
Wu Li Mei merutuki dirinya sendiri yang hampir saja mmebuat kaisar curiga dengan tingkahnya, bagaimana tidak panik karena toko obat yang mati-matian ia dirikan di negeri antah berantah ini kebakaran. Bahkan dari pondok tempat mereka bersantai tadi juga terlihat asap hitam yang mengepul dari sana. Bagaimana nasib Suo bersaudara, dan bagaimana nasib obat-obatan atau orang-orang yang membutuhkannya. Kasihan sekali mereka, padahal keuntungan kemarin saat ia membuka praktek sudah berkali lipat, dia juga sudah memesan tanaman herbal lagi dibantu Tabib Zhong.
Beruntung, ada Panglima Hao yang bisa mengendalikan keadaan. Tanpa Wu Li Mei atau kaisar datang ke tempat kejadian, lima orang berpakaian serba hitam yang merusak toko obat dan menyebabkan kekacauan berhasil di tangkap. Mereka segera dibawa ke istana untuk diinterogasi, pasti ada dalang di balik semua ini.
“Ibu?!”
“Bu?”
Zhou Ming Hao dan Zhou Fang Yin langsung mencari sang ibu setelah mendengar kabar bahwa toko obat yang ada di pasar kebakaran karena ulah orang yang tidak dikenal. Berani sekali mereka membuat kekacauan di siang bolong, sungguh kurang ajar.
Wu Li Mei berbalik dan kedua anaknya langsung menghampirinya, “Bagaimana bu, ku dengar toko obat dirusak dan sekarang kebakaran. Bagaimana ini?” tanya Zhou Ming Hao sedikit berbisik, mereka tidak bisa bicara lantang karena ini bukan tempat yang aman untuk menjaga rahasia. Kaisar Zhou masih ada di sekitar mereka tengah menerima laporan dari panglima.
“Ibu juga tidak tahu, semoga Suo bersaudara bisa menyelamatkan diri ya. Mereka pasti sangat ketakutan. Ibu ingin pergi kesana, tapi tidak bisa, atau kaisar akan curiga dengan kita.” Bisiknya.
“Kalau begitu bagaimana kalau aku dan kakak saja yang pergi, bu?” tawar sang putri.
“Jangan!” larang Wu Li Mei, “Di luar sana bisa saja sangat berbahaya, ibu tidak mau kalian celaka karena memaksa untuk datang kesana. Kita percayakan saja pada Panglima Hao dan Tabib Zhong, ibu juga sudah meminta Dayang Yi menyamar dan menenangkan Suo bersaudara dulu.
Kalau dipikir lagi memang ini waktu yang genting, sasarannya sudah jelas toko obat, tapi boleh jadi ada orang di balik ini semua yang mungkin mengetahui bahwa toko obat itu dikelola oleh Wu Li Mei. Sehingga merusak toko obat untuk memberi peringatan kepada sang selir agung, jika sudah seperti ini mereka hanya teringat pada satu nama yang mungkin, Yang Jia Li. Tapi, permaisuri sedang berada di Biara Heng Shui, pasti ini ulah pengikuti setianya.
Sang putra mahkota mengepalkan tangannya kuat-kuat, “Siapa yang tega melakukan ini padahal kita mengelola toko obat untuk kebajikan. Tidak pernah kita mengambil untung selain untuk menambah stok obat dan Suo bersaudara, tapi ini sudah kurang ajar!” kesalnya.
“Apa ini ada hubungannya dengan ibu permaisuri?” tanya Zhou Fang Yin semakin memelankan suaranya. “Biasanya dia yang akan mengganggu kita, apa kali dia juga begitu, bahkan saat raganya tidak berada di dekat kita dia tetap melakukan kerusakan.”
__ADS_1
“Ibu juga mencurigai hal itu, tapi kita tidak bisa langsung mengambil kesimpulan karena bisa saja ini bukan ulahnya.” Ucap Wu Li Mei. “Kita harus tetap berhati-hati, biar toko obat menjadi urusan ibu, kali tidak perlu ikut cemas.”
“Baik, bu. Kami mengerti.” Jawab putra mahkota.
