
" Apa maksud dari perkataan kamu Arny?? ," begitulah yang Enzo tanyakan kepada Arny.
Sebab Arny tadi mengatakan, jika Max sudah berani merendahkan Linnea dihadapannya.
" Apakah Kakak masih mau mengenal orang yang sudah merendahkan calon istri dari adik Kakak sendiri?? ," tanya Arny lagi kepada Enzo yang belum mengerti.
" Coba jelaskan kepada saya Tuan Max, apa maksud dari perkataannya Arny?? ," tanya Enzo kepada Max.
" Lebih baik meminta maaflah saja Tuan Max ," kata Ayah Pippin ikut menyahut.
" Kami sebagai orang tua, tidak pernah membeda-bedakan kaya dan miskin, selagi anak-anak kami bahagia dengan pilihannya dan dia adalah pasangan yang baik untuk anak kami, kami akan menerima dengan lapang dada ," kata Ayah Pippin lagi.
" Sebenarnya apa yang kalian bicarakan,? jujur aku tidak terlalu mengerti arah pembicaraan kalian ," kata Enzo.
" Tuan Max terhormat ini sudah berani merendahkan Linnea, dan calon mertua Arny, Kak, dan jika Kakak berada di posisi Arny apa yang akan Kakak lakukan?? ," jawab Arny kepada Enzo.
" Apa benar yang dikatakan oleh Arny, Tuan Max?? ," tanya Enzo.
" Emm, maafkan saya Tuan Enzo, saya tidak bermaksud seperti itu kepada Linnea dan ke dua orang tuanya ," jawab Max kepada Enzo.
" Linnea ," kata Enzo kepada Linnea.
" Apakah Tuan Max ini sudah sering seperti itu, merendahkan kamu dan ke dua orang tua kamu?? ," tanya Enzo beralih kepada Linnea.
Sebelum menjawab, Linnea dan ke dua orang tuanya langsung saling pandang.
" Jawab jujur, karena jawabanmu menentukan nasib dia!! ," kata Enzo kepada Linnea sambil menunjuk Max.
" Sayang, katakanlah sebenarnya, karena aku tidak suka ada yang berani merendahkanmu seperti tadi ," kata Arny juga kepada Linnea.
" Iya ," jawab singkat dan pelan dari Linnea sambil menundukkan kepalanya.
Mendengar jawaban dari Linnea, Enzo langsung mengalihkan pandangannya ke arah Max.
" Sepertinya, sifat anda sama saja dengan Mama anda Tuan Max ," kata Enzo.
" Oh, iya ," kata Enzo.
" Ngomong-ngomong tentang Mama anda, saya yakin mereka sudah hidup miskin, sesuai dengan keinginan anda, benar begitu kan Tuan Max?? ," kata Enzo.
" Jika saya membuat anda seperti mereka,? pasti itu akan lebih seru lagi ," kata Enzo lagi.
" Jangan Tuan, saya mohon, anda jangan mengambil alih apa yang saya punya ," kata Max.
" Jika saya disuruh untuk meminta maaf kepada Linnea, akan saya lakukan sekarang juga, demi anda ," kata Max lagi.
__ADS_1
" Kalau begitu, lakukanlah!! ," kata Enzo.
" Baik ," jawab Max.
Max lalu berjalan mendekat ke arah Linnea, dan sesampainya di hadapan Linnea, Max langsung meminta maaf kepada Linnea dan ke dua orang tuanya, dan entah itu tulus atau terpaksa, kita semua tidak ada yang tahu isi hatinya Max.
" Kali ini saya memaafkan anda Tuan Max, karena anda sudah mau membantu saya ," kata Enzo.
" Tapi tidak untuk yang ke dua kalinya, karena saya pasti tidak akan mentolerir lagi kesalahan anda yang berani menyakiti orang-orang terdekat saya ," kata Enzo lagi.
" Terimakasih Tuan Enzo, kalau begitu, saya permisi dulu ," kata Max.
Semua orang hanya mengangguk saja kepada Max, dan Max pun langsung berlalu masuk ke dalam mobilnya untuk kembali pulang ke rumahnya sendiri.
Di dalam mobil, Max seperti menyimpan amarah untuk Linnea, sebab dia sudah dipermalukan di depan orang banyak seperti tadi, cuma untuk meminta maaf kepada gadis miskin seperti Linnea.
" Akan aku balas kau nanti Linnea ," kata Max.
Ternyata eh ternyata, kata maaf tadi yang Max tujukan kepada Linnea, hanyalah kebohongan dan keterpaksaan saja, karena ada Enzo dan Keluarga Diedrich di situ.
Bagi Max, Linnea memang tidak pantas bersanding dengan Arny, sebab Linnea berasal dari Keluarga miskin.
Walau Aurora juga dari Keluarga miskin, tapi karena Max sudah sangat dekat sekali dengan Aurora sejak mereka masih kecil, pastilah pola pikir dari Max untuk Aurora tentu saja berbeda.
