
Meninggalkan mereka semua, kita beralih ke Enzo dan Aurora lagi.
Karena melihat Enzo sudah tertidur, dan tangannya juga sudah capek memijat kepala sang suami, Aurora pun akhirnya memutuskan untuk ikut tertidur juga.
Eh, ketika baru lima menit memejamkan matanya, Aurora dibuat sangat terkejut, ketika telinganya mendengar seseorang yang sedang k3ntut.
Setelah dilihat dan tercium baunya, ternyata yang sedang k3ntut adalah Enzo.
" Daddyyyyy, bau sekali sih k3ntutnya!! ," kata Aurora sambil memukul 60k0n9 Enzo.
" Maaf Mommy ," jawab Enzo sambil tertawa.
Tiba-tiba saja Enzo langsung bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk muntah-muntah di dalam korset.
" Nah kan, dia saja mencium aroma k3ntutnya sendiri muntah-muntah, apalagi aku coba ," gerutu Aurora.
Aurora tidak membantu Enzo, dia masih diam anteng di atas ranjang untuk menunggu Enzo selesai muntah-muntah.
Ketika Enzo sudah selesai muntah-muntahnya, dia langsung saja ke luar dari dalam kamar mandi, dengan keadaan yang terlihat lemas.
" Aku mencium aroma k3ntutku sendiri muntah ," gerutu Enzo sambil berjalan lemas ke arah ranjang.
Aurora yang mendengar gerutuan dari Enzo, langsung saja tertawa geli.
" Mommy, Daddy jadi ingin makan yang segar, asam, dan juga ekstrim ," kata Enzo.
" Hah,??!! ekstrim,? maksudnya bagaimana Daddy?? ," tanya Aurora merasa kebingungan.
" Nanti Mommy tahu sendiri ," jawab Enzo.
" Mommy tolong sampaikan kepada koki ya, untuk membuatkan makanan yang Daddy sebutkan tadi ," kata Enzo.
" Iya baiklah, tunggu di sini sebentar ," jawab Aurora.
Enzo hanya mengangguk saja, dan Aurora lalu turun dari atas ranjang, untuk berlalu menuju ke dalam dapur.
" Siapa yang hamil, siapa yang repot di sini, kenapa semua menjadi terbalik begini ," kata Aurora sambil menggelengkan kepalanya.
Walau Aurora sedang berbadan tiga sekarang, tapi dia tetap lincah beraktifitas, sebab lemas, letih dan sakitnya sudah digantikan oleh Enzo.
Aurora yang sudah sampai di dalam dapur, langsung meminta kepada sang koki memasakkan untuk ibu hamil, seperti keinginan Enzo.
Para koki yang mengerti langsung saja membuatkan seperti keinginan sang majikan, dan Aurora setelahnya, memilih kembali ke dalam kamar lagi.
Karena ketika masuk ke dalam kamar, Aurora melihat Enzo sedang tidur, dia pun akhirnya memilih untuk menonton televisi saja, dan ketika sudah menyalakan televisi, Aurora langsung melihat acara pernikahan Arny dan Linnea.
__ADS_1
" Waaaah, sangat meriah sekali, aku malah jadi iri ," kata Aurora.
" Apakah dulu aku sebelum lupa ingatan pernah melangsungkan pernikahan semewah itu dengan Daddy?? ," masih kata Aurora.
" Semoga saja ingatanku segera kembali, karena aku ingin tahu bagaimana masa laluku, sebab aku hampir setiap malam, selalu bermimpi bertemu dengan seorang laki-laki yang wajahnya selalu terkena silau cahaya, yang membuatku tidak bisa melihatnya dengan jelas ," gerutu Aurora lagi.
Sedang sangat serius menonton pernikahan Linnea dan Arny, tiba-tiba Aurora mendengar pintu kamarnya diketuk dari luar, dan ketika sudah dibuka pintunya, ternyata yang mengetuk adalah koki rumahnya.
" Tolong taruh di atas meja sana ," kata Aurora.
Sang koki tentu saja menurut, dan Aurora lalu membangunkan Enzo, untuk segera menikmati makanannya itu sebelum dingin.
" Kenapa dibawa ke sini makanannya, Mommy?? ," kata Enzo.
" Lalu, harus dibawa ke mana?? ," tanya Aurora.
" Kamu, bawa ke luar lagi makanannya, karena saya ingin makan di luar ," kata Enzo kepada sang koki.
" Baik Tuan Enzo ," jawab sang koki.
Enzo pun dengan berjalan perlahan, dia lalu ke luar dari dalam kamarnya, menuju ke taman samping rumah.
