AURORA

AURORA
KEDATANGAN KIMBERLY


__ADS_3

Melihat Kimberly yang sudah terpojok, Martin pun langsung saja mengukung tubuh Kimberly menggunakan ke dua tangannya di sisi kiri dan kanan.


Saling menatap dengan tatapan tajam pun tidak terelakkan saat ini.


Kimberly sangat merinding sekali, melihat tatapan tajam dari Martin saat ini, dan Kimberly berusaha mendorong tubuh Martin, namun usahanya sia-sia saja, karena tubuh Martin, tidak bergeser sama sekali dari hadapannya.


" Sebenarnya apa mau anda Tuan Martin?? ," tanya Kimberly.


" Ternyata anda sudah tahu nama saya, Nona Kimberly?? ," kata Martin.


" Ba-bagaimana anda bisa tahu nama saya Tuan?? ," tanya Kimberly merasa terkejut.


" Tidak penting saya bisa tahu nama anda dari mana Nona?? ," jawab Martin.


" Lantas, apa mau anda datang ke sini Tuan?? ," tanya Kimberly lagi.


" Mau saya cuma satu ," jawab Martin.


" Anda jangan berani mendekati Aurora lagi, jika tidak mau nyawa anda sebagai taruhannya ," kata Martin.


" Aurora?? ," kata Kimberly.


" Apa hubungan Aurora dengan anda, kenapa anda begitu sangat tidak suka sekali dengan saya?? ," tanya Kimberly lagi.


" Anda ternyata wanita yang suka bertanya dan juga cerewet sekali ya Nona?? ," kata Martin.


" Saya tidak akan menjawab pertanyaan anda ," kata Martin lagi.


" Dan jika anda tidak mau dihantui oleh bayangan saya, saya harap anda mendengarkan perkataan saya dengan baik-baik!! ," lanjut lagi perkataan Martin.


" Jika saya tidak mau!! ," kata Kimberly.


" Berarti anda sudah menentukan takdir anda sendiri Nona ," jawab Martin.


Martin lalu memundurkan langkah kakinya dan menatap Kimberly dengan tatapan devilnya.


" Anda sudah berani mengusik Keluarga Diedrich, Nona ," kata Martin.


" Dan yang anda coba sapa itu adalah ratunya Enzo Diedrich ," kata Martin lagi.


" Semakin anda menjauh, semakin sedikit yang anda tahu, semakin aman kehidupan anda yang akan datang ," kata Martin lagi dan lagi.


" Saya yakin Tuan Enzo sudah menyembunyikan sesuatu dari Aurora!! ," bantah Kimberly.


" Karena bagaimana seorang istri bisa tidak mengenali suaminya, terlebih lagi kehidupan rumah tangga mereka terlihat baik-baik saja dan juga harmonis ," kata Kimberly lagi.


" Sudah saya katakan, lebih baik anda diam, dan jangan ikut campur!! ," jawab Martin.

__ADS_1


" Atau anda akan tahu akibatnya Nona ," kata Martin lagi.


Sebelum berlalu pergi, Martin pun mencoba mengatakan sesuatu lagi kepada Kimberly.


" Ancaman saya maupun Enzo tidak ada yang main-main Nona, anda jangan menyepelekannya ," kata Martin.


Setelah itu, Martin pun langsung berlalu pergi dari hadapan Kimberly, tanpa mengatakan satu patah kata pun lagi.


Kimberly langsung saja menghembuskan nafasnya dengan kasar, karena dia merasa lega, sebab tadi seperti sedang tertekan ketika ada Martin di dalam kamarnya.


Dengan kedatangan Martin ke dalam kamarnya, menambah rasa penasaran dan curiga yang teramat besar dari Kimberly untuk Aurora dan juga Enzo.


" Kecurigaanku semakin besar, aku tidak akan berhenti sebelum aku menemukan jalan ke luarnya ," kata Kimberly.


" Aku tidak takut sama sekali dengan ancamanmu Tuan, karena aku bukan type perempuan yang mudah digertak dengan sebuah ancaman!! ," kata Kimberly untuk Martin.


Kimberly yang belum berganti baju, dia lalu memakai bajunya terlebih dahulu, setelahnya dia mencoba menyusun rencana untuk memulai pencariannya.


Sedangkan Martin tadi yang sudah ke luar dari dalam kamar Kimberly, dia tersenyum sendiri dengan senyuman yang sangat mencurigakan sekali.


Menurut Martin, wajah Kimberly yang tanpa make up sama sekali seperti tadi, itu terlihat lebih cantik dan ada kesan cantik tersendiri di dalam hatinya.


Padahal pertemuannya dulu dengan Kimberly, tidak membuatnya ada rasa tertarik di dalam hatinya, tapi entahlah untuk malam ini, ada sesuatu di dalam hati yang membuat Martin ingin terus melihat wajah Kimberly.


Satu minggu kemudian.


