AURORA

AURORA
SINDROM COUVADE


__ADS_3

Martin masih menatap tidak jelas ke arah Aurora dan Enzo, dan hal itu membuat Enzo benar-benar semakin bertanda tanya dengan sikap sang sahabat.


" Martin,!! apa yang sedang kamu lihat, hah?? ," tanya Enzo.


" Cepat jelaskan, jangan-jangan aku kenapa?? ," tanya Enzo lagi.


" Jangan-jangan kamu mengalami busung lapar ," jawab Martin sambil bercanda.


" Sembarangan saja kalau berbicara!! ," jawab Enzo sambil melempar bantal ke arah Martin.


Martin berhasil menangkap bantal tersebut, dan dia bukannya marah, malah langsung tertawa terbahak-bahak.


" Tuan Martin, cepatlah katakan kepada kami, apa yang sebenarnya terjadi kepada Daddy?? ," tanya Aurora.


" Ok, sebentar, ehem ," jawab Martin.


" Sepertinya Enzo terkena sindrom couvade, yaitu di mana kondisi yang terjadi ketika pria merasakan gejala kehamilan pasangan ," kata Martin lagi.


" Tunggu dulu, bisakah kamu memperjelas maksud perkataan kamu itu Martin, jangan berbelit-belit seperti ini!! ," kata Enzo.


" Intinya, Aurora sedang hamil, tapi kamu yang mengalami morning sickness seperti pada wanita hamil biasanya, dan ini bisa juga disebut kehamilan simpatik ," jawab Martin.


" Hah,? hamil?? ," kata Aurora dan Enzo secara bersama-sama.


" Ta-tapi ini si Wilson masih kecil Tuan Martin ," kata Aurora dengan tergagap, sedangkan Enzo masih menetralkan perasaannya.


" Untuk membuktikannya, ayo sekarang juga ikut saya ke rumah sakit, untuk mengeceknya, apakah betul kamu sedang hamil atau tidak ," jawab Martin kepada Aurora.


" Ayo, aku setuju ," jawab Enzo dengan sangat bersemangat sekali.


" Huuu...... dasar, tadi saja marah-marah tidak jelas, sekarang malah terlihat excited begitu!! ," kata Martin sambil melempar kembali bantal yang tadi dipegangnya.


" Kamu tahu sendiri, ini yang sudah aku tunggu-tunggu sejak dulu ," jawab Enzo.


" Mama ikut ya, Mama jadi penasaran juga dengan hasilnya ," kata Mama Azura.


" Iya, ayo Tante silahkan ," jawab Martin.


" Sudah kamu ke luar sana, aku sama Aurora mau bersiap-siap ," kata Enzo mengusir Martin.


" Emm, baby Wilson biar Mama saja Aurora yang menggantikan bajunya, sini ambilkan dulu baju baru untuk baby Wilson ," kata Mama Azura.


" Eh, iya Ma, sebentar ," jawab Aurora.


Singkat cerita, semua orang sudah pada bersiap-siap menuju ke rumah sakit milik Martin.


Martin sendiri sudah menyuruh mengosongkan ruang obgyn kepada staf Dokter kandungan yang ada di rumah sakitnya.


Enzo yang tidak kuat menyetir, dia memilih duduk anteng saja di sebelah sopir, sedangkan Mama Azura duduk di kursi belakang bersama Aurora dan juga baby Wilson.


Akhirnya, setelah bermenit-menit lamanya berada di dalam mobil, mobil yang mereka naiki termasuk Martin, sampai juga di rumah sakit milik Martin.


Martin langsung mengajak Enzo dan yang lainnya untuk menuju ke ruang obgyn yang sudah disiapkan sebelumnya.

__ADS_1


" Ini Dokter Brita, dia Dokter kandungan di rumah sakit saya, ayo Aurora silahkan kamu berbaring di situ ," kata Martin sambil menunjuk ranjang pasien.


Aurora pun menurut, dia langsung saja rebahan di atas ranjang periksa untuk diperiksa perutnya.


