
Sambil menunggu coklat hangat dibuatkan oleh koki yang bekerja di rumah sang Ayah, Enzo memilih menunggunya di ruang Keluarga sambil bermain sebentar dengan baby Wilson.
Sedang asik bermain, tidak lama sang koki datang sambil membawakan satu nampan berisi segelas coklat panas.
" Tuan Enzo, ini coklat panasnya ," kata sang Koki.
" Ko coklat panas,? saya kan mintanya coklat hangat ," kata Enzo.
" Kalau saya membuatkan coklat hangat, nanti jika dibawa ke kamar anda, coklatnya langsung dingin Tuan, karena pendingin ruangan di rumah ini selalu menyala terus ," jawab sang Koki.
" Oh ya, kamu benar juga ," jawab Enzo.
" Ayo ikut saya, bawakan itu ke dalam kamar saya ," jawab Enzo.
Sang Koki hanya mengangguk saja, dan dia lalu mengikuti langkah kaki Enzo yang sedang berjalan menuju ke dalam kamarnya.
" Taruh saja di meja sana ," kata Enzo sambil menunjuk sebuah meja.
" Baik Tuan ," jawab sang Koki.
Setelah menaruh coklat panas tadi, Koki tadi langsung saja berpamitan pergi kepada Enzo, dan Enzo hanya mengangguk saja.
Ketika sang Koki sudah ke luar dari dalam kamarnya, Enzo pun lalu mendekat ke arah ranjang untuk membangunkan Aurora yang sudah tertidur di bawah selimut yang tebal.
" Mommy, Mommy bangun yuk ," kata Enzo.
" Hmm, ada apa Daddy?? ," jawab Aurora dengan lirih.
" Itu coklat panasnya sudah jadi, ayo di minum dulu ," kata Enzo.
" Hah,? coklat panas?? ," kata Aurora.
" Memangnya Mommy tadi apa minta dibuatkan coklat panas ya Daddy?? ," kata Aurora lagi.
" Iya, tadi kan Mommy sendiri yang minta coklat panas, katanya perutnya sedang kembung ," jawab Enzo.
" Masa sih,? ko Mommy lupa ya?? ," jawab Aurora.
" Terus itu coklat panasnya bagaimana Mommy, sudah terlanjur dibuatin lho ," kata Enzo.
" Minum Daddy saja, Mommy sudah mengantuk ," jawab Aurora.
__ADS_1
Setelahnya, Aurora langsung menarik selimutnya kembali untuk menutupi tubuhnya lagi dan meninggalkan Enzo yang sedang menatap sebal ke arahnya.
Enzo pun lalu berjalan ke arah meja untuk mengambil coklat panas tersebut untuk dia bawa ke luar, sebab dia sendiri tidak terlalu suka minum-minuman seperti itu, apalagi sekarang sudah waktunya dia tidur.
Ketika Enzo sedang membawa gelas coklat panas tersebut, baby Wilson yang berada di dalam gendongannya, mencoba menarik-narik tangan Enzo seperti meminta coklat tersebut.
" Kamu mau ini boy?? ," tanya Enzo.
" Mamamam ," jawab baby Wilson sambil terus mencoba meraih gelas tersebut.
" Ok, kalau begitu tunggu sebentar ," kata Enzo.
Enzo lalu menaruh kembali gelas berisi coklat panas tadi ke atas meja semula, setelah itu Enzo mendudukkan baby Wilson di sofa sampingnya.
Baby Wilson yang sudah berumur enam bulan, tidak apalah jika dia ingin minum coklat seperti itu.
Dengan telaten Enzo meniup satu sendok coklat tadi, setelahnya dia suapkan ke baby Wilson.
Baby Wilson seperti ketagihan dengan rasa coklat panas tersebut, hingga tanpa Enzo sadari baby Wilson sudah hampir menghabiskan coklat tersebut sebanyak setengah gelas.
" Waaah, banyak juga kamu meminumnya Wilson ," kata Enzo.
" Sudah cukup, sekarang waktunya kita tidur, ayo cuci mulut dulu dan ganti baju ," kata Enzo.
Enzo tertawa terbahak-bahak di dalam kamar mandi melihat baby Wilson sedang gelagapan sendiri ketika wajahnya terkena air. Dan baby Wilson sendiri bukannya menangis, malah tertawa terbahak-bahak juga dengan suaranya yang lucu.
Selesai cuci muka, dan sudah melepaskan pakaian yang kotor, sekarang saatnya Enzo memakaikan baju yang bersih ke tubuh mungilnya baby Wilson.
