AURORA

AURORA
ARNY - LINNEA SAH


__ADS_3

Keesokan harinya, tibalah hari di mana pernikahan Arny dan Linnea akan di langsungkan.


Hari yang sudah ditunggu-tunggu oleh Arny dan Linnea sejak lama, dan kini cuma menunggu beberapa jam lagi bagi mereka berdua akan mengikrarkan janji suci di atas altar.


Semua Keluarga besar Linnea yang ada di kampung atau kota lain pun, sudah mulai berdatangan ke hotel tempat diadakannya acara.


Begitupula dengan Keluarga Diedrich, mereka semua saat ini sudah berada di hotel tempat acara pemberkatan pernikahan akan berlangsung.


Diantara Keluarga Diedrich, cuma dua orang saja yang tidak bisa ikut ke sana, yaitu Enzo dan juga Aurora.


Ada kejadian tadi pagi ketika mereka semua sedang bersiap-siap. Enzo yang baru saja bangun tidur, tiba-tiba sakit, hingga dia tidak kuat untuk turun dari atas ranjang.


Enzo akan turun dari ranjang, ketika perutnya terasa mual dan ingin muntah-muntah di dalam kamar mandi.


Aurora yang melihat keadaan Enzo, merasa sangat khawatir sekali, bahkan dia meminta tolong kepada Mama Azura untuk mengurus baby Wilson sebentar saja.


Karena Mama Azura dan Ayah Pippin merasa kasihan dengan Enzo dan Aurora, akhirnya Mama Azura dan Ayah Pippin memutuskan untuk mengajak baby Wilson bersamanya saja.


" Daddy, Mommy kasihan melihat Daddy sakit begini, tapi Mommy juga merasa senang, karena Mommy tidak mengalami mual dan muntah ," kata Aurora sambil tersenyum.


Enzo yang mendengar, hanya diam saja, sambil menahan rasa mual di dalam perutnya.


" Apakah dulu ketika hamil Wilson, Mommy juga tidak mengalami morning sickness seperti ini Daddy?? ," tanya Aurora.


Dan pertanyaan dari Aurora membuat Enzo menjadi gelagapan sendiri, karena bingung harus menjawab bagaimana.


" Emm, tidak, dulu Mommy waktu hamil Wilson, Mommy yang mengalami mual dan muntah, bukan Daddy ," jawab Enzo.


Padahal di kenyataan aslinya, ketika Aurora hamil Wilson, dia tidak mengalami hal apa-apa, semuanya netral seperti wanita yang tidak sedang hamil, bahkan Aurora merasa heran dengan dirinya sendiri dulu, apakah dirinya sedang hamil atau tidak.


" Ternyata begini rasanya mengalami morning sickness ," kata Enzo mengalihkan pembicaraan.


" Terus, kalau begini, apakah Daddy mau menambah anak lagi dengan Mommy?? ," tanya Aurora sambil tertawa.


" Jika untuk sementara waktu pasti tidak, karena Daddy rasanya masih tidak sanggup merasakan kehamilan simpatik ," jawab Enzo.


" Tapi jika anak-anak kita sudah besar, pasti Daddy akan meminta nambah anak lagi dari Mommy ," kata Enzo lagi.


" Jika Mommy belum sadar dari amnesianya ," lanjut lagi perkataan Enzo, namun di dalam hatinya.


" Ok, jika selama hamil yang mengalami itu semua Daddy, Mommy mau jika di suruh untuk hamil lagi ," jawab Aurora sambil tertawa.

__ADS_1


" Sudahlah, jangan membahas untuk menambah anak lagi Mommy, yang ini saja belum lahir ," kata Enzo sambil memijat dahinya.


Aurora yang melihat Enzo memijat dahinya sendiri, langsung saja menyuruh Enzo untuk tiduran di p4h4nya, supaya dia bisa membantu memijat dahinya.


" Hmm, Mommy jadi tidak bisa menyaksikan Linnea menikah ," kata Aurora.


" Apakah Mommy akan lebih mementingkan teman Mommy yang ingin menikah, atau Daddy yang sedang sakit begini?? ," tanya Enzo.


" Tentu saja Daddy, tapi kan sebagai teman, Mommy ingin menyaksikan pernikahannya ," jawab Aurora.


" Iya sudah, kalau begitu ayo kita datang ke sana saja ," kata Enzo sambil duduk dari rebahannya.


" Apakah jika Daddy di sana tidak akan muntah lagi, jika mencium aroma masakan yang terhidang?? ," tanya Aurora.


" Tidak janji ," jawab Enzo.


" Nah itu permasalahannya ," jawab Aurora juga.


