
Wanita itu saat ini sudah dihadang oleh para anak buah Enzo, akan tetapi wanita tersebut berani melawan dengan mengatakan sesuatu.
" Jangan coba-coba tangan kotor kalian memegang tangan saya!! ," kata wanita itu.
Wajar saja wanita tersebut berani berkata kasar seperti itu, karena dia bukan wanita miskin yang bisa ditindas.
" Siapa kamu!! ," tanya Enzo.
" Justru saya yang bertanya kepada anda Tuan Enzo Diedrich?? ," jawab wanita tersebut.
" Apa maksud perkataan kamu, Nona?? ," tanya Enzo.
Wanita itu tidak mempedulikan Enzo, dan dia lalu beralih kepada Aurora.
" Aurora,? kamu Aurora kan?? ," kata wanita itu.
" Iya saya Aurora ," jawab Aurora.
" Apakah kamu tidak mengenaliku?? ," kata sang wanita.
" Maaf, anda siapa ya Nona?? ," tanya Aurora.
" Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?? ," tanya Aurora lagi.
" Aku Kimberly, teman baiknya Dickie ," jawab wanita yang mengaku bernama Kimberly.
" Bahkan dulu kita sering jalan berdua lho ," kata Kimberly lagi.
Mendengar nama Dickie disebut-sebut oleh wanita tersebut, membuat Enzo langsung melototkan matanya.
" Dickie,? siapa Dickie?? ," tanya Aurora merasa kebingungan.
" Ayo kita pergi dari sini Mommy, jangan dengarkan wanita gila ini!! ," kata Enzo yang merasa ketakutan.
Aurora pun menurut apa kata Enzo, ketika tangannya di tarik pergi dari hadapan Kimberly.
" Tunggu!! ," cegah Kimberly lagi dan langsung berdiri di hadapan Aurora dan Enzo.
" Mommy,? bukankah kamu istrinya Dickie, ko jadi istrinya dia,? bahkan sekarang kamu sedang hamil, lalu di mana keberadaannya Dickie, Aurora?? ," tanya Kimberly.
" Sebelumnya maaf Nona, Dickie itu siapa ya,? karena saya benar-benar tidak ingat sesuatu, dan dia ini memang suami saya sejak dulu ," jawab Aurora.
" Hah,!! suami kamu sejak dulu?? ," kata Kimberly.
" Bahkan kamu bertanya kepadaku Dickie itu siapa?? ," kata Kimberly lagi dengan ekspresi sangat terkejut.
" Ayo Mommy kita pulang saja!! ," kata Enzo lagi kepada Aurora.
Enzo langsung menyeret paksa Aurora untuk pergi dari dalam mall tersebut dan mengkode anak buahnya untuk mengamankan wanita itu.
Walau secara paksa, tapi Enzo tidak kasar kepada Aurora, karena Enzo takut jika menyakiti Aurora.
" Kenapa kalian mencegah saya hah!! ," marah kimberly kepada para anak buah itu.
" Anda sudah mengganggu kenyamanan bos kami Nona ," jawab salah satu anak buah.
" Pergi,!! jangan membuat kami berbuat kasar kepada anda ," kata salah satu anak buah lagi.
Kimberly hanya menatap garang kepada para anak buah tersebut, setelahnya dia langsung berbalik badan meninggalkan tempat itu untuk kembali pulang ke rumahnya.
__ADS_1
" Sepertinya di sini ada yang tidak beres!! ," kata Kimberly.
" Aku melihat Tuan Enzo Diedrich seperti menyembunyikan sesuatu dari Aurora," kata Kimberly lagi, hingga akhirnya dia sudah masuk ke dalam mobilnya.
Sebelum menyalakan mobilnya, Kimberly berbicara lagi.
" Dan aku melihat berita, Tuan Enzo Diedrich mengaku sudah menikahi Aurora sejak lama ," kata Kimberly.
" Sangat mencurigakan, aku harus menyelidikinya ," kata Kimberly lagi.
Kimberly lalu mencoba menghubungi nomor ponsel Dickie yang ternyata sudah tidak aktif lagi.
" Tidak aktif, di mana Dickie sekarang?? ," kata Kimberly.
" Apa aku coba saja datangi rumahnya ," kata Kimberly masih berbicara sendiri.
" Iya, lebih baik aku datang saja ke sana malam ini juga!! ," kata Kimberly lagi dengan sangat berapi-api sekali.
Kimberly lalu menyalakan mesin mobilnya dan mengendarainya menuju ke luar kota, tepatnya ke rumah tempat tinggal Dickie dan Aurora yang dulu.
Sedangkan Aurora dan Enzo yang juga sudah masuk ke dalam mobil, tiba-tiba Aurora menanyakan sesuatu kepada Enzo yang membuat Enzo menjadi kebingungan sendiri untuk menjawabnya.
" Daddy, sebenarnya maksud dari perkataan wanita tadi itu apa ya?? ," tanya Aurora.
" Entahlah Mommy, mungkin dia salah orang ," jawab berbohong Enzo.
" Kan yang namanya Aurora, bukan Mommy saja ," jawab Enzo lagi.
" Benar juga sih ," jawab Aurora.
" Lalu Dickie itu siapa,? kenapa wanita tadi sepertinya sangat meyakinkan sekali perkataannya ," kata Aurora lagi.
" Emm, Dickie,? ya ma-mana Daddy tahu Mommy ," jawab Enzo gelagapan sendiri.
