
Saat ini Max sudah berdiri tepat di depan sofa tempat Linnea terjatuh.
Max menatap Linnea dengan sangat lekat sambil tersenyum devil yang sangat menyeramkan di mata Linnea.
" Apakah sudah memberikan tubuhmu terlebih dahulu, sehingga anak Tuan Pippin begitu menurut sekali kepadamu Linnea?? ," tanya Max.
" Berapa uang yang Tuan Arny berikan kepadamu?? ," tanya Max lagi.
" Katakan kepadaku, aku pasti bisa memberikannya lebih untukmu ," kata Max sambil melipat lengan kemejanya.
Linnea langsung buru-buru bangun dari rebahannya, karena dia tidak mau jika Max melakukan hal yang tidak dia harapkan.
" Cepat pergi dari sini Max!! ," kata Linnea.
" Untuk apa aku harus pergi dari sini Linnea, apartemennya nyaman juga, pasti Tuan Arny itukan yang sudah membelikannya untukmu ," jawab Max.
Linnea langsung menggelengkan kepalanya, dan wajahnya terlihat sedang marah sekali kepada Max.
" Aku tidak mau tahu,!! kamu cepat pergi dari sini, jika kamu tidak mau pergi, biar aku saja yang pergi dari sini!! ," kata Linnea.
Dan Linnea segera berlalu menuju ke arah pintu untuk kabur dari Max.
Tentu saja Max tidak akan membiarkannya, sebab dia ingin memberikan hukuman kepada Linnea yang sudah berhasil mempermalukannya tadi.
Ketika Linnea sudah memegang gagang pintu apartemennya, dan hampir saja membuka kunci pintunya, tiba-tiba Max datang dari belakang dan langsung menggendong tubuh Linnea untuk dia jatuhkan ke atas sofa yang ada di ruang tamu.
" Apa yang akan kamu lakukan Max!! ," kata Linnea sambil berteriak.
" Memberikanmu hukuman, karena sudah berani membuatku malu dihadapan Tuan Enzo!! ," jawab Max.
Linnea yang terus memberontak, membuat Max reflek langsung mencengkeram mulut Linnea sangat kuat sekali, sehingga membuat Linnea harus menahan rasa sakit di bagian rahangnya.
" Diam,!! atau akan aku merobek mulut kamu!! ," kata Max.
Linnea semakin tidak berkutik, ketika Max sengaja menduduki tubuhnya dengan ke dua tangan yang di cengkeram sangat erat sekali olehnya.
" 6471n94n kamu Max!! ," kata Linnea dengan suara tertahan.
" Kamu yang jahat kepadaku Linnea!! ," jawab Max.
__ADS_1
" Dulu aku sudah sering kali mengungkapkan perasaanku untukmu, dan kamu selalu menolaknya, karena kata kamu kita tidak sepadan ," kata Max lagi.
" Aku sudah berusaha mati-matian untuk dekat denganmu, tapi nyatanya kamu lebih memilih menghindar dan tidak mau lagi bertemu denganku ," kata Max dengan wajah yang terlihat bersedih.
" Sekarang aku tahu, ternyata laki-laki yang kamu sukai adalah seperti Tuan Arny, yang kekayaannya jauh dariku, supaya kamu bisa memiliki kekayaan itu setelah menikah dengannya ," kata Max.
" Dasar munaf1k kamu Linnea!! ," kata Max kepada Linnea.
Ternyata eh ternyata yang membuat Max begitu sangat membenci Linnea, karena perasaan cintanya Max, dulu pernah di tolak oleh Linnea beberapa kali.
Setelah ditolak beberapa kali oleh Linnea, Max begitu sangat marah sekali kepada Linnea, namun dia tidak bisa menyakiti Linnea, hingga dia dan Linnea tidak pernah saling bertemu lagi satu sama lainnya untuk waktu yang bisa terbilang cukup lama.
Semenjak saat itu, Max begitu sangat membenci Linnea, dan bagi Max, Linnea si gadis yang miskin memang pantas dan sepadan bersanding dengan laki-laki yang miskin juga.
Pertemuannya dengan Linnea tadi di rumah Ayah Pippin, seperti membuka luka lama di dalam hatinya, di tambah pula ketika telinganya mendengar sendiri, jika Linnea gadis yang dulu pernah dia cintai, sekarang menjadi tunangannya Arny, di situlah timbul amarah yang semakin besar untuk Linnea.
Bagi Linnea, cintanya Max dulu adalah cinta monyet yang bisa berubah kapan saja, sebab mereka dulu masih sangat muda sekali, dan belum terlalu paham apa arti kata cinta.
Namun ternyata tidak bagi Max, karena Max menyimpulkan pada waktu itu, jika Linnea adalah belahan jiwanya.