Sedikit demi sedikit, Enzo sudah terbiasa mengurus baby Wilson sendirian, untuk membersihkan kotoran baby Wilson, Enzo sudah bisa, walau dia harus tutup hidup menggunakan kain terlebih dahulu.
Kebersamaannya dengan Wilson yang intens, menimbulkan rasa sayang yang lebih dan sudah seperti anak kandungnya sendiri.
Keaktifan baby Wilson serta kelucuannya, membuat Enzo menaruh hatinya yang terdalam untuk baby Wilson.
" Nah, sekarang anak Daddy sudah tampan, bersih dan harum ," kata Enzo.
Enzo lalu mengajak baby Wilson menuju ke arah ranjang, untuk tidur di samping sang Mommy yang sudah tertidur lelap.
Enzo menaruh baby Wilson ditengah-tengah ranjang supaya dia tidak terjatuh.
Mata yang sudah mengantuk, Enzo pertahankan terbuka demi menjaga baby Wilson yang masih asik bermain sendiri di tengah ranjang, sambil berdiri berpegangan di sandaran ranjang.
__ADS_1
Yaps, baby Wilson sudah bisa berdiri sendiri, dia sudah mulai aktif berjalan merambat sesuka hatinya walau belum lincah.
Karena kecapean mengoceh dan bermain sendiri, akhirnya Wilson tertidur juga dengan beralaskan tangan sang Daddy dan memeluk tubuh sang Daddy dengan tangan mungilnya.
Enzo tidak keberatan, justru sekarang dia sedang memeluk baby Wilson sambil menepuk-nepuk pelan tubuh sang putra.
Cinta yang luar biasa sekali dari Enzo untuk baby Wilson, padahal dari segi medis, dia bukanlah Ayah kandungnya, akan tetapi Enzo bisa menyayangi baby Wilson sepenuh hatinya sudah seperti anaknya sendiri.
Pagi harinya, Aurora sudah terbangun terlebih dahulu dari Enzo dan baby Wilson. Dan dia tersenyum manis, ketika melihat baby Wilson sedang tertidur di atas dada sang suami.
Terlihat lucu dan menggemaskan sekali menurutnya, dan pemandangan seperti itu, Aurora langsung abadikan ke kamera ponselnya.
Aurora bangun dalam keadaan tubuh yang fresh, dan ketika dia membuka pintu balkon kamarnya, matanya tidak sengaja melihat kebun sayur yang kemarin Enzo tanam, dengan mengambil bibit dari rumah Aurora.
" Waaah, sepertinya sayur dan buah-buahan itu sangat segar sekali ," kata Aurora.
Ting!!
Tiba-tiba Aurora menginginkan sesuatu, dan dia langsung saja bergegas ke luar dari dalam kamar menuju ke kebun kecil milik Enzo itu.
Yang menanam kebun itu bukanlah Enzo, melainkan Ayah Bogy atas persetujuan Ayah Pippin.
Iya kali Enzo yang menanam, memegang tanah saja dia tidak pernah, yang ada setiap hari dia cuma berpijak di atas tanah.
Aurora ketika sudah sampai di ladang kecil milik Enzo, dia langsung saja memanggil beberapa anak buah untuk mendekat ke arahnya.
" Iya Nyonya Aurora ," kata sang anak buah.
" Saya mau dong dibuatkan parit kecil mengitari kebun ini, rasanya kebun ini hampa tidak ada air yang mengalir ," kata Aurora.
Para anak buah itu langsung saling pandang, mereka bingung mau menjawab bagaimana, sebab yang berhak mengurus ladang kecil itu cuma Enzo, dan juga Ayah Bogy serta beberapa pekerja yang sudah ditunjuk oleh Enzo secara langsung.
" Hei, kenapa kalian pada diam saja??," tanya Aurora.
" Emm, kami takut di marahi sama Tuan Enzo, Nyonya ," jawab salah satu anak buah.
" Tidak apa-apa, kalian tidak bakal di marahi sama suami saya, kan saya sendiri yang menyuruh kalian ," jawab Aurora.
" Dan satu hal lagi, jika sudah selesai membuat paritnya, nanti kalian isi ikan koi ya, biar tambah ramai ," kata Aurora lagi.
Semakin bingung pula itu para anak buah mendengar permintaan aneh dari istri majikannya, dan setelah menyuruh seperti itu, Aurora langsung saja berlalu pergi dari hadapan mereka semua, seperti tanpa merasa berdosa atau bersalah sama sekali.
__ADS_1
...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...
...***TBC***...