" Hmm ," jawab Aurora, dan dia terlihat seperti sedang berpikir.
Enzo terus melirik ke arah Aurora yang sedang diam saja seperti sedang memikirkan sesuatu.
Enzo yang melihat, dia menjadi ketakutan sendiri, dan dia ingin segera melakukan sesuatu untuk mencegah Aurora cepat sadar dari ingatannya.
Sesampainya di rumah, Enzo yang sudah membantu Aurora menggendong baby Wilson masuk ke dalam kamar, dia pun ijin sebentar kepada Aurora untuk pergi ke ruang kerjanya.
Di dalam ruang kerjanya, Enzo langsung mencoba menghubungi Arvon.
" Halo Tuan Enzo ," kata Arvon.
" Arvon, saya ingin kamu menyelidiki wanita yang tadi sudah mengganggu saya dan Aurora ketika di mall ," perintah Enzo.
" Saya tunggu secepatnya hasil penyelidikan kamu ," kata Enzo lagi.
" Baik Tuan, beberapa jam lagi, saya akan memberikan laporannya kepada anda ," jawab Arvon.
" Iya ," jawab Enzo dan dia langsung saja mematikan sambungan teleponnya.
Enzo yang sudah selesai menelpon Arvon, lalu kembali masuk lagi ke dalam kamar, dan sesampainya di dalam kamar, dia melihat sang istri berpakaian sangat 53k51 sekali, dan hal itu tentu saja membuat jiwa liarnya bergelora.
Tidak pakai lama, Enzo langsung melampiaskan h45ratnya itu kepada sang istri.
Enzo selalu bermain dengan lembut, sebab dia tidak mau membuat Aurora atau baby twins mereka merasa kesakitan.
__ADS_1
Hingga pada akhirnya, Enzo pun sampai juga pada puncak kenikmatannya yang pertama.
Enzo dan Aurora merasa sangat lega dan senang sekali, hingga membuat Enzo sedikit melupakan kegundahan hatinya karena Kimberly.
Aurora yang sudah kecapekan, setelah selesai melakukan itu dengan Enzo, dia pun langsung tertidur cukup nyenyak, sedangkan Enzo belum bisa tertidur sama sekali, karena dia sedang menunggu laporan dari Arvon.
Sekitar jam satu dini hari, Arvon yang sudah mencari informasi tentang Kimberly pun langsung saja melaporkannya kepada Enzo.
Enzo yang memang belum tertidur, langsung saja mengangkat telepon dari Arvon di atas balkon kamarnya.
" Halo Arvon ," kata Enzo.
" Bagaimana ," kata Enzo lagi.
" Saya sudah mendapatkan informasi tentang siapa wanita itu Tuan ," jawab Arvon.
" Jelaskan secara singkat saja di telepon, sisanya bisa kamu berikan kepada saya besok, ketika di kantor ," kata Enzo.
" Baik Tuan ," jawab Arvon.
" Wanita itu bernama Kimberly Reynold, Tuan ," jawab Arvon.
" Dia anak dari Tuan Martell Reynold, yang mempunyai Perusahaan Reynold Veit, dan sedang bekerjasama dengan Perusahaan Keluarga anda yang di pimpin oleh Tuan Arny ," kata Arvon lagi.
" Lalu, bagaimana dia bisa mengenal Dickie, karena dia tadi mengatakan tentang Dickie kepada Aurora ," kata Enzo.
" Apakah kamu sudah menyelidikinya juga untuk hal itu?? ," tanya Enzo.
" Untuk yang itu belum Tuan, bisa saya selidiki sekarang juga ," jawab Arvon.
" Iya, cepat ," jawab Enzo, dan dia langsung mematikan sambungan teleponnya.
Tidak lama sekitar setengah jam kemudian, bahkan Enzo masih berada di atas balkon kamarnya, Arvon sudah menghubunginya kembali.
Tentu saja tidak pakai lama, Enzo langsung mengangkat sambungan telepon tersebut.
" Bagaimana Arvon ," tanya Enzo dengan tidak sabaran.
" Ternyata Nona Kimberly memang berteman dengan Tuan Dickie, Tuan ," jawab Arvon.
" Mereka cukup dekat seperti sahabat, dan Nona Kimberly ini bahkan sudah sering pergi dengan Nona Aurora, Tuan ," jelas Arvon lagi.
" Nona Kimberly ini sudah beberapa kali datang ke rumah Tuan Dickie dan Nyonya Aurora yang dulu, Tuan ," kata Arvon dan Enzo masih mendengarkannya dengan sangat serius sekali.
" Jadi tidak heran, jika Nona Kimberly bisa sangat mengenali Nyonya Aurora seperti tadi Tuan ," kata Arvon lagi.
Perasaan Enzo semakin tidak karuan saja mendengar semua laporan dari Arvon.
" Apakah kamu tahu di mana dia tinggal?? ," tanya Arvon.
" Tahu Tuan ," jawab Arvon.
" Berikan alamatnya kepada saya sekarang juga ," kata Enzo.
" Baik Tuan ," jawab Arvon dan Enzo langsung mematikan sambungan teleponnya.
Setelahnya, Arvon lalu mengirimkan sebuah alamat kepada Enzo, melalui pesan singkat di ponsel.
Dan Enzo membaca alamat tersebut dengan sangat teliti sekali sambil memikirkan sesuatu.
__ADS_1
...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...
...***TBC***...