AURORA

AURORA
BONCHAP 2


__ADS_3

Selesai acara, semua orang, terutama Arny dan Linnea kembali pulang ke rumah mereka sendiri.


Keesokan harinya, Linnea yang sudah terbiasa bangun pagi, sedikit merasa tidak enak badan, karena ketika akan bangun, kepalanya tiba-tiba terasa sangat pusing sekali.


" Aduh, kenapa dengan kepalaku, ko rasanya pusing sekali ," ucap Linnea sambil memegangi kepalanya.


Arny tidak sadar jika Linnea sedang sakit kepala, karena dirinya masih tertidur lelap di bawah selimut yang dipakainya.


Linnea mencoba menguatkan diri, untuk bangun dari atas ranjang menuju ke dalam kamar mandi.


Selama berjalan, rasanya lantai yang dia pijak seakan berputar tiga ratus enam puluh derajat di matanya.


" Kenapa semuanya berputar-putar di depan mataku?? ," ucap Linnea lagi sambil menajamkan pandangannya.


Terus melangkah, walau sedikit kesusahan, akhirnya Linnea sampai juga di dalam kamar mandi.


Linnea cepat-cepat menyelesaikan kegiatannya di dalam kamar mandi, karena dia ingin segera kembali ke ranjangnya lagi.


Sesampainya di atas ranjang, Linnea mencoba membangunkan Arny yang masih tidur.


" Sayang, bangun, ayo bangunlah ," panggil Linnea dengan suara lirih.


" Arny, ayo bangun ," ucap Linnea lagi sambil menggoyangkan pundak Arny.


" Eenghh, ada apa sayang?? ," tanya Arny sambil berusaha membuka matanya.


" Kepalaku rasanya sangat sakit sekali, tolong ambilkan obat penghilang rasa pusing dong sayang ," jawab Linnea.


" Kamu sakit sayang?? ," tanya Arny berusaha duduk dari rebahannya.


" Tidak tahu, rasanya ketika bangun tidur tadi, kepalaku sangat pusing sekali ," jawab Linnea lagi.


" Sebentar, akan aku ambilkan obatnya dulu ," kata Arny dan Linnea hanya mengangguk saja.


Arny lalu turun dari atas ranjang, untuk mengambil obat yang Linnea butuhkan di kotak obatnya.


Ketika obat yang diinginkan sudah didapatkan, Arny langsung memberikannya kepada Linnea.


" Ini minumlah dulu ," kata Arny.


" Terimakasih ," jawab Linnea.


Linnea langsung meminum obat tersebut dengan sekali minum saja.


" Apa masih pusing?? ," tanya Arny sambil memijat kepala Linnea.


" Iya, masih sangat pusing sekali ," jawab Linnea sambil menikmati pijatan dari Arny.


" Apa kita periksa ke Dokter saja sayang?? ," tanya Arny.


" Tidak perlu ," jawab Linnea.


" Sepertinya aku kecapekan, karena menyiapkan pesta untuk si twins sejak kemarin ," kata Linnea lagi.


" Ya sudah, nanti kamu istirahat saja ya, jangan banyak bergerak ," nasihat Arny.

__ADS_1


" Iya baiklah ," jawab Linnea.


" Kamu istirahat saja lagi, biar aku menyuruh Bibi untuk mengantarkan sarapan ke dalam kamar kita ," kata Arny.


" Iya ," ucap Linnea.


Arny lalu ke luar dari dalam kamar, untuk menyuruh para asisten rumah tangganya.


Selesai menyuruh para asisten rumah tangganya, untuk mengantarkan makanan ke dalam kamarnya, Arny kembali ke dalam kamarnya lagi.


Baru masuk ke dalam kamar, Arny langsung melihat Linnea sedang memejamkan matanya, dan Arny memilih tidak mau mengganggu Linnea, dengan masuk ke dalam kamar mandi saja.


Selesai mandi, Arny langsung bersiap-siap untuk berangkat ke kantor. Pagi itu Arny mengambil dan menyiapkan semuanya sendiri, karena sang istri sedang tidak enak badan pagi ini.


Sedang sibuk memakai dasi di depan cermin, telinga Arny mendengar pintu kamarnya di ketuk dari luar.


Arny langsung berjalan ke arah pintu untuk membukakan pintunya, yang ternyata ada para asisten rumah tangganya, yang sedang membawa troli makanan untuknya dan juga Linnea.


" Ayo bawa masuk ," perintah Arny.


" Baik Tuan ," jawab secara bersamaan dari asisten rumah tangganya.


" Kalian kembalilah bekerja lagi, nanti akan saya panggil lagi, jika sudah selesai ," kata Arny.


" Baik Tuan ," jawab dari sang asisten lagi.


Setelah kepergian dari para asisten rumah tangganya, Arny langsung membangunkan Linnea untuk sarapan terlebih dahulu.


" Sayang, kita sarapan dulu yuk, biar badanmu lebih segar dan fit ," kata Arny membangunkan Linnea.


Linnea berusaha duduk dari rebahannya, sambil menahan rasa pusing di kepalanya.


