AURORA

AURORA
3 BULAN KEMUDIAN


__ADS_3

Pagi harinya, Enzo dan Aurora benar-benar bersiap untuk kembali pulang ke Negara asal mereka, dan saat ini mereka berdua sudah pada naik kapal untuk mengantarkan mereka kembali ke daratan.


Aurora kembali dengan wajah yang terlihat bahagia sekali, dan dia benar-benar begitu sangat menikmati sekali masa bulan madunya bersama Enzo kemarin.


Singkat cerita Enzo dan Aurora sudah sampai di rumah Ayah Pippin.


Kedatangan mereka berdua di sambut suka cita oleh Mama Azura, karena Mama Azura sangat rindu sekali dengan baby Wilson.


" Aaaaaa, cucu Nenek sudah pulang ," kata Mama Azura.


" Sini, Wilson, ayo Nenek gendong ," kata Mama Azura lagi.


Aurora lalu memberikan baby Wilson kepada sang Mama mertua, dan tidak lupa dia menyuruh Enzo untuk membawakan koper yang berisi oleh-oleh yang sudah dibelinya kemarin.


" Ma, Aurora ada oleh-oleh untuk Mama ," kata Aurora.


" Nih untuk Mama, semoga saja Mama suka ," kata Aurora sambil menyerahkan sebuah oleh-oleh untuk sang Mama mertua.


" Waaaah, bagus sekali, Mama sangat suka Nak, terimakasih banyak ya ," kata Mama Azura.


" Iya sama-sama Ma ," jawab Aurora.


" Daddy masuk ke dalam kamar dulu ya sayang, mau mandi gerah ," kata Enzo kepada Aurora, dan Aurora hanya mengangguk saja.


Ketika Aurora dan Mama Azura sedang bermain dengan baby Wilson, tiba-tiba pandangan mereka berdua teralihkan dengan kedatangan Ayah Pippin yang baru saja pulang bekerja.


" Cucu Kakek sudah pulang ternyata ," kata Ayah Pippin.


" Sepertinya cucu Kakek tambah gendutan deh ," kata Ayah Pippin lagi.


" Masa sih Ayah,? sepertinya sama saja deh ," jawab Aurora.


" Iya, baby Wilson makin gendut ko Nak, ini saja berat sekali rasanya Mama menggendong dia ," kata Mama Azura.


" Ayah mau mandi dulu, setelahnya Ayah mau bermain sama Wilson, rindu sekali Ayah dengannya ," kata Ayah Pippin.


" Iya Ayah ," jawab Aurora sambil tersenyum.


Ayah Pippin langsung berlalu masuk ke dalam kamarnya untuk mandi terlebih dahulu.


" Jika kamu mau mandi juga, tidak apa-apa Nak, biar Wilson, Mama saja yang menjaganya ," kata Mama Azura.


" Iya baiklah, titip Wilson sebentar ya Ma ," kata Aurora.

__ADS_1


" Iya ," jawab Mama Azura.


Aurora lalu beranjak juga menuju ke dalam kamarnya untuk mandi dan bersih-bersih badannya.


Sesampainya di dalam kamar mandi, Aurora tidak menemukan Enzo, sebab dia masih mandi.


Aurora memutuskan untuk memakai lin93r13 saja sambil menunggu Enzo sudah selesai mandi, karena rasanya tubuhnya sangat gerah sekali.


Aurora membereskan baju-baju kotornya, baju milik Enzo maupun baby Wilson untuk dia masukkan ke dalam keranjang kotor, dan lalu dia menyimpan kopernya kembali ke dalam lemari yang ada di dalam kamarnya.


Ketika sedang sibuk beres-beres, Enzo pun akhirnya selesai juga mandinya, dan langsung melihat Aurora yang cuma memakai ling93r13 saja.


" Mommy 53k51 sekali ," kata Enzo.


" Iya, Mommy gerah, nunggu Daddy kelamaan, sudah Mommy mau mandi dulu ," kata Aurora.


" Iya, mandilah sana Mommy, sebelum Daddy menerkam Mommy lagi ," kata Enzo.


Aurora hanya diam saja, namun setelah sampai dihadapan Enzo, dia malah dengan sengaja langsung m3r3m45 pisang jumbo milik Enzo yang belum di masukkan ke dalam kandang.


" Mommy......... jangan mulai deh ," kata Enzo, dan Aurora langsung tertawa terbahak-bahak.


Aurora langsung masuk ke dalam kamar, meninggalkan Enzo yang sedang menahan perasaan gemas kepadanya.


Waktu terus berputar, dan tidak terasa sudah tiga bulan lamanya Enzo dan Aurora menikah, dan dua hari dari sekarang adalah hari pernikahan Arny bersama Linnea.


Selama tiga bulan itu, ternyata Mama Siljie terus berusaha mencari keberadaannya Aurora, namun dia belum menemukan keberadaan Aurora sama sekali.


Yang ada dia pernah hampir ketahuan ketika pergi dari dalam rumah dalam waktu yang cukup lama sekali.


