Back In Time (Reinkarnasi Selir Kejam)

Back In Time (Reinkarnasi Selir Kejam)
Tak terduga


__ADS_3

Selembar kertas yang ada pada hakim agung itu membuat Yang Jia Li dan Zhou Xing Huan tercekat, keduanya sama-sama dibuat terkejut. Pasalnya, tanda bukti pembelian merkuri itu seharusnya tersimpan dengan aman di laci dekat ranjang sang permaisuri. Hanya Yang Jia Li sendiri yang boleh membukanya, bahkan para dayang tidak boleh membersihkan laci itu. Semua benda berharga milik sang permaisuri disembunyikan disana, habis sudah riwayat mereka.


Para hakim saling mendekat guna melihat dengan jelas apa yang tertulis di lembaran itu, lagi-lagi barang penyeludupan dari Negeri Su. Negeri yang sejahtera itu adalah salah satu teman dagang Dinasti Ming, tapi penyeludupan senjata tajam dan obat berbahaya juga banyak berasal dari sana.


Hakim agung mendongak setelah membaca isi di dalam nya dengan seksama. Kesimpulan jelas sudah didapat. Sang hakim menatap kedua orang itu bergantian, dan ekspresi wajah mereka hampir sama. Terkejut!


"Permaisuri Yang Jia Li dan Pangeran Zhou Xing Huan terbukti bersalah atas pembelian barang berbahaya dan tuduhan meracuni Putri Zhou Xie Ling dengan merkuri." putus sang hakim agung.


"Permaisuri dan Pangeran Timur akan ditahan sementara sambil menunggu penyelidikan lebih lanjut, dan menunggu kaisar kembali ke istana."


"Untuk sementara, Departemen Kejaksaan yang akan bertanggung jawab dalam penyelidikan lebih lanjut."


Keputusan dari hakim agung itu membuat Yang Jia Li geram, ia tidak bisa tinggal diam. Dua barang bukti tadi tentunya sudah sangat kuat untuk menahan keduanya, tapi sang permaisuri terus memaksa otaknya untuk berpikir. Jika ia ditangkap, maka hakim agung tentu akan membebaskan Wu Li Mei.


Sial, gagal lagi rencana matang Yang Jia Li untuk melenyapkan selir licik itu. Sang permaisuri menggeleng kuat, ia tidak mau mendekam di penjara departemen kejaksaan seperti Wu Li Mei.


"Tidak!"


"Tunggu!"


"Kalian tidak bisa seenaknya memutuskan hal itu!"


"Tidak bisa!"


"Aku tidak mau!"


Yang Jia Li terus memberontak, kedua prajurit yang tengah mencekal tangannya pun dibuat kewalahan. "Tidak, tidak bisa!" tolaknya mentah-mentah.


"Kalian tidak bisa menahanku, aku tidak bersalah. Ini adalah tipu daya Wu Li Mei untuk menjebakku."


Sang permaisuri menunjuk ke arah Wu Li Mei, "Dia yang bersalah, bukan aku!"


"Bukti-bukti mengarah pada anda, Yang Mulia." jawab hakim agung, pria tua itu tetap tegas pada keputusannya.


Hakim Agung He adalah hakim yang paling jujur di istana, ia menjabat sebagai hakim sejak kaisar terdahulu. Saat itu sang hakim masih muda dan senang bertukar pikiran dengan Kaisar Zhou Huan Wang, ayah dari kaisar saat ini. Hal itu jugalah yang menjadikannya sosok yang bijaksana dan banyak dikagumi oleh kalangan bangsawan dan pelajar.


Hakim Agung He tidak pernah pandang bulu dalam melakukan peradilan, dan khusus untuk tuduhan yang diterima sang selir. Hakim agung itu belum memutuskan apapun, tapi Wu Li Mei sudah ditahan atas perintah permaisuri. Pria tua itu cukup mengerti dengan perselisihan antara permaisuri dan selir di istana ini, karena itu sudah menjadi hal yang biasa. Sama seperti perselisihan antara Ibu Suri dengan selir kaisar terdahulu, ibu dari Zhou Xing Huan.


"Kau tidak bisa menangkapku!"

__ADS_1


"Kau tidak bisa menahanku!"


"Tidak, tanpa perintah dari kaisar!!" Yang Jia Li bersikukuh, ia tahu jika hakim agung tidak akan bisa melakukan apapun tanpa persetujuan kaisar. Karena bagaimana pun, keputusan akhir tetap ada di tangan sang kaisar.


Derap langkah kaki kuda saling bersahutan terdengar di gersangnya tanah musim dingin, bersama dengan itu, pintu gerbang aula penyiksaan terbuka.


Semua orang di dalamnya sontak membulatkan mata, Kaisar Zhou datang bersama Panglima Hao dan beberapa prajurit lain.


Sang kaisar melompat dari kuda berwarna hitam legam kesayangannya, dengan langkah tegap ia berjalan menuju meja peradilan. Sebelumnya, ia sempat melirik pada Wu Li Mei. Tapi wanita itu segera mengalihkan pandanganmya.


Kaisar hanya menghela napas dalam diam, ia tahu Wu Li Mei mungkin kecewa karena sikapnya yang terkesan diam dan tidak berbuat apa-apa.


"Apa yang terjadi disini?" tanya Kaisar Zhou lantang.


Semua orang menunduk hormat, "Salam, Yang Mulia. Semoga Kaisar hidup seribu tahun!"


"Bangkitlah!" titahnya.


