
Seumur-umur Mama Azura melihat Enzo memakan buah lemon baru hari ini, dan itupun terlihat sangat menggiurkan sekali, seperti tidak merasa keasaman sama sekali.
" Itu kalian yang makan buah lemon, tapi perut Mama yang merasa sakit ," kata Mama Azura.
" Tumben sekali kamu Enzo makan buah lemon, bukankah kamu tidak suka makan lemon sama sekali?? ," tanya Mama Azura.
" Entahlah Ma, hari ini rasanya mulut Enzo ingin makan yang segar-segar dan yang asem-asem ," jawab Enzo.
" Kalian berdua kenapa aneh sekali sih pagi ini, apa kalian semalam salah minum obat, atau kepala kalian terbentur sesuatu begitu?? ," tanya Mama Azura.
" Mama ini ada-ada saja, kita sehat begini ko di kata salah minum obat ," kata Aurora.
" Sudah makan lemonnya jangan banyak-banyak, nanti kalau perutnya sakit ," tegur Mama Azura.
" Iya Ma, nanti jika sudah puas, kami juga akan berhenti makan ," jawab Enzo.
" Emm, seprtinya Daddy mau ke kamar dulu, mau bersiap-siap berangkat ke kantor ," kata Enzo.
" Iya ," jawab Aurora.
" Daaa boy ," kata Enzo kepada baby Wilson yang minta digendong olehnya.
Baby Wilson menangis sejadi-jadinya ketika Enzo pergi berlalu dari hadapannya, dan Mama Azura bersama Aurora langsung menenangkan baby Wilson.
" Sssuussst, Daddy mau berangkat bekerja sayang ," kata Aurora.
" Ikut sama Nenek saja yuk, jalan-jalan ," kata Mama Azura.
Mama Azura langsung mengambil alih baby Wilson dari pangkuannya Aurora, dan Mama Azura langsung menaikkan baby Wilson ke dalam kereta dorongnya.
Aurora yang ditinggal pergi oleh semua orang, dia akhirnya memilih menyusul Enzo saja ke dalam kamar.
Baru masuk ke dalam kamar, telinga Aurora langsung mendengar suara orang sedang muntah-muntah lagi.
Aurora langsung menuju ke dalam kamar mandi dan membuka pintunya.
" Daddy kenapa sih daritadi muntah-muntah terus?? ," tanya Aurora sambil mem174t pelan tengkuk Enzo.
" Entahlah, daritadi hidung Daddy sensitif sekali, bahkan mencium aroma sabun sama shampo saja ingin muntah ," jawab Enzo.
" Ini sudah selesai belum mandinya, apa mau Mommy mandikan?? ," tanya Aurora.
" Boleh deh, lagi pula sudah terlanjur di lepaskan semua bajunya ," jawab Enzo.
Aurora akhirnya mandi bersama Enzo, dan membantu Enzo memakai sabun maupun shampo.
Mereka cuma mandi saja, tanpa melakukan lebih dari sekedar mandi, sebab sang raja sedang merasa kurang fit badannya.
Selesai mandi, Enzo langsung bergegas berganti baju, dan ketika melihat Aurora memakai parfum, dia langsung muntah-muntah lagi di dalam kamar mandi, hingga menjadi lemas badannya.
" Daddy kenapa sih, aneh sekali hari ini ," kata Aurora.
__ADS_1
Aurora tetap membantu Enzo di dalam kamar mandi, dan setelah selesai, Aurora langsung menyuruh Enzo untuk duduk di pinggir ranjang terlebih dahulu.
" Sudah, Daddy duduk di sini saja dulu, biar Mommy ambilkan pakaian untuk Daddy ," kata Aurora, dan Enzo hanya mengangguk lemas saja.
Aurora langsung kembali masuk ke dalam ruang walk in closet untuk mengambilkan pakaian milik Enzo beserta ********** juga.
Selesai mengambilkan pakaian tersebut, Aurora juga membantu Enzo memakainya, sebab Enzo merasa tubuhnya sangat lemas sekali.
" Lebih baik Daddy di rumah saja, jangan pergi ke kantor dulu ," kata Aurora.
" Tapi di kantor sedang ada meeting penting dengan jajaran staf Perusahaan, Mommy ," jawab Enzo.
Tanpa banyak berbicara, Aurora langusng mengambil ponsel Enzo untuk menghubungi Arvon.
" Halo selamat pagi Tuan Enzo ," sapa Arvon.
" Tuan Arvon, ini saya Aurora, hari ini suami saya tidak bisa berangkat ke kantor, karena sedang sakit, meeting hari ini sementara kamu saja yang menghandle ," kata Aurora.
" Hari ini tidak ada meeting Nyonya, hanya saja pekerjaan Perusahaan sedang banyak, dan dikejar deadline ," jawab Arvon.
" Oh, begitu ya ," jawab Aurora.
" Kalau begitu kamu yang menghandle Perusahaan untuk hari ini ," kata Aurora lagi.