Mama Siljie yang pintar bersilat lidah, dengan mudahnya dia beralasan dan berbohong kepada sang suami jika dia baru saja pergi ke makam Jeanne.


" Mama seharian ini berada di makam Jeanne, Ayah, Mama sangat rindu sekali dengannya ," begitulah jawaban dari Mama Siljie pada waktu itu.


Bodohnya Ayah Ebert, dia bisa langsung percaya dengan apa yang dikatakan sang istri kepadanya.


Mama Siljie tipe orang yang pantang menyerah sebelum tujuannya berhasil, dan semoga saja jika sudah berhasil dia tidak ditembak di tempat oleh Enzo atau anak buahnya nanti.


Sekarang kita bahas Linnea dan Arny kembali.


Semenjak Ayah Bogy bekerja dengan Enzo, hidupnya semakin berkecukupan. Bahkan rumahnya yang dulu jelek, sekarang malah terlihat bagus dan mewah jika dibandingkan rumah-rumah yang ada di desanya.


Begitupula dengan rumah milik Aurora yang sudah di renovasi oleh Enzo dengan sangat bagus sekali.

__ADS_1


Enzo juga sudah mengganti semua perabotan yang ada di dalam rumah tersebut dengan perabotan mahal serta bagus.


Orang yang Enzo tunjuk untuk selalu membersihkan rumah Aurora dalah Mama Paulita, dan Mama Paulita juga mendapatkan upah dengan pekerjaannya itu.


Para tetangga kampung tempat tinggal Ayah Bogy, sekarang tidak memandang rendah Ayah Bogy lagi, sebab mereka sangat tahu sekali jika Ayah Bogy bekerja dengan orang yang berpengaruh di Negara mereka.


Peternakan domba yang kemarin Enzo bangun untuk Aurora sudah jadi sangat besar sekali.


Banyak orang-orang kampung yang mendaftarkan diri bekerja di situ, dan para pekerja di peternakan tersebut memang kebanyakan para warga sekitar yang membutuhkan pekerjaan.


Cukup banyak orang yang Enzo pekerjakan untuk mengurus peternakan domba yang dia dirikan, dulu dombanya cuma berkisar dua puluhan, sekarang sudah ada sekitar seratus ekor domba, dan setiap harinya bisa menghasilkan susu serta kulit untuk mereka olah menjadi bahan keju, pakaian dan lain-lainnya.


Baru berdiri sekitar dua bulan lamanya, tapi sudah bisa menghasilkan omset miliaran rupiah dalam satu bulannya.


Enzo benar-benar mengajari Ayah Bogy untuk menjadi seorang pembisnis yang hebat, dan para supplier silih berganti datang dan ke luar masuk ke dalam kantor yang ada di peternakan tersebut.


Linnea sendiri begitu sangat senang sekali melihat perkembangan ke dua orang tuanya yang sangat melesat jauh berkat bantuan Enzo.


Begitupula dengan Arny, dia juga senang, jika kehidupan calon mertuanya bisa lebih baik lagi, dan Arny begitu sangat mendukung peternakan domba yang sang Kakak dirikan.


Bahkan Arny sendiri dengan suka rela mau menanamkan saham di peternakan tersebut sebanyak sekitar dua puluh lima persen.


Aurora masih belum mengetahui tentang peternakan tersebut, sebab pikir Enzo belum waktunya yang pas untuknya bercerita kepada Aurora.


Semua persiapan pernikahan Arny dan Linnea sudah siap sekitar sembilan puluh persen, tinggal menunggu hari H nya saja.


Aurora begitu sangat antusias sekali membantu Linnea menyiapkan ini dan itu, hingga tidak tahunya ketika selesai makan malam, tiba-tiba badannya menggigil karena demam.


" Ya Tuhan, Mommy, badan Mommy panas sekali ," kata Enzo dengan ekspresi terkejut.


" Entahlah Daddy, tiba-tiba saja badan Mommy rasanya sakit semua ," jawab Aurora.


" Mommy tidur saja ya, siapa tahu dengan tidur Mommy bisa lebih baik ," kata Enzo.


" Atau Mommy mau sesuatu, biar Daddy ambilkan untuk Mommy ," kata Enzo lagi.


" Tolong buatkan Mommy minuman hangat dong Daddy, rasanya perut Mommy kembung sekali ," jawab Aurora.


" Baiklah, tunggu sebentar, biar Daddy menyuruh koki untuk membuatkan coklat hangat untuk Mommy ," kata Enzo, dan Aurora hanya mengangguk saja.


Enzo langsung berlalu ke luar dari dalam kamar sambil mengajak baby Wilson, menuju ke dapur rumah sang Ayah, untuk menyuruh sang koki membuatkan minuman yang diinginkan oleh Aurora.


Sedangkan Aurora sendiri memilih untuk menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya sambil rebahan di atas ranjang.

__ADS_1


...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...


...***TBC***...


__ADS_2