AURORA

AURORA
MENEPIS RASA


__ADS_3

Dengan tangan gemetar, Mama Azura mencoba mengambil ponselnya yang terjatuh tadi.


" Halo,!! halo Ma ," kata Ayah Pippin yang masih didengar oleh Mama Azura.


" Ha-halo A-ayah ," kata Mama Azura terbata-bata.


" Syukurlah Mama tidak kenapa-kenapa ," kata Ayah Pippin merasa lega.


" Ba-bagaimana keadaan E-Enzo, Ayah?? ," tanya Mama Azura.


" Belum tahu Ma, Dokternya belum ke luar ," jawab Ayah Pippin.


" Mama mau menyusul ke sana Ayah, sekarang juga!! ," kata Mama Azura.


" Iya baiklah Ma, hati-hati di jalan ," jawab Ayah Pippin.


" Ma, teleponnya Ayah tutup dulu ya, Dokternya sudah ke luar ," kata Ayah Pippin lagi.


Karena memang Dokter yang daritadi ditunggunya, sekarang sudah ke luar dari dalam ruang perawatannya Enzo.


Sambungan teleponnya pun langsung Ayah Pippin matikan secara sepihak, dan membuat Mama Azura langsung segera bersiap-siap untuk menuju ke rumah sakit sekarang juga.


Mama Azura meminta diantarkan oleh para anak buah yang ada di rumah, karena sebagai seorang Ibu, perasaannya saat ini sedang sangat kacau sekali mendengar kabar jika sang putra baru saja mengalami kecelakaan parah.


Sedangkan beralih ke rumah sakit lagi.


Ayah Pippin, Arny dan juga Linnea, langsung segera mendekati Dokter yang baru saja ke luar tersebut.


" Dokter, bagaimana keadaan dari anak saya?? ," tanya Ayah Pippin.


" Kami belum bisa menjelaskannya Tuan, dan kami saat ini akan membawa Tuan Enzo ke dalam ruang 0p3r451 ," jawab sang Dokter.


Dan tidak lama, brankar pasiennya Enzo, di dorong ke luar dari dalam ruang perawatan tersebut, ke arah ruang 0p3r451 yang berada tidak terlalu jauh dari ruang UGD.


Ayah Pippin, Arny dan juga Linnea, melihat ada banyak luka di wajah dan pundak Enzo, karena pada saat ini, darah yang ada di tubuh Enzo sudah dibersihkan dan baju yang tadi dia pakai, sudah dilepaskan semua oleh para petugas medis, dan cuma berbalut selimut sedada saja.


Langkah kaki Ayah Pippin, Arny dan juga Linnea terus mengikuti, ke mana brankar pasiennya Enzo dibawa oleh para petugas medis, hingga akhirnya langkah kaki mereka terhenti, ketika Enzo dibawa masuk ke dalam ruang 0p3r451.


Wajah Ayah Pippin, Arny dan juga Linnea, menunjukkan rasa khawatir yang amat sangat besar sekali, karena melihat keadaannya Enzo.


Mereka berharap semoga masih ada harapan dan mukjizat untuk kesembuhannya Enzo, sebab kecelakaan yang dialami olehnya, benar-benar sangat parah sekali.


Meninggalkan Enzo, kita beralih ke Aurora dan baby Wilson.


Baby Wilson yang kecapekan menangis daritadi, akhirnya tertidur dengan sendirinya di dalam gendongannya Ayah Bogy.

__ADS_1


Sekitar setengah jam baby Wilson tertidur, Aurora pun akhirnya tersadar dari pingsannya.


Mama Paulita yang melihat, langsung tersenyum senang untuk menyambut Aurora yang sudah sadar dan baik-baik saja.


" Aku ada di mana,? kenapa ini seperti rumah sakit?? ," kata Aurora sambil melihat seluruh ruangan.


" Kamu memang ada di dalam rumah sakit Aurora ," jawab Mama Paulita.


" Mama, Ayah, kalian ada di sini?? ," kata Aurora dan Ayah Bogy serta Mama Paulita langsung tersenyum manis.


" Apakah itu Wilson?? ," tanya Aurora sambil menunjuk baby Wilson.


" Iya ini Wilson, dia baru saja tertidur, setelah rewel daritadi ," jawab Ayah Bogy.


" Bagaimana keadaannya, dia tidak kenapa-kenapa kan Ayah,? tadi Wilson terbentur batu ," kata Aurora.


" Wilson tidak kenapa-kenapa ko, cuma memar saja, dan sudah ditangani oleh Dokter ," jawab Ayah Bogy lagi.


