
Sekitar satu jam setengah kemudian, akhirnya Enzo sampai juga di rumah Ayah Pippin.
Enzo segera ke luar dari dalam mobil untuk mencari keberadaannya Aurora.
" Aurora ," panggil Enzo.
" Aurora ," panggil Enzo lagi sambil menaiki tangga menuju ke dalam kamarnya.
Mama Azura yang mendengar teriakannya Enzo, yang sedang memanggil nama Aurora pun, langsung segera menegurnya.
" Apakah Aurora sudah pulang Enzo?? ," tanya Mama Azura, hingga membuat Enzo langsung menghentikan langkah kakinya.
" Mama ," kata Enzo.
Enzo lalu turun kembali dari atas tangga untuk mendekati sang Mama.
" Kamu tadi panggil-panggil nama Aurora, bukankah dia belum pulang?? ," kata Mama Azura.
" Kata para anak buah, dia sedang perjalanan ke sini Ma ," jawab Enzo.
" Mama daritadi di rumah tidak melihat kedatangannya Aurora bersama si Wilson ," jawab Mama Azura.
Enzo langsung mencoba menghubungi para anak buahnya, untuk menanyakan di mana keberadaannya Aurora.
" Halo Tuan Enzo ," sapa sang anak buah.
" Di mana istri saya,? kenapa dia belum sampai di rumah!! ," tanya Enzo.
" Maafkan kami Tuan, kami lupa untuk mengabari anda, jika Nyonya Aurora memilih pulang ke apartemen Nyonya Linnea ," jawab sang anak buah.
" Dan sekarang Nyonya Aurora sedang berada di desa, untuk melihat rumahnya yang dulu ," sambung lagi perkataan dari sang anak buah.
" Kamu terus awasi dia, jangan sampai istri saya kenapa-kenapa, jika sampai istri dan anak saya kenapa-kenapa, kepala kalian taruhannya ," kata Enzo lagi.
" Baik Tuan ," jawab sang anak buah, dan Enzo langsung mematikan sambungan teleponnya.
Mama Azura yang melihat Enzo sudah selesai menelpon pun langsung saja bertanya lagi.
" Bagaimana Enzo,? di mana Aurora dan Wilson saat ini?? ," tanya Mama Azura.
" Mereka saat ini sedang datang berkunjung ke desa Ma, ke tempat tinggal Aurora yang dulu ," jawab Enzo.
" Pasti dia sangat terkejut melihat rumahnya sudah tidak seperti dulu lagi ," kata Mama Azura.
" Iya, itu juga yang sedang Enzo pikirkan Ma ," jawab Enzo.
" Iya sudah, kamu istirahat dulu sana, kamu harus memulihkan tenaga, supaya bisa terus mengawasi Aurora dan Wilson ," kata Mama Azura.
" Baik Ma ," jawab Enzo, dan dia lalu berpamitan masuk ke dalam kamarnya, sedangkan Mama Azura memilih untuk menunggu sang suami yang akan segera pulang dari kantor.
Meninggalkan Enzo dan Aurora, kita sekarang beralih ke Martin dan Kimberly yang baru saja selesai menikmati kegiatan indah mereka.
__ADS_1
Bukan mereka berdua sih tepatnya, tapi Martin sendiri, karena tadi, dia sengaja mengancam Kimberly untuk mau menuntaskan h45r4tnya.
" Kenapa anda selalu menggunakan tubuh saya untuk menyalurkan n4f5u binatang anda itu Tuan Martin!! ," kata Kimberly terdengar sangat marah sekali.
" Saya bisa melaporkan anda ke polisi karena sudah memp3rk054 saya dan seenaknya sendiri menjadikan saya 74l4n9 anda!! ," kata Kimberly lagi.
Martin yang sedang merokok sambil menatap ke luar jendela, dia tidak peduli dengan perkataan dari Kimberly yang sedang marah-marah kepadanya.
" Apa salah saya hah!! ," kata Kimberly merasa putus asa.
Bahkan dirinya saja, saat ini masih duduk di atas ranjang, berbalut selimut dengan tubuh yang masih p0l05.
Sebelum menjawab perkataannya Kimberly, Martin memilih mematikan terlebih dahulu rokok yang sedang dih154pnya.
" Salah kamu cuma satu ," kata Martin sambil berjalan mendekati ranjang.
" Terlalu ikut campur urusan Enzo dan Aurora!! ," jawab Martin lagi.
" Jika kalian tidak menyembunyikan sesuatu dari Aurora, kenapa kalian, terutama Tuan Enzo mesti takut, jika saya menunjukkan foto pernikahannya Aurora dan Dickie!! ," bantah Kimberly.
" Sebenarnya ada hal yang tidak perlu kamu ketahui Kimberly ," kata Martin.
" Apa yang kamu lihat, belum tentu itu kenyataannya ," kata Martin sambil duduk di pinggir ranjang dan membelakangi Kimberly.
" Apa maksud anda Tuan Martin?? ," tanya Kimberly merasa penasaran.
