo langsung berjalan mendekati sang Dokter.


" Nyonya Aurora tidak kenapa-kenapa Tuan ," jawab sang Dokter.


" Hanya saja, dia tidak boleh mendapatkan tekanan seperti tadi, karena itu akan berakibat fatal untuk cedera kepala yang dialaminya ," kata sang Dokter.


" Kami juga menemukan riwayat jika Nyonya Aurora mengalami amnesia, jadi jika Nyonya Aurora merasa stres, dia akan sering pingsan seperti tadi ," jelas sang Dokter lagi.


" Lalu bagaimana dengan kandungan istri saya?? ," tanya Enzo.


" Puji Tuhan, kandungannya baik-baik saja ," jawab sang Dokter lagi.


" Dan kami lihat tadi perkembangannya normal, sehat seperti umur janin pada umumnya ," kata sang Dokter.


Enzo langsung saja mengucap syukur, ketika sudah mendapatkan penjelasan dari sang Dokter.


" Apakah saya boleh melihatnya, atau membawanya pulang Dokter?? ," tanya Enzo lagi.


" Boleh Tuan, Nyonya Aurora nanti akan saya perbolehkan pulang, jika dia sudah sadar ," jawab sang Dokter.


" Nyonya Aurora tidak perlu rawat inap, dia bisa rawat jalan saja ," kata sang Dokter lagi.


" Baiklah, kamu boleh bekerja kembali, biar Enzo, saya saja yang menemani ," kata Martin kepada Dokter tersebut.

__ADS_1


" Baik Dokter Martin, kalau begitu saya permisi ," pamit sang Dokter, dan Martin hanya mengangguk saja.


" Ayo masuk ," ajak Martin kepada Enzo.


Enzo dan Martin lalu masuk ke dalam ruang perawatan Aurora dan Enzo langsung melihat Aurora masih menutup matanya dengan sangat rapat.


" Ingat Enzo, jangan kau ulangi lagi sifat kasar mu itu kepada Aurora ," pesan Martin.


Eh belum selesai Martin berbicara, perkataannya terhenti karena ponsel Enzo berdering sangat kencang.


Enzo tentu saja langsung mengambil ponselnya dari dalam saku jasnya, untuk melihat, siapakah pagi ini yang sedang menelponnya, yang ternyata dari Ayah Pippin.


" Enzo, kamu ada di mana,? Ayah sudah sampai di rumah sakit ," kata Ayah Pippin.


" Ayah ada di mana, biar anak buah Enzo yang ke sana ," kata Enzo.


" Ayah ada di depan ruang UGD ," jawab Ayah Pippin.


" Baik, tunggu di sana sebentar ," kata Enzo.


" Iya ," jawab Ayah Pippin, dan Ayah Pippin langsung mematikan sambungan teleponnya.


Enzo lalu ke luar sejenak dari dalam ruang perawatan tersebut, untuk menyuruh anak buahnya yang sedang berjaga di depan ruangan, supaya salah satu diantara mereka ada yang menyusul Ayah Pippin yang sudah menunggu di depan ruang UGD.


Dan ketika sudah menyuruh salah satu anak buahnya, Enzo pun lalu masuk kembali ke dalam ruang perawatan Aurora, untuk meneruskan perbincangannya bersama Martin.


" Apa lagi yang ingin kamu katakan kepadaku Martin ," kata Enzo.


" Sudah lupa, nanti saja jika sudah ingat ," jawab Martin.


" Terserah kamu saja ," jawab Enzo, dan Enzo lalu memperhatikan wajah Aurora dengan eskpresi yang terlihat menyesal.


Martin dapat melihat sendiri, ada cinta besar di mata sang sahabat, dan Enzo pun juga terlihat menyesal.


Selang beberapa menit, akhirnya Ayah Pippin sampai juga di depan ruang perawatan Aurora, dan dia tanpa mengetuk pintunya terlebih dahulu, langsung saja masuk ke dalam, hingga sampai mengalihkan pandangan Martin dan juga Enzo.


" Enzo, bagaimana keadaannya Aurora?? ," tanya Ayah Pippin.


" Dia baik-baik saja Ayah, harus lebih banyak istirahat lagi kata Dokter ," jawab Enzo.


" Syukurlah ," jawab Ayah Pippin.


Ayah Pippin pun merasa lega ketika sudah mendengar jawaban dari Enzo tentang keadaannya Aurora.


...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2