AURORA

AURORA
Sebentar lagi


__ADS_3

Happy reading guys 😘😘😘


"Mengapa saat berada di dekat anak ini aku selalu merasa tenang."


"Ada apa ini sebenarnya?"


Aldrick menggendong tubuh mungil Brian, ya Brian anak kandung Aurora dan Aldrick, Brian masih hidup.


Waktu kejadian itu, Aldrick tidak benar benar memberikan Brian pada kedua hewan buas nya, Zack dan Luck nama Singa dan Harimau Aldrick.


Saat Aurora tidak melihat kearah Brian, dengan sengaja Aldrick memerintahkan anak buahnya untuk mengganti tubuh Brian dengan daging lain sehingga saat Aurora menoleh dia melihat seolah olah Brian yang di mangsa Zack dan Luck.


Aldrick sengaja menyiksa Aurora menggunakan Brian, dia akan menghancurkan Edgar lewat Anak dan kekasihnya,itu menurut Aldrick.


Namun entah mengapa untuk menyakiti Brian dia tidak bisa ,ada rasa kecewa dalam dirinya saat mengetahui jika Brian bukanlah Putranya padahal tanpa diketahui orang lain dia sudah menyiapkan kamar untuk Putranya.


*****


Di Mansion tiada hari dilalui tanpa siksaan oleh Aurora, keadaan nya semakin memprihatinkan,dia tidak lagi bisa di ajak berkomunikasi, dia seolah bisu tidak mengeluarkan suara sama sekali, hanya saja air matanya selalu mengalir meskipun sudah dua bulan berlalu.


Entah karena apa sore itu Aurora tiba tiba mengamuk dia melemparkan barang barang yang ada di depannya, hingga guci guci mahal di ruang tamu pun terkena imbasnya.


Wajah Lala dan Maid lainnya langsung pucat pasi melihat Guci yang dipecahkan Aurora merupakan Guci kesayangan Almarhum Bundanya Aldrick Alana.


Petaka kembali menghampiri Aurora,jika sampai Aldrick tahu bisa di bunuh Aurora saat itu juga.


"Aurora ayo pergi jangan sampai Tuan Aldrick tahu." ucap Lala.

__ADS_1


Namun Aurora tidak bergeming sama sekali, dia kembali mengamuk dengan mendorong Lala.


Tubuh Para maid menjadi beku mendengar deru mesin mobil Aldrick.


"La bawa Nyonya pergi." ucap Bik Asih.


Lala berusaha menarik Aurora pergi tapi sayang Aldrick terlanjur memasuki Mansion.


"Ada apa ini?" tanya Aldrick menggelegar.


Mata Aldrick langsung memerah Melihat guci kesayangan Bundanya pecah tidak berbentuk.


"Siapa yang memecahkan guci ini?" tanya Aldrick tajam.


Aldrick langsung melihat Aurora yang di pegang Lala,dia yakin pasti ulah Aurora.


'PLAKK,,,' Tamparan yang sangat keras Aldrick berikan pada Aurora, tapi Aurora masih tetap diam tidak bergeming sama sekali.


"Lancang sekali kamu menghancurkan kenangan Bunda." Aldrick mencekik leher Aurora.


Dengan kasar Aldrick menarik tangan Aurora ke pinggir kolam renang.


Berkali kali Aldrick menceburkan kepala Aurora kedalam kolam, Aldrick sengaja menahan lama lama kepala Aurora.


'Sayang sebentar lagi kita akan bertemu.' ucap Aurora.


'Mama akan bertemu Brian.' lanjut Aurora dalam hati.

__ADS_1


Tidak sampai disitu penyiksaan Aurora, Aldrick juga membenturkan kepala Aurora pada keramik pinggiran kolam sehingga membuat kepala Aurora mengeluarkan darah.


Lala yang sudah tidak kuat menyaksikan itu berlari berlutut di samping Aurora


"Tuan,, berhenti!" teriak Lala.


"Aurora tidak bersalah, Tuan hanya salah paham." lanjut Lala


"Jangan ikut campur!" bentak Aldrick.


"Tidak Tuan,, Tuan salah." teriak Lala.


"Usir dia!" perintah Aldrick pada anak buahnya.


"Tidak,, lepas, Tuan Anda sudah salah paham Tuan, Aurora tidak bersalah, dia hanya di fitnah Edgar, semua hanya rekayasa Edgar dan Daddynya." teriak Lala.


Aldrick menoleh menatap Lala, meminta penjelasan ucapan Lala.


"Sebenarnya,, "


_


_


_


TBC

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘


__ADS_2