" Syukurlah, Aurora bisa tenang sekarang ," kata Aurora.


" Ada satu hal yang harus kamu ketahui Aurora ," kata Ayah Bogy.


" Apa itu Ayah?? ," tanya Aurora.


" Twins tidak kenapa-kenapa ko, tapi Tuan Enzo ," jawab Ayah Bogy.


" Tuan Enzo,? kenapa Ayah membahas Tuan Enzo kepada Aurora?? ," kata Aurora.


" Aurora sudah tidak ada lagi hubungan dengannya, Ayah, dan setelah pulang dari rumah sakit ini, Aurora akan mengajukan surat cerai kepadanya ," kata Aurora lagi.


" Tuan Enzo kecelakaan parah saat menuju ke sini ," kata Ayah Bogy.


Deg!!


Ada rasa terkejut, sedih, khawatir, dan takut jika Enzo kenapa-kenapa.


Namun, Aurora mencoba menepisnya, karena dia tidak mau perasaan itu berkembang di dalam hatinya.


" Dia sangat khawatir sekali mendengar laporan dari para anak buah, jika kamu dan Wilson jatuh pingsan ," lanjut lagi kata Ayah Bogy.


" Dan karena saking khawatirnya, Tuan Enzo malah menabrak body belakang truck trailer ," sambung Mama Paulita juga.


Aurora speechless, kakinya ingin segera beranjak turun untuk melihat keadaannya Enzo, namun hatinya menolak, padahal kontak batinnya mengatakan ingin bertemu Enzo.


" Apakah tidak ada rasa belas kasihan di dalam hatimu untuk Tuan Enzo, Aurora?? ," tanya Ayah Bogy.

__ADS_1


" Setelah apa yang dia lakukan kepadamu, apakah sedikitpun tidak membuatmu sadar ingin memaafkan sikapnya yang dulu dan membuka lembaran yang baru bersamanya ," kata Ayah Bogy lagi.


Aurora masih diam dan melamun, karena dia bingung harus berkata apa kepada Ayah Bogy dan Mama Paulita.


" Masih maukah kamu ingin mengajukan surat gugatan perceraian, setelah tahu Tuan Enzo kecelakaan hanya merasa khawatir kepadamu dan Wilson yang jelas-jelas bukan darah dagingnya?? ," kata Ayah Bogy lagi dan lagi.


Semua perkataan dari Ayah Bogy benar-benar membungkam mulut Aurora.


" Pikirkan baik-baik Nak, jangan terburu-buru dalam mengambil keputusan ," kata Mama Paulita.


" Sebelum semuanya terlambat ," kata Mama Paulita lagi.


" Karena jika sudah terlambat, penyesalan akan lebih menyakitkan lagi dari rasa sakit yang kamu rasakan sekarang ," sambung kata Mama Paulita.


" Pikirkanlah Nak, karena semua keputusan ada di tangan kamu ," kata Ayah Bogy.


Ayah Bogy lalu memilih menidurkan baby Wilson di dalam kamar yang tersedia di situ.


Sedangkan untuk Mama Paulita, masih berdiam diri duduk di samping brankar pasiennya Aurora untuk menemaninya.


Beralih ke Enzo lagi.


Ayah Pippin, Arny dan juga Linnea masih menunggu kabar dari Enzo dengan harap-harap cemas.


Di sela-sela kecemasan mereka, Linnea tiba-tiba teringat dengan Aurora dan baby Wilson.


" Ayah, bagaimanakah keadaannya Aurora dan baby Wilson?? ," tanya Linnea.


" Mereka baik-baik saja Linnea, dan sudah dipindahkan ke ruang perawatan biasa ," jawab Ayah Pippin.


" Apakah Ayah tahu, di mana ruang perawatan mereka berdua?? ," tanya Linnea lagi.


" Telepon saja Ayah kamu, karena Ayah kamulah yang sudah mengatur ruang perawatannya Aurora ," jawab Ayah Pippin lagi.


Linnea akhirnya langsung menghubungi sang Ayah, untuk menanyakan dimanakah ruang perawatannya Aurora.


Setelah mengetahui di ruang mana Aurora berada, Linnea pamit kepada Arny dan Ayah Pippin, untuk melihat sang sahabat dan juga baby Wilson.


Arny memilih menunggu di situ saja dan dia tidak ikut dengan Linnea, karena bagaimana pun juga, Enzo tetaplah Kakak kandungnya.


Linnea setelah berpamitan kepada mereka berdua, langsung saja melangkahkan kakinya menuju ke ruang perawatan Aurora sesuai petunjuk sang Ayah.


...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2