AURORA

AURORA
PERTEMUAN YANG TIDAK TERDUGA


__ADS_3

Keesokan paginya, Enzo yang sudah bangun sejak tadi sekitar pukul tujuh pagi, dia saat ini sedang bersiap-siap untuk berangkat bekerja.


Setelah siap semua, Enzo langsung ke luar dari dalam kamar untuk ikut sarapan bersama yang lainnya juga.


Di dalam ruang makan, kali ini ada Linnea, orang yang bakal menjadi calon istrinya Arny.


Walau Linnea tidur di dalam satu kamar bersama Arny semalam, dan satu ranjang bersama juga, baik Arny dan Linnea, masih bisa menahan h45rat mereka untuk tidak melakukan hubungan itu sebelum mereka menikah.


Yang mereka lakukan cuma tidur saja sambil saling berpelukan mesra di dalam satu selimut yang sama.


" Pagi ," sapa Enzo.


" Pagi Nak ," jawab Mama Azura.


" Pagi juga Kak ," jawab Arny.


" Pagi Tuan Enzo ," kata Linnea.


Sedangkan Ayah Pippin hanya mengangguk saja kepada Enzo.


Enzo langsung duduk di kursi sebelah sang Mama, dan lalu meminum teh kesukaannya yang sudah disediakan sebelumnya.


" Kamu mau makan apa Nak, mau Mama ambilkan?? ," tanya Mama Azura.


" Makan itu saja Ma, Enzo sedang tidak berselera makan ," jawab Enzo sambil menunjuk salah satu masakan yang tersedia di atas meja makan.


" Makan yang banyak dong Nak, tubuh kamu sudah terlihat lebih kurus, jangan terlalu memikirkan Aurora terus ," kata Mama Azura merasa khawatir.


Membicarakan soal Aurora, membuat Linnea langsung mengunci mulutnya dengan sangat rapat sekali, sambil memasang telinganya dengan baik-baik.


Linnea akan bercerita kepada Aurora nanti jika dia sudah kembali pulang ke apartemennya sendiri, supaya Arny tidak curiga kepadanya.


" Ingin rasanya Enzo menyerah, tapi hati ini rasanya susah Ma ," jawab Enzo.


" Dan Enzo besok tidak akan pulang, karena akan melakukan perjalanan bisnis ke luar kota untuk beberapa hari ," kata Enzo lagi.


" Hati-hati saja di sana ya Nak, jaga kesehatan dan jangan lupa makan ," kata Mama Azura.


Mereka lalu menikmati sarapan mereka dengan nikmat dan khidmat, sambil diselingi pembicaraan yang santai.


Linnea juga akan menjawab apa adanya dan sekedarnya saja jika dia sedang diajak berbicara atau sedang ditanya oleh Mama Azura serta Ayah Pippin.


Ketika mereka semua sudah pada selesai sarapan, baik Enzo, Arny dan juga Linnea, langsung pada bersiap-siap untuk berangkat ke kantor.


Linnea tentu saja berangkat ke kantor bersama Arny, walau sebenarnya Linnea tidak mau, karena nanti akan banyak menimbulkan spekulasi dari para karyawan kantor, tapi tetap saja yang namanya Arny tidak bisa dia bantah sama sekali.


Sesampainya di kantor, Linnea yang sudah berjalan sedikit dibelakang Arny, malah dengan sengaja Arny menarik tangannya dan dia genggam dihadapan para karyawan.


" Tuh lihat, sekretaris baru yang ke94telan, suka merayu Tuan Arny ," bisik-bisik dari salah satu karyawan perempuan.


" Iya tuh, apa cantiknya sih dia ," jawab dari karyawan yang lainnya.


" Pasti dia sudah melakukan sesuatu, sehingga bisa membaut Tuan Arny yang cuek bisa luluh begitu kepadanya ," kata salah satu karyawan yang satunya.


Dan gosip seperti itu semakin berkembang di kantornya Arny.


Yang tidak suka dengan Linnea, mereka semua menghujat, menghina, mencaci maki di belakang, sebab mereka semua tidak bisa mendapatkan hati Arny seperti Linnea.


Ketika jam sepuluh pagi, Linnea yang ingin meminum kopi susu, dia mencoba pergi ke kantin kantor untuk membelinya.


Di saat Linnea sudah membeli kopi susu yang diinginkannya, tiba-tiba dia dihadang oleh tiga karyawan kantor yang tidak menyukai Linnea, dan dengan sengaja salah satu dari ke tiga wanita itu langsung mengambil kopi susunya lalu menyiramkannya ke wajah Linnea.


Air kopi susu yang panas membuat Linnea merasa kesakitan sekali, bahkan dia langsung menangis histeris, tapi untung saja langsung dibantu oleh salah satu office girl yang kebetulan lewat.