Max yang masih menyimpan amarah untuk Linnea, semakin tidak suka, ketika Enzo memintanya untuk meminta maaf kepada Linnea.
Cinta monyet yang Max rasakan dengan Linnea, hanya mereka berdua yang tahu, karena Linnea tidak pernah bercerita dengan Aurora maupun kepada ke dua orang tuanya.
" Itu terjadi sudah sangat lama sekali Max!! ," jawab Linnea.
" Dan aku memang tidak pernah mencintaimu sejak dulu!! ," kata Linnea lagi.
Max yang marah dan tidak suka dengan perkataan Linnea, dia reflek sampai menampar pipi Linnea, hingga membuat sudut bibirnya mengeluarkan darah segar.
" Jika kamu tidak pernah mencintaiku, kenapa dulu kamu selalu memberikan harapan kepadaku Linnea!! ," kata Max.
" Aku tidak pernah memberikan harapan kepadamu Max, karena itu memang asli sifatku yang tidak pernah bisa melihat orang bersedih ," jawab Linnea.
Setiap kali Max bersedih karena sang Mama yaitu Mama Siljie yang selalu lebih mementingkan Jeanne daripada dirinya, Max akan pergi dari rumah untuk menenangkan diri, dan ketika menenangkan diri, dia selalu tidak sengaja bertemu dengan Linnea.
Linnea yang kenal dengan Max karena Aurora, dia pun mencoba menghibur, tapi sayang, niat dan maksud baik dari Linnea, Max anggap jika itu adalah sebuah perhatian karena suka serta harapan untuknya, tapi ternyata itu cuma perasaan Max saja.
" Semua itu omong kosong Linnea!! ," kata Max lagi sambil menampar pipi Linnea yang satunya.
__ADS_1
Wajah Linnea sudah benar-benar memerah dengan bibir yang membiru, karena tamparan yang Max lakukan tadi.
Dan pandangan Max tiba-tiba teralihkan ketika pintu apartemen Linnea terbuka dari luar, yang artinya Arny sudah pulang dari membeli makanan.
Arny begitu sangat terkejut sekali melihat Max bisa berada di dalam kamar apartemen Linnea, dan Arny semakin terkejut lagi, ternyata Max sedang menduduki bahkan menindih tubuh Linnea.
Arny semakin tambah marah, ketika dia melihat wajah Linnea yang memar karena tamparan dari Max tadi.
Arny tidak banyak berbicara, dia langsung saja menerjang tubuh Max untuk dia berikan bogem mentah sebanyak yang dia mau.
Max juga tidak mau kalah, dia langsung membalas pukulan yang Arny berikan kepadanya, hingga perkelahian antara Max dan Arny tidak bisa terelakkan lagi.
Linnea yang tidak bisa tinggal diam saja, dia mencoba melerai, namun sayang, ketika akan melerai, Max tidak sengaja mendorongnya, hingga kepalanya terbentur pinggiran meja yang cukup runcing.
" Linneaaaaaaaa!! ," teriak Arny.
Arny tidak mempedulikan Max lagi, dia memilih langsung mendekati Linnea yang sudah tidak sadarkan diri dengan kepala yang terus mengeluarkan banyak darah.
" Linnea bangun, Linnea!! ," kata Arny.
Arny lalu menggendong Linnea untuk dia bawa ke rumah sakit terdekat dan ketika sudah sampai di hadapan Max, Arny mengatakan sesuatu terlebih dahulu kepada Max.
" Aku pasti akan membuat perhitungan denganmu, Max, camkan itu!! ," kata Arny.
Arny langsung saja pergi meninggalkan Max untuk segera menyelamatkan nyawa Linnea.
Sedangkan Max, sangat merasa bersalah sekali dengan Linnea dan dia juga tidak menyangka akan seperti ini kejadiannya.
Max yang sudah dikuasai amarah, membuatnya tanpa sadar menyakiti Linnea, gadis yang dulu pernah mengisi kekosongan hatinya dan selalu membuatnya tersenyum di saat sedang bersedih.
Tidak mau berdiam diri juga, Max akhirnya ikut menyusul Arny yang sedang membawa Linnea ke rumah sakit terdekat.
Arny mengendarai mobilnya dengan sangat kencang sekali, karena dia begitu sangat khawatir sekali dengan keadaannya Linnea.
Dan sesampainya di rumah sakit, Arny langsung berteriak memanggil tenaga medis yang berjaga untuk segera menolong Linnea.
Hmm, semuanya menjadi runyam kisah percintaan Arny dan Linnea, karena kedatangan Max di antara mereka.
Jika Enzo sudah mulai berbahagia dengan Aurora, sepertinya saat ini, cinta Arny yang sedang diuji ketulusannya untuk Linnea.
__ADS_1
...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...
...***TBC***...