
Setelah menembus lampu merah, di jalanan yang masih cukup padat kendaraan yang berlalu lalang, akhirnya mobil yang Martin kendarai sampai juga di sebuah rumah mewah.
" Apakah ini benar rumah anda Nona?? ," tanya Martin.
" Tidak, saya mengontrak di sini ," jawab ketus dari wanita tadi.
Martin hanya melirik super tajam saja kepada wanita tersebut, dan dia langsung memasukkan mobilnya ke pekarangan rumah, ketika pintu gerbangnya sudah dibukakan oleh para penjaga.
Martin yang sudah memarkirkan mobilnya, lalu membantu wanita tadi untuk ke luar dari dalam mobilnya dan membantunya juga masuk ke dalam rumah.
Wanita tadi sudah duduk di ruang tamu rumahnya berkat bantuan dari Martin.
" Terimakasih sudah mengantarkan saya pulang ," kata wanita tadi.
" Iya sama-sama, dan ini kartu nama saya, serta ini obat untuk mengurangi bengkak sama rasa sakit di kaki anda ," kata Martin.
" Kalau begitu saya permisi dulu ," kata Martin lagi.
Tanpa menunggu jawaban dari wanita tersebut, Martin langsung saja beranjak berdiri dari duduknya meninggalkan wanita tersebut.
Wanita itu hanya mendengus saja melihat sikap Martin yang menurutnya tidak sopan kepadanya.
" Sebenarnya dia laki-laki yang tampan, pekerjaan mapan sebagai seorang Dokter, hanya saja wajahnya yang jutek, tidak murah senyum, dan juga ketus, menjadi nilai minus untuknya ," kata wanita itu.
" Ah, sudahlah, biar saja, aku mau beristirahat di dalam kamar ," kata wanita itu lagi.
Wanita tersebut lalu memanggil para pekerja di rumahnya untuk membantunya masuk ke dalam kamarnya.
Sedangkan Martin sendiri langsung kembali ke rumah sakit, tanpa mau memikirkan kejadian yang baru saja dia alami tersebut.
Kembali ke Enzo dan Aurora lagi.
Setelah mereka berdua selesai menikmati makan siang di sebuah restoran, akhirnya saat ini Enzo dan juga Aurora sudah sampai di rumah Ayah Pippin.
Enzo tentu saja langsung mengajak Aurora beristirahat di dalam kamar pribadi mereka, dan baby Wilson sendiri sedang dijaga oleh Mama Azura, sebab sang Nenek sedang ingin bermain dengan Wilson.
" Mommy istirahat saja ya sayang ," kata Enzo.
" Tapi Mommy belum mengantuk Daddy ," jawab Aurora.
" Mungkin sebentar lagi, tuh lihat Mommy sudah mulai menguap begitu ," kata Enzo.
" Iya juga sih, mungkin efek obat, yang tadi di kasih oleh Tuan Martin ," jawab Aurora sambil menguap lagi.
" Kalau begitu Daddy tinggal ke kamar mandi sebentar ya Mommy ," kata Enzo, dan Aurora hanya mengangguk saja.
__ADS_1
Enzo langsung berlalu masuk ke dalam kamar mandi, meninggalkan Aurora sendirian di dalam kamar.
Sekitar lima belas menit kemudian, Enzo yang sudah selesai dengan rutinitasnya di dalam kamar mandi, langsung melihat Aurora sudah tertidur lelap di atas ranjang.
" Tadi katanya belum mengantuk, lha ini baru ku tinggal sebentar sudah tidur pulas begitu ," kata Enzo sambil menggelengkan kepalanya.
Enzo dengan penuh perhatian, lalu menutupi tubuh Aurora menggunakan selimut yang ada di atas ranjang, setelahnya dia langsung ke luar dari dalam kamar untuk melihat baby Wilson yang sedang bermain dengan Mama Azura.
Ternyata di ruang Keluarga sudah ada Ayah Pippin yang sudah pulang entah sejak kapan.
" Lho ko Ayah sudah ada di rumah?? ," kata Enzo yang melihat sang Ayah juga ikut bermain dengan baby Wilson.
" Iya, tadi Ayah sedang meeting dengan client di restoran dekat rumah, dan Ayah rasanya malas sekali kembali ke kantor, jadi Ayah putuskan pulang saja ke rumah ," jawab Ayah Pippin.
" Pas di rumah juga sedang ada Wilson, semakin malas saja deh Ayah untuk pergi ," kata Ayah Pippin lagi.
" Kamu sendiri kenapa juga sudah pulang?? ," tanya Ayah Pippin.
" Tadi Aurora pingsan di kantor, jadi daripada Aurora merasa tidak nyaman istirahat di sana, lebih baik Enzo ajak pulang ," jawab Enzo.
" Kamu tadi kenapa tidak cerita kepada Mama, Enzo, lalu keadaannya Aurora sekarang bagaimana?? ," tanya Mama Azura.