Bahkan selama satu minggu itu, Kimberly setia menunggu di dekat Perusahaan Enzo untuk melihat Aurora, dan akhirnya keinginannya pun terwujud.


Aurora saat ini sedang ikut Enzo ke kantor, dan mereka yang baru saja ke luar dari dalam kantor, ingin menuju ke rumah baru mereka.


Enzo sendiri sudah mendapatkan laporan dari Martin, jika Martin sudah memberikan ancaman kepada Kimberly, dan selama satu minggu ini, keadaan sudah kembali seperti biasanya, pikir Enzo dan Martin jika Kimberly sudah tidak berani mencari tahu informasi tentang Aurora, tapi nyatanya tidak seperti itu.


Mobil yang Enzo dan Aurora naiki yang sudah sampai di rumah mewah miliknya, tidak tahunya ternyata diikuti oleh Kimberly dari belakang.


Baru saja Enzo memarkirkan mobilnya, tahu-tahu Kimberly sudah ke luar dari dalam mobilnya sendiri, sebab ketika Enzo masuk ke dalam halaman rumahnya tadi, Kimberly pun juga ikut masuk.


" Aurora!! ," panggil Kimberly.


" Kamu!! ," kata Enzo merasa sangat terkejut sekali.


" Ada apa Tuan!! ," kata Kimberly dengan sangat menantang sekali.


" Takut hah,? melihat kedatangan saya ke sini!! ," kata Kimberly lagi.


" Kalian, cepat usir dia ke luar dari sini!! ," teriak Enzo kepada anak buahnya.


Para anak buah pun langsung segera berlari ke arah Kimberly, dan langsung saja menangkapnya.

__ADS_1


" Lepaskan tangan saya!! ," kata Kimberly sambil menarik paksa tangannya yang sudah dicekal oleh beberapa anak buah.


" Daddy, ini kenapa sih?? ," tanya Aurora yang merasa kebingungan.


" Aurora dengarkan saya!! ," kata Kimberly.


" Cepat usir dia dari sini!! ," teriak Enzo lagi, karena Enzo merasa sangat takut sekali, jika Kimberly akan mengatakan jujur kepada Aurora.


" Cepat pergi Nona!! ," kata salah satu anak buah.


" Lepaskan!! ," jawab Kimberly. memberontak.


Aurora yang merasa bingung pun, akhirnya menyuruh kepada anak buah untuk melepaskan Kimberly sejenak, dan hal itu tentu saja langsung di cegah oleh Enzo.


" Mommy, kenapa menyuruh anak buah untuk melepaskan dia?? ," tanya Enzo.


" Biarkan dia berbicara dulu Daddy ," jawab Aurora.


" Tidak,!! cepat suruh dia pergi dari sini!! ," kata Enzo.


" Aurora dengarkan saya, dia ini laki-laki pembohong ," kata Kimberly dengan segera sebelum di seret ke luar dari situ.


" Suami kamu yang sebenarnya bernama Dickie, lihatlah foto ini ," teriak Kimberly sambil memperlihatkan foto pernikahannya dengan Dickie dulu.


" Cepat usir dia dari sini!!! ," teriak Enzo lagi kepada para anak buahnya.


" Tunggu!! ," teriak Aurora.


Karena merasa penasaran, Aurora pun akhirnya mengambil ponsel milik Kimberly untuk melihat foto tersebut.


Mata Aurora langsung melotot sangat lebar sekali, karena dia benar-benar sangat terkejut dengan foto tersebut. Dan saking terkejutnya, kepala Aurora langsung merasa sangat pusing sekali.


" 63r3n953k kamu!! ," kata Enzo kepada Kimberly, sambil memeluk tubuh Aurora yang hampir pingsan.


" Seret dia pergi dari sini, cepat!! ," kata Enzo kepada para anak buahnya.


" Dan kamu,!! jika sampai terjadi apa-apa dengan Aurora dan ke dua anak kembar saya, saya tidak akan segan untuk membunuhmu!! ," kata Enzo sambil menunjuk Kimberly.


Akhirnya, Aurora pun pingsan juga di dalam pelukannya Enzo, dan Enzo langsung membawanya ke dalam rumah barunya itu, setelah itu, dia langsung menghubungi Martin untuk segera datang menemuinya.


Sedangkan Kimberly yang daritadi sudah ditahan oleh para anak buah Enzo, sekarang mereka tidak segan-segan menyakiti Kimberly, karena sudah membuat Aurora pingsan.


Kimberly, walau belum bisa sepenuhnya mengatakan kebenaran kepada Aurora, tapi setidaknya dia sudah sedikit senang, karena dia sudah bisa menunjukkan foto pernikahannya dengan Dickie dulu.


Dan sekarang, Kimberly pun lalu menjalankan mobilnya untuk pergi dari rumah super mewah milik Enzo menuju ke rumah mewahnya sendiri.


...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2