
Meninggalkan ruang perawatan Aurora, kita beralih ke depan ruang 0p3r451 lagi.
Ketika Ayah Pippin dan juga Arny, melihat kedatangan Linnea, Ayah Bogy beserta Mama Paulita, Ayah Pippin pun langsung saja bertanya kepada Linnea.
" Lho,!! Linnea,? kenapa kamu ada di sini?? ," tanya Ayah Pippin.
" Lalu siapa yang menemani Mama ke ruang perawatan Aurora?? ," tanya Ayah Pippin lagi.
" Mama ke sana sendiri Ayah, dan biar saja Aurora menghadapi Mama Azura sendirian, karena memang seharusnya Aurora menghadapi masalah ini sendirian ," jawab Linnea.
" Kenapa kamu berbicara seperti itu sayang?? ," tanya Arny.
" Karena Linnea sudah jenuh sayang, Linnea, Ayah sama Mama sudah mencoba berbagai cara untuk menasihati Aurora, akan tetapi dia tetap kekeh dengan pendiriannya ," jawab Linnea.
" Tadi, Linnea melihat Mama ko seperti sedang marah ya sayang?? ," tanya Linnea kepada Arny.
" Iya, karena Mama memang sedang marah sayang ," jawab Arny.
" Mama marah kepada Kak Aurora, Mama berpikir, jika Kak Auroralah yang sudah menyebabkan Kak Enzo kecelakaan saat ini ," kata Arny lagi.
" Biar sajalah apa yang ingin dilakukan Mama kepada Aurora, Linnea akan mencoba tegas untuk saat ini ," kata Linnea.
Walau sebenarnya, di dalam lubuk hati yang terdalam, Linnea merasa sangat khawatir sekali.
" Siapa tahu dengan begini, Aurora bisa berpikir lebih dewasa lagi dari sebelumnya ," kata Linnea.
" Apa itu tidak akan mempengaruhi kehamilannya Nak?? ," tanya Ayah Pippin.
" Ayah cuma takut sama ke dua calon cucu Ayah ," kata Ayah Pippin lagi.
" Semoga saja tidak Ayah, kita berdoa saja ," jawab Linnea.
Ucapan itu juga untuk meyakinkan hatinya, jika Aurora akan baik-baik saja walau tidak ada dirinya di sampingnya.
Setelah itu, mereka semua termenung dengan pikiran masing-masing, sambil menunggu Enzo selesai di 0p3r451.
Kembali ke ruang perawatan Aurora lagi.
Aurora terus menatap ke arah dua orang yang berjalan ke arahnya, yang satu laki-laki dan yang satunya perempuan.
" Halo Aurora, bagaimana keadaanmu sekarang?? ," tanya sang laki-laki.
Sedangkan yang perempuan, mencoba mengambil baby Wilson dan menenangkannya.
" Apakah kamu tidak ingat denganku Aurora?? ," gantian yang perempuan bertanya kepada Aurora, sambil menimang baby Wilson yang masih rewel.
" Tuan Martin, dia siapa?? ," tanya Aurora kepada sang laki-laki yang ternyata Martin.
__ADS_1
Jika ada Martin, tentu saja pasti ada Kimberly, dan yaps si wanita itu yang sedang menenangkan baby Wilson adalah Kimberly.
Semenjak Kimberly ingin membantu menyelesaikan hubungan Enzo dan Aurora, dia terus mencari tahu di mana keberadaannya Aurora.
Hubungannya dengan Martin semakin membaik, ketika Martin sudah menceritakan semuanya kepada Kimberly.
Kimberly yang tadi sedang asik makan di Cafe bersama Martin, tiba-tiba mendapatkan telepon dari orang suruhannya, yang mengatakan, jika Aurora sedang dirawat di rumah sakit.
Di saat sedang perjalanan menuju ke rumah sakit, Martin dan Kimberly, mendapatkan kabar lagi tentang kecelakaannya Enzo.
Tentu saja mereka berdua, terutama Martin sebagai sang sahabat merasa sangat syok sekali.
Namun, mereka berdua memutuskan, memilih menemui Aurora terlebih dahulu, daripada melihat keadaannya Enzo.
Bahkan, Martin dan Kimberly mendengar semua apa yang tadi dikatakan oleh Mama Azura kepada Aurora.
Martin dan Kimberly yang sudah sampai di depan ruang perawatan Aurora, sebenarnya ingin langsung masuk, namun, ketika mereka akan membuka pintunya, telinga mereka berdua langsung mendengar orang yang sedang marah-marah.
Ketika sudah diintip sedikit oleh Martin, ternyata yang sedang marah-marah adalah Mama Azura, dan setelahnya, mereka berdua memutuskan untuk menguping saja dibalik pintu.
Di saat Mama Azura sudah berlalu pergi, barulah Martin dan Kimberly langsung saja masuk ke dalam ruang perawatannya Aurora, dan di sinilah mereka sekarang, sudah berada dihadapannya Aurora.
" Aku Kimberly, apakah kamu lupa Aurora?? ," kata Kimberly.