Arny dan Linnea, kali ini makan di atas ranjang mereka, karena badan Linnea benar-benar sedang tidak fit saat ini.


Baru dua suap makanan masuk ke dalam mulut, Linnea tiba-tiba langsung berlari menuju ke dalam kamar mandi, untuk memuntahkan apa yang tadi di makannya.


Arny tentu saja merasa terkejut sekali, melihat sikap Linnea yang aneh sekali pagi ini.


" Sayang, kamu kenapa?? ," tanya Arny merasa sangat khawatir sekali.


Linnea tidak menjawab, karena dia terus muntah-muntah hebat di dalam kamar mandi, hingga membuat tubuhnya semakin lemas dan kepalanya semakin pusing saja.


" Tidak tahu ," jawab Linnea dengan lirih.


Melihat Linnea sudah selesai, Arny langsung menuntun Linnea lagi ke atas ranjang.


" Ayo kita ke Dokter saja ya sayang, aku sangat khawatir sekali dengan keadaanmu ," ucap Arny.


" Tidak perlu sayang ," jawab Linnea.


" Ini cuma kecapekan saja, karena semalam aku terlalu banyak minum, hingga asam lambungku naik, dan tidurpun kurang nyenyak sejak kemarin ," jawab Linnea.


Iya, karena sejak kemarin yang mengurus acara pesta perayaan kelahiran si twins adalah Linnea.


Walau Linnea dibantu oleh banyak orang, tetap saja, pasti tubuhnya akan merasakan kecapekan.

__ADS_1


Kenapa Enzo malah menyerahkan kepada Linnea, itu semua karena permintaan Linnea sendiri, sebab Linnea ingin berpartisipasi dalam pesta perayaan sang keponakan tercinta.


" Kalau begitu, aku mau di rumah saja jagain kamu ," kata Arny.


" Tidak perlu, kamu berangkatlah bekerja, aku tidak apa-apa ," jawab Linnea.


" Tapi sayang ," kata Arny lagi.


" Katanya nanti ada meeting, sudah berangkatlah, nanti jika ada apa-apa, aku akan menghubungimu ," jawab Linnea.


" Baiklah, kalau begitu ," ucap Arny.


" Tapi kamu makan dulu ya ," kata Arny dan Linnea langsung mengangguk.


Linnea dan Arny langsung melanjutkan sarapannya lagi, dan selesai sarapan, Arny langsung berpamitan berangkat bekerja kepada Linnea.


Baru saja Arny ke luar dari dalam kamar, Linnea langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi lagi, untuk muntah-muntah sama seperti tadi.


Sebenarnya, perut Linnea sudah mual sejak tadi ketika dia paksakan makan, hanya saja Linnea tahan, supaya Arny tidak semakin merasa khawatir kepadanya.


" Ada apa dengan tubuhku?? ," tanya Linnea sambil bercermin di cermin atas wastafel.


" Rasanya badanku sangat lemas, kepalaku sangat pusing, dan perutku juga sangat mual sekali ," ucap Linnea lagi.


Linnea lalu berjalan ke arah ranjang lagi untuk mengistirahatkan badannya. Namun seberapa besar usahanya untuk memejamkan matanya, Linnea tetap tidak bisa tidur sama sekali, karena rasa tidak nyaman yang sedang dirasakan di tubuhnya.


Linnea mencoba ke luar dari dalam kamar saja, untuk menikmati udara pagi dan sinar matahari pagi sekalian berjemur.


Sedikit lebih baik rasanya, ketika tubuhnya terkena paparan sinar matahari pagi.


Di saat dirasa sudah cukup lama dia berjemur, akhirnya Linnea memutuskan untuk masuk kembali ke dalam rumah.


Namun, baru beberapa langkah berjalan, Linnea merasa kepalanya sangat pusing sekali, hingga akhirnya dia pingsan seketika.


Para pekerja yang kebetulan melihat, langsung pada berteriak dan memindahkan Linnea ke atas sofa yang ada di ruang Keluarga.


" Cepat hubungi Tuan Arny, jika Nyonya Linnea pingsan!! ," teriak salah satu asisten rumah tangga.


Anak buah Arny yang membantu memindahkan Linnea ke atas sofa, langsung menghubungi Arny yang hampir saja sampai di Perusahaan.


Baru saja mobil terparkir di depan loby Perusahaan, tiba-tiba Arny mendengar ponsel miliknya berdering sangat kencang.


Sambil berjalan masuk ke dalam kantor, Arny langsung mengangkat sambungan telepon dari rumahnya.


" Halo, ada apa?? ," kata Arny.


" Tuan,!! Nyonya Linnea pingsan Tuan ," jawab segera dari sang anak buah.


" Apa!! ," teriak Arny sangat keras, sampai mengejutkan para karyawan yang berlalu lalang.


Baru saja ingin masuk ke dalam lift, langkah kaki Arny terhenti, lalu dia berbalik badan dan masuk lagi ke dalam mobil untuk kembali pulang ke rumah.


Arny benar-benar sangat khawatir sekali mendengar laporan dari anak buahnya, jika saat ini Linnea sedang pingsan di rumah.


...***TBC BONCHAP***...

__ADS_1


__ADS_2