" Sudah lebih baik Ma, dia sedang tidur sekarang, karena efek obat yang tadi di kasih Martin ," jawab Enzo.
" Syukurlah, ini kamu sendiri mau ke mana lagi?? ," tanya Mama Azura lagi.
" Jika Aurora sudah bangun dan mencari Enzo, katakan saja Enzo ada keperluan sebentar di luar ," kata Enzo lagi.
" Iya baiklah, kamu hati-hati saja di jalan ," jawab Ayah Pippin, dan Enzo hanya mengangguk saja.
Enzo langsung berlalu ke luar dari dalam rumah Ayah Pippin untuk pergi ke suatu tempat.
Ternyata tempat yang ingin Enzo tuju adalah sebuah mall besar yang ada di kotanya.
Enzo sengaja datang ke mall sendirian, sebab dia ingin membelikan ponsel keluaran terbaru untuk Aurora yang harganya tidak perlu diragukan lagi.
Banyak orang yang mengenal siapa itu Enzo Diedrich, namun mereka semua tidak ada yang berani mendekat, sebab ada begitu banyak anak buah yang menjaganya.
Namun, ada satu wanita yang tiba-tiba berjalan dan sengaja menabrak Enzo.
Enzo melihat wanita itu terjatuh ke lantai karena sudah bertabrakan dengannya, tapi Enzo tidak peduli dan dia terus melangkahkan kakinya pergi dari hadapan wanita tersebut.
" Huh, 514l!! ," gerutu dari wanita tersebut sambil menahan malu, karena Enzo tidak terpikat sama sekali dengan aktingnya.
Ketika Enzo akan berjalan ke luar dari dalam mall, dia tidak sengaja berpapasan dengan Arny dan juga Linnea yang baru saja masuk ke dalam mall.
__ADS_1
" Kak Enzo ," kata Arny.
" Tuan Enzo ," sapa Linnea.
" Kalian ada di sini juga ," kata Enzo.
" Iya, kami ingin menikmati waktu berdua kita ," jawab Arny.
" Di mana Kak Aurora, ko tidak ikut bersama Kakak?? ," tanya Arny.
" Dia ada di rumah, sedang beristirahat, tadi dia pingsan di kantor ," jawab Enzo.
Linnea dan Arny sangat terkejut mendengar kabar jika Aurora pingsan di kantor.
" Apakah sekarang Aurora baik-baik saja Tuan Enzo?? ," tanya Linnea merasa khawatir sekali.
" Kamu tenang saja, dia baik-baik saja saat ini, " jawab Enzo.
" Syukurlah, saya lega mendengarnya ," jawab Linnea.
Di saat Enzo akan berpamitan pulang dengan Linnea dan Arny, tiba-tiba saja ada sebuah pistol tanpa suara yang pelurunya langsung menembus lengan Enzo, dan hal itu membuatnya langsung tersungkur jatuh ke lantai sambil menahan rasa sakit.
Para anak buah dan pengunjung mall termasuk Arny sekalipun, langsung terkejut melihat Enzo tersungkur dengan darah yang mengalir deras dari lengan tangannya.
Para anak buah Enzo dan Arny, langsung melihat sekitar, untuk melihat siapakah orang yang sudah berani menembak majikannya.
Tidak sengaja mata para anak buah melihat satu orang dengan sikap yang mencurigakan, tidak mau kehilangan jejak orang tersebut, para anak buah langsung mengejar orang itu yang sudah mencoba kabur dari mereka semua.
Sedangkan Arny dan Linnea langsung membawa Enzo ke rumah sakit terdekat untuk segera mendapatkan pertolongan pertama, supaya tidak kehabisan darah.
Sesampainya di rumah sakit terdekat, Enzo langsung mendapatkan penanganan medis untuk pengangkatan peluru yang bersarang di lengan tangannya.
Arny sendiri yang sedang menunggu Enzo ditangani oleh Dokter, langsung mencoba menghubungi ke dua orang tuanya.
" Halo Arny ," kata Ayah Pippin.
" Ayah, cepat datang ke rumah sakit sekarang, tadi Kak Enzo tiba-tiba ada yang menyerang dan sekarang dia terluka ," jawab segera dari Arny.
" Apaaaa!! ," jawab Ayah Pippin.
Tentu saja Ayah Pippin sangat terkejut sekali, dan dia tidak mau menunggu waktu lama lagi langsung menyusul Arny ke rumah sakit bersama Mama Azura, Aurora dan juga Wilson.
Aurora yang tadi masih tertidur lelap, sangat super terkejut, ketika dibangunkan Mama Azura dan mendengar kabar jika sang suami sedang terluka, bahkan saat ini Aurora sedang menangis karena khawatir dengan keadaannya Enzo.
Menurut Aurora, mobil yang dia tumpangi sekarang rasanya sangat lambat sekali jalannya, sebab dia sudah tidak sabar ingin segera melihat Enzo.
__ADS_1
...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...
...***TBC***...