
Happy reading guys 😘😘😘
Aurora masih terus menangis sambil memeluk Brian hingga akhirnya Brian menangis karena mungkin sudah haus.
Dengan sigap Aurora ingin memberikan Brian Asi tapi karena mungkin sudah terlalu lama Aurora tidak menyusui jadi Asinya tidak keluar.
Aurora menatap tajam Aldrick, dia melemparkan bantal dan tepat mengenai wajah nya.
"KAMU !" bentak Aldrick.
"Ini semua gara gara kamu pria sialan,, hiks,, hiks,, semuanya gara gara kamu." ucap Aurora .
"Apalagi?"
Aldrick bingung anak dan istrinya sama sama menangis, kenapa lagi.
"Hiks,,, kamu haus sayang, ini semua gara gara pria sialan itu."
"Jangan meracuni otak anakku."
"INI ANAKKU BUKAN ANAKMU." teriak Aurora.
Brian semakin kencang menangis mendengar teriakkan Aurora.
"Maaf sayang hiks, maafkan Mama."
Namun Brian tidak kunjung berhenti,justru tangisannya semakin kencang.
"Sini biar aku yang gendong." pinta Aldrick.
"Tidak ! hiks,, jangan pisahkan lagi aku dengan Anakku." Aurora sedikit trauma.
"Kamu tidak lihat hah, dia menangis hingga memerah." ucap Aldrick tajam, akhirnya Aurora memberikan Brian pada Aldrick.
Seketika itu juga tangis Brian langsung berhenti, sambil menggendong Brian Aldrick membuatkan susu formula untuk Brian.
__ADS_1
"Ini semua gara gara kamu hiks,,, "
"Saya kan sudah minta maaf dan Anakku juga tidak apa apa." balas Aldrick.
"Dia anakku bukan Anakmu."
"Iya dia anakmu."
"Gara gara kamu Brian harus minum susu Formula."
"Memangnya Brian harus minum susu Unta?"
Aurora menjambak rambut Aldrick, dia sangat dendam pada Aldrick, ingin sekali dia mencekiknya.
"Hiks,, harusnya Brian itu masih minum Asi, tapi gara gara kebodohan kamu, Brian harus minum susu Formula, semua ini gara gara kamu, dan aku sangat benci kamu Aldrick."
"Berani sekali kamu ngatain aku Bodoh Hah?"
"Hiks,, hiks,,." Aurora tidak menjawab dia tetap menangis entah apa lagi yang dia tangisi.
"Anak Mama hikss."
*****
Hari hari berlalu sikap Aldrick pada Aurora melunak, namun Aurora justru kebalikannya dia sama sekali tidak menganggap keberadaan Aldrick, membuat Aldrick kesal, mungkinkah dia sudah jatuh hati padanya.
"Anak Papa sudah mandi? wah sudah wangi nih." ucap Aldrick saat melihat Brian sedang bermain bersama Aurora di ruang tamu.
"Sini Gendong sama Papa dulu." Saat Aldrick hendak menggendong Brian Aurora justru meninggalkan Aldrick.
Aldrick menarik tangan Aurora sedikit kencang sehingga membuat Aurora terjatuh di pangkuan Aldrick.
"Lepas !" ucap Aurora..
"Kamu mau bawa kemana Anakku?"
__ADS_1
"Sudah aku bilang, Brian Anakku bukan Anakmu."
"Iya Anak kita." Pasrah Aldrick.
Aurora menginjak Kaki Aldrick kemudian saat Aldrick mengaduh kesakitan Aurora membawa pergi Brian.
"Haiss,, repot banget jadi wanita." guman Aldrick.
Aurora berkeliling mencari Lala semenjak kejadian itu Aurora tidak Lagi melihat Lala. Bik Sum sudah kembali bekerja di Mansion ini atas perintah Aurora.
Sebagai bentuk permintaan maafnya Aldrick memperboleh kan Aurora melakukan apapun di Mansion nya.
Aurora sangat menikmati perannya sebagai Ibu muda, dia tidak mau menggunakan jasa Baby siter atau pembantu untuk mengurus Brian dia ingin Brian dibesarkan oleh tangannya sendiri.
Dia bersyukur Brian bisa meminum Asi nya kembali,memang saat itu Asi nya mampet tapi Aldrick mengundang Dokter agar Asi nya kembali normal seperti semula.
Aurora mengingat saat itu bukannya berterima kasih pada Aldrick dia justru berkata " Sudah seharusnya, karena yang menyebabkan semuanya itu memang kamu." dengan ketus.
"Mama sangat bersyukur sayang, karena Mama masih bisa bertemu dengan kamu, Mama sempat berpikir jika kita tidak akan bertemu kembali."
"Kita lanjutin lagi cari Bibi Lala ya Nak."
Aurora mencoba mencari Lala ke Paviliun belakang tapi juga tidak ada.
Karena sudah lelah akhirnya Aurora duduk di ayunan yang ber bentuk bulat melingkar jadi aman walaupun sambil menggendong Brian, ayunan yang baru Aldrick letakkan akhir akhir ini di tengah tengah taman.
_
_
_
TBC
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘
__ADS_1