" Kimberly?? ," kata Aurora sambil mengingat-ingat.
Setelah beberapa saat mengingat-ingat, akhirnya, Aurora teringat juga siapa itu Kimberly.
" Hai Kimberly, sekarang aku sudah ingat ," kata Aurora dan Kimberly langsung tersenyum senang sambil menggendong baby Wilson.
" Kalian ko bisa saling mengenal?? ," tanya Aurora sambil menunjuk Martin dan Kimberly.
Martin dan Kimberly refleks langsung saling pandang, ketika mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Aurora.
" Tidak penting bagaimana kita bisa mengenal Aurora ," jawab Martin.
" Karena yang terpenting sekarang adalah hubunganmu dengan Enzo ," kata Martin lagi.
" Iya Aurora, sadarlah, jika Dickie sekarang sudah meninggal, dan orang yang begitu sangat mencintai kamu adalah Tuan Enzo ," kata Kimberly.
" Marah boleh, tapi marahlah yang bijak, jangan membuatmu mendapatkan penyesalan yang tidak ada obatnya seumur hidup ," nasihat Kimberly.
" Ingatlah bagaimana Ayahmu mencampakkan mu dan Mamamu dulu, sakit kan rasanya?? ," kata Kimberly.
" Padahal kamu dan Mama kamu memberikan cinta yang tulus kepadanya, tapi apa balasan yang kamu dapatkan,? penderitaan, dan rasa sakitnya bisa kamu rasakan seumur hidupmu hingga sekarang ," kata Kimberly.
Martin yang melihat Kimberly berbicara dengan Aurora sambil menggendong baby Wilson, akhirnya, dia berinisiatif mengambil alih baby Wilson ke dalam gendongannya, dan dia lalu meninggalkan mereka berdua untuk menenangkan baby Wilson yang masih rewel.
__ADS_1
" Begitu juga dengan Tuan Enzo, Aurora ," kata Kimberly lagi.
" Dia sudah memberikan cinta yang tulus kepadamu, tapi apa balasan yang sudah kamu berikan kepadanya,? tidak ada!! ," kata Kimberly lagi, dan semua orang semuanya menyudutkan Aurora.
" Tuan Enzo bisa mengambil ke tiga anak kamu, dan bisa juga membuat kamu tidak bisa melihatnya sampai sisa umur kamu ," kata Kimberly.
" Tapi apa yang bisa kamu lakukan untuk melawan Tuan Enzo?? ," tanya Kimberly.
" Apakah aku sebegitu buruknya, Kimberly ?? ," tanya Aurora.
" Karena semua perkataan serta pernyataan dari semua orang, semuanya seakan menyudutkan ku dan tidak memberikanku pendapat sendiri?? ," tanya Aurora lagi.
Sebelum menjawabnya, Kimberly memilih duduk di pinggir ranjang, sambil memegang erat ke dua tangan Aurora.
" Semua orang boleh berpendapat dan berpikir dengan pikiran mereka masing-masing ," jawab Kimberly.
" Tapi kita juga harus mendengarkan kritik serta saran dari orang lain, untuk bisa menjadi yang lebih baik lagi Aurora ," jelas Kimberly.
" Sekarang katakan kepadaku, Aurora, jika kamu tidak mencintai Tuan Enzo ," kata Kimberly.
Aurora hanya diam saja dan malah terus memandang ke arah Kimberly, hal itu langsung membuat Kimberly tersenyum kepadanya.
" Lihatlah, kamu saja tidak bisa mengatakan hal itu kepadaku Aurora ," kata Kimberly.
" Terlihat jelas di matamu, jika kamu juga mencintai Tuan Enzo, hanya saja egomu terlalu besar untuk mengatakan hal itu ," kata Kimberly lagi.
Kimberly lalu berdiri dari duduknya sambil terus menatap ke arah Aurora.
" Aku tahu bagaimana cinta Dickie kepadamu, dan aku juga tahu bagaimana cinta Tuan Enzo kepadamu, Aurora ," kata Kimberly.
" Diantara cinta mereka berdua, cinta Tuan Enzolah yang lebih besar untukmu ," kata Kimberly lagi.
" Renungkan lah sebelum semuanya terlambat ," kata Kimberly untuk terakhir kalinya.
Aurora daritadi hanya diam saja, dan terus mendengarkan semua ucapan dari Kimberly.
Setelah itu, Kimberly berjalan mendekati Martin yang sedang bermain bersama baby Wilson di dekat jendela.
Martin yang melihat Kimberly berjalan mendekatinya, dia langsung memberikan baby Wilson kepada Aurora lagi.
" Aku akan menugaskan satu anak buahku untuk menemanimu di sini Aurora ," kata Martin.
" Terimakasih Tuan Martin ," jawab Aurora.
Martin hanya mengangguk saja, dan setelah itu, dirinya bersama Kimberly langsung berlalu pergi dari dalam ruang perawatan tersebut untuk menuju ke ruang 0p3r451.
...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...
__ADS_1
...***TBC***...