Aurora dan sang koki yang mengikuti langkah kaki Enzo, merasa bingung dibuatnya, ko sampai di taman samping rumah.
" Saya ingin makan di atas pohon itu, jadi nanti makanannya kamu berikan kepada saya, ketika saya sudah memanjat ke atas pohon ," kata Enzo kepada sang koki.
Sang koki dan Aurora, langsung membuka mulut mereka dengan sangat lebar sekali.
Bahkan Aurora sampai mengorek telinganya, karena siapa tahu dia salah mendengar tadi, tapi ternyata tidak, ketika mata Aurora melihat sendiri Enzo yang sedang berusaha memanjat pohon besar nan rindang yang ada di samping rumah.
Aurora bahkan sampai menggelengkan kepalanya, untuk menyadarkan dirinya sendiri yang terkejut dengan tingkah sang suami.
Sang koki hanya bisa menatap bengong ke arah Enzo, tanpa ada niatan ingin membantu sama sekali. Dan untuk para anak buah yang melihat pun, juga merasa heran dengan sikap sang majikan, yang seperti kera atau monyet.
" Aaaaah, akhirnya sampai juga aku di atas sini ," kata Enzo.
" Tidak terlalu susah, tapi tidak juga mudah untuk bisa sampai diatas sini ," kata Enzo lagi.
" Bawa sini makanannya, dan bawakan saya minumannya juga ," kata Enzo kepada sang koki yang sedang mendongak menatap ke arahnya.
" Bagaimana caranya saya membawa makanan ini Tuan?? ," tanya sang koki.
" Pakai crane,!! ya pakai tangga bodoh!! ," jawab Enzo.
" Eh iya, sebentar Tuan ," jawab sang koki.
__ADS_1
Sang koki langsung menyuruh salah satu anak buah, untuk membawakan tangga supaya dia bisa naik untuk memberikan makanan itu kepada Enzo.
Setelah tangga sudah didapat, sang koki mendekatkan tangga tersebut ke arah pohon dan naik dengan perlahan sambil membawa hasil masakannya tadi.
Dengan sangat super hati-hati dan kaki yang sedikit gemetaran, sang koki akhirnya sampai juga di atas pohon tempat Enzo duduk.
" Ini Tuan ," kata sang koki.
" Ambilkan minumanku juga, dan tunggu di situ ," jawab Enzo sambil menerima piring makanan.
" Baik Tuan ," jawab sang koki.
Sang koki pun turun kembali untuk mengambilkan minuman untuk Enzo, dan ketika gelas minuman sudah berada di tangannya, dia pun naik lagi sambil menunggu Enzo selesai makan.
Aurora hanya bengong saja di bawah dan sambil memandangi tingkah absurd sang suami, hingga akhirnya dia mencoba untuk menghubungi Martin.
" Halo Aurora?? ," kata Martin.
Aurora langsung mengubah sambungan teleponnya menjadi video call.
" Ada apa Aurora,? apakah Enzo sakit lagi?? ," tanya Martin.
" Tidak, justru dia lebih parah, lihatlah sendiri ," jawab Aurora sambil mengalihkan kamera ponselnya.
" Astaga ya Tuhan, apa yang dilakukan Enzo di atas pohon sana?? ," kata Martin sambil tertawa.
" Katanya dia sedang ingin makan yang esktrim ," jawab Aurora, dan Aurora mengalihkan kameranya ke wajahnya lagi.
Aurora melihat Martin tertawa terbahak-bahak dengan tingkah Enzo tadi.
" Sumpah, Enzo mengidamnya sangat jauh sekali dengan sikap sang Enzo Diedrich ," kata Martin.
" Dia membuatku pusing Tuan Martin ," jawab Aurora.
" Tunggu sebentar, jangan dimatikan dulu video callnya ," kata Martin, dan Aurora hanya mengangguk saja.
Martin yang sedang menghadiri pernikahan Arny dan Linnea pun, mencoba naik ke atas pelaminan, untuk memberitahukannya kepada Ayah Pippin maupun Arny.
Dan ketika Ayah Pippin, Arny maupun Mama Azura melihat tingkah Enzo, mereka bertiga langsung tertawa sambil menggelengkan kepalanya.
Sungguh, bagi mereka itu adalah sikap Enzo yang perlu diabadikan, dan sesuai permintaan dari sang Ayah, Aurora pun mengabadikan tingkah Enzo yang seperti monyet itu, dengan kamera ponselnya.
...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...
...***TBC***...
__ADS_1