Kaisar Zhou datang dan dua anak itu segera memberi hormat, mereka bersikap dengan wajar dan tidak terjadi apa-apa. Meskipun dalam hati sedang sangat gelisah karena memikirkan toko obat. “Kalian datang kemari?”
“Ya, Yang Mulia.”
“Ada apa?”
Zhou Fang Yin dan sang kakak saling melirik, detik selanjutkan sang putri tersenyum manis. “Tidak ada yang penting ayah, hanya saja kami mendengar bahwa ada kebakaran hari ini di pasar. Jadi kami sedikit khawatir dengan itu, itu saja.”
“Lalu, kenapa menemui selir agung?” tanya sang kaisar.
Kaisar Zhou menganggukkan kepalanya, “Ayah ingin sekali menemani kalian juga, tapi lain waktu karena saat ini sedang genting.”
“Ah, tidak apa-apa, Yang Mulia. Lain waktu saja, lagi pula ada ibu atau Guru Zhang yang bisa membantu.” Jawab putra mahkota.
“Oh iya, apa kemarin kalian pergi ke suatu tempat? Pa…sar misalnya? Atau toko obat?”
Dua anak itu sama-sama terdiam dengan mata yang membelalak, namun cepat mereka menormalkan kembali ekspresi wajah mereka. Aduh, ternyata benar bahwa yang mereka lihat di pasar waktu itu adalah kaisar yang sedang menyamar bersama Panglima Hao. Terima kasih kepada cadar, karena telah menjadi penyelamat. Tidak hanya dari virus penyakit tapi juga dari penglihatan Kaisar Zhou yang jeli.
“Kami?” tunjuk putra mahkota pada dirinya sendiri, “Mana mungkin kami ada disana ayah, aku sedang berburu di hutan kemarin.”
__ADS_1
“Dan aku sedang memetik pinus untuk membuat kerajinan.” Tambah Zhou Fang Yin.
“Ah, kalau begitu aku pasti salah mengenal---”
“Salam, Yang Mulia!”
Kedatangan Yang Zhe Yan berhasil menyita perhatian dari kaisar, ternyata panglima dari klan Yang itu datang untuk melaporkan bahwa lima orang yang ditangkap oleh para prajurit tadi adalah orang suruhan. Dan tidak membutuhkan waktu lama bagi mereka untuk mendapatkan satu nama yang menjadi dalang dari semua kejadian ini.
Tak hanya kaisar, tapi Wu Li Mei dan kedua anaknya juga ikut kaget saat Yang Zhe Yan mengatakan siapa dalang di balik semua ini. Karena jika dipikir tidak mungkin dia pelakunya, menuduh Yang Jia Li juga tidak ada bukti kuat. “Kau pasti salah orang, Yang Zhe Yan!” ujar Kaisar Zhou.
“Tidak, Yang Mulia. Ini adalah pengakuan dari para pemuda berpakaian serba hitam itu. Mereka mengaku telah disuruh untuk merusak dan membakar toko obat karena junjungan mereka tidak suka dengan toko obat.”
“Kenapa bisa dia?”
“Kau mungkin salah, Yang Zhe Yan, sebaiknya pastikan lagi apakah benar dia atau bukan.” Ujar kaisar yang masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan panglimanya itu. Dalam pikirannya jelas bukan terbesit nama itu, dan alasan kenapa dia melakukannya yang hanya didasari rasa tidak suka.
Yang Zhe Yan hanya bisa terdiam saja, apa yang dikatakan oleh para pemuda berpakaian hitam tadi memang begitu adanya.
“Kalau begitu panggil Selir Ho Xin Xin kemari, dia harus bertanggungjawab jika memang dia pelakunya. Toko obat sangat membantu rakyat tidak berbatas pada strata mereka baik bangsawan atau bukan, kalau sampai toko obat milik Nyonya Wu itu hancur maka dimana lagi mereka akan mendapatkan pengobatan.
“Cepat panggil Ho Xin Xin kemari!” titah kaisar dengan telapak tangan yang terkepal kuat, beraninya selir biasa seperti Ho Xin Xin melakukan hal gila seperti ini. Apa yang ada dipikirannya jika benar dialah pelakunya.
Yang Zhe Yan mengangguk, “Baik, Yang Mulia. Semoga kaisar hidup seribu tahun!”
__ADS_1