" Baik Nyonya ," jawab Arvon dan Aurora langsung mematikan sambungan teleponnya.
Enzo langsung tersenyum super manis, ketika melihat Aurora sedang menatap tajam ke arahnya.
" Iya hari ini memang tidak ada meeting sayang ," kata Enzo sambil menunjukkan dua jarinya berbentuk V.
" Iya sudah sana berangkat saja jika kuat bekerja, huh!! ," kata Aurora.
Setelahnya dia memilih berbalik badan meninggalkan Enzo.
" Iyah, dia marah ," kata Enzo.
Enzo mencoba beranjak dari atas ranjang untuk mengejar Aurora, dan ketika baru saja berjalan beberapa langkah, kepala Enzo terasa sangat pusing sekali.
Aurora yang mendengar Enzo mengaduh kesakitan langsung berbalik badan lagi untuk melihat keadaannya Enzo.
" Daddy!! ," teriak Aurora yang merasa khawatir melihat Enzo memegangi kepalanya.
Aurora langsung saja mengajak Enzo untuk berbaring lagi di atas ranjang.
" Daddy sebenarnya sakit apa sih,? kenapa tiba-tiba pusing dan muntah-muntah terus?? ," tanya Aurora merasa kebingungan sendiri.
" Entahlah Mommy, tolong teleponkan Martin untuk segera ke sini ," jawab Enzo sambil memejamkan matanya karena menahan rasa pusing di kepalanya.
Aurora hanya mengangguk saja, dan dia langsung mencoba menghubungi Martin untuk segera datang ke rumah sang Ayah mertua.
Tidak lama sekitar tiga puluh lima menit kemudian, akhirnya Martin sampai juga di rumah Ayah Pippin.
__ADS_1
Mama Azura yang masih bermain dengan baby Wilson di taman depan rumah, dia sedikit terkejut ketika melihat kedatangan Martin ke rumahnya.
" Pagi Tante ," sapa Martin.
" Helo boy, kamu sudah semakin besar saja ," kata Martin sambil menggoda baby Wilson.
" Tumben jam segini Nak Martin datang ke sini,? ada apa ya?? ," tanya Mama Azura.
" Ini tadi Aurora menelpon saya, katanya Enzo sedang sakit ," jawab Martin.
" Oh iya-iya, tadi katanya dia ingin berangkat ke kantor, ko daritadi saya berada di sini tidak melihat dia berangkat ," kata Mama Azura.
" Kalau begitu, ayo kita lihat dia di dalam kamarnya Tante ," kata Martin.
" Boleh, ayo ," jawab Mama Azura.
" Biar si tampan gembul ini Martin saja yang gendong Tante ," kata Martin sambil menggendong baby Wilson.
Mama Azura hanya mengangguk saja, dan mereka berdua lalu berjalan ke arah kamar Enzo.
Sesampainya di depan kamar Enzo, Mama Azura langsung saja mengetuk pintunya dan langsung dibukakan oleh Aurora.
" Lho Mama, eh Tuan Martin ayo silahkan masuk ," kata Aurora.
Martin dan Mama Azura langsung saja masuk ke dalam kamar Enzo dan melihat Enzo sedang memejamkan matanya, tapi wajahnya terlihat sangat pucat sekali.
" Daddy, Martin sudah datang ," panggil Aurora.
Perhalan Enzo membuka matanya, dan dia langsung melihat Martin sudah berdiri di samping ranjangnya.
" Tidak aku sangka, seorang Enzo Diedrich bisa sakit juga ," sindir Martin kepada Enzo.
" Jika tidak sedang sakit, sudah ku tembak kepalamu itu ," balas Enzo, dan Martin langsung saja tertawa.
" Ok, akan aku periksa dulu ," kata Martin.
" Tampan, ikut sama Mommy dulu ya ," kata Martin sambil menyerahkan baby Wilson kepada Aurora.
Martin lalu mencoba memeriksa keadaan Enzo, dan setelah diperiksa beberapa menit lamanya, di dalam tubuh Enzo tidak ditemukan penyakit apapun.
" Kamu tidak sakit apa-apa ko Enzo ," kata Martin.
" Bagaimana aku tidak sakit, aku daritadi pagi selalu muntah-muntah terus, mencium aroma yang menyengat saja perutku seakan diaduk-aduk, dan kepalaku rasanya pusing sekali, kenapa kamu mengatakan jika aku tidak sakit apa-apa hah!! ," kata Enzo.
" Mual, muntah, pusing?? ," kata Martin.
" Jangan-jangan??!! ," kata Martin.
" Jangan-jangan apa Martin, kamu jangan membuatku takut!! ," kata Enzo.
Martin bukannya menjawab, dia malah menatap Aurora lalu turun ke perutnya, lalu ke arah Enzo lagi, lalu ke Aurora lagi, dan hal itu membuat Enzo, Mama Azura dan juga Aurora menjadi bingung dengan sikap Martin saat ini.
__ADS_1
...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...
...***TBC***...