" Akan saya ceritakan cerita yang sebenarnya ," jawab Martin.
Kimberly sangat serius sekali mendengarkan cerita dari Martin, hingga dia seperti bisa merasakan rasa sedih yang dialami oleh Aurora, dan rasa cinta yang besar yang dirasakan oleh Enzo untuk Aurora.
" Dan apakah kamu tahu Kimberly, apa yang terjadi dengan hubungan mereka berdua saat ini?? ," tanya Martin, dan Kimberly reflek langsung menggelengkan kepalanya.
" Aurora akhirnya sadar dari amnesianya, dan dia sekarang sedang pergi dari Enzo ," jawab Martin.
" Apakah Aurora pergi juga membawa anak laki-lakinya?? ," tanya Kimberly.
" Iya, Aurora pergi membawa Wilson bersamanya ," jawab Martin.
" Bukankah Aurora sedang hamil besar, bagaimana jika sesuatu terjadi kepada mereka berdua?? ," tanya Kimberly merasa khawatir.
" Itulah yang sedang ditakutkan oleh Enzo, apalagi jika musuh bisnisnya Enzo tahu, nyawa mereka pasti akan terancam bahaya ," jawab Martin.
" Sekarang kamu tahu, kenapa saya dari kemarin melarang mu dan mengancam mu untuk jangan bercerita kepada Aurora yang sejujurnya ," kata Martin.
" Inilah yang kita semua takutkan, tapi semuanya sudah terlambat ," kata Martin lagi.
" Maafkan saya, bukan maksud saya ingin merusak hubungan mereka berdua, atau menyakiti siapapun di sini, hanya saja saya ....... ," kata Kimberly.
" Kamu tidak harus meminta maaf kepada saya, tapi kepada Aurora dan Enzo ," kata Martin.
" Bantulah mereka berdua untuk bersatu kembali, karena sebenarnya Aurora juga mencintai Enzo, hanya saja egonya terlalu besar untuk mengakui itu semua ," kata Martin lagi.
__ADS_1
" Baiklah, sebagai permintaan maaf saya, saya akan menebus kesalahan itu dan membuat mereka bersatu kembali, saya janji Tuan ," kata mantap dari Kimberly.
" Tunggu sebentar ," kata Martin.
Martin tiba-tiba ingin menghubungi seseorang, dan orang itu ternyata Enzo.
Martin juga sengaja mengloudspeaker teleponnya itu, supaya Kimberly bisa mendengarnya sendiri.
" Halo Martin ," kata Enzo.
" Halo Enzo, apakah kamu sudah bisa menemui Aurora?? ," tanya Martin.
" Belum ," jawab Enzo dan suaranya terdengar bersedih.
" Dia sudah kembali ke sini, hanya saja saat ini dia sedang berkunjung ke desa tempat tinggalnya dulu ," kata Enzo lagi.
" Lalu, apa yang akan kamu lakukan sekarang,? jika Aurora marah lagi denganmu bagaimana, karena kamu sudah merubah rumahnya yang dulu dengan sangat mewah begitu?? ," tanya Martin.
" Entahlah, aku juga bingung ," jawab Enzo.
" Aku pasrah saja Martin, apapun yang terjadi dengan pernikahanku bersamanya, aku akan terima, yang terpenting Aurora tidak meminta cerai kepadaku ," kata Enzo lagi.
" Aku akan membantumu juga Enzo, dengan mengerahkan beberapa anak buahku di sampingnya ," kata Martin.
" Iya, terimakasih Martin ," jawab Enzo.
" Aku tutup dulu teleponnya ," kata Enzo lagi.
" Iya ," jawab Martin, dan Enzo langsung mematikan sambungan teleponnya, ketika sudah mendengar jawabannya Martin.
" Kamu dengar sendiri kan Kimberly, bagaimana sedih dan terlukanya Enzo saat ini, karena ditinggal pergi oleh Aurora?? ," kata Martin.
" Sekarang saya tahu apa yang harus saya lakukan untuk membantu mereka Tuan ," kata Kimberly.
" Jangan melakukan sesuatu yang membuat Aurora semakin menjauh, jika kamu tidak mau nyawamu melayang di tangan Enzo!! ," peringatan dari Martin.
" Tenang saja Tuan Martin, saya mengerti dan saya berjanji tidak akan melakukan itu ," jawab Kimberly.
" Kalau begitu segeralah lakukan rencanamu itu, supaya mereka cepat bersatu kembali ," kata Martin.
" Dan ingat,!! semua pergerakanmu akan selalu diawasi oleh semua anak buahku!! ," kata Martin lagi.
" Iya saya tahu ," jawab Kimberly.
Sekarang Kimberly tahu cerita yang sebenarnya, dan dia turut merasa sedih melihat Aurora dan Enzo berpisah begitu.
Kimberly berkata seperti itu kepada Martin, bukan ingin main-main saja supaya bisa terlepas dari jeratnya Martin, tapi dia memang tulus ingin menyatukan Aurora dan Enzo kembali.
...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...
...***TBC***...
__ADS_1