Office girl tersebut langsung memberikan sebotol air mineral kepada Linnea untuk cuci muka, dan wajah Linnea terlihat sangat memerah sekali karena tumpahan air kopi susu yang panas tersebut.


Para karyawan kantin yang ada di situ, tidak ada yang berani melerai, mereka hanya melihat saja, karena ke tiga karyawan itu memang paling sok berkuasa di Perusahaan itu.


" Heh,!! berani-beraninya kamu membantu wanita 74l4n9 ini hah!! ," kata karyawan perempuan yang bernama Luxi.


" Kasihan Nona Linnea, Nona ," jawab sang office girl yang bernama Stela.


" Halah, jangan jadi sok pahlawan deh!! ," kata karyawan yang bernama Kryli, sambil mendorong Stela hingga terjatuh.


" Aaaahh, panas, biarkan saya pergi dari sini ," kata Linnea sambil mencoba berlalu pergi, tapi langsung ditahan oleh Angel.


" Mau pergi ke mana kamu hah!! ," kata Angel sambil menjambak rambut Linnea.


Ketika Angel baru saja saja berkata seperti itu, tiba-tiba ada suara yang menggelegar di dalam kantin tersebut.


" Apa-apaan ini!! ," kata menggelegar dari seorang laki-laki di dalam kantin.


Dan ketika Angel, Kryli, dan juga Luxi, melihat siapakah orang yang baru saja berbicara, mata mereka langsung melotot sangat lebar sekali.

__ADS_1


" Apa yang kalian lakukan kepada tunangan Tuan Arny, hah!! ," marah laki-laki itu sambil mencengkeram bibir Angel.


Terkejut, tentu saja mereka semua merasa terkejut, ketika mendengar Linnea ternyata tunangan dari anak pemilik Perusahaan.


" Cepat katakan!! ," kata laki-laki itu lagi.


Stela yang tadi ikut dikasarin juga, dia langsung mengadu kejadian sebenarnya kepada laki-laki tersebut.


Laki-laki itu langsung saja murka mendengar cerita dari Stela, karena apapun yang berhubungan dengan Arny dan Linnea adalah tanggung jawabnya.


" Kalian semua ayo ikut dengan saya ke ruangan Tuan Arny, dan jangan coba-coba ingin kabur dari saya!! ," kata laki-laki itu yang tidak lain dan tidak bukan adalah Frank, sekretaris kepercayaan Arny.


Linnea yang tadi berpamitan kepada Frank ingin membeli kopi susu di kantin, Frank merasa curiga ketika sudah cukup lama Linnea pergi tidak kunjung kembali lagi.


Frank sebetulnya tadi sudah menawarkan Linnea untuk membuat kopi susu di pantry yang sudah disediakan khusus untuk mereka, akan tetapi Linnea tidak mau, sebab dia lebih suka kopi susu yang ada di kantin.


Dan ternyata di kantin Linnea mengalami kejadian yang tidak dia duga, hingga membuat kulitnya menjadi iritasi karena air panas dari kopi susu tadi.


Frank langsung membantu Linnea berjalan untuk menuju ke ruang kerja Arny dan menyuruh Stela untuk segera menyiapkan kotak P3K untuk Linnea.


Sedangkan Angle, Kryli dan juga Luxi, sudah diamankan oleh anak buah Arny untuk mereka bawa menghadap Arny.


Ketika mendengar kata masuk dari Arny, Frank langsung saja masuk ke dalam ruangan, dan di saat Arny melihat keadaan Linnea, dia langsung bergegas berdiri dari duduknya untuk mendekati Linnea.


" Linnea,!! apa yang sebenarnya terjadi kepadanya Frank?? ," tanya Arny.


" Sebentar lagi mereka sampai Tuan, anda sebaiknya segera obati wajah Nona Linnea, karena dia baru saja terkena air panas ," jawab Frank.


" Kamu segera panggilkan Dokter pribadiku ke sini sekarang juga!! ," perintah Arny, dan Frank langsung segera menghubungi Dokter pribadi Arny.


Tidak lama, ke tiga karyawan sombong tadi sudah dibawa masuk ke dalam ruang kerja Arny, dan Stela yang menjadi saksi serta ikut dibully juga, dia langsung menceritakan semuanya kepada Arny.


Arny tentu saja langsung marah mendengar cerita dari Stela, dan Arny menyuruh kepada para anak buahnya yang ada di situ, untuk mengambil air panas dari dalam kamar mandinya untuk mereka siramkan kepada Angel, Kryli dan juga Lexi.


Sungguh pembalasan lebih parah dan lebih pedih dari kejahatan yang mereka lakukan.