Aurora merasa risih, ketika Dokter Brita menaikkan sedikit bajunya ke atas, hingga memperlihatkan perutnya yang bagian bawah.


Dibantu dengan asistennya, asisten Dokter Brita lalu mengoleskan sebuah gel di perut Aurora, supaya Dokter Brita bisa langsung mengecek perut Aurora.


" Mari kita periksa ya Nyonya ," kata Dokter Brita dengan sangat ramah.


Enzo benar-benar sangat excited sekali, dan dia menatap layar USG dengan sangat lekat.


Perut Aurora mulai diperiksa dengan alat USG dan Dokter Brita mengitari perut Aurora untuk mencari benih kece60n9 milik Enzo, dan akhirnya ketemu juga.


Layar USG menangkap sebuah janin yang masih kecil, namun sudah mulai terlihat bentuknya.


" Ini janinnya Nyonya, Tuan, sudah mulai terbentuk wajah, hidung dan kelopak matanya sudah mulai nampak ," kata Dokter Brita.


Hati Enzo menghangat, dia merasa seperti es yang baru saja mencair, rasanya adem sekali.


Bahkan Enzo seperti kehabisan kata-kata melihat di dalam perut Aurora benar-benar ada calon anak kandungnya sendiri.


Sedangkan untuk Aurora sendiri, dia masih speechless, sebab pikirannya masih melayang ke mana-mana.


" Dari ukuran janinnya, calon babynya sendiri, sudah berumur sekitar delapan minggu, alias dua bulan Nyonya, Tuan Enzo ," kata Dokter Brita.


" Eh, tunggu dulu, sepertinya, saya menangkap dua 3m6r10 lagi Dokter Martin ," kata Dokter Brita.


" Coba di perbesar ," kata Martin.


" Calon anak anda ternyata kembar Tuan Enzo, Nyonya Aurora, lihatlah, jika saya sejajarkan memang benar-benar ada dua ," kata Dokter Brita.


" Hah,!! kembar?? ," kata Enzo merasa terkejut.


Yaps, ternyata eh ternyata Aurora hamil kembar dua, dan tanpa Enzo duga dia akan mendapatkan dua anak sekaligus dari Aurora.


" Ke-kembar Dokter?? ," kata Aurora.


" Iya Nyonya, kembar ," jawab Dokter Brita, dan Mama Azura merasa sangat senang sekali.


" Ba-bagaimana bisa?? ," tanya Enzo.


" Nanti akan aku jelaskan Enzo, tenanglah ," jawab Martin yang mengerti kegundahan sang sahabat.


" Baiklah ," jawab Enzo, dan pada akhirnya serangkaian pemeriksaannya Aurora selesai juga.


Dokter Brita lalu mengajak Aurora dan Enzo untuk duduk di kursi depan meja kerjanya.


" Untuk menunjang kehamilannya Nyonya Aurora, nanti saya akan memberikan vitamin, serta obat yang bagus supaya kehamilannya sehat sampai waktunya melahirkan ," kata Dokter Brita.


" Baik Dokter ," jawab Aurora dan Enzo secara bersama-sama.


" Ini hasil foto USGnya dan juga buku kehamilannya ya Nyonya ," kata Dokter Brita.

__ADS_1


" Anda nanti harus kembali kontrol lagi, satu bulan yang akan datang, di buku itu sudah saya tuliskan di tanggal berapa anda harus kontrol kembali ," kata Dokter Brita.


" Baik ," jawab Aurora.


" Dokter Brita, berikanlah obat juga untuk Enzo, dia mengalami kehamilan simpatik ," kata Martin.


" Oh, Tuan Enzo mengalami sindrom couvade ternyata ," kata Dokter Brita.


" Baiklah, sebentar saya resepkan obat untuk anda juga Tuan Enzo, obat ini nantinya bisa mengurangi rasa mual, pusing dan lemas yang anda rasakan ," kata Dokter Brita.