Kaisar Zhou menatap sang permaisuri yang menangis tersedu, kedua tangannya dicekal oleh prajurit, begitu pun Zhou Xing Huan.


"Yang Mulia." Yang Jia Li segera meraih lengan sang kaisar, ia memeluknya erat sambil berderai air mata. "Aku dituduh atas kesalahan yang tidak pernah aku perbuat."


"Kau tahu sendiri aku tidak seburuk itu, aku tidak mungkin melakukan hal keji."


"Ini pasti ulah Wu Li Mei!" tuduhnya, Yang Jia Li melirik tajam sang selir agung. "Dia dengan sengaja melimpahkan kesalahannya padaku."


Bergeming, sang kaisar tak tertarik untuk membalas sedikit pun. Kaisar mengangguk sekali pada hakim agung, dan ia langsung menuju ke singgasananya. Sang kaisar duduk dengan penuh wibawa, ia melihat dengan jelas ekspresi tak percaya orang-orang akan kehadirannya.


"Bacakan keputusannya, hakim agung!" titahnya.


Hakim agung langsung mengambil tempat di sisi kiri kaisar, seperti biasanya saat melakukan peradilan. Hakim akan membacakan hasil putusan yang sudah dibuat. Yang Jia Li dan Zhou Xing Huan pun dibawa ke tengah pelataran aula penyiksaan, mereka duduk berjajar dengan Wu Li Mei.


Keputusan yang telah dibuat oleh para hakim adalah Zhou Xing Huan terbukti bersalah atas pembelian barang-barang yang diseludupkan ke istana, yaitu logam merkuri. Yang Jia Li terbukti bersalah karena merencanakan dan ikut terlibat dalam racun merkuri Zhou Xie Ling. Dan yang paling penting dari semua itu adalah Wu Li Mei terbukti tidak bersalah.


"Tidak, ini tidak benar!"


"Ini pasti salah."


"Yang Mulia, ini adalah tuduhan palsu."

__ADS_1


Yang Jia Li berteriak seperti orang kesetannan. "Tolong aku, Yang Mulia"


Lain halnya dengan Yang Jia Li, sang


pangeran timur justru terdiam. Putusan hakim agung menjadi pukulan telak baginya, seharusnya ia tidak perlu terjerumus ke dalam permainan Yang Jia Li. Kalau sudah begini, mau membela diri pun ia tetap salah.


Kaisar Zhou menghembuskan napas tenang, ia bangkit dan memandang satu persatu dari tiga tersangka itu.


"Putusan hakim diterima!"


Sang kaisar menyetujui putusan hakim yang telah dibuat, itu artinya Wu Li Mei dibebaskan dan Zhou Xing Huan bersama Yang Jia Li akan ditahan di departemen kejaksaan.


"Kepala Departemen Kejaksaan, tahan Permaisuri dan Pangeran Xing Huan untuk sementara. Segera lakukan penyelidikan lebih lanjut sebelum hari peradilan selanjutnya dilaksanakan." titah sang kaisar.


Yang Jian Zhu mau tidak mau mengangguk dan menunduk hormat, biar bagaimana pun ia tetaplah hanya kepala departemen kejaksaan yang tunduk pada perintah kaisar, "Baik, Yang Mulia."


Prajurit dari departemen kejaksaan segera membawa Permaisuri Yang dan sang pangeran menuju ke penjara. Sebentar lagi penyelidikan akan segera dilaksanakan, entah apa hasilnya nanti, dan siapa yang akan menjadi tersangka sebenarnya.


"Tidak!"


"Lepas!"


"Lepaskan aku!" Yang Jia Li meronta marah, "Aku tidak bersalah, sungguh!"


"Kaisar! Jangan lakukan ini padaku, aku tidak bersalah." ronta Yang Jia Li.


Kaisar Zhou hanya menatap dingin kepergian sang permaisuri, itu adalah awal dari pembalasan yang kana diterima oleh Yang Jia Li. Sang kaisar melangkahkan kaki untuk menghampiri wanita cantik dengan wajah pucat itu. Tidak biasanya wajah itu tampak sangat lesuh dan hampa.


Kaisar Zhou menekuk lututnya, guna mensejajarkan tubuhnya dengan Wu Li Meu. Ia menarik dagu sang selir agung untuk mendongak, saat netra keduanya bertemu ada sengatan rindu yang dibalut dengan kecewa dalam manik kelam Wu Li Mei.


"Lepaskan selir agung!" titah kaisar.


Para prajurit segera melepaskan tali yang mengikat kedua tangan dan kaki sang selir, meninggalkan bekas ruam merah dan beberapa sampai meninggalkan luka. "Maafkan aku." ujar kaisar.


Kedua tangannya menggenggam erat tangan dingin Wu Li Mei, pria itu segera melepaskan mantel hangat dan ia pasangkan pada Wu Li Mei. Di udara sedingin ini, sang selir hanya mengenakan hanfu tipis.


Tangan kekar sang kaisar terangkat untuk membelai pipi seputih susu milik sang selir, sejalan dengan itu Wu Li Mei langsung limbung. Beruntung kaisar dapat dengan cepat menangkapnya.


"Pengawal, panggil Tabib Zhong segera!"

__ADS_1


"Baik, Yang Mulia."


Kaisar segera membawa tubuh lemah Wu Li Mei menuju ke dalam ruangan aula penyiksaan yang lebih hangat. Diikuti oleh Panglima Hao dan beberapa prajurit lainnya.


__ADS_2