Angel, Kryli dan juga Lexi langsung merasakan kesakitan yang amat sakit sekali di kulit kepala, wajah dan juga tubuhnya.


Sudah sakit, ditimpa tangga pula, mereka bertiga juga dipecat secara tidak hormat tanpa uang pesangon sama sekali dan dimasukkan ke dalam daftar hitam sebagai karyawan kantor dimanapun berada.


Berita tentang Linnea yang sebagai calon istrinya Arny, sudah menyebar di dalam satu Perusahaan, dan mereka semua sekarang tidak ada yang berani membicarakan Linnea lagi, karena mereka tidak mau mempunyai nasib yang sama seperti, Angel, Kryli dan juga Lexi.


Linnea saat ini sudah diperiksa oleh Dokter pribadinya Arny, dan Linnea cuma mengalami iritasi yang cukup lumayan menyiksanya.


" Aah, panas Arny, ini perih sekali rasanya ," kata Linnea.


" Tahan ya Linnea ," jawab Arny sambil terus membantu Linnea mengoleskan cream tadi di seluruh wajahnya.


" Kamu istirahatlah di sini, supaya cream itu cepat meresap di kulit mu, jangan dipegang ya, biar tidak semakin iritasi ," kata Arny.


Untung saja kulit wajah Linnea tidak melepuh, seperti kulit dari ke tiga wanita tadi yang langsung melepuh, ketika disiram dengan air panas dari dalam kamar mandi milik Arny.


" Iya, terimakasih Arny ," jawab Linnea.


Bahkan untuk membuka matanya pun Linnea sedikit kesusahan, karena kulit matanya sangat perih sekali.


" Tidurlah, aku akan menemani di sini sampai kamu tidur ," jawab Arny.


Arny lalu membantu Linnea untuk menata bantal yang pas supaya nyaman, dan karena efek obat yang diminum Linnea tadi, tidak lama akhirnya Linnea tertidur juga.


Melihat Linnea sudah tertidur, Arny pun lalu pergi meninggalkan Linnea sendirian, di dalam kamar pribadinya yang ada di ruang kerjanya.


Meninggalkan Arny dan Linnea kita beralih ke Enzo yang sedang dalam perjalanan menuju luar kota untuk meeting.


Pukul sepuluh pagi, Enzo baru saja sampai di kota yang dituju, dan tanpa beristirahat sama sekali dia langsung menuju ke Perusahaan sang kolega bisnisnya, untuk membahas kerjasama mereka yang segera akan mereka lakukan.


Dengan anggaran sekitar satu triliun rupiah, bisa diperkirakan mereka akan mendapatkan keuntungan yang cukup besar di masing-masing dua belah pihak.


Meeting selesai sekitar jam dua siang, itu artinya Enzo harus beristirahat dulu, karena sejak tadi dia belum mengistirahatkan badannya.


Menginap di salah satu bintang lima yang ada di kota itu, Arvon tentu saja memilihkan kamar yang bagus untuk Enzo.


Di saat Enzo baru saja tidur sekitar satu jam lamanya, dia tidak sengaja mendapatkan telepon dari seseorang.


" Halo ," kata Enzo masih sambil memejam matanya.


" Enzo, kamu apa sedang tidur,? nanti malam kita nongkrong yuk ," kata orang tersebut kepada Enzo.


Enzo yang mendengar perkataan dari orang yang menelponnya, dia lalu berusaha membuka matanya untuk melihat siapakah yang saat ini sedang menghubunginya.


" Aku sedang pergi ke luar kota Simmy ," jawab Enzo.


" Kota mana?? ," tanya Simmy.

__ADS_1


Enzo langsung menyebutkan kota yang saat ini dia singgahi.


" Waaah kebetulan aku ada di sini juga, karena kemarin aku baru saja tampil di salah satu Cafe mewah yang ada di kota ini ," jawab Simmy.


Simmy ini seorang penyanyi yang terkenal, dia kemarin baru saja diundang ke acara pesta ulang tahun dari salah satu anak pejabat di sebuah Cafe mewah.


" Ayolah kita nongkrong sebentar saja, sudah lama juga kita tidak bertemu, sebelum aku sibuk dengan kehidupanku lagi ," paksa Simmy.


" Baiklah, katakan di mana?? ," jawab Enzo.


Simmy langsung menyebutkan alamat sebuah Cafe rooftop yang tempatnya sangat dia sukai.


" Baiklah, nanti aku akan ke sana ," jawab Enzo.


Simmy merasa sangat senang sekali mendengar jawabannya Enzo, dan akhirnya sambungan telepon mereka terputus juga.


Singkat cerita, sekitar jam sembilan malam, baik Enzo dan Simmy saat ini sudah saling ketemuan di Cafe yang mereka tuju.