" Sudahlah, tidak perlu di paksakan, ayo sini rebahan lagi, biar Mommy pijat kepalanya ," kata Aurora.


Akhirnya, Enzo pun rebahan lagi dengan beralaskan p4h4 Aurora dan Aurora lalu memijat lembut kepala Enzo, hingga membuatnya tertidur dengan sangat lelap sekali.


Sangat banyak sekali yang diundang oleh ke dua mempelai, terlebih lagi kenalan dan para kolega serta teman bisnis Arny sangat banyak sekali.


Ketika waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi, tibalah waktunya Arny dan Linnea mengucapkan janji suci pernikahan mereka berdua.


Mata semua orang teralihkan ke arah Arny dan Linnea yang sedang berjalan di red karpet yang langsung menuju ke atas altar.


Linnea benar-benar sangat cantik sekali, dengan make up sedikit glamour yang dipilih sendiri oleh Arny.


Arny bahkan tanpa berkedip, ketika dia melihat kecantikan Linnea tadi, dan saat ini mereka berdua sedang saling bergandengan tangan dan berjalan penuh senyuman menuju ke arah Pak Pendeta.


Penjagaan di hotel itu sangat diperketat sekali dari anak buah Ayah Pippin, Arny dan juga Enzo.


Mereka semua tidak mau, jika ketika acara berlangsung ada yang menyerang dengan tiba-tiba.


Akhirnya, Linnea dan Arny sudah benar-benar berdiri di depan Pak Pendeta yang siap menikahkan mereka berdua.


Pak Pendeta mulai membacakan doa pemberkatan nikahnya. Semua orang yang ada di dalam ballroom hotel itu langsung diam senyap, untuk mendengarkan sang Pendeta membacakan kalimat suci sesuai agama yang mereka anut.


Hingga tiba saatnya sang Pendeta menyuruh Arny dan Linnea untuk menirukan perkataannya, yang akan membuat mereka sah sebagai sepasang suami istri.

__ADS_1


Setelah, melewati berbagai acara dan serangkaian adat, akhirnya Arny dan Linnea sekarang sudah resmi menjadi sepasang suami istri yang sah secara agama dan juga Negara.


Tepuk tangan meriah dan kehebohan terjadi, ketika Linnea dan Arny sedang berciuman di atas altar dan di saksikan oleh semua orang.


Sungguh sangat meriah sekali acara pernikahan Arny dan juga Linnea.


Ayah Pippin, Mama Azura, Ayah Bogy dan juga Mama Paulita, juga turut senang dengan pernikahan anak-anak mereka.


Berbeda dengan pernikahan Enzo dan Aurora kemarin, kali ini pernikahan Arny dan Linnea disiarkan secara live diberbagai stasiun televisi yang ada di Negara mereka.


Jadi, orang yang tidak mendapatkan kartu undangan pernikahan Arny dan Linnea, masih bisa menyaksikan pernikahan akbar nan megah mereka berdua.


Termasuk Mama Siljie dan Ayah Bogy yang sangat terkejut sekali melihat Linnea bisa bersanding dengan Arny Diedrich, dan menjadi menantu di Keluarga Diedrich.


" Wanita miskin itu, sekarang hidupnya sudah enak!! ," kata Mama Siljie.


" Dulu dia mengejar Max, karena Max kaya, sekarang dia bisa mendapatkan gantinya, bahkan lebih segalanya dari Max ," gerutu Mama Siljie.


" Pasti wanita miskin itu cuma mengincar hartanya saja!! ," kata Mama Siljie.


" Keluarga miskin seperti dia pasti merasa sangat senang sekali, bisa merasakan pesta mewah seperti sekarang!! ," kata Mama Siljie lagi.


" Mama itu kenapa sih, ngomong sendiri sama televisi ," kata Ayah Bogy.


" Biar saja Linnea menikah dengan Arny, toh dia tidak merugikan kita ," kata Ayah Bogy lagi.


" Tapi rasanya Mama masih tidak terima Ayah, karena Keluarga Diedrichlah, kita menjadi miskin begini!! ," jawab Mama Siljie.


" Ini semua karena Mama!! ," kata Ayah Bogy.


" Jika Mama tidak salah mendidik Jeanne, pasti hidup kita tidak akan miskin dan terlilit hutang begini!! ," kata Ayah Bogy.


" Kenapa Ayah selalu menyalahkan Mama!! ," kata Mama Siljie.


Ayah Bogy yang sudah capek berdebat dengan Mama Siljie, dia pun memilih langsung berlalu pergi dari hadapan Mama Siljie.


" Ayah,!! Mama belum selesai berbicara!! ," teriak dari Mama Siljie, namun Ayah Bogy tetap melangkah dan tidak peduli.


...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2