Enzo hanya mengangguk saja dan Dokter Brita lalu menuliskan sesuatu di atas buku resepnya untuk dia berikan kepada Enzo.


Selesai itu semua, Enzo dan Aurora mendengarkan penjelasan dari Dokter Brita, apa saja yang boleh dan tidak boleh di lakukan atau di makan saat hamil bagi Aurora dan juga Enzo.


Ketika sudah mendengarkan nasihat singkat dari Dokter Brita, Enzo pun lalu berpamitan pulang kepada Dokter Brita.


" Mama sama Mommy kembali ke mobil saja dulu, ada hal yang ingin Enzo bicarakan sebentar dengan Martin ," kata Enzo kepada Mama Azura dan juga Aurora.


" Baiklah, jangan lama-lama ," jawab Mama Azura, dan Enzo hanya mengangguk saja.


Selepas mereka berdua pergi, Enzo langsung saja bertanya kepada Martin, tentang bagaimana Aurora bisa hamil kembar sekarang, padahal di garis keturunannya tidak ada yang mempunyai anak kembar.


" Kenapa memangnya, apakah kamu tidak suka Enzo?? ," malah tanya balik dari Martin.


" Bukan begitu, hanya saja aku merasa aneh, sepertinya ada yang kamu sembunyikan dariku ," jawab Enzo.


" Iya, aku memang menyembunyikan sesuatu darimu Enzo ," jawab Martin.


" Apakah kamu ingat tentang obat yang dulu aku berikan kepada Aurora, untuk dia konsumsi sehari sekali saja, di saat kamu sedang dirawat di rumah sakit, karena terkena serangan mendadak itu?? ," tanya Martin.


" Iya aku ingat, kenapa memangnya?? ," tanya Enzo.


" Obat itu memang obat penyubur kandungan, itu obat herbal yang saya beli langsung dari Tuan Pietro Roderick, penemu obat herbal yang sudah terkenal di seluruh dunia, karena semua obat-obatnya sudah terbukti khasiat serta manfaatnya Enzo ," jawab Martin.


" Kebetulan waktu itu aku sedang ada seminar di Negaranya, dan aku diceritakan tentang Tuan Pietro oleh salah satu temanku, di saat aku di ajak pergi ke tokonya, entah kenapa aku malah teringin membeli obat penyubur kandungan, sebab aku ingin membuat Aurora tidak bisa lepas darimu sampai kapanpun ," kata Martin lagi.


" Dan ternyata, apa yang aku dengar itu terbukti hasilnya, lihatlah, sekarang Aurora hamil kembar, benar-benar obatnya memang sangat manjur sekali ," kata Martin lagi.


" Aurora setiap bulan membelinya darimu,? apakah kamu selalu menyetoknya, bukankah kamu membelinya dari luar Negeri?? ," tanya Enzo.


" Iya, aku sebagian sudah menyetoknya di rumah sakit ini, dan aku juga sedang mencoba kerjasama dengan Tuan Pietro, supaya dia mau menjadi supplier di rumah sakitku ini ," jawab Martin.


Enzo yang sudah mendengar penjelasan dari Martin, dia langsung memeluk Martin sebagai tanda terimakasih.


Enzo benar-benar sangat beruntung sekali dengan apa yang sudah sangat dia inginkan selama ini, yaitu terikat dengan Aurora selamanya.


Karena jika Aurora hamil kembar, pasti dia akan membutuhkan sosok seorang Ayah dan suami, untuk memenuhi kebutuhan lahir serta batinnya.


...馃挄馃挄馃挄馃挄馃挄馃挄馃挄馃挄馃挄馃挄馃挄馃挄馃挄...


Jika penasaran siapa itu Pietro Roderick, bisa mampir dulu di novel saya yang berjudul King Psychopath 馃き馃馃


...鉁达笍鉁达笍鉁达笍鉁达笍鉁达笍鉁达笍鉁达笍鉁达笍鉁达笍鉁达笍鉁达笍鉁达笍鉁达笍...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2