Mereka melakukan pelukan ala laki-laki karena sudah lama tidak berjumpa.


" Berapa lama kamu disininya Enzo?? ," tanya Simmy.


" Lusa depan aku sudah pulang, kamu sendiri ," jawab Enzo.


" Aku juga lusa, hanya saja aku tidak pulang ke rumah, melainkan pindah ke luar kota lagi, karena ada show di sana ," jawab Simmy.


" Sukses selalu untukmu Simmy, cheers ," kata Enzo.


" Cheers, sukses juga untukmu Enzo ," jawab Simmy.


Enzo dan Simmy lalu membicarakan banyak hal ini dan itu tentang kehidupan mereka, dan jika Enzo disinggung soal wanita atau istri, dia akan mengalihkan pembicaraan, serta tidak mau membicarakan soal Aurora kepadanya.


" Sepertinya aku harus pulang, kepalaku sudah pusing ," kata Enzo yang sudah mulai mabuk.


" Mau aku antar Enzo?? ," tanya Simmy.


" Tidak perlu, aku bawa mobil sendiri ," jawab Enzo.


" Kalau begitu, hati-hati di jalan Enzo, kamu sudah mulai mabuk ," kata Simmy.


" Iya ,'' jawab Enzo sambil berlalu pergi dari hadapan Simmy.


Enzo antara setengah sadar dan tidak ketika mengendarai mobilnya, dan nahasnya, di saat ada mobil yang mau menyeberang jalan, mata Enzo yang sedikit buram, tidak menyadarinya, hingga kecelakaan pun tidak bisa dihindari.


Mobil tersebut langsung terpental dan terguling-guling ditengah jalan.


Untung saja jalan raya cukup sepi, sebab waktu sudah hampir menunjukkan pukul dua belas malam.


Enzo yang mabuk langsung tersadar sepenuhnya, dan dia langsung membantu orang yang baru saja ditabraknya itu.


Para anak buah Enzo yang memang ditugaskan mengikuti Enzo, langsung ikut membantu juga untuk menyelamatkan korban yang sudah ditabrak oleh majikan mereka.


Enzo segera membuka pintu mobil yang sudah terbalik itu, dan dengan bersusah payah dibantu oleh para anak buahnya, Enzo akhirnya bisa menyelamatkan penumpang perempuan yang ada di dalam mobil tersebut.


Sedangkan sang sopir yang diperkirakan suaminya, sudah ditolong oleh para anak buah Enzo yang lain.


Enzo yang sudah melihat wajah dari wanita yang ditolongnya, walau wajahnya berlumuran darah, tapi Enzo masih bisa mengenali dengan sangat jelas sekali siapa pemilik dari wajah tersebut, dan orang tersebut adalah Aurora.


Jantung Enzo langsung berdetak sangat kencang sekali, seakan mau meledak dengan tekanan besar, melihat keadaan Aurora yang mengenaskan dengan perut yang membuncit sedang hamil.


Tidak mau menunggu waktu lama lagi, Enzo langsung menyuruh anak buahnya untuk membawa Aurora dan tentu saja Dickie yang tadi mengendarai mobilnya ke rumah sakit terdekat.


Pertemuan yang tidak terduga, dan perjumpaan yang tidak dia sangka, namun dalam keadaan yang tidak tepat sekali.


Enzo merasa kepalanya seakan mau pecah dengan keadaan yang baru saja dialaminya.


Berjalan tidak tentu arah, dengan pandangan penuh beban saat ini terlihat jelas di wajah Enzo, yang sedang menunggu di depan ruang perawatannya Aurora dan Dickie.


Hingga tiba-tiba salah satu Dokter yang menangani Dickie ke luar dari dalam ruangan tersebut dan menyampaikan suatu hal kepada Enzo, jika Dickie nyawanya tidak bisa mereka selamatkan.


Semakin stres saja pikiran Enzo mendapatkan kabar berita tersebut dari sang Dokter, sedangkan Aurora masih mendapatkan perawatan serius dari Dokter, sebab dia mengalami cedera kepala yang sangat serius sekali.


Tiba-tiba lagi, Dokter yang menangani Aurora ke luar dari dalam ruangan untuk meminta tanda tangan persetujuan dari Enzo, jika Aurora harus melahirkan secara prematur, karena jika baby nya tidak segera dikeluarkan, janinnya bisa meninggal di dalam perutnya Aurora.


Itu adalah keputusan yang sangat berat sekali bagi Enzo. Dan akhirnya Enzo mengambil keputusan yang tepat demi menyelamatkan bayi beserta wanita yang sangat dia cintai, yang ternyata sudah mempunyai anak dari laki-laki lain.


...⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️⚜️...


Huh, seperti tahan nafas di bab ini, lanjut besok lagi🤧.


...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2