Max lalu menyuruh anak buahnya untuk mencari tahu semua tentang Linnea, dan Max menyuruh untuk selalu mengawasi Linnea ke mana pun dia pergi.
Meninggalkan Max, kita beralih ke rumah Ayah Pippin lagi.
Setelah kepergian dari Max, Arny langsung menenangkan Linnea untuk jangan minder dan pergi dari hidupnya.
" Jika mau pulang, ayo aku akan mengantarmu pulang Linnea ," kata Arny.
Linnea hanya mengangguk saja, dan Arny pun lalu mengantarkan Linnea beserta ke dua orang tuanya untuk kembali pulang ke rumah mereka.
Linnea dan Arny mengantarkan Ayah Bogy dan Mama Paulita pulang ke rumahnya yang ada di desa terlebih dahulu, setelahnya, Arny baru mengantarkan Linnea kembali pulang ke apartemennya.
Dan untuk Enzo sendiri, setelah kepergian dari semua orang, dia memutuskan untuk kembali masuk ke dalam kamarnya, yang ternyata Aurora sedang tidak tidur, melainkan sedang m3nyu5u1 baby Wilson sambil duduk di balkon kamarnya.
" Kenapa Mommy duduk di sini?? ," tanya Enzo.
" Tidak apa-apa, di sini lebih sejuk udaranya ," jawab Aurora.
" Apa Mommy tidak bisa tidur,? bagaimana dengan kepala Mommy, apakah masih merasa pusing?? ," tanya Enzo.
" Sudah lebih baik lagi ," jawab Aurora.
__ADS_1
" Daddy ," kata Aurora, dan Enzo langsung berlutut di depan Aurora sambil mengusap lembut kepala baby Wilson
" Iya sayang ," jawab Enzo.
" Ceritakan kepada Mommy, bagaimana awal kita bertemu ," kata Aurora.
" Ceritanya sangat panjang sekali Mommy, bahkan jika Daddy ceritakan sekarang, tidak akan bisa langsung selesai ," jawab Enzo.
" Mommy siap mendengarkannya Daddy ," kata Aurora.
" Daddy jadi bingung harus memulai cerita dari mana Mommy, karena sejujurnya, dengan kehadiran Mommy di dalam hati Daddy, membuat Daddy jadi tahu, apa makna dari cinta sejati itu ," kata Enzo.
" Sebab, semenjak Mommy hadir di kehidupan Daddy, hidup Daddy rasanya sepenuhnya menjadi milik Mommy seorang ," kata Enzo lagi.
" Daddy tidak bisa hidup tanpa Mommy, dan kalau Mommy jauh dari Daddy, rasanya hidup Daddy serasa hampa sekali ," kata Enzo sangat puitis sekali.
Namun walau puitis seperti itu, perkataan tadi yang Enzo katakan, benar-benar tulus dari dalam lubuk hatinya yang terdalam.
" Apakah seperti ini sifat asli Daddy, yang suka mengatakan hal manis kepada Mommy?? ," tanya Aurora sambil tersenyum.
" Jika Mommy tidak akan muntah, Daddy bersedia setiap hari, setiap waktu dan setiap saat akan mengatakan hal romantis dan juga manis untuk Mommy ," jawab Enzo sambil membalas senyumannya Aurora.
" Sungguh beruntung sekali Mommy mempunyai suami seperti Daddy ," kata Aurora sambil mengusap lembut pipi Enzo.
" Jika kamu tahu kenyataan sebenarnya, apakah kamu masih mau berdekatan denganku Aurora ," kata batin Enzo, sambil memegang tangan Aurora yang ada di pipinya.
" Masuk yuk, kita tidurkan baby Wilson di dalam ," ajak Enzo.
" Ayo ," jawab Aurora.
Aurora dan Enzo lalu berjalan masuk ke dalam kamar dan mereka langsung menaruh baby Wilson di tengah ranjang mereka.
" Oh ya Mommy, besok kita akan membeli gaun pengantin untuk acara pernikahan kita, Mommy jadi ikut kan sama Daddy?? ," tanya Enzo
" Iya baiklah, Mommy mau ," jawab Aurora.
" Ke sinilah Daddy, kita duduk di sini dulu sambil menonton televisi ," kata Aurora sambil duduk di sofa yang ada di situ.
Dengan senang hati, Enzo langsung duduk di sofa samping Aurora, bahkan Enzo mencoba memberanikan diri merebahkan badannya dengan kepala beralaskan p4h4 Aurora.
Aurora tidak marah, justru dia malah mengusap lembut rambut kepala Enzo, hingga membuat Enzo terlena dan tertidur dengan sendirinya.
Sedangkan Aurora belum menyadari, jika Enzo sudah tertidur lelap di dalam pangkuannya, sebab dia sedang asik menonton acara televisi yang dilihatnya.
...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...
__